<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794</id><updated>2011-11-28T10:03:05.031+09:00</updated><category term='my babes'/><category term='yesterday'/><category term='buku bagus'/><category term='7 years ago'/><title type='text'>Ully's World</title><subtitle type='html'>It's my life, inside and out. It's now or never 'cause I ain't gonna live forever. But I'll surely make the most of it ;) 
After all, no guts, no glory. No woman, no glory (hehehe....)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>127</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-1527152501914148</id><published>2011-03-11T11:57:00.000+09:00</published><updated>2011-03-11T11:58:10.911+09:00</updated><title type='text'>Setahun Lebih Sebulan</title><content type='html'>Yup! Sekarang sudah setahun lebih sebulan dari terakhir saya nulis dib log. Oalaahhh… kemane aje, mpok? Gak kemane2 juga siiiyyyy… Masih diseputaran Cipedak dan sekenanye. Masalahnya, sikon kantor gak kondusif buat nulis. Yang ada ntar kyk dua posting terakhir. Isinya caci maki dan keluh kesah aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eniwe busway betewe (udah basi ya?), I’m back now. Stronger, happier, better. I don’t have to see those jijay faces anymore. I have a new, better and bigger work in a new, better and bigger office. I met some nice new friends and not-so-nice colleagues. I have a new boss (no further explanation here. Hope you can read between the lines :P).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini ceritanya. Bulan Agustus, mendekati lebaran, semua orang di kantor lama bersuka ria dapat thr sebesar sebulan gaji. Saya juga udah siap2 bersuka ria dooonggg… Eeeehhhh ternyata…. DUEEERRRRRR…. Si biang jijay satu itu menolak my request memo dgn alasan ‘gak tercantum di kontrak sebelumnya!’ Eh jay, seluruh dunia juga tau, yg kyk begitu di situ udah biasa, bisa dilolosin dgn memo aje. Tahun sebelumnya jg begitu. Tapi emang dasar jijay bajay udah bertekat mo ngusir saya bagaimanapun caranya, jadi dia main kasar gitu deh. Whuaaahhhhhh… yg namanya emosi langsung ke ubun2. Untung dia pergi mission. Kl deket, parang melayang tuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dipikir2, ngapain lah marah2 ama batu. Gak bakal didenger juga. Ya sud, dengan mengucap bismillah, saya langsung membuat surat pengunduran diri. Que sera sera deh. Eeeeehh…. Ternyata emang Allah maha kuasa dan penyayang, besok siangnya saya dapat telepon dari UNESCO, diminta segera mulai kerja disitu. Alhamdulillaaahhhh… rejeki gak kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, begitulah. Akhir September saya mulai kerja disini, di kantor baru ini. UNESCO House di daerah Kebayoran Baru. Tapi saya gak bilang2 ke orang2 di kantor lama akan pindah kemana, hanya 2 orang teman dekat yang tahu. Yang saya tekankan, saya berhenti karena diperlakukan tidak adil di kantor itu. And guess what, those pinoy-pinoy jijay itu gak ada yg berani melepas kepergian saya. Sampai si ED pun gak berani nemuin waktu saya mau pamitan pergi. Malu hati kaaann….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kantor ini, walau gaji hampir dua kali lipat dan lingkungannya international, ternyata nasib saya kurang bagus juga. Dapat bos yang rewelnya gak karu2an. Tapi dibanding bos jijay dulu sih masih jauuuuuuuhhhhhhhhhh lebih baik. At least yang ini MEMANG terbukti pintar dan apresiatif. Dia akan ngakuin kalau hasil kerja kita bagus. Kerewelannya bersumber dari kenyataan bhw dia sendirian di Indonesia ini dan karakternya yang tidak sabar (mirip dah ama saya). So, it’s still tolerable. Ditambah fakta bahwa local staff disini saling mendukung dan cukup kuat menghadapi international staff yang kadang bikin spanneng juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bikin lumayan mabok adalah load kerjaannya. Seharusnya posisi saya adalah programme assistant, yg notabene menangani program saja. Ternyata tidak begitu. Saya juga harus menangani aspek admin dan finance dari program yang saya pegang. Singkatnya, yang di kantor lama ditangani oleh 3 divisi berbeda, disini harus saya pegang sendiri. Wuaaahhhh… Kalo begitu, gajinya harusnya bukan double tapi triple dong yaaa… Hehehe… But, gpp lah. Hitung2 belajar dan meningkatkan skill. Karena system UN ini dipakai disemua UN organization, so kalo saya bisa kuasai system disini berarti saya bisa bekerja di UN organization apapun dan dimanapun (termasuk di headquarter sana dong yaaaa.. Amiiinnn).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So that’s it from me for now. Setelah hampir 6 bulan bekerja, dengan mengalami 5 kali pendarahan hidung, semoga hari2 yang saya lalui disini akan menjadi semakin baik dan bukannya menurun. At least sekarang saya sudah lebih paham ttg ESD dan pengaturan ritme kerja yang pas supaya gak terus2an stress dan mimisan. Hehehe…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-1527152501914148?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/1527152501914148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=1527152501914148&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/1527152501914148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/1527152501914148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2011/03/setahun-lebih-sebulan.html' title='Setahun Lebih Sebulan'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-1784139887401868766</id><published>2010-02-22T17:15:00.002+09:00</published><updated>2010-02-22T17:19:44.836+09:00</updated><title type='text'>Why o why o why</title><content type='html'>Bener bener tu orang satu, emg bukan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua dioper ke gw. Segala-gala harus gue kerjain. Emang cuma gue sendiri anak buahnya? Mana itu konco2 ne? Giliran yg enak2, mereka semua maju. Pas urusan kerjaan, tumplek semua di gue. Najis tralala. Dasar orang sakit jiwaaaa......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-1784139887401868766?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/1784139887401868766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=1784139887401868766&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/1784139887401868766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/1784139887401868766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2010/02/why-o-why-o-why.html' title='Why o why o why'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-1223799650573474462</id><published>2009-06-02T12:33:00.003+09:00</published><updated>2009-06-02T14:03:11.590+09:00</updated><title type='text'>My Best Friend</title><content type='html'>A chat with a colleague made me yearn for the movie The Lake house again, so I watched it several times in the past few days. And being silly me, of course I was overwhelmed by it (again!). But my scientific side also argued this time. Actually, there were several things that could not be accepted (at least by a physicist) in that movie. The last act, for example. The one when Kate rushed back to the lake house to send a letter to Alex, begging him not to go to Daley Plaza on that Valentine's day. And then Alex obliged. As the result, he's safe, and could meet Kate at the Lake house 2 years later.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My argument is this: If Alex wasn't killed at the Daley Plaza, then Kate wouldn't go back to the lake house in the first place. She wouldn't find the letters Alex left at the mail box, and they would never exchange letters to each other. In short, there would be no movie. But of course it's possible that Kate still went to the lake house some time later, not right away after the accident (which didn't occur due to her last letter to Alex) and found the letter and so on and so on. In short, the movie still possible to happen. Confuse? Well, don't be. It's just that our action in the past would determine the present and the future. If we did or didn't do something, then the future could be different. So you can imagine if you go back and forth in time, and then you will find different future every time you return to the future. Still confuse? Oh well :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I really like movies like this, it's romantic but it got me thinking. Having Keanu Reeves and Sandra Bullock as stars in it also helped a lot to the reason. Hahaha.... Ok, I must admit, I like them so much in this movie. It feels so natural. And then, because I watched it on Youtube, I also read the comments from other viewer there. Most of them are fans of Keandra. Most of them are convinced that Keandra are in love with each other. Hmmm... there's a glitch, though. She's married, dooohhh.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Although at first I tend to agree with the majority of fans who say that the two must get together since it's obvious that they're in love with each other, the more I watch, the more I think it's not like that. It's true that they really like each other. They enjoy each other present and there's an ease between them. But that's it. The love between them is the love between good friends. And maybe it's best to leave it as it is.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I had a good friend like that once. He's my best friend. Before that, I never thought that it's possible for a girl and a guy to be best friends. There must be some romance involve. But then, I knew this guy, and we became good friends. I can say that he's the only guy that I consider my best friend and purely that. Well, it's true that we have different religion and maybe that helped us steer the feeling away from other kind of relationships beside friendship.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Watching Keanu and Sandra laugh together makes me miss the old days. I suddenly realize that now I almost have no best friends anymore; girl or guy. Well I do have some colleagues who can be considered good friends also, but it feels rather different. Then of course, there's nothing like the college days. So carefee, so energetic, but also so emotionally tiring (when it came to failing love relationships, that was). And I remember, I told my best buddy everything. He's my loyal companion. He's smart, especially when it came to computer, so I relied on him to fix my computer. Because of that, he became the only guy who ever visited my room (my landlady was so strict. She banned guys from coming to our room. My buddy was the only one who could come due to my computer problem). We laughed a lot, he's very funny and we had similar sense of humor. He's also very honest, so I could rely on getting the truth from him whenever I want. But it didn't mean that we're always together. He got his own hobby and I got my own. That way, whenever we got together, there's always new stories and adventures to tell. It's very exciting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After I know my husband, he became my best friend. And he always told me that I'm his only best friend. In a way, that's true. We share everything and we don't hide things from each other. Well at least that's what I believe. But it's slightly different than having a guy best friend like my colleague buddy. I just miss him, and I also miss those days so much.