It's my life, inside and out. It's now or never 'cause I ain't gonna live forever. But I'll surely make the most of it ;) After all, no guts, no glory. No woman, no glory (hehehe....)
Friday, February 10, 2006
The THINGS
But now, my dear friend devina asked me about 5 weirdest things in me. Apa yaaa??? As far as I know, there's no such thing as weird in me. But, come to think of it (and I'm thinkin' very, very hard now), there maybe are some interesting facts, only I don't know whether people would consider it weird or not. Well, here I go.
1. I always feel like there are 2 persons inside of me. For example, when people look at me, they will see a sweet, well-groomed, religious girl. What they don't know is that I enjoyed listening to loud and rock music such as Alanis Morrisette, Guns 'n Roses, Metallica and most of all, Bon Jovi. One of my roomates, a canadian named Kelly, couldn't be more surprised when she learned that I adore Guns 'n Roses. There I was, looking so calm with my jilbab, but listening to that kind of music. She said, "But you wear these (jilbab). Do you listen to their lyrics?" I said, "It's their music that I like, not the lyrics". And she said, "It's like there's a totally different person inside you". Well, maybe there is, maybe there isn't :P.But what my friend couldn't understand most is my liking to Michael Jackson. Yup, I am his fan (just his songs, though. Not his face or color since there's nothing original about them anymore). I remember my roomates used to make fun of me being Michael Jackson's fan. But, EGP la yaww...
2. I often experience Deja-vu. If you ever watch The Matrix, I'm sure you remember the part where Neo saw a black cat twice, and then he said,"Deja-vu". Well, my kind of deja-vu is not exactly like that. Most of the time, I had a dream of being somewhere that I've never been before or doing something that I've never done before, and then one day (which I have no idea when or where), I experience exactly the same thing, doing the exact thing at the exact place. The one that I remember most (because it's the one that makes me realize of this deja-vu-thing) happened at my friend's place in Bandung. It was around the UMPTN test day. My friend Dolly invited me and 3 other friends to stay at his uncle's house during the test (since we all came from jakarta and took the test in Bandung together, so we went to bandung together by Adi's car and stayed there for several days). It was the first time I visited the family with those guys, so there was no way that I had the same experience. But then I remembered that I've been in the same situation before. After thinking hard, I then realized that I had the experience in my dream. Since then, I realize that there were several occasions that I have seen in my dreams before it happens. Unfortunately, I couldn't control those dreams (so that I dream of something spectacular such as nomor lotere, gitu) nor know when I will experience the situation, so it's no big a deal, really. Maybe it's like seeing a glimpse of the future, but so far there's nothing interesting coming from it.
3. I have problems with mulas (what's mulas/mules in English, ya? contraction?); I'm just hardly able to 'generate' them. I have this problem with BAB for as long as I remember. When I was a kid, I couldn't do it if I don't use minyak kayu putih (again, bhs inggrisnya opo seh dev?). Sometimes, if I don't eat enough vegetables or fruit, I couldn't even do it for several days. Gileee.... siksaan dunia banget deh itu rasanya. And when I was pregnant with my kids, at the end of my pregnancies, when I was going to deliver them, there was no contraction although there was some openings (bener gak sih, bukaan rahim tuh opening? teuing ah). Finally, the doctor must use medicine to start the contraction. Only after getting the medicine, I could feel the contraction coming. Kalo gak dibantu infus, kayaknya sampe tua jg gak bakalan dateng tuh mules. Oh mules... mules.
4. I can stand worms, frogs, roaches, or other disgusting things, but I can not, ever, stand the rippling alien skin. You know, the one on the forehead of siapa itu namanya di Startrek ya? You know, the big, rough guy with spiky forehead from Klingon? He's a bit Ok since the spikes don't move. But in some other movies where the rough skin move...Urrgghhhh..... I can't help shuddering just to think about it. I remember a movie about an alien infiltrating a human, and it's like moving under the guy's skin. Yuuckksss.... Ok, no more talking about alien skin.
Wow, so there are some weird things in me. Well, that's it, just 4 unusual things (masih kalah sama elo, dev). I wonder about other people, my friend Mia and Bayu. What are you weirdest things, guys?
Tuesday, January 31, 2006
My Handsome Little Man
Anakku yang pertama namanya Reyhan Anindya Untoro. Tanggal 20 januari lalu, dia tepat berumur 5 tahun. Tapi, berdasarkan permintaannya, pada perayaan ulang tahun kali ini kami malah tidak mengundang siapa-siapa, keluarga sekalipun. Jadilah ultahnya yang ke-5 ini hanya dirayakan oleh kami berempat dirumah. Yang unik, semua ultahnya selama ini dirayakan ditempat yang berbeda-beda. Ultah pertama di rumah jl. Cucakrawa, yang ke-2 dirumah kung-nya di Sawo kecik, yang ke-3 di apato Minami-yono di jepun sana, yang ke-4 di rumah Inyik di Lenteng Agung, dan yang ke-5 ya di rumah Pondok Duta ini.
Dulu, sebelum menikah, aku dan Mas pernah berencana untuk menunda punya anak dulu. Maklum, sebelum pacaran kami sama sekali tidak saling mengenal. Jadi masa pacaran yang cuma 1 tahun itu rasanya kok kurang yaa.... hehehe. Tapi ternyata Allah berkehendak lain. Sebulan setelah menikah, aku hamil. Pada awalnya, kehamilan itu kami terima dengan rasa was-was. Banyaaakkkk sekali kekhawatiran dan ketidak pede-an karena kurangnya ilmu pengetahuan yang ada pada kami. Tapi, sejalan dengan semakin besarnya janin diperutku, ternyata semua kekhawatiran itu berangsur-angsur sirna, berganti dengan rasa bahagia dan takjub. Bahagia, karena Allah mempercayakan nikmatnya yang begitu besar kepada kami. Takjub, karena ada mahluk mungil yang sedang tumbuh didalam diriku. Semakin besar usia kandungan, semakin aktif juga pergerakannya. Tidak jarang tiba2 seperti ada dengkul atau kaki yang menonjol dari perutku. Semakin sulit juga rasanya untuk tidur, karena diwaktu malam hari, pergerakannya semakin aktif. Waktu itu aku sudah punya feeling, sepertinya anak ini nantinya akan menjadi anak yang aktif dan tidak bisa diam.
Akhirnya, tibalah hari2 menjelang persalinan. Namun, sampai tanggal yang diperkirakan oleh dokter, bayiku tidak juga lahir. Dokter masih memberikan waktu beberapa hari lagi untuk persalinan secara normal. Tapi malam harinya, sepulang dari check-up, tiba2 aku merasakan gatal2 yang amat sangat disekujur tubuhku. Tak henti-hentinya aku menggaruk semua bagian tubuh, tapi gatal2 itu tak juga hilang. 2 hari 2 malam aku tidak bisa tidur karena gatal2 itu, sementara Mas dengan enaknya ngorok disebelahku (sebeeeelllll banget rasanya, ngeliat orang enak tidur sementara aku sendiri sedang kegatalan). Akhirnya, dihari ke-3, aku kembali ke dokter karena sudah tak tahan dan sudah mulai pilek akibat tidak bisa tidur. Ternyata, ketika diperiksa dokter, sudah ada bukaan 1 cm. Namun dokter masih menyuruhku pulang malam itu, dan kembali keesokan harinya untuk menjalani persalinan.
Hari sabtu tanggal 20 januari 2001 jam 7 pagi, aku masuk rumah sakit dengan bukaan 2 cm. Tak lama kemudian, aku diinfus perangsang mulas. Namun, walaupun sudah mulas2 dan infus sudah habis, ternyata bukaannya hanya bertambah jadi 4 cm. Begitu terus sampai jam 4 sore, walaupun aku sempat istirahat juga waktu infusnya sudah habis. Jam 6 sore, bukaan bertambah jadi 8 cm. Infus ke-3 dipasang. Akhirnya, sekitar jam setengah 8 malam, baru bukaan sempurna 10 cm. Mulailah proses kelahiran Reyhan, dimana aku sempat menendang sang dokter Lita (maaf ya dok, maklum, belon ngerti cara ngejan yang baik dan benar). Dan akhirnya, jam 19.55, lahirlah putra pertama kami yang lalu kami beri nama Reyhan Anindya Untoro. Reyhan berarti orang yang dicintai dan selalu dilindungi Allah, Anindya artinya sempurna, dan Untoro adalah nama belakang bapaknya yang artinya yang menyukai kesempurnaan.
3 hari kemudian, aku dan Reyhan siap meninggalkan rumah sakit. Sebelum pulang, seorang suster memberikan informasi2 mengenai cara perawatan bayi dan susu yang harus diberikan. Sambil menerangkan hal2 itu, suster tsb memberikan foto Reyhan yang diambil oleh pihak rumah sakit beberapa saat setelah dia lahir. The moment I saw the picture, I was speechless! I was blinded and deaf to everything but the most handsome baby I ever laid my eyes on. I even forgot to breathe for several seconds. Mungkin ini pengaruh rasa sentimental ibu baru ya, tapi waktu itu rasanya gak ada bayi lain yang lebih ganteng dari Reyhan. Dan itu adalah kali pertama (dan mungkin terakhir) dalam hidupku dimana aku terpana sampai tidak bisa bernafas dan tidak mendengar ocehan suster didepanku dikarenakan seorang laki-laki (sorry ya mas....).Sayang fotonya masih berbentuk hard copy. Nanti deh, kl udah bisa dimasukin komputer, akan dipajang di blog ini.
Begitulah kejadian 5 tahun yang lalu. Sekarang, anakku yang ganteng dan pintar itu sudah tumbuh menjadi anak yang lincah dan cerdas, sudah bersekolah di TK B TK Islam Pondok Duta, sudah mulai bisa membaca dan berhitung, bisa membantu orangtua, bisa menjaga adiknya, mudah memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain, senang bermain dengan teman-temannya, dan sangat mencintai keluarganya terutama mamanya (dia paling takut kalau aku sudah mengancam akan menangis kalau ia sedang nakal, dan langsung menghentikan kenakalannya itu). Selamat ulang tahun ya nak, semoga engkau tumbuh jadi manusia yang shaleh, mencintai dan dicintai Allah sesuai namamu, mencintai keluarga dan dicintai semua orang, berguna bagi masyarakat dan agamamu, serta sukses baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Amiiiinnnn.
Wednesday, January 11, 2006
Every woman is a Geisha
Just last night, gw and mas had a deep and long conversation about our relationship. Awalnya sih karena ngebahas peristiwa yang bikin gw bete berat beberapa hari yang lalu. Sebenernya masalahnya gak berat-berat amat, tapi lucunya ngelibatin orang ke-tiga yang gak ada hubungan apa-apa sama kita, bukan PIL ato WIL, tidak memberikan kontribusi apapun sama keluarga ini, tapi bisa bikin suasana panas. Konyol gak tuh?