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Of course I have some girl best friends. One friend, in Thailand, is now what I consider my best friend. We always chat almost everyday through FB. Although she's much younger than me, we really have similar taste and sense of humor also. We get along very well, which I couldn't consider the same with most of my colleagues at work. Oh well, that's life. You win some, you loose some.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSS: Dedicated to my best buddy (you know who you are ;D) and my best gals (and you guys too..... :D)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-1223799650573474462?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/1223799650573474462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=1223799650573474462&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/1223799650573474462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/1223799650573474462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2009/06/my-best-friend.html' title='My Best Friend'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-834441660245734537</id><published>2009-05-14T12:07:00.002+09:00</published><updated>2009-05-14T12:10:08.616+09:00</updated><title type='text'>I'm not happy anymore</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" &gt;Coming here everyday has become a torture for me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thinking about it makes my stomach churns&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seeing the coming makes me think of hell&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Please God show me an honorable way out&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-834441660245734537?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/834441660245734537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=834441660245734537&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/834441660245734537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/834441660245734537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2009/05/im-not-happy-anymore.html' title='I&apos;m not happy anymore'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-9059829141979886994</id><published>2009-05-13T17:00:00.002+09:00</published><updated>2009-05-13T17:05:49.807+09:00</updated><title type='text'>No UTOPIA</title><content type='html'>There's no such thing as perfection.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When the work is interesting, the salary becomes the problem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When the salary is not a problem, the supervisor provide the problems.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If the supervisor is wonderful, the work would probably be dull.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darn!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-9059829141979886994?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/9059829141979886994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=9059829141979886994&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/9059829141979886994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/9059829141979886994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2009/05/no-utopia.html' title='No UTOPIA'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-3763823582889588975</id><published>2009-05-01T12:33:00.001+09:00</published><updated>2009-05-01T12:34:55.025+09:00</updated><title type='text'>4 kejahatan orang tua kepada anak</title><content type='html'>#Kejahatan pertama: memaki dan menghina anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana orang tua dikatakan menghina anak-anaknya? Yaitu ketika seorang ayah menilai kekurangan anaknya dan memaparkan setiap kebodohannya. Lebih jahat lagi jika itu dilakukan di hadapan teman-teman si anak. Termasuk dalam kategori ini adalah memberi nama kepada si anak dengan nama yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang lelaki penah mendatangi Umar bin Khattab seraya mengadukan kedurhakaan anaknya. Umar kemudian memanggil putra orang tua itu dan menghardiknya atas kedurhakaannya. Tidak lama kemudan anak itu berkata, “Wahai Amirul Mukminin, bukankah sang anak memiliki hak atas orang tuanya?”&lt;br /&gt;“Betul,” jawab Umar.&lt;br /&gt;“Apakah hak sang anak?”&lt;br /&gt;“Memilih calon ibu yang baik untuknya, memberinya nama yang baik, dan mengajarkannya Al-Qur’an,” jawab Umar.&lt;br /&gt;“Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya ayahku tidak melakukan satu pun dari apa yang engkau sebutkan. Adapun ibuku, ia adalah wanita berkulit hitam bekas hamba sahaya orang majusi; ia menamakanku Ju’lan (kumbang), dan tidak mengajariku satu huruf pun dari Al-Qur’an,” kata anak itu.&lt;br /&gt;Umar segera memandang orang tua itu dan berkata kepadanya, “Engkau datang untuk mengadukan kedurhakaan anakmu, padahal engkau telah durhaka kepadanya sebelum ia mendurhakaimu. Engkau telah berbuat buruk kepadanya sebelum ia berbuat buruk kepadamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. sangat menekankan agar kita memberi nama yang baik kepada anak-anak kita. Abu Darda’ meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama ayah kalian, maka perbaikilah nama kalian.” (HR. Abu Dawud dalam Kitab Adab, hadits nomor 4297).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu Rasulullah saw. kerap mengganti nama seseorang yang bermakna jelek dengan nama baru yang baik. Atau, mengganti julukan-julukan yang buruk kepada seseorang dengan julukan yang baik dan bermakna positif. Misalnya, Harb (perang) menjadi Husain, Huznan (yang sedih) menjadi Sahlun (mudah), Bani Maghwiyah (yang tergelincir) menjadi Bani Rusyd (yang diberi petunjuk). Rasulullah saw. memanggil Aisyah dengan nama kecil Aisy untuk memberi kesan lembut dan sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, adalah sebuah bentuk kejahatan bila kita memberi dan memanggil anak kita dengan sebutan yang buruk lagi dan bermakna menghinakan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Kejahatan kedua: melebihkan seorang anak dari yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi lebih kepada anak kesayangan dan mengabaikan anak yang lain adalah bentuk kejahatan orang tua kepada anaknya. Sikap ini adalah salah satu faktor pemicu putusnya hubungan silaturrahmi anak kepada orang tuanya dan pangkal dari permusuhan antar saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nu’man bin Basyir bercerita, “Ayahku menginfakkan sebagian hartanya untukku. Ibuku –’Amrah binti Rawahah—kemudian berkata, ‘Saya tidak suka engkau melakukan hal itu sehinggi menemui Rasulullah.’ Ayahku kemudian berangkat menemui Rasulullah saw. sebagai saksi atas sedekah yang diberikan kepadaku. Rasulullah saw. berkata kepadanya, ‘Apakah engkau melakukan hal ini kepada seluruh anak-anakmu?’ Ia berkata, ‘Tidak.’ Rasulullah saw. berkata, ‘Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah kepada anak-anakmu.’ Ayahku kemudian kembali dan menarik lagi sedekah itu.” (HR. Muslim dalam Kitab Al-Hibaat, hadits nomor 3055).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan puncak kezaliman kepada anak adalah ketika orang tua tidak bisa memunculkan rasa cinta dan sayangnya kepada anak perempuan yang kurang cantik, kurang pandai, atau cacat salah satu anggota tubuhnya. Padahal, tidak cantik dan cacat bukanlah kemauan si anak. Apalagi tidak pintar pun itu bukanlah dosa dan kejahatan. Justru setiap keterbatasan anak adalah pemacu bagi orang tua untuk lebih mencintainya dan membantunya. Rasulullah saw. bersabda, “Rahimallahu waalidan a’aana waladahu ‘ala birrihi, semoga Allah mengasihi orang tua yang membantu anaknya di atas kebaikan.” (HR. Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Kejahatan ketiga: mendoakan keburukan bagi si anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tsalatsatu da’awaatin mustajaabaatun: da’watu al-muzhluumi, da’watu al-musaafiri, da’watu waalidin ‘ala walidihi; Ada tiga doa yang dikabulkan: doa orang yang teraniaya, doa musafir, dan doa (keburukan) orang tua atas anaknya.” (HR. Tirmidzi dalam Kitab Birr wash Shilah, hadits nomor 1828)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa alasan yang membuat seseorang begitu membenci anaknya. Saking bencinya, seorang ibu bisa sepanjang hari lidahnya tidak kering mendoakan agar anaknya celaka, melaknat dan memaki anaknya. Sungguh, ibu itu adalah wanita yang paling bodoh. Setiap doanya yang buruk, setiap ucapan laknat yang meluncur dari lidahnya, dan setiap makian yang diucapkannya bisa terkabul lalu menjadi bentuk hukuman bagi dirinya atas semua amal lisannya yang tak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba simak kisah ini. Seseorang pernah mengadukan putranya kepada Abdullah bin Mubarak. Abdullah bertanya kepada orang itu, “Apakah engkau pernah berdoa (yang buruk) atasnya.” Orang itu menjawab, “Ya.” Abdullah bin Mubarak berkata, “Engkau telah merusaknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na’udzubillah! Semoga kita tidak melakukan kesalahan seperti yang dilakukan orang itu. Bayangkan, doa buruk bagi anak adalah bentuk kejahatan yang akan menambah rusak si anak yang sebelumnya sudah durhaka kepada orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Kejahatan keempat: tidak memberi pendidikan kepada anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada syair Arab yang berbunyi, “Anak yatim itu bukanlah anak yang telah ditinggal orang tuanya dan meninggalkan anak-anaknya dalam keadaan hina. Sesungguhnya anak yatim itu adalah yang tidak dapat dekat dengan ibunya yang selalu menghindar darinya, atau ayah yang selalu sibuk dan tidak ada waktu bagi anaknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian. Itulah kata kuncinya. Dan bentuk perhatian yang tertinggi orang tua kepada anaknya adalah memberikan pendidikan yang baik. Tidak memberikan pendidikan yang baik dan maksimal adalah bentuk kejahatan orang tua terhadap anak. Dan segala kejahatan pasti berbuah ancaman yang buruk bagi pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah untuk mendidik anak adalah bentuk realisasi iman. Perintah ini diberikan secara umum kepada kepala rumah tangga tanpa memperhatikan latar belakang pendidikan dan kelas sosial. Setiap ayah wajib memberikan pendidikan kepada anaknya tentang agamanya dan memberi keterampilan untuk bisa mandiri dalam menjalani hidupnya kelak. Jadi, berilah pendidikan yang bisa mengantarkan si anak hidup bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah ini diberikan Allah swt. dalam bentuk umum. “Hai orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sebuah bentuk kejahatan terhadap anak jika ayah-ibu tenggelam dalam kesibukan, sehingga lupa mengajarkan anaknya cara shalat. Meskipun kesibukan itu adalah mencari rezeki yang digunakan untuk menafkahi anak-anaknya. Jika ayah-ibu berlaku seperti ini, keduanya telah melanggar perintah Allah di surat Thaha ayat 132. “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda, “Ajarilah anak-anakmu shalat saat mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (bila tidak melaksanakan shalat) pada usaia sepuluh tahun.” (HR. Tirmidzi dalam Kitab Shalah, hadits nomor 372).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, tidak ada pemberian yang baik dari orang tua kepada anaknya, selain memberi pendidikan yang baik. Begitu hadits dari Ayyub bin Musa yang berasal dari ayahnya dan ayahnya mendapat dari kakeknya bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Maa nahala waalidun waladan min nahlin afdhala min adabin hasanin, tak ada yang lebih utama yang diberikan orang tua kepada anaknya melebihi adab yang baik.” (HR. Tirmidzi dalam Kitab Birr wash Shilah, hadits nomor 1875. Tirmidzi berkata, “Ini hadits mursal.”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita tidak termasuk orang tua yang melakukan empat kejahatan itu kepada anak-anak kita. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Taken from Farah Aminy's note @ facebook&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-3763823582889588975?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/3763823582889588975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=3763823582889588975&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3763823582889588975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3763823582889588975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2009/05/4-kejahatan-orang-tua-kepada-anak.html' title='4 kejahatan orang tua kepada anak'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-4107596223882902503</id><published>2009-04-22T10:33:00.002+09:00</published><updated>2009-04-22T10:43:27.098+09:00</updated><title type='text'>Telaah mengenai hari Kartini</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Entah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt; kenapa saya gak pernah bisa larut dalam euforia hari kartini ini. Sepertinya ada sesuatu yang mengganjal pikiran saya, tapi saya gak bisa menjabarkannya secara gamblang. Yang pasti, pertanyaan dibawah juga selalu mengusik saya. No offence, tapi saya jauh lebih mengagumi Tjut Nya' Dien dan laksamana Malahayati dibanding Kartini. Dewi Sartika dengan segala sepak terjangnya juga patut dijadikan panutan wanita nusantara. Lalu kenapa justru Kartini yang dipilih? Dibawah inilah alasan-alasannya. &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Georgia;"&gt;Mengapa setiap 21 April kita memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Georgia;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Georgia;"&gt; lain yang lebih layak ditokohkan? &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Georgia;" lang="SV"&gt;Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-269&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Oleh: &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Adian Husaini&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt; yang menarik pada Jurnal &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Islamia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (INSISTS-Republika) edisi 9 April 2009 lalu. Dari empat halaman jurnal berbentuk koran yang membahas tema utama tentang Kesetaraan Gender, ada tulisan sejarawan Persis Tiar Anwar Bahtiar tentang Kartini. Judulnya: &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;“Mengapa Harus Kartini?” &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Sejarawan yang menamatkan magister bidang sejarah di Universitas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt; ini mempertanyakan: Mengapa Harus Kartini? Mengapa setiap 21 April bangsa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt; memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt; lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Menyongsong tanggal 21 April 2009 kali ini, sangatlah relevan untuk membaca dan merenungkan artikel yang ditulis oleh Tiar Anwar Bahtiar tersebut. Tentu saja, pertanyaan bernada gugatan seperti itu bukan pertama kali dilontarkan sejarawan. Pada tahun 1970-an, di saat kuat-kuatnya pemerintahan Orde Baru, guru besar Universitas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;, Prof. Dr. Harsja W. Bachtiar pernah menggugat masalah ini. Ia mengkritik 'pengkultusan' R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Dalam buku &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Satu Abad Kartini&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (1879-1979), (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1990, cetakan ke-4), Harsja W. Bahtiar menulis sebuah artikel berjudul “&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Kartini dan Peranan Wanita dalam Masyarakat Kita”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;  Tulisan ini bernada gugatan terhadap penokohan Kartini. “Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt; dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya lebih lanjut,” tulis Harsja W. Bachtiar, yang menamatkan doktor sosiologinya di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Harvard&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;University&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Harsja juga menggugat dengan halus, mengapa harus Kartini yang dijadikan sebagai simbol kemajuan wanita &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;. Ia menunjuk dua sosok wanita yang hebat dalam sejarah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;. Pertama, Sultanah Seri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan Berdaulat dari Aceh dan kedua, Siti Aisyah We Tenriolle dari Sulawesi Selatan. Anehnya, tulis Harsja, dua wanita itu tidak masuk dalam buku &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Sejarah Setengah Abad Pergerakan Wanita Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (Jakarta: Balai Pustaka, 1978), terbitan resmi Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Tentu saja Kartini masuk dalam buku tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Padahal, papar Harsja, kehebatan dua wanita itu sangat luar biasa. Sultanah Safiatudin dikenal sebagai sosok yang sangat pintar dan aktif mengembangkan ilmu pengatetahuan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="ES"&gt;Selain bahasa Aceh dan Melayu, dia menguasai bahasa Arab, Persia, Spanyol dan Urdu. Di masa pemerintahannya, ilmu dan kesusastraan berkembang pesat. Ketika itulah lahir karya-karya besar dari Nuruddin ar-Raniry, Hamzah Fansuri, dan Abdur Rauf. Ia juga berhasil menampik usaha-usaha Belanda  untuk menempatkan diri di daerah Aceh. VOC pun tidak berhasil memperoleh monopoli atas perdagangan timah dan komoditi lainnya. Sultanah memerintah Aceh cukup lama, yaitu 1644-1675. Ia dikenal sangat memajukan pendidikan, baik untuk pria maupun untuk wanita.  &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Tokoh wanita kedua yang disebut Harsja Bachriar adalah Siti Aisyah We Tenriolle.  Wanita ini bukan hanya dikenal ahli dalam pemerintahan, tetapi juga mahir dalam kesusastraan. B.F. Matthes, orang Belanda yang ahli sejarah Sulawesi Selatan, mengaku mendapat manfaat besar dari sebuah epos &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;La-Galigo&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, yang mencakup lebih dari 7.000 halaman folio. Ikhtisar epos besar itu dibuat sendiri oleh We Tenriolle. Pada tahun 1908, wanita ini mendirikan sekolah pertama di Tanette, tempat pendidikan modern pertama yang dibuka baik untuk anak-anak pria maupun untuk wanita.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Penelusuran Prof. Harsja W. Bachtiar terhadap penokohan Kartini akhirnya menemukan kenyataan, bahwa Kartini memang dipilih oleh orang Belanda untuk ditampilkan ke depan sebagai pendekar kemajuan wanita pribumi di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;. Mula-mula Kartini bergaul dengan Asisten-Residen Ovink suami istri. Adalah Cristiaan Snouck Hurgronje, penasehat pemerintah Hindia Belanda, yang mendorong J.H. Abendanon, Direktur Departemen Pendidikan, Agama dan Kerajinan, agar memberikan perhatian pada Kartini tiga bersaudara. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Harsja menulis tentang kisah ini: “Abendanon mengunjungi mereka dan kemudian menjadi semacam  sponsor bagi Kartini. Kartini berkenalan dengan Hilda de Booy-Boissevain, istri ajudan Gubernur Jendral, pada suatu resepsi di Istana &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Bogor&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;, suatu pertemuan yang sangat mengesankan kedua belah pihak.”  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Ringkasnya, Kartini kemudian berkenalan dengan Estella Zeehandelaar, seorang wanita aktivis gerakan &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Sociaal Democratische Arbeiderspartij (SDAP).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;  Wanita Belanda ini kemudian mengenalkan Kartini pada berbagai ide modern, terutama mengenai perjuangan wanita dan sosialisme. Tokoh sosialisme H.H. van Kol dan penganjur “Haluan  Etika” C.Th. van Deventer adalah orang-orang yang menampilkan Kartini sebagai pendekar wanita &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Lebih dari enam tahun setelah Kartini wafat pada umur 25 tahun,  pada tahun 1911, Abendanon menerbitkan kumpulan surat-surat Kartini dengan judul &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Door Duisternis tot Lich&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Kemudian terbit juga edisi bahasa Inggrisnya dengan judul &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Letters of a Javaness Princess&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Beberapa tahun kemudian, terbit terjemahan dalam bahasa Indonesia dengan judul &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Habis Gelap Terbitlah Terang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;: &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Boeah Pikiran&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (1922). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Dua tahun setelah penerbitan buku Kartini, Hilda de Booy-Boissevain mengadakan prakarsa pengumpulan dana yang memungkinkan pembiayaan sejumlah sekolah di Jawa Tengah. Tanggal 27 Juni 1913, didirikan Komite Kartini Fonds, yang diketuai C.Th. van Deventer. Usaha pengumpulan dana ini lebih memperkenalkan nama Kartini, serta ide-idenya pada orang-orang di Belanda. Harsja Bachtriar kemudian mencatat: “Orang-orang Indonesia di luar lingkungan terbatas Kartini sendiri, dalam masa kehidupan Kartini hampir tidak mengenal Kartini dan mungkin tidak akan mengenal Kartini bilamana orang-orang Belanda ini tidak menampilkan Kartini ke depan dalam tulisan-tulisan, percakapan-percakapan maupun tindakan-tindakan mereka.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Karena itulah, simpul guru besar UI tersebut: “Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt; dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya lebih lanjut.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Harsja mengimbau agar informasi tentang wanita-wanita &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt; yang hebat-hebat dibuka seluas-luasnya, sehingga menjadi pengetahuan suri tauladan banyak orang. Ia secara halus berusaha meruntuhkan mitos Kartini: “Dan, bilamana ternyata bahwa dalam berbagai hal wanita-wanita ini lebih mulia, lebih berjasa daripada R.A. Kartini, kita harus berbangga bahwa wanita-wanita kita lebih hebat daripada dikira sebelumnya, tanpa memperkecil penghargaan kita pada RA Kartini.