Bermula dari situ, akhirnya gw beraniin buat ngungkapin hal-hal yang selama ini mengusik pikiran gw. Dan akhirnya teruuuussss sampe berujung mula diwaktu kita pacaran dulu. Juga problem-problem yang ada sekarang, yang setiap hari kita hadepin and bikin hubungan jadi gak semesra dulu lagi.
Gw memang udah gak kerja lagi sejak gw ikut dia ke jepang. Gw, yang seumur-umur gak pernah full berkutat dirumah, biasa ngebuang bete dengan jalan dan nonton di bioskop, paling gak demen masak, lalu tiba-tiba harus jadi full-time mother 24-7. Tp believe it or not, gw seneng-seneng aja tuh ngejalaninnya. Gw bahkan menikmati banget waktu yang gw habisin berdua-an aja sama reyhan kalo mas lagi kuliah. Gw ajak dia ke taman, eki, ato belanja di supa, jalan kaki ato gw boncengin naik sepeda. Rasanya gw kayak nebus waktu yang gw abisin buat kerja di jakarta dulu, dan ninggalin dia berdua aja ama pembantu dirumah. Setelah ada adeknya, gw emang tambah repot dan sempet stress, tapi masih bisa menikmati juga. Gw bahkan jadi punya hobi baru: bikin kue n nyoba masakan2 yang rada sophisticated yg sebelumnya gak pernah kepikiran buat gw bikin. And ternyata gw cukup gape juga masak, n dapet pengakuan dari temen2 (jadi bukan gw yang kege-eran sendiri, gitu lho, ngaku2 jago masak padahal jeblok). Gw juga menikmati banget bisa jalan2 sekeluarga, just the four of us, ke tempat2 yg indah2 n eksotis yg gak pernah ngimpi bisa gw datengin, tanpa ada gangguan dari pihak manapun (walopun dgn jalan kaki or naik sepeda, tapi asiknya...).
Setelah pulang ke indonesia, mulai deh, semua hal jadi jungkir balik gak karuan. Mulai deh ada intervensi dari mana-mana. Dari keluarga, temen, sampe urusan kantor yg bikin suami gw pergi subuh pulang isya. Kebayang gak sih, berapa jam waktu yang dia abisin sama anak-anak? Belum lagi urusan rumah yang harus gw handle sendiri semua (di jepang, biarpun gak ada pembantu, mas bisa lebih banyak ngebantuin karena dia bisa kerja dirumah), padahal si adek jg udah mulai gak bisa dilepas, harus diawasin terus krn udah mulai berkelana. Mau keluar rumah, repot krn gak bisa nyetir (siapa yg megangin adek?) or naik kendaraan umum (mesti jalan keluar dulu, panas, jadi males). Capek, stress, bete, buntut-buntutnya, gw marah-marah terus. Yang jadi sasaran, ya mas n anak2 juga. Belum lagi gw ngerasa walopun gw udah sebegitu banting tulang, tapi gak ada yg appreciate, termasuk orang2 yg terdekat. Jadilah gw tambah depresi.
Akhirnya gw putusin, kyknya gw harus balik kerja. Gw ngerasa butuh aktualisasi diri, n itu rasanya cuma gw dapet dari orang lain (dlm hal ini, orang2 di kantor kyk waktu gw kerja dulu). Toh gw pikir adek juga udah umur 1 tahun lebih, sebentar lagi bisa dimasukin play group. Reyhan sekolah dari pagi sampai siang, habis itu makan n then tidur sampe sore, jadi kalo siang gak ada ortunya di rumah dia jg gak terlalu kehilangan. Sementara itu, dgn gaji gw, gw bisa hire pembantu buat ngurusin urusan rumah and I think I could really use the money. Beres semua kan?
But guess what, he said that he didn't like the idea. Bahwa prioritas yg utama adalah anak2 (tp rasanya gw jg gak berniat nelantarin anak2 dgn rencana itu kok). Jadi so far, diskusi ttg gw kerja kembali msh buntu.
Terus, apa hubungannya sama judul tadi yak? Setiap wanita adalah geisha. Entah kenapa, waktu gw baca kalimat itu, gw jadi inget aja ama obrolan semalem. Dan rasanya, sepotong kalimat itu ngewakilin perasaan gw banget. Geisha adalah hostes, yang tugasnya bikin customernya merasa nyaman dan relaks. Buat seorang geisha, cinta adalah ilusi. Dia gak boleh tampil berantakan, memperlihatkan kesedihan atau kemarahan didepan pelanggannya. Diliat dari karakteristik ini, emang gak salah kalo dibilang setiap wanita adalah Geisha.
Bener gak sih kalo cinta itu ilusi? You think that you love someone only to find out that he was not as you imagined him to be. Or you love someone because he loves you, and then as time goes by, you start to question your love for him, or his love for you. Gw pikir sih cinta itu kayak iman, bisa menebal dan menipis, tergantung bagaimana treatment kita buat ngejaganya.
Then, gw mo tanya sama para kaum lelaki, ada gak diantara kalian yang mau punya istri berantakan bin awut-awutan, selenge'an, pemarah or cengeng? Siapa yang selalu mengharapkan, baik secara diam-diam maupun terus terang, istrinya supaya tampil rapi, manis, cantik, kalem, dan at the same time bisa menghidangkan makanan yang lezat-lezat, membersihkan dan menata rumah, juga mengurus anak2 yang sehat, sopan, manis dan rapi? Terus, apa bedanya sama hal yg diharepin dari geisha?
Bedanya, geisha is no wife. She is a free agent. Di masa jayanya, dia akan jadi rebutan customernya. Tapi kalo masa itu udah lewat dan dia gak punya sponsor tetap, maka ia akan tinggal sendiri, tua dan kesepian. Dalam hal ini, status istri memiliki poin lebih. So, in my opinion, every woman is a geisha, either by force, parents, husbands, siblings, or even herself.
Jangan bingung baca postingan ini ya, namanya aja unek-unek, dituang dalam virtual diary. Dan satu lagi, ini strictly my own opinion. Ada kalimat indah yang pernah gw baca, gw lupa siapa penulisnya, kalo gak salah sih kahlil gibran. Gini nih bunyinya:
Wanita bukan diciptakan dari kepala pria untuk menguasai,
juga bukan dari kakinya untuk dikuasai,
melainkan diciptakan Allah dari tulang rusuknya,
agar bisa berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah,
untuk menjadi kawan sejalan,
pendamping dalam kehidupan.
Wallahu 'alam bis sawab
Sunday, January 08, 2006
B.E.T.E
Manusia tu emang susah banget ngerasa puas dgn apa yg dia punya, ya? Yg gak punya mobil, pengen punya mobil. Yg punya mobil atu, pingin punya 2. Yg punya mobil hijet pingin punya sedan. Yg punya sedan pingin mersi. Dst, dll, dll deh.
Bukan, gw bukannya lg pingin ganti mobil. Sekedar gambaran aja. Di jaman kyk sekarang gini, betapa susahnya menetapkan hati buat bisa sabar, ikhlas dan tawakal. Betapa sulitnya untuk merasa cukup dan senang dgn apa2 yg udah didapet. Sehingga 3 sifat itu jadi barang yg amat sangat langka.
Sabaaaarrrr.... sabaaaaarrrrrr.......... inget aja nasib 2 anak balita yg dibakar sama ibu kandungnya gara2 bapaknya pulang bertahun baru sambil mabok2an. Naudzubillah min dzaliiikk. Kok bisa ya gelap mata sampe kyk gitu? Jangan sampe deeehhhh.... Ya Allah, jauhilah kami dari rasa putus asa, kesedihan dan kemarahan yang berlebihan dan berlarut2. Bantulah kami memupuk sifat sabar, ikhlas dan tawakal, jg rasa syukur atas semua karunia-Mu ya Allah. Amiinnn ya robbal alamiin.
Monday, December 19, 2005
Postingan pertama dari Indonesia
Monday, September 26, 2005
Sayonara Japan
I'm standing here outside the dorm,
I hate to buzz you up to say goodbye,
'Cause I'm leaving on a jet plane,
don't know when I'll be back again,
Oh dear pals, I hate to go
How do I say goodbye to what we had?
The good times that made us laugh
Outweigh the bad.
I don't know where this road Is going to lead
All I know is where we've been And what we've been through.
If we get to see tomorrow I hope it's worth all the wait
And I'll take with me the memories
To be my sunshine after the rain
It's so hard to say goodbye to yesterday....
(Taken from 'Leaving on a jet plane' and 'It's so hard to say goodbye to yesterday')
So,
Goodbye, everybody, I had to go
gotta leave you all behind to face the fate.
May Allah guides us all always and gives us what best for us.
See you in Jakarta soon.
'till we meet again
Wednesday, August 31, 2005
Hanabi Freak
Sebelum bikin postingan ini, liat tanggal postingan yang terakhir, alamaaakkkk.... tanggal 2 agustus? hampir sebulan yg lalu yak!!! Maap sodara-sodara, soale hari-hari terakhir ini sibuk aseli sama urusan permudikan. Yang nge-pak barang laaah, yang pesen cargo laaahh, yang cari takyubin buat kirim itu barang ke yokohama laaah, yang pesen tiket laaahhh..... Pusiiiingggg aja judulnya (ntar loe juga ngalemin deh dev). Belon lagi utang nonton hanabi n jalan-jalan (yang ini gak boleh kelewatan duong. Fardlu hukumnya).
Oya, setelah nonton hanabi yang pertama itu, yg di asakusa, my dear hubby bilang gini pada suatu malam: "Kan kamera kita bisa buat motret firework. Ada mode-nya tuh, yg khusus buat itu." Gubrak!!! Kenapa baru bilang sekarang?!/(*%*!!! Terus dikeluarkanlah buku pintar itu kamera, dan ternyata emang ada. Gampang pula nge-setnya. Tapi syaratnya satu, kudu pake tripod karena kalo gak pasti goyang (mode itu pake bukaan yg gede tapi speed rendah). Sooooo.... langsung dong, mama minta (plus maksa) dibeliin tripod. Untung Mas oke2 aja, karena kan bisa buat investasi tokh, tripod ntu (Alesan aja sih. Pokoke beliiii).
Jadilah, tanggal 17 Agustus, hari kemerdekaan Indonesia, kita nyatronin akihabara buat nyari tripod. Alhamdulillah, dapet juga yg bagus n lagi sale abis2an (dari harga 14 rebu jadi cuma 3 rebu euy. Kalo rejeki emang gak kemana). Bukan apa apa, tanggal 20 nya kan ada hanabi di kumagaya, udah dipesenin tempat pula sama temennya Tanaka-san. So, rugi dong kalo gak dapet gambar yg bagus.