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Dalam artikelnya di Jurnal &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Islamia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (INSISTS-Republika, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;9/4/2009&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;), Tiar Anwar Bahtiar juga menyebut sejumlah sosok wanita yang sangat layak dimunculkan, seperti Dewi Sartika di Bandung dan Rohana Kudus di Padang (kemudian pindah ke &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Medan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;). Dua wanita ini pikiran-pikirannya memang tidak sengaja dipublikasikan. Tapi yang mereka lakukan lebih dari yang dilakukan Kartini. Berikut ini paparan tentang dua sosok wanita itu, sebagaimana dikutip dari artikel Tiar Bahtiar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita. Ia bahkan berhasil mendirikan sekolah yang belakangan dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt; dan luar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;. Rohana Kudus (1884-1972) melakukan hal yang sama di kampung halamannya. Selain mendirikan Sekolah Kerajinan Amal Setia (1911) dan Rohana School (1916), Rohana Kudus bahkan menjadi jurnalis sejak di Koto Gadang sampai saat ia mengungsi ke Medan. Ia tercatat sebagai jurnalis wanita pertama di negeri ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Kalau Kartini hanya menyampaikan ide-idenya dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;surat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;, mereka sudah lebih jauh melangkah: mewujudkan ide-ide dalam tindakan nyata. Jika Kartini dikenalkan oleh Abendanon yang berinisiatif menerbitkan surat-suratnya, Rohana menyebarkan idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Sunting Melayu &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;(Koto Gadang, 1912), &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Wanita Bergerak &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;(Padang)&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;, Radio &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;(padang)&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;hingga &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Cahaya Sumatera &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;(Medan). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Bahkan kalau melirik kisah-kisah Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fatimah dari Aceh, klaim-klaim keterbelakangan kaum wanita di negeri pada masa Kartini hidup ini harus segera digugurkan. Mereka adalah wanita-wanita hebat yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Aceh dari serangan Belanda. Tengku Fakinah, selain ikut berperang juga adalah seorang ulama-wanita. Di Aceh,  kisah wanita ikut berperang atau menjadi pemimpin pasukan perang bukan sesuatu yang aneh. Bahkan jauh-jauh hari sebelum era Cut Nyak Dien dan sebelum Belanda datang ke Indonesia, Kerajaan Aceh sudah memiliki Panglima Angkatan Laut wanita pertama, yakni Malahayati. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Jadi, ada baiknya bangsa Indonesia bisa berpikir lebih jernih: Mengapa Kartini? Mengapa bukan Rohana Kudus? Mengapa bukan Cut Nyak Dien? Mengapa Abendanon memilih Kartini? Dan mengapa kemudian bangsa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt; juga mengikuti kebijakan itu?  Cut Nyak Dien tidak pernah mau tunduk kepada Belanda. Ia tidak pernah menyerah dan berhenti menentang penjajahan Belanda atas negeri ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Meskipun aktif berkiprah di tengah masyarakat, Rohana Kudus juga memiliki visi keislaman yang tegas.  “Perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah wanita harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan,”  begitu kata Rohana Kudus. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Seperti diungkapkan oleh Prof. Harsja W. Bachtiar dan Tiar Anwar Bahtiar, penokohan Kartini tidak terlepas dari peran Belanda. Harsja W. Bachtiar bahkan menyinggung nama Snouck Hurgronje dalam rangkaian penokohan Kartini oleh Abendanon. Padahal, Snouck adalah seorang orientalis Belanda yang memiliki kebijakan sistematis untuk meminggirkan Islam dari bumi Nusantara. Pakar sejarah Melayu, Prof. Naquib al-Attas sudah lama mengingatkan adanya upaya yang sistematis dari orientalis Belanda untuk memperkecil peran Islam dalam sejarah Kepulauan Nusantara. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Dalam bukunya, &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;((&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;: Mizan, 1990, cet. Ke-4), Prof. Naquib al-Attas menulis tentang masalah ini: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;p style="margin-left: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;“Kecenderungan ke arah memperkecil peranan Islam dalam sejarah Kepulauan ini, sudah nyata pula, misalnya dalam tulisan-tulisan Snouck Hurgronje pada akhir abad yang lalu. Kemudian hampir semua sarjana-sarjana yang menulis selepas Hurgronje telah terpengaruh kesan pemikirannya yang meluas dan mendalam di kalangan mereka, sehingga tidak mengherankan sekiranya pengaruh itu masih berlaku sampai dewasa ini.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="SV"&gt;Apa hubungan Kartini dengan Snouck Hurgronje? Dalam sejumlah suratnya kepada Ny. Abendanon, Kartini memang beberapa kali menyebut nama Snouck. Tampaknya, Kartini memandang orientalis-kolonialis Balanda itu sebagai orang hebat yang sangat pakar dalam soal Islam. Dalam suratnya kepada Ny. Abendanon tertanggal 18 Februari 1902, Kartini menulis:&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="SV"&gt;”Salam, Bidadariku yang manis dan baik!... Masih ada lagi suatu permintaan penting yang hendak saya ajukan kepada Nyonya. Apabila Nyonya bertemu dengan teman Nyonya Dr. Snouck Hurgronje, sudikah Nyonya bertanya kepada beliau tentang hal berikut: ”Apakah dalam agama Islam juga ada hukum akil balig seperti yang terdapat dalam undang-undang bangsa Barat?” Ataukah sebaiknya saya memberanikan diri langsung bertanya kepada beliau? Saya ingin sekali mengetahui sesuatu tentang hak dan kewajiban perempuan Islam serta anak perempuannya.” (Lihat, buku &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Kartini: Surat-surat kepada Ny. R.M. Abendanon-Mandri dan Suaminya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, (penerjemah: Sulastin Sutrisno), (Jakarta: Penerbit Djambatan, 2000), hal. 234-235).  &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="SV"&gt;Melalui bukunya, &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Snouck Hurgronje en Islam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (Diindonesiakan oleh Girimukti Pusaka, dengan judul &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Snouck Hurgronje dan Islam, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;tahun 1989), &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://p.sj/"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;P.SJ&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="SV"&gt;. Van Koningsveld memaparkan sosok dan kiprah Snouck Hurgronje dalam upaya membantu penjajah Belanda untuk ’menaklukkan Islam’. Mengikuti jejak orientalis Yahudi, Ignaz Goldziher, yang menjadi murid para Syaikh al-Azhar Kairo, Snouck sampai merasa perlu untuk menyatakan diri sebagai seorang muslim (1885) dan mengganti nama menjadi Abdul Ghaffar. Dengan itu dia bisa diterima menjadi murid para ulama Mekkah. Posisi dan pengalaman ini nantinya memudahkan langkah Snouck dalam menembus daerah-daerah Muslim di berbagai wilayah di Indonesia.  &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="SV"&gt;Menurut Van Koningsveld, pemerintah kolonial mengerti benar sepak terjang Snouck dalam ’penyamarannya’ sebagai Muslim. Snouck dianggap oleh banyak kaum Muslim di Nusantara ini sebagai ’ulama’. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai ”Mufti Hindia Belanda’. Juga ada yang memanggilnya ”Syaikhul Islam Jawa”.  Padahal, Snouck sendiri menulis tentang Islam: ”Sesungguhnya agama ini meskipun cocok untuk membiasakan ketertiban kepada orang-orang biadab, tetapi tidak dapat berdamai dengan peradaban modern, kecuali dengan suatu perubahan radikal, namun tidak sesuatu pun memberi kita hak untuk mengharapkannya.” (hal. 116). &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="SV"&gt;Snouck Hurgronje (lahir: 1857) adalah adviseur pada &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Kantoor voor Inlandsche zaken&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; pada periode 1899-1906. Kantor inilah yang bertugas memberikan nasehat kepada pemerintah kolonial dalam masalah pribumi.  Dalam bukunya,  &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Politik Islam Hindia Belanda&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, (Jakarta: LP3ES, 1985),  Dr. Aqib Suminto mengupas panjang lebar pemikiran dan nasehat-nasehat Snouck Hurgronje kepada pemerintah kolonial Belanda. Salah satu strateginya, adalah melakukan ‘pembaratan’ kaum elite pribumi melalui dunia pendidikan, sehingga mereka jauh dari Islam. Menurut Snouck, lapisan pribumi yang berkebudayaan lebih tinggi relatif jauh dari pengaruh Islam. Sedangkan pengaruh Barat yang mereka miliki akan mempermudah mempertemukannya dengan pemerintahan Eropa. Snouck optimis, rakyat banyak akan mengikuti jejak pemimpin tradisional mereka. Menurutnya, Islam Indonesia akan mengalami kekalahan akhir melalui asosiasi pemeluk agama ini ke dalam kebudayaan Belanda. Dalam perlombaan bersaing melawan Islam bisa dipastikan bahwa asosiasi kebudayaan yang ditopang oleh pendidikan Barat akan keluar sebagai pemenangnya. Apalagi, jika didukung oleh kristenisasi dan pemanfaatan adat. (hal. 43). &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="SV"&gt;Aqib Suminto mengupas beberapa strategi Snouck Hurgronje dalam menaklukkan Islam di Indonesia: “Terhadap daerah yang Islamnya kuat semacam Aceh misalnya, Snouck Hurgronje tidak merestui dilancarkan kristenisasi. Untuk menghadapi Islam ia cenderung memilih jalan halus, yaitu dengan menyalurkan semangat mereka kearah yang menjauhi agamanya (Islam) melalui asosiasi kebudayaan.” (hal. 24). &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="SV"&gt;Itulah strategi dan taktik penjajah untuk menaklukkan Islam. Kita melihat, strategi dan taktik itu pula yang sekarang masih banyak digunakan untuk ‘menaklukkan’ Islam. Bahkan, jika kita cermati, strategi itu kini semakin canggih dilakukan. Kader-kader Snouck dari kalangan ‘pribumi Muslim’ sudah berjubel. Biasanya, berawal dari perasaan ‘minder’ sebagai Muslim dan silau dengan peradaban Barat, banyak ‘anak didik Snouck’ – langsung atau pun tidak – yang sibuk menyeret Islam ke bawah orbit peradaban Barat. Tentu, sangat ironis, jika ada yang tidak sadar, bahwa yang mereka lakukan adalah merusak Islam, dan pada saat yang sama tetap merasa telah berbuat kebaikan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;[Depok, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;20 April 2009&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Personal Note: Setelah membaca tulisan di atas, muncul pemikiran bahwa mungkin sudah waktunya peringatan hari Kartini ditelaah lebih lanjut, jadi gak hanya berwujud hari untuk berkostum tradisional seperti yang dipraktekkan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-4107596223882902503?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/4107596223882902503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=4107596223882902503&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/4107596223882902503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/4107596223882902503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2009/04/telaah-mengenai-hari-kartini.html' title='Telaah mengenai hari Kartini'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-4368036355461884503</id><published>2009-03-27T14:34:00.003+09:00</published><updated>2009-03-27T14:39:10.807+09:00</updated><title type='text'>My Girl</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/ScxltNNd1QI/AAAAAAAAAZY/Lag_494i8uM/s1600-h/DSC07690.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/ScxltNNd1QI/AAAAAAAAAZY/Lag_494i8uM/s320/DSC07690.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317737087332373762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengandung si bungsu ini, kami sekeluarga sedang tinggal di Jepang, menemani bapak yang mendapat beasiswa JDS dari pemerintah Jepang untuk melanjutkan sekolah dan meraih gelas Master di Universitas Waseda, Jepang. Karena memang sudah direncanakan untuk memberikan adik buat Reyhan ketika umurnya sekitar 3 tahun, sebelum berangkat ke Jepang, mama copot spiral dulu. Bulan Januari akhir sampai di Jepang berdua Reyhan (menyusul bapak yang sudah berangkat 6 bulan sebelumnya), bulan maret mama sudah hamil adek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehamilan ke-2 itu mama rasakan awalnya lebih berat dari yang pertama. Waktu hamil Reyhan dulu, di tri-kuarter pertama mama sering merasa mual kalau mencium aroma yang agak kuat seperti wangi soto, toge goreng, dll. Tapi kali ke-2 ini, bahkan mencium aroma nasi yang sedang ditanak pun mama merasa mual. Akibatnya, kalau sedang masak nasi, pintu dapur harus ditutup rapat. Selain itu, aroma kuah udon (apa ya namanya? Toyu? Apa soyu?) juga membuat mama mual. Padahal satu-satunya sarana transportasi ke Tokyo adalah dengan memakai kereta, dan persis di depan pintu masuk stasiun minamiyono ada restoran udon. Waduh, yang ada tiap kali lewat sana, mama harus jalan cepat2 sambil menutup hidung. Selain itu juga mama jadi sering mengantuk (kalau ini nggak aneh lagi, waktu hamil reyhan dulu juga begitu). Di luar itu, yang lainnya normal2 saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan waktu usia kehamilan belum sebulan (jadi sebelum mama sadar sedang hamil dan belum periksa pake test pack), kami sekeluarga ikut ski tur ke Kusatsu Onsen bersama dengan kelas nihongo mama. Disana mama main ski dan mandi di onsen (yang sebenernya berbahaya untuk kehamilan. Tapi karena mama tidak sadar bahwa sedang hamil, jadi mama ikutin aja semua acara. Untung izza gak apa-apa). Tapi kalau diingat2, dulu waktu hamil Reyhan 5 bulan, mama malah naik jet ski di anyer, bersama rombongan wartawan dan bapak. Dan Alhamdulillah gpp kok. Jadi memang kayaknya kandungan mama dan janin anak2 mama cukup kuat, syukur Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang dari Kusatsu, mama mual2 di perjalanan. Jadi agak curiga, karena biasanya mama gak ada masalah naik kendaraan apapun. Setelah sampai apato, trus bapak beliin test pack. Dan ternyata benar, hasilnya positif. Syukurlah. Tapi bapak sempet ribut, kira2 anak laki2 lagi atau perempuan nih? Karena bapak kan pingin banget punya anak perempuan. Mama juga kepingin sih, anak ke-2 ini perempuan, tapi kalau memang takdir Allah beda, ya mau apa? Yang penting sempurna dan sehat aja deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk periksa kehamilan, mama ‘konsultasi’ dulu sama teman2 sesama orang Indonesia di Saitama. Si A saranin ke rumah sakit X, si B saranin ke rumah sakit Y, si C beda lagi sarannya. Daripada bingung, mama datangin aja semua satu2. Hahaha…. Akhirnya kami ditemani Mayumi San (tetangga lantai bawah) kontrol ke rumah sakit di dekat Kita Urawa. Perjalanan ke sana naik, apalagi kalau bukan, sepeda. Huiiihhh… hamil 2 bulan genjot sepeda di tanjakan. Tapi mama pelan2 aja naik sepedanya, takut nanti kenapa2. Trus karena rumah sakit itu dekat sama taman kita urawa yang ada air mancur jogetnya itu, pulang dari rumah sakit, mampir dulu deh ke taman, supaya anak2 bisa main2 dan kami bisa santai sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pindah ke Honjo, proses mencari dokter dan rumah sakit berulang. Kali ini lebih sulit karena gak ada Mayumi yang merangkap interpreter dan jarang dokter di Honjo yang ngerti bahasa Inggris. Berkat pertolongan teman dari Waseda, Yayoi San, akhirnya mama berhasil menemukan klinik bersalin kecil yang dokternya punya banyak pasien orang asing. Walau kecil, tapi kebanyakan pasiennya orang2 asing seperti dari Meksiko, Korea, dll. Sepertinya mereka para pekerja pabrik yang banyak terdapat di pinggir kota Honjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama kehamilan di Honjo, Mama sering sekali naik sepeda. Terpaksa, karena jarak ke stasiun kereta jauh hampir 2 km (tidak seperti di minamiyono yang bisa dicapai dengan jalan kaki) dan bus jarang sekali (hampir 1 jam sekali baru ada bis dari terminal kereta ke terminal shinkansen dekat dorm). Ya sud, jadi lebih sering naik sepeda deh. Kalau berangkat dari dorm, gak masalah karena dorm terletak di atas bukit jadi tinggal meluncur turun saja. Tapi pulangnya yang setengah mati, harus jalan mendorong sepeda naik tanjakan yang lumayan terjal. Apalagi kalau pulang belanja dari supa, sepeda penuh dengan barang belanjaan. Terlebih, kadang Reyhan menolak disuruh turun dari sepeda dan jalan kaki, jadi kami harus mendorong sepeda penuh belanjaan plus Reyhan duduk diatasnya. Alamaaaakkk... baru deh berasa beratnya tinggal di negeri orang, gak punya mobil. Kalo lagi kayak gitu, rasanya pingin bawa mobil yg ada di indonesia atau beli mobil di jepang. Tapi nggak bisa, karena bapak gak dibolehin nyetir selama di jepang itu. Jadi ya serba salah deh. Akhirnya, terima nasib ajalah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usia kehamilan 7 bulan, ada kabar bahwa bapak akan melakukan riset thesisnya di Lombok. Ketika dihitung2, ternyata waktunya bersamaan dengan perkiraan tanggal melahirkan. Wah, semua jadi panik. Soalnya, ibu melahirkan di jepang harus tinggal di rumah sakit minimal 5 hari, untuk memastikan bayinya dan ibunya sehat2. So, kalo waktu itu bapak sedang di lombok? Siapa yang bisa jaga Reyhan? Mama sempet terpikir utk mendatangkan nenek, tapi nenek takut ke jepang sendirian. Mau berangkat kalau berdua inyik. Tapi mama gak punya uang buat mendatangkan keduanya. Kalau cuma inyik sendiri, wah mana bisa kakek dan cucu berduaan di apartemen? Siapa yang ngurusin? Sama aja boong. Akhirnya diputuskan mama dan Reyhan kembali duluan ke Indonesia. Nanti setelah melahirkan, balik lagi ke jepang bersama2. Bisa diantar dari Indonesia, atau dijemput bapak dari Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai hunting tiket pulang. Ternyata banyak maskapai yang nggak mau menerbangkan ibu hamil diatas 7 bulan. Aduuuuhh… pusing deh. Untungnya Garuda masih mau menerima, walaupun syaratnya banyak. Mesti minta surat keterangan dari dokter lengkap dengan berkas medis mama selama hamil di sana. Lalu mereka akan mengirimkan berkas2 itu ke Indonesia untuk ditelaah dan disetujui oleh dokter Garuda di Indonesia. Setelah disetujui, berkas dikirim lagi ke Garuda Tokyo, baru deh tiket mama bisa di-issued. Huaaa.... ribet bo’. Tapi untungnya gak ada kendala. Dan di usia kehamilan 8 bulan, pulang deh mama ke Indonesia berdua Reyhan (lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 3 desember 2004 sore, mama masuk rumah sakit karena setelah diperiksa di dokter ternyata sudah ada bukaan 1 dan memang sudah tanggalnya. Tapi sama sekali belum ada mules2 apapun. Jadi malam itu mama bisa makan dan tidur dengan nyenyak. Bahkan esoknya mama sempat shalat shubuh dulu. Jam 6 pagi itu, mama dipasang infus induksi. Belum ada yang datang menjenguk, jadi mama sendirian saja menghadapi proses kelahiran Izza. Baca Bismillah, semoga semua berjalan lancar. Setengah jam kemudian, mulai terasa mulas, tapi kata suster baru bukaan 4 jadi dokter belum dipanggil. Rasa mulasnya makin terasa, tapi mama tahan karena intervalnya belum terlalu dekat. Sekitar 15 menit kemudian, mama minta suster periksa lagi, katanya sudah bukaan 8, tapi dokter belum bisa datang karena sedang mandi setelah membantu kelahiran pasien di sebelah mama. Aduuuuhhh... gimana toh? Kalau sebentar lagi melahirkan tapi dokter belum selesai mandi, gimana ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, 10 menit kemudian, dokter datang. Dan langsung menyuruh mama mengedan. 2 kali mengedan, keluarlah sang bayi. Tanggal 4 Desember 2004 jam 7 pagi, Fayza Yukika Untoro lahir di Rumah sakit Hermina Depok dengan berat 2,9 kg dan panjang 48 cm. Lebih kecil dibanding Reyhan yang lahir dengan berat 3,4 kg panjang 51 cm. Tapi yang penting fisiknya sempurna dan sesuai harapan kami, anak perempuan. Namanya mama yang memilihkan. Fayza artinya successful, Yukika berasal dari kata yuki yang artinya salju dan ka yang artinya bunga (kalau digabung, jadinya snow flower alias snowflakes). Mama sengaja memberi nama yang berbau jepang untuk mengingatkan kami akan jepang, tempat tinggal ke-2 yang memberi kesan mendalam bagi kami sekeluarga, terutama mama dan bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang dijahit dokter, HP mama berdering, bapak menelpon dari Jepang. Kaget juga bapak dengar mama sudah melahirkan tapi langsung mengucap syukur mendengar semua lancar2 saja. Agak siang, baru nenek, inyik dan reyhan datang menjenguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur 1,5 bulan, Izza ikut ke Jepang bersama mama, bapak (yang baru menyelesaikan proyek di lombok) dan kakak Reyhan. Umur 3 bulan, ikut ski trip ke Nakazato (walau protes alias nangis terus diperjalanan karena kedinginan, kayaknya. Dan memang Izza satu2nya bayi di tempat itu. Ortunya rada gendeng, bayi 3 bulan diajak mandi salju. Hehehe….). Umur 4 bulan, Izza diajak keliling2 Osaka, Kyoto dan Universal Studio Osaka. Tapi mayoritas waktu dihabiskan Izza di Honjo, di International House Waseda yang kecil namun nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://s5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/?action=view&amp;amp;current=gendongIzzanaiksepeda.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/gendongIzzanaiksepeda.