Dan..... eng ing engg..... Inilah hasilnya:
Inilah para pemirsa hanabi dari GITS, mewakili negara masing-masing
Cantik yaaa????? I just love fireworks. Sayangnya, the pictures don't do justice to the real, awesome, magnificent fireworks. Kecil2 sih. Tp kl diperhatikan gambar yg dibaris ke-2 sebelah kiri itu, dibagian bawahnya ada deretan lampu kecil, itu adalah lampunya tenda-tenda penjual makanan. Kecil banget kan, dibanding hanabinya? So, kebayang kan, segimana gedenya itu para kembang api? Heemmmhhhh.... kapan ya di Indonesia bisa ngadain hanabi kayak gitu and gak mengundang cemooh orang (read: protes kenapa bakar2 kembang api padahal duitnya bisa dipake buat beliin makanan utk rakyat yg masih kelaparan alias indonesia terbebas dari kemiskinan, gitu lhooo).
Wah, ini baru laporan hanabi di kumagaya, yg di Isesaki belon masuk nih. Besok2 la ya, soalnya fotonya bagus2 juga, sayang kalo gak dishare. Sekarang, ane mo shalat subuh dulu trus tidurrrrrr..... (begadang nih, buat bikin ini postingan. Gile gak sih?)
Tuesday, August 02, 2005
Asakusa Hanabi
I got information from TV and internet that there would be a huge hanabi in Asakusa on Saturday, July 30. Ahaaa.... that's what we're looking for, now that Izza's healthy again. So, on that saturday, we went to tokyo by train (actually, we wanted to go by bus but there was no longer a saturday bus service, starting on that very day. Just our luck!). It was my first trip to Asakusa and it was very very crowded. Not to mention the heat! We didn't spend much time at the temple because of those reasons, so we went to the riverside park and waited for the hanabi to start.
Luckyly, we got a quite nice place in a stadium. Unfortunately, our sitting place was in front of the alley where people just didn't stop mill around. More or less, we enjoyed the show. And these are the pictures that I managed to take (some of the pictures are not very clear due to the smoke. It turned out that we were facing the wind so the smoke and even bits of hanabi residue drifted towards us).
Beautiful, aren't they? Oooh, I can't wait to watch the next ones. Altough I'm not sure Reyhan agrees with the rest of us (he absolutely refused to see or even take his hands off his ears the whole time we were watching the show, while his sister happyly watch it)
Friday, July 29, 2005
Iro iro
Untunglah hari ini sang pemilik lagi turun gunung, ke kampus buat liat nilai dan sang raja ikut, mau maen sepatu roda katanya. Tinggal dirumah bedua deh ama tuan putri yg sekarang namanya jadi putri tidur (kl siang tiduuuurrrrr aja. begitu diluar gelap, langsung bulettt melek matanya). Apdet dulu aahhhhh.
Tanggal 10 Juli kemaren sempet ke saitama city, ngeliat free market di saitama shintosin (yg gak rame) trus ke niji (yg harga barangnya tobs banget) dideket rumah mbak Iis dengan dianter Mia-Ridho. Puas belanja di niji, mampir lagi ke tempat mbak Iis karena doski udah bikinin rawon yang uenaaaakkkk banget. Makan2 deh kita. Hhhhhmmmmmm..... yummyyy. Makasih banyak ya mbak Is dan Mia.
Dari situ, trus ke minami-yono, mantan apato kita tuuhhh. Emang udah ditungguin sama mayumi n anak2nya. Waaahhh, udah pada gede-gede yaaaa... Sugemi jadi kawaiiii deh, gak setembem n sepesek dulu lagi. hehehe.... Balik dari situ jam 8.30. Tapi gak langsung pulang. Belanja kangkung dulu di fuji garden (duuuhhh, jadi inget masa lalu deh) trus reyhan main di koen depan eki situ. Jam 9 lewat dikit kita naik kereta ke omiya.
Waktu ganti kereta di omiya, alhamdulillah dapet yg ekspress. Pas turun dari kereta di honjo eki, liat ada 2 orang jalan depan kita, kok kyknya kenal yaaa.... ternyata, mami-papapnya hikari, baru pada pulang dari ueno. hehehe..... Ternyata all the way from omiya itu kita naek kereta yg sama toh. hihihi.... Jadi pada ketawa2 deh.
Next, tanggal 18 juli, nonton gion matsuri di deket honjo eki. Nothing much to say except puanaaaaasssss. Tapi sempet foto-fotoan jg sih ama anak2 yang pake kimono, lucu2 deh. Ini foto2nya.
Trus, tanggal 20 ini adalah hari ultahnya Hikari yang ke-3. Selamat ulang tahun ya Ari, semoga selalu sehat dan bahagia, dan selalu dilindungi Allah SWT. Abis nganter kue ultahnya Ari (yg sebelnya rada boncel hiasannya gara2 kebanting2 di sepeda), kita2 makan-makan di joyful deh. Asiiikkkk...
Sorenya kita ke chichibu karena 'katanya' ada firework. Taunyaaaa.... salah baca di internet, harusnya tgl 19 yg ada hanabi. Huuuu.... penonton kecewa. Jadi cuma nonton matsuri aja deh.
Trus, Hari jum'atnya, tanggal 23, Tante Rizka n Om Ali jalan-jalan ke Honjo. Abis bapak-bapak shalat jum'at bareng dibawah, trus kita pesta bakso deh dilounge itu sementara anak-anak main di tenda bolanya reyhan yang baru beli kemarin. Seru juga euy (kalo rasa baksonya sih jangan ditanya..... kurang sukses krn dicampur tofu yg aromanya kok rada aneh ya??? Nyesel jg beli tofu merk itu. Coba2 sih). Trus nganterin para tamu keliling2 kampus n main tenis deh.
Wiiih... ternyata rame juga ya kegiatan 2 minggu kemaren. Ini belon termasuk cerita2 tentang Izza. Itu buat posting berikutnya deh. hehehe....
Wednesday, July 13, 2005
Brownies 'ala Zizil
Sebelum cerita panjang-lebar-dalam, gw mo tulis resep brownies dulu deh, biar yg kemaren udah kursus bisa praktek sendiri dirumah.
Brownies 'ala Zizil (nama mantan temen kost yg udah berbaik hati nurunin resep brownies ini ke gw dan temen2 kost yg laen)
Bahan A:
150 gr margarin (bisa dikombinasiin dgn butter, perbandingan 50:50)
125 gr gula pasir halus
65 gr coklat bubuk
80 ml minyak goreng
Bahan B:
3 butir telur
200 gr gula pasir halus
Bahan C:
200 gr tepung terigu
1 sdm baking powder
Cara membuat:
1. Siapkan loyang, lapisi mentega dan taburi terigu (atau lapisi kertas minyak). Panaskan oven suhu 180 derajat.
2. Bahan A di tim sampai mentega cair. Aduk rata. Angkat, sisihkan.
3. Bahan B: masukkan telur satu persatu dan kocok lepas. Jangan sampai putih (cukup sampai gula larut).
4. Masukkan campuran A ke dalam B, aduk rata dengan sendok kayu
5. Tuang campuran C kedalam campuran A dan B sedikit demi sedikit. aduk rata.
6. Tuang kedalam loyang yg sudah dilapisi, ratakan. Taburi kacang almond cincang kalau suka.
7. Panggang di oven suhu 180 derajat selama 18 menit. Angkat (sebaiknya tes tusuk dgn tusuk sate dulu untuk memastikan bhw brownies sudah matang, yaitu adonan tdk melekat di tusuk sate. Kalo masih nempel, tambah lagi waktu panggang sekitar 3-5 menit).
8. Jadi deh, brownies yang yummyyyy (garing diluar, legit didalam) :)
Wednesday, June 29, 2005
Resep bakso
Due to my dear friend devina's request (hehehe.....), sekarang gw mo nulisin resep bakso dulu deh (abis daripada doski bulak balik ke toko indonesia cuma beli bakso yang 20 biji harganya ampe seribu yen!).
Bahan2:
125 gr Daging sapi/ayam cincang (kira2 nih dev. kurang lebih setengah pack itu deh).
1 sdt garam (cicipin, kl kurang asin ya ditambah aja)
2 sdm muncung sagu (bisa juga terigu, tapi kurang kenyal)
100 gr tofu (yg putih, jangan yang udah digoreng. Boleh gak dipake, gak merubah rasa)
1 butir telur
1/2 sdt ketumbar bubuk
1 siung besar atau 2 siung kecil bawang putih, haluskan
1/2 sdt royco rasa sapi/ayam (kl gak ada, bisa diganti gula)
Cara membuat:
Tofu dihancurkan, campur dengan semua bahan2, aduk rata. Kalo terlalu cair, boleh tambah tepungnya sedikit sampai agak kalis. Bulat2kan. Rebus air sampai mendidih, masukkan bakso satu persatu. Rebus bakso sampai mengambang (tandanya sudah matang). Angkat, tiriskan. Kalo sudah dingin, bisa disimpan di freezer (kalo gak mau langsung diabisin).
Note: Resep diatas bisa juga buat bikin burger. Bahannya tambahin 1/4 bawang bombay dicincang halus dan mayonaise 1,5 sdm, trus tepungnya diganti tepung roti.
Cara masaknya dipipihin seukuran burger, trus digoreng diminyak yang banyak (lbh baik pakai penggorengan teflon) sampai matang. Angkat. Tiriskan.
Sunday, June 19, 2005
Perkembangan Izza
Friday, June 17, 2005
Nulis dikit deh!
eniwe, sekarang malah disuruh edit paper mas (jangan ketawa ya dev), berhubung beliyaw udah diuber2 dedlain thesis ke sensei, tp makalahnya masih belon klaar jg. Jadi deh ikut pusing. Serasa balik ke C'nS lagi nih (bu Noni, tolong duooonggg..... Ups, ntar dikasih gambar tengkorak lagi nih sama bu Noni tersayang. hehehe...)
Wednesday, June 08, 2005
My Pooh cake
Setelah hunting bahan2 di hari minggu dan senin, hari selasa mulai deh gw bolak-balik itu catatan resep, sambil dipraktekkin. Sebenernya sih gak terlalu susah, cuma karena terlalu banyak maunya, akhirnya semua dibikin. Kuenya tipe sponge cake, isinya 2 macam yaitu isi vla (kayak buat gateau africa 'ala mbak Riana) dan coklat gateau-nya mbak Inong. Luarnya pake buttercream (surfing nyari resep buttercreamnya juga abisin waktu semaleman lho!).
Selasa siang, waktu Izza lagi tidur, mulai deh gw ngulik2 itu bahan2 kue. Eeee.... pas mulai ngocok telor pake mixer, si adek bangun (berisik kali denger suara mixer). Jadilah gw nggendong adek di tangan kiri n megang mixer ditangan kanan (sialnya, si mixer itu gak punya stand, jadi kudu dipegangin terus). Belum lagi si abang yg paling gak bisa liat mamanya bikin kue, bawaannya mau nimbrung aja. Akhirnya kebagian jatah nuangin tepung dan mentega juga deh dia. Biar deh, asal gak rewel. Seru juga sih, ngocok telor sambil ngejagain supaya adek gak ngejambret or nendang itu adonan.