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berhubung waktu Reyhan bayi dulu mama masih ngantor, maka kali ini mama bisa leluasa mengurus Izza sepenuhnya dengan sesekali dibantu bapak. Sejak lahir sampai umur 6 bulan, Izza mimik ASI eksklusif. Setelah 6 bulan, mulai mama kenalkan makanan alami seperti sayur2an, nasi dan ikan yang diblender. Wah, izza makan lahap sekali walaupun semua makanan itu dimasak tanpa garam dan gula. Untuk memudahkan, mama memasak semuanya dalam jumlah banyak, lalu membekukannya dalam freezer di kotak tempat membuat ice cube. Trus kalau udah jam makan, tinggal ambil seperlunya dan dicairin di microwave. Siap disantap deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur hampir 9 bulan, Izza ikutan boyongan ke hotel Washington, Tokyo dan ngikutin upacara wisuda bapak di kampus Tokyo. Gak lama kemudian, sekeluarga pulang deh ke Indonesia. Setelah sekitar 2 bulan tinggal di rumah nenek, mama dan bapak lalu mengontrak rumah di daerah pondok duta tempat kakak pertama kali bersekolah TK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, umur Izza sudah 4 tahun 3 bulan. Sudah makin kenes, makin feminine. Favoritnya adalah princess dan Barbie (bukan bonekanya, tapi film2 dan buku2nya). Izza juga paling suka benda2 yang cantik dan berwarna pink, seperti sepatu, tas, dan asesoris lainnya. Izza senang menyanyi, tapi bukan lagu yang dibuat orang, melainkan lagu yang dikarangnya sendiri. Sambil menyanyi-nyanyi yang kata2nya tidak bisa dimengerti orang lain selain dirinya sendiri, Izza akan menari berputar2 seperti penari balet (hhmmm.... sepertinya ini obsesi terpendam, belajar balet. Tapi mama masih ragu2 utk mengkursuskan balet, takut nanti membawa mudharat. Hehehe…). Izza juga apik, senangnya merapikan selimut atau baju yang berserakan. Izza adalah anak yang senang membantu, kalau dimintai bantuan maka dia akan segera melaksanakan. Tapi jangan coba2 membuatnya kesal, amukannya cukup menakutkan. Ini sering terjadi kalau kakaknya yang suka jahil, iseng mengerjainya. Walau begitu, amukan Izza bisa cepat reda, asalkan kita pintar mengalihkannya saja. Izza juga sudah hafal semua abjad dan angka, jadi sebentar lagi tampaknya bisa diajar membaca. Izza rajin berlatih mewarnai dan menulis, tidak seperti kakak yang paling anti belajar menulis. Hehehe… Sekarang ini mama belum bisa melihat ke arah mana bakat Izza harus diarahkan, tapi satu hal yang pasti, Izza juga harus menguasai bahasa Inggris dengan baik. Perkara bidang apa yang akan ditekuni, mama hanya mendoakan semoga itu adalah yang terbaik buat izza dan yang terpenting Izza enjoy menjalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Name: Fayza Yukika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are 11 letters in your name.&lt;br /&gt;Those 11 letters total to 47&lt;br /&gt;There are 5 vowels and 6 consonants in your name.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your number is: 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The characteristics of #11 are: High spiritual plane, intuitive, illumination, idealist, a dreamer.&lt;br /&gt;The expression or destiny for #11:&lt;br /&gt;Your Expression number is 11. The number 11 is the first of the master numbers. It is associated with idealistic concepts and rather spiritual issues. Accordingly, it is a number with potentials that are somewhat more difficult to live up to. You have the capacity to be inspirational, and the ability to lead merely by your own example. An inborn inner strength and awareness can make you an excellent teacher, social worker, philosopher, or advisor. No matter what area of work you pursue, you are very aware and sensitive to the highest sense of your environment. Your intuition is very strong; in fact, many psychic people and those involved in occult studies have the number 11 expression. You possess a good mind with keen analytical ability. Because of this you can probably succeed in most lines of work, however, you will do better and be happier outside of the business world. Oddly enough, even here you generally succeed, owing to your often original and unusual approach. Nonetheless, you are more content working with your ideals, rather than dollars and cents.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The positive aspect of the number 11 expression is an always idealistic attitude. Your thinking is long term, and you are able to grasp the far-reaching effects of actions and plans. You are disappointed by the shortsighted views of many of your contemporaries. You are deeply concerned and supportive of art, music, or of beauty in any form.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The negative attitudes associated with the number 11 expression include a continuous sense of nervous tension; you may be too sensitive and temperamental. You tend to dream a lot and may be more of a dreamer than a doer. Fantasy and reality sometimes become intermingled and you are sometimes very impractical. You tend to want to spread the illumination of your knowledge to others irrespective of their desire or need.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your Soul Urge number is: 6&lt;br /&gt;A Soul Urge number of 6 means:&lt;br /&gt;With a number 6 Soul Urge, you would like to be appreciated for your ability to handle responsibility. Your home and family are likely to be a strong focus for you, perhaps the strongest focus of your life. Friendship, love, and affection are high on your list of priorities for a happy life. You have a lot of diplomatic tendencies in your makeup, as you are able to rectify and balance situations with an innate skill. You like working with people rather than by yourself. It is extremely important for you to have harmony in your environment at all times.&lt;br /&gt;The positive side of the 6 Soul Urge produces a huge capacity for responsibility; you are always there and ready to assume more than your share of the load. If you possess positive 6 Soul Urges and express them, you are known for your generosity, understanding and deep sympathetic attitude. Strong 6 energy is very giving of love, affection, and emotional support. You may have the inclination to teach or serve your community in other idealistic ways. You have natural abilities to help people. You are also likely to have artistic and creative leanings.&lt;br /&gt;If you have an over-supply of 6 energy in your makeup, you may express some of the negative traits common to this number. With such a strong sympathetic attitude, it is easy to become too emotional. Sometimes the desires to render help can be over done, and it can become interfering and an attitude that is too protective, rather than helpful. The person with too much 6 energy often finds that people tend to take advantage of this very giving spirit. You may tend to repress your own needs so that you can cater to the demands from others. At times, there may be a tendency in this, for becoming over-loaded with such demands, and as a result become resentful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your Inner Dream number is: 5&lt;br /&gt;An Inner Dream number of 5 means:&lt;br /&gt;You dream of being totally free and unrestrained by responsibility. You see yourself conversing and mingling with the natives in many nations, living for adventure and life experiences. You imagine what you might accomplished.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-4368036355461884503?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/4368036355461884503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=4368036355461884503&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/4368036355461884503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/4368036355461884503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2009/03/my-girl.html' title='My Girl'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/ScxltNNd1QI/AAAAAAAAAZY/Lag_494i8uM/s72-c/DSC07690.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-5635571843865446202</id><published>2009-03-27T12:37:00.010+09:00</published><updated>2009-03-27T14:44:01.598+09:00</updated><title type='text'>My Boy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/ScxnQaTHkEI/AAAAAAAAAZg/6Gqp5zskvKc/s1600-h/DSC07784.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/ScxnQaTHkEI/AAAAAAAAAZg/6Gqp5zskvKc/s320/DSC07784.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317738791652790338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Reyhan Anindya Untoro lahir pada tanggal 20 Januari 2001 alias 20-01-2001 pada jam 19.55 (sayangnya bukan jam 20.01 ya. Tapi nungguin sampe brojol jam segitu udah dari subuh, je. Masak mo disuruh nunggu dulu sampe pas jam 20.01? Hehehe....) di Rumah sakit Mitra Keluarga Jatinegara (sekarang Mitra Internasional). Dokter yang membantu kelahiran adalah dokter Lilik (dokter yang sama yang ngebantu tanteku melahirkan sepupuku Ryan setahun sebelumnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil, kecerdasannya yang diatas rata-rata sudah terlihat. Di umur setahun lebih dia senang sekali menonton VCD kelompok musik Raihan dari Malaysia. Walhasil, di umur kurang dari 2 tahun Reyhan sudah bisa menyanyikan sebagian lagu-lagu yang sering didengarnya di VCD itu dengan nada yang tidak fals. Bahkan untuk lagu shalawat, Reyhan bisa mengikuti irama pukulan rabananya dengan sangat tepat (memakai gendang rabana kecil yang dibelikan nenek karena Reyhan ingin memainkan alat musik yang sama dengan yang dimainkan personel Raihan di VCD tersebut). Di usia kurang dari 2 tahun itu pula Reyhan sudah bisa menghafal dan menyanyikan lagu-lagu anak-anak seperti naik gunung, heli, balonku, ABC, cicak, dll. Kami hitung-hitung jumlahnya sekitar 22 lagu. Dan semua lagu-lagu itu biasanya hanya dipelajari selama beberapa hari. Di malam hari, sebelum tidur, bapaknya mengajarkan dan mengajak Reyhan menyanyi lagu-lagu anak-anak. Satu lagu dapat dia kuasai dalam waktu 2-3 hari saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usia 2 tahun itu Reyhan juga sudah hafal abjad dan angka. Kemungkinan besar ini terbantu oleh poster-poster abjad-angka yang kami tempelkan di dinding. Sebetulnya kami tidak mengajarkannya secara khusus. Reyhan sendiri yang tertarik melihat poster itu dan bertanya huruf-huruf apa yang ada disana. Dalam waktu kurang dari sebulan, seluruh huruf itu sudah dihafalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reyhan memenangkan pialanya yang pertama ketika berumur sekitar 2,7 tahun. Waktu itu, ada pertandingan mengenali bentuk yang diadakan oleh Scott Emulsion. Iseng-iseng, saya daftarkan Reyhan ikut pertandingan itu. Dengan penuh semangat dan percaya diri, Reyhan memilih dan menunjukkan semua bentuk yang diminta oleh juru bicaranya. Dan tak disangka, dia menjadi juara 1, mengalahkan banyak anak lain yang bahkan lebih tua darinya dan memenangkan piala, goody bags, dan uang sebesar 250 ribu rupiah. Waaahhh... senangnya. Benar-benar kejutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika usia Reyhan 3 tahun, mama dan Reyhan terbang ke Jepang menyusul bapak yang sudah berangkat 6 bulan sebelumnya. Itu adalah perjalanan naik pesawat yang pertama kali buat Reyhan. Karena pesawat yang dinaiki adalah MAS (Malaysian Air), jadilah kami harus transit di KL dulu. Sebelumnya mama sempat khawatir juga karena baru kali ini pergi sendirian membawa anak dan untuk jarak yang lumayan jauh pula (ke negeri orang, naik pesawat terbang). Tapi syukur Alhamdulillah tidak ada kesulitan sama sekali yang dialami selama dalam perjalanan. Sebagian besar waktu kami habiskan untuk tidur karena itu memang night flight. Sampai di Jepang jam 6 pagi, tapi bapak baru muncul sekitar jam 9 pagi untuk menjemput kami. Alasannya, rumahnya jauh dari airport, jadi perjalanan dengan kereta api dari rumah ke airport memakan waktu cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat tinggal kami yang pertama di Jepang adalah di kota saitama, tepatnya di minami-yono, apartemen Bell Height. Bapak memilih apartemen ini dengan beberapa pertimbangan. Salah satunya adalah karena di gedung itu tinggal satu keluarga Jepang yang memiliki 3 orang anak kecil yang usianya kira-kira sama dengan Reyhan. Bapak memperkirakan bahwa anak-anak itu bisa menjadi teman bermain Reyhan selama di Jepang. Dan ternyata bapak benar. Kami jadi berteman akrab dengan keluarga itu, keluarga Sakaji. Ketiga anak mereka: Kazuki, Gun dan Sugemi menjadi teman bermain Reyhan sehari-hari. Bahkan tak jarang kami bermain di apato mereka yang penuh dengan mainan anak-anak. Kadang-kadang, ketika bapak sedang kuliah di kampus, Mama dan Reyhan pergi berbelanja di supa dibawah stasiun kereta api minami-yono. Biasanya Mama menyempatkan menemani Reyhan bermain di taman kecil di seberang supa itu. Di saat-saat seperti itu, menikmati matahari yang hangat dan udara segar, menonton Reyhan berlarian di taman atau bermain pasir, merupakan saat-saat yang paling membahagiakan buat mama. Dan mama rasa buat Reyhan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://s5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/?action=view&amp;amp;current=DSC00813.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/DSC00813.jpg" border="0" alt="Photobucket" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Jepang memang tempat yang sangat baik untuk membesarkan anak. Udaranya relatif lebih bersih daripada Jakarta dan banyak sekali taman bermain yang dekat dari rumah. Di sana, anak-anak bisa bebas bermain bermacam-macam mainan seperti slide, seesaw, ayunan, rides, dan pasir. Letaknya pun biasanya jauh dari jalan raya, sehingga kita tak perlu khawatir ada kendaraan umum yang mengebut (walau ini juga jarang ditemui di jalan raya) atau anak yang menyelonong lari ke jalan raya. Kebanyakan orang mengendarai sepeda, jadi polusi udara lebih sedikit dan badan lebih sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum setahun tinggal di Minamiyono, bapak memutuskan untuk pindah ke dorm kampus di Honjo. Kata bapak, di Honjo biaya sewanya lebih murah. Selain itu, tak perlu memikirkan bayaran gas dan listrik karena hanya dikenakan tambahan 5 ribu yen dan pemakaian bisa sepuasnya. Walau Mayumi Sakaji terlihat sangat berat dengan kepindahan kami dan berusaha ‘membujuk’ mama untuk membatalkannya, tapi berhubung kondisi keuangan yang menipis, jadilah kami tetap pindah ke Honjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi di Honjo jauh lebih sepi daripada di minami-yono. Teman-teman dari Indonesia juga cuma ada 2, berbeda dengan di Minami yono dimana mama punya ‘genk’ pengajian ibu-ibu saitama. Tapi memang biaya hidup lebih murah, dan pengeluaran lebih kecil. Diluar itu, kondisi secara keseluruhan hampir sama. Oya, Waseda menyediakan mobil yang bisa mengantarkan kita dari kampus Honjo ke kampus tokyo. Jadi kalau mau ke tokyo, tak perlu mengeluarkan uang untuk ongkos kereta (yang lumayan mahal, sekitar 1000 yen per orang, karena lokasi Honjo yang jauh). Di honjo juga ada taman yang lumayan besar dengan mainan yang lebih banyak dibanding taman-taman di Minami-yono. Di taman Honjo ini ada perosotan yang tingiiiiiiiiiii sekali. Mama saja jadi agak ngeri melihatnya karena kok tinggi sekali ya. Tapi, once again, walau tinggi begitu, sama sekali tidak membahayakan. Pembuatnya sudah merancang sedemikian rupa hingga pada waktu sang anak (atau siapapun yang naik perosotan itu) mendekati bagian bawahnya, kecepatannya sudah sangat jauh berkurang hingga akhirnya berhenti sebelum mencapai bibir perosotan. Benar-benar sangat mengutamakan keselamatan anak-anak. Demikian pula mainan yang lainnya, dirancang sedemikian rupa sehingga tidak membahayakan bagi anak-anak yang menikmati mainan-mainan itu. Singkat kata, Jepang memang surga bagi orangtua dan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 bulan di Jepang, mama hamil anak kedua, si adek. Ketika kehamilan masuk bulan ke-8, mama pulang ke Indonesia, once again hanya berduaan dengan Reyhan. Perjalanan pulang berlangsung lancar. Di bulan Desember 2004, sebulan sebelum Reyhan berusia 4 tahun, lahirlah adiknya yang kami beri nama Fayza Yukika Untoro. Mama yang memilihkan nama ini. Fayza artinya successful. Yukika artinya snow flower (yuki artinya snow, ka artinya bunga. Bunga salju sebetulnya tidak ada, tapi kiasan orang jepang untuk snow flakes yang bentuknya kadang menyerupai bunga). Mama sengaja memilih nama ini karena mama sangat menyukai salju, dan adik lahir di bulan Desember, which is a winter season in Japan. Menurut cerita bapak, sekitar tanggal kelahiran adik itu turun salju yang cukup banyak di Honjo, hingga menutupi tanah sekitar 5-7 cm! Wah, sayang sekali mama dan Reyhan tidak ada di sana, jadi tak melihatnya deh. Tapi tak apa, karena ketika kami kembali ke Jepang di Bulan Februari (kali ini bersama bapak yang baru menyelesaikan penelitian di Lombok dan Fayza yang baru berumur 1 bulan), masih ada sedikit2 hujan salju yang turun jadi Reyhan bisa bermain salju juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan maret akhir, kami pergi bermain ski di Nakazato resort, Gunma. Cukup 2 kali perjalanan naik kereta, walau agak lama juga perjalanannya. Sayangnya cuaca waktu itu kurang baik, sedang ada badai salju. Tapi Reyhan tak peduli, terus saja bermain salju sepuasnya. Hanya adik yang kasihan, tak tahan dengan dinginnya jadi menangis terus. Di bulan april, ketika hampir musim Sakura, kami sekeluarga pergi ke Osaka-Kyoto-Nagoya. Perjalanannya cukup berkesan, walau lumayan berat karena membawa dua anak balita. Hebatnya, anak2 itu senang-senang saja selama perjalanan dan tidak sakit walau perjalanan cukup melelahkan dan cuaca masih lumayan dingin. Sepulang dari sana (seminggu kemudian), malah mama dan bapak yang sakit kecapekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan September akhir tahun 2005, kami kembali ke Indonesia. Bulan Oktober kami mulai mengontrak rumah di daerah Pondok Duta, Depok. Kebetulan tak jauh dari situ ada Tk dan SD Pondok duta. Mengingat umur Reyhan yang hampir 5 tahun, mama coba daftarkan di TK Pondok Duta. Dan Alhamdulillah diterima di TK B, karena Reyhan sudah mengenal abjad dan angka. Tapi Ibu kepala sekolah sempat memberi warning pada mama bahwa kalau di bulan Juni nanti Reyhan belum siap untuk masuk SD, maka akan mengulang di TK B. Mama setuju saja, karena mama yakin dengan kemampuan Reyhan. Dan ternyata benar, Reyhan tak mendapat masalah berarti selama mengikuti pelajaran di TK dan bisa lulus bersama teman-teman sekelasnya. Ketika menjalani tes masuk SD-pun Reyhan bisa mengerjakan semuanya dengan baik, dan akhirnya diterima di SD Pondok Duta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendekati akhir tahun ajaran ketika Reyhan kelas 1, kami membeli dan membangun sebuah rumah di daerah Jagakarsa, dekat rumah nenek. Pertimbangannya supaya mudah bagi nenek-inyik kalau mau menjenguk cucu dan juga mudah bagi kami menitipkan anak-anak pada neneknya. Ketika Reyhan kelas 2, di bulan November 2007, kami pindah ke rumah baru itu. Berhubung tanggung, jadilah setiap pagi bapak harus mengantarkan Reyhan ke SD Pondok Duta dulu sebelum ke kantor. Akhirnya bapak tak sanggup, dan kami berusaha mencarikan sekolah yang lebih dekat ke rumah untuk Reyhan. Lalu kami menemukan SDIT An-Nuriyah di dekat rumah, tempat anak salah satu tetangga juga bersekolah. Lalu di bulan Januari 2008 Reyhan mulai bersekolah di SDIT An-Nuriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Reyhan sudah duduk di kelas 3 walau usianya baru 8,5 tahun. Alhamdulillah Reyhan tidak menemui kesulitan berarti dalam belajar, bahkan nilai-nilainya cenderung sangat baik. Kemarin dia baru menunjukkan hasil ulangan-ulangan hariannya yang dikumpulkan oleh bu guru, dan sebagian besar ulangan itu mendapat nilai 100. Hanya beberapa yang mendapat nilai 95 dan hanya 1 kalau tak salah yang mendapat nilai 85. Bukan main, anak mama. Padahal pelajarannya pun tak bisa dipandang enteng. Sebagai mantan guru bahasa Inggris, terus terang mama agak terkejut ketika melihat materi pelajaran bahasa Inggris di SD itu, sudah sangat maju. Kalau boleh jujur, materi yang dipelajari Reyhan itu dulu diajarkan pada murid basic 4 di LIA. Bahasa arabnya pun sulit. Adik mama, Om Afi, yang sedang memperdalam bahasa Arab, terkejut ketika melihat buku pelajaran bahasa Arab Reyhan. Menurutnya, materinya sangat advanced. Dan menurut mama juga begitu, karena sedikit banyak dulu mama pernah belajar bahasa arab tapi di SMP! Nah, pelajaran Reyhan sekarang itu kira-kira setara dengan pelajaran di SMP kelas 3 mama dulu. Belum lagi materi pelajaran komputer dan matematika. Kadang mama kasihan juga melihatnya yang sudah harus menghadapi sekian banyak materi pelajaran sulit. Tapi apa mau dikata, memang sudah seperti itulah kurikulum SD jaman sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping kecerdasan yang cukup tinggi, Reyhan terlihat memiliki minat terhadap ilmu pengetahuan dan teka-teki. Dia senang sekali membaca buku-buku mengenai percobaan-percobaan ilmiah. Komputer juga merupakan salah satu pelajaran kesukaannya, karena dia bisa belajar bagaimana menciptakan gambar-gambar dan hal baru lainnya memakai program komputer. Terus terang mama senang sekali melihat kecenderungan ini. Kami berusaha memenuhi permintaannya selama kami sanggup dan memang merangsang daya pikirnya (kalau Reyhan minta dibelikan komik, biasanya mama alihkan ke buku ilmu pengetahuan). Kalau sedang membaca buku percobaan ilmiah, Reyhan terlihat sangat serius dan ingin segera mencobanya sendiri. Disini terlihat karakternya yang tekun dan memiliki rasa keingin tahuan yang besar, jadi kami rasa Reyhan akan cocok menjadi seorang researcher atau peneliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter lainnya yang juga terlihat adalah dia cenderung betah tinggal di rumah, atau punya sifat rumahan. Selain itu, rasa percaya dirinya yang kurang membuatnya tidak nyaman kalau berhadapan dengan orang baru, dan cenderung menarik diri dari pergaulan. Ini artinya kami mungkin jangan mengarahkan Reyhan untuk berkiprah di bidang yang mengharuskannya untuk bertemu dengan banyak orang seperti diplomat atau manajer, tapi ke bidang-bidang yang membutuhkan konsentrasi dan daya nalar yang baik seperti peneliti, dokter spesialis, dosen, ilmuwan, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan ini mama buat untuk bahan pertimbangan dan alat bantu bagi Reyhan jika tiba masanya Reyhan harus memutuskan jurusan apa yang harus dipilihnya dan bidang apa yang harus ditekuninya. Semoga pengamatan mama ini benar dan bisa membantu sehingga Reyhan tidak salah memilih masa depan. Amiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan diatas mama buat kemarin. Hari ini, mama menemukan tulisan di bawah ini. And guess what, ternyata pengamatan mama gak jauh beda dengan pemaparan di bawah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Name: Reyhan Anindya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are 13 letters in your name.