Aduuh.... mama didapur melulu sih (itu mungkin yg dipikirin sama si adek)
Akhirnya, kue siap dipanggang n masuk oven. Selama nunggu kue mateng, nyiapin buttercreamnya. Pas ngocok mentega, adek bangun n nangis lagi (tadi dia sempet tidur n ditaro ditempat tidur). Ya udah deh, digendong belakang pake gendongan ransel aja deh (perlu kerja pake 2 tangan soale). Sampai kue mateng n mo dihias buttercream, terus si ade digendong belakang. Untung gak lama kemudian mas pulang, jadi Izza langsung berpindah tangan. Dan gak lama kemudian, voila! jadilah kue pooh pertamaku. Gimana tampangnya, cakep gak? Rasanya? wooo.... gurih banget (iya lah, segala ada). Tapi buttercreamnya rada gagal sih. Biar lah, namanya juga percobaan. Next time I'm sure it'll be much better.
Ini dia kuenya. Ada yang mau? Marilah kemari deh, 'tak potongin. hehehe....
Monday, June 06, 2005
Reyhan dan kabuto
The problem is, kabuto is a night bug. During daytime, they hide and sleep under ground (in their natural habitat). But at night, they go out and fly out to the trees, looking for food (which is tree trunk). So, when we're ready to bed, they're ready to play! It's really difficult for me to sleep with them buzzing and cracking around (it seems like I'm the only who is bothered by that sounds, 'cause mas and the children have no difficulty sleeping. How could I sleep while everytime I hear the sound, I feel like they're flying above my head?)
Saturday, June 04, 2005
Ada nyamuk di kamarkuuuu....
Another thing that spring brings out is mosquitos (or 'ka' in japanese). They start to show up everywhere, even in our room. I guess they hide in Mas's hair when he return home (his thick hair is a perfect hiding place for them).
There are several kinds of mosquitos that you can find in Japan, one of them is the aides eigepty (aduuhh... gimana sih spellingnya? I mean the one responsible for the dengue fever). I found one when I was preparing Izza's porridge (the complete story is here). Back then in Saitama city, most of the mosquitos I found were also this kind of mosq. But to my amazement (I don't know whether other people find it amazing or not), there are no dengue fever here. And I wonder why? I mean, if they are the same kind of mosq, then surely there are some (or at least a few) cases of dengue fever in Japan also. But there aren't. Does it only happen in 'third world' country like Indonesia? I don't know. What do you think?
Thursday, June 02, 2005
Missing Mayumi
Gun-chan, Kazuki-kun dan Reyhan-kun didepan rumah Sakaji-san
Pertama kali gw kerumah dia, terkaget-kaget deh. Soalnya, dipikiran gw, rumah jepang itu kayak rumahnya si Nobita (temennya doraemon) yg rapiii jali. Ternyata pas gw kerumahnya Mayumi, waduuhhhh... berantakan pisan. Penuh banget. Maklum lah, anak 3 sih. Tapi soal taat ama aturan n waktu, Mayumi sih jepang banget deh. Pokoke on time selalu, jadi kalo janjian mo pergi ama dia ya kita gedubrakan krn gak enak kalo telat mulu.
Si Mayumi ini temen pertama gw di Jepang, n kayaknya juga yg paling buaeeekkkkk deh. Bayangin aja (beneran bayangin, jangan nggak), waktu gw sakit, dia yg nyariin rumah sakit (kebetulan waktu itu lagi liburan, jadi pada gak ada dokter. Pas ada, dirumah sakit yg jauh dr rumah n belon pernah gw datengin sebelumnya). Dan karena dia gak bisa nganter sendiri ke rumah sakit itu, dia minta tetangga sebelah rumah gw yg punya mobil, si Tomomi, buat anter ke rumah sakit (as I said before, Tomomi didn't speak eigo, so Mayumi became our translator).
Next, waktu gw lagi nyari dokter kandungan yg cocok n bisa eigo, dia mau lho nemenin kita wara wiri ke rumah sakit Chuo yg jaraknya rada jauh naik sepeda. Lalu juga nemenin naik kereta yg dilanjut dgn jalan kaki lumayan jauh dari eki dan tengah hari bolong ke rumah sakit Omiya. Dia gendong anak pula. Tp pantang mengeluh tu orang. Tobs banget dah (kalo kata Mia).
Dia pernah cerita sih, kalo dia tuh seneng banget dapet tetangga gw. Karena penghuni apato sebelon gw tuh rada2 psycho gitu, sampe pernah ngeguntingin baju anak2nya Mayumi yg lagi dijemur. Terus ngambilin surat2nya dia. Pokoke bikin dia stress deh, ampe rontok rambut katanya. hehe.... Kesian. Makanya pas gw sekeluarga dateng, dia hepi gitu.
Dia juga yang ngasih tau gw tentang toko sayur murah di Naka Urawa dan festival bunga mawar di Yono koen (foto lengkapnya ada di sini). And then, waktu gw pengen foto pake kimono, dia minjemin yukatanya buat gw foto, sodara2! Sekalian didandanin ama dia. Wah gw ampe gak enak banget, tapi dia seneng tuh, ngeliat gw foto pake yukata dia.
Ini foto gw dirumah dia, pake yukata dia. Gw lagi hamil 4,5 bulan tuh
Yang paling lucu, waktu ngobrol2 soal Indonesia selama naik sepeda ke naka urawa (seminggu sekali kita belanja kesitu bedua. Kadang gw ajak reyhan, kadang nggak. Tapi dia selalu bawa Sugemi). Dia tanya soal POLIGAMI cing! Dia bilang, "Orang Indonesia istrinya lebih dari 1 ya?" Gw terangin aja bahwa gak semuanya kayak gitu, tapi memang diperbolehkan menurut agama islam. Terus dia tanya lagi, ortu n mertua gw gimana? gw bilang, mereka semua monogami kok. Belakangan dia tanya, "Tapi Agung-san istrinya cuma SATU kan?" Waaakkkk!!! Gw langsung jawab, "Ya iya lah. Pengen diBACOK (tau bacok kan? yg pake golok tu...), mo punya bini lebih dari satu?" (kalimat yg terakhir gak gw keluarin sih, cuma dalem ati aja. Karena gak tau bahasa inggrisnya bacok apaan. hehehe....)
Gw sempet juga masak bareng ama dia, bikin roti goreng. Dia bilang, "Oishiiii...." krn emang dia penggemar roti. Masa bisa sih, makan siang cuma roti selembar. Pantes aja langsing (gak kyk gw yg langsung). Kl gw, roti selembar mah cuma kuat 1 jam. Tapi gw suka juga kirim2 makanan ke dia, kyk brownies, ato kl kebetulan lagi bikin kolak kabocha n es teler. Gantinya, dia juga suka kirim macem2, tp gw udah bilang bhw gw gak bisa makan buta niku (daging babi), jadi dia kirim yg gak mengandung daging. Dia pernah kirimin kita makanan sejenis dodol, tapi dibungkus ama daun yg belon pernah gw temuin. Tu daun wangiiiiiiii.... banget, kyk wangi bedak dingin. Ilang selera deh, makan dodolnya. Akhirnya ampe dipilihin dulu waktu mo makan karena gak kuat wanginya. Terus pernah juga dikirimin kayak dadar pake sayuran gitu (kyknya makanan khas jepang, tp gak ngerti apa namanya). Dadarnya sih gak papa, tapi atasnya dikasih saos jepang yg rasanya ampuuunnnn.... gak bisa dijelasin deh. Once again, gak ada yg mampu makan, akhirnya sebagian besar kebuang deh. Maap ya May.....
Kapan ya bisa maen kerumahnya lagi? Reyhan sih udah dari dulu pengen, kangen sama Gun-chan pasti. Gw jg pengen ngasih unjuk Izza-chan sama mereka, biar liat hasil jerih payah nganterin ke dokter. Wah, jadi pengen cepet2 kesono. Moga2 thesis mas cepet kelar, jadi bisa jalan2 lageee......
Sunday, May 29, 2005
Agung Vs Ully, Reyhan Vs Fayza
My children couldn't be more diferent.
Reyhan is boisterous, Fayza is quiet.
Reyhan can't sit still for more than 5 minutes, Fayza spends most of her time observing his action.
Reyhan needs 2 hours to finish a bowl of food, Fayza tries to grab any food we eat.
Reyhan eats so many thing (snack, mostly) and still so thin, Fayza drinks only breastmilk and doubles her weight in 5 months.
Reyhan must be embraced to sleep, Fayza drifts to sleep by herself.
Reyhan got sick almost every month until he's one-year-old, Fayza only got sick twice so far and only light flu.
Reyhan have never, ever fallen from a bed, Fayza did while she was just 4 months old.
Reyhan seems to be easily scared, Fayza dares to try anything.
But of course, as children, they like nice things such as toys, movies, books and ice cream (well, Izza haven't eaten it yet, of course, but I'm sure she'll love it).
Between Mas and I, it's more or less the same thing.
He is punctual, I usually (most of the time, actually) postpone everything until the last minute.
He is pessimistic, I'm optimistic.
He is quiet, I'm talkative.
He doesn't like to be in the crowd, I love parties.
He has never had a best friend, I have friends everywhere.
He is patient, I'm impatient.
He is organized, I'm un-organized.
His room was very neat, my room was a mess.
He says "chocolate is bitter", I say "I can't live without it"
He never could memorize his own phone numbers, I memorize them all for him.
His idea of doing sport is playing games of basketball and soccer on computer, I hate those games and much prefer the 'real' activity
And yet, here we are, completely perfect for each other........
Friday, May 27, 2005
Oh Shout box......
Jadi, teman2ku dari blogfam, makasih banyak ya udah ngunjungin my humble site. Tapi maap sekali gw gak bisa ngebales salamnya (gw jg udah ngunjungin rumah2 kalian lho. Gileee.... keren2. Tapi ya itu lah, gak bisa ninggalin pesen apa2. ihik ihik).
Kayaknya ada cookie yg diapus nih waktu kemaren di scan sama mas. gimana ya solusinya?
balikin o o balikin..... cookie-ku yg kemarin diilangin.....
Saturday, May 21, 2005
A journey through time
I become moodier and sadder,
As I imagine leaving this place behind,
to go back home where we belong
And these are some of my wonderful memory of my life (and journey) in Japan
My first train travel from Narita to Saitama, 3 hours after landing
in front of the seemingly floating aquarium
skiing in kusatsu
In disneyland with Mickey
In Odaiba
Sakura (what more can I say? )
In Yono Koen, with Sakaji family (Mayumi,Kazuki,Gun and Sugemi)
Reyhan at Tokyo Tower. That's glass he's standing on.