&lt;br /&gt;Those 13 letters total to 67&lt;br /&gt;There are 5 vowels and 8 consonants in your name.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your number is: 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The characteristics of #4 are: A foundation, order, service, struggle against limits, steady growth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The expression or destiny for #4:&lt;br /&gt;Order, service, and management are the cornerstones of the number 4 Expression. Your destiny is to express wonderful organization skills with your ever practical, down-to-earth approach. You are the kind of person who is always willing to work those long, hard hours to push a project through to completion. A patience with detail allows you to become expert in fields such as building, engineering, and all forms of craftsmanship. Your abilities to write and teach may lean toward the more technical and detailed. In the arts, music will likely be your choice. Artistic talents may also appear in such fields as horiculture and floral arrangement, as well. Many skilled physicians and especially surgeons have the 4 Expression.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The positive attitudes of the 4 Expression yield responsibility; you are one who no doubt, fulfills obligations, and is highly systematic and orderly. You are serious and sincere, honest and faithful. It is your role to help and you are required to do a good job at everything you undertake.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If there is too much 4 energies present in your makeup, you may express some of the negative attitudes of the number 4. The obligations that you face may tend to create frustration and feelings of limitation or restriction. You may sometimes find yourself nursing negative attitudes in this regard and these can keep you in a rather low mood. Avoid becoming too rigid, stubborn, dogmatic, and fixed in your opinions. You may have a tendency to develop and hold very strong likes and dislikes, and some of these may border on the classification of prejudice. The negative side of 4 often produces dominant and bossy individuals who use disciplinarian to an excess. These tendencies must be avoided. Finally, like nearly all with 4 Expression, you must keep your eye on the big picture and not get overly wrapped up in detail and routine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your Soul Urge number is: 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A Soul Urge number of 8 means:&lt;br /&gt;With an 8 soul urge, you have a natural flair for big business and the challenges imposed by the commercial world. Power, status and success are very important to you. You have strong urges to supervise, organize and lead. Material desires are also very pronounced. You have good executive abilities, and with these, confidence, energy and ambition.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your mind is analytical and judgment sound; you're a good judge of material values and also human character. Self-controlled, you rarely let emotions cloud judgment. You are somewhat of an organizer at heart, and you like to keep those beneath you organized and on a proper track. This is a personality that wants to lead, not follow. You want to be known for your planning ability and solid judgment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The negative aspects of the 8 soul urge are the often dominating and exacting attitude. You may have a tendency to be very rigid, sometimes stubborn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your Inner Dream number is: 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An Inner Dream number of 5 means:&lt;br /&gt;You dream of being totally free and unrestrained by responsibility. You see yourself conversing and mingling with the natives in many nations, living for adventure and life experiences. You imagine what you might accomplished.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-5635571843865446202?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/5635571843865446202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=5635571843865446202&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/5635571843865446202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/5635571843865446202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2009/03/my-boy.html' title='My Boy'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/ScxnQaTHkEI/AAAAAAAAAZg/6Gqp5zskvKc/s72-c/DSC07784.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-7195799313669960335</id><published>2009-03-20T18:09:00.002+09:00</published><updated>2009-03-20T18:11:58.169+09:00</updated><title type='text'>Perhaps, Perhaps, Perhaps (AHA Centre Theme Song)</title><content type='html'>&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;p&gt;&lt;object width="425" height="350"&gt;&lt;param value="http://youtube.com/v/AV5PwN2e88Y" name="movie"&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" src="http://youtube.com/v/AV5PwN2e88Y" width="425" height="350"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;You won't admit you&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'ll hire&lt;/span&gt; me.&lt;br /&gt;And so how am I ever to know?&lt;br /&gt;You always tell me&lt;br /&gt;perhaps, perhaps, perhaps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A million times I've asked you,&lt;br /&gt;and then I ask you over again,&lt;br /&gt;you only answer&lt;br /&gt;perhaps, perhaps, perhaps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you can't make your mind up,&lt;br /&gt;we'll never get started.&lt;br /&gt;And I don't want to wind up&lt;br /&gt;being parted, broken-hearted.&lt;br /&gt;So if you really &lt;span style="font-style: italic;"&gt;like&lt;/span&gt; me,&lt;br /&gt;say yes.&lt;br /&gt;But if you don't, dear, confess.&lt;br /&gt;And please don't tell me&lt;br /&gt;perhaps, perhaps, perhaps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Solo Section)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you can't make your mind up,&lt;br /&gt;we'll never get started.&lt;br /&gt;And I don't want to wind up&lt;br /&gt;being parted, broken-hearted.&lt;br /&gt;So if you really love me,&lt;br /&gt;say yes.&lt;br /&gt;But if you don't, dear, confess.&lt;br /&gt;And please don't tell me&lt;br /&gt;perhaps, perhaps, perhaps,&lt;br /&gt;perhaps, perhaps, perhaps,&lt;br /&gt;perhaps,&lt;br /&gt;perhaps,&lt;br /&gt;per………….haps&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PS: The italic words have been changed.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PSS: OK boss, Mrs. D, let's sing together :D&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-7195799313669960335?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/7195799313669960335/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=7195799313669960335&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/7195799313669960335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/7195799313669960335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2009/03/perhaps-perhaps-perhaps-aha-centre.html' title='Perhaps, Perhaps, Perhaps (AHA Centre Theme Song)'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-4578214890767128054</id><published>2009-03-04T14:32:00.005+09:00</published><updated>2009-03-04T14:45:02.689+09:00</updated><title type='text'>K.A.C.A.U</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Tambah lama, tambah bete ama ini kantor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Numpang tanya, ada yang tau gak sih&lt;br /&gt;proses penggajian itu kyk gimana?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Mesti kemana trus siapa yang ngurus?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Duuuhhhh... kantor kok lebih kacau dari warteg ya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Adaaaaa........ aja alesan buat nunda gaji orang!&lt;br /&gt;Setiap bulan!!!!!!! Aaaaarrrggghhhh.........&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-4578214890767128054?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/4578214890767128054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=4578214890767128054&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/4578214890767128054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/4578214890767128054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2009/03/kacau.html' title='K.A.C.A.U'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-7916705108105637843</id><published>2008-12-22T18:24:00.003+09:00</published><updated>2008-12-23T13:35:54.428+09:00</updated><title type='text'>Weekend yang Memuaskan</title><content type='html'>Judulnya agak2 gimanaaaa gitu ya? Jangan terpancing dulu yaaa…. That’s because menurut saya weekend kemarin itu adalah the best so far in this month. Kenapa? Karena pada akhirnya saya bisa melakukan banyak hal yang sudah lama saya inginkan dan (relative) tidak ada kejadian yang menyebalkan selama weekend itu. Jadi, begini ceritanya…&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah gaji yang tertunda selama 18 hari akhirnya bisa masuk ke rekening (ALHAMDULILLAAAAAHHHHH), weekend saya awali dengan rangkaian acara sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Ambil rapor Reyhan. Berhubung hari sabtu, biasa dooongg…. Bangun siang. Leha-leha dulu di tempat tidur, sampai akhirnya berangkat ke sekolahnya yang cuma 5 menit berkendara dari rumah itu. Perkiraan saya, karena udah siang begini (biasanya ambil rapor mulai jam 7 atau setengah delapan pagi), pastinya udah sepi dong. Nunggu sebentar, yaaahhh.. sesial-sialnya jam 10 deh saya udah bisa kembali ke rumah. Tapi ternyata, pas sampai di sekolah, lho kok masih ruameeee….. Saya cari bu guru di ruang kelasnya di lantai 2. Kok gak ada? Akhirnya ke ruang guru, trus tanya2 sama bapak guru yang kebetulan lagi berdiri di depannya. Ealaahhh… ternyata di aula (emang sih, waktu baru sampai tadi saya liat didalam dan depan aula ramai oleh bapak-ibu-anak yang pasti mau ambil rapor juga seperti saya) sedang diadakan acara seminar tentang persiapan anak menghadapi masa baligh. Hmmm… temanya sih bagus, tapi kok ribut amat yak. Dan setelah celingak celinguk sedikit, lho sumber utamanya malah belum dateng. Gimana toh panitia?&lt;br /&gt;Untungnya nggak lama kemudian, bu May yang saya cari-cari muncul. Ya udah, saya tanya aja bisa gak ambil rapor Reyhan? Ternyata bu May bilang bisa (padahal yang lain kayaknya belum ngambil tuh, belum dibolehin sama kepseknya. Jadi ini special treatment. Kekekeke….). Syukur Alhamdulillah nilai2 Reyhan bagus semua, hampir semua diatas 8,5 kecuali pelajaran Pendidikan jasmani alias olahraga yang dapet 7,9 (dia tuh suka ada-ada aja deh nilainya. Waktu rapot bayangan kemarin, yang lain diatas 8 kecuali satu pelajaran yaitu kesenian. Halah, meni pada gak penting kitu). Tapi rangkingnya yang kemarin 11 naik jadi 7.&lt;br /&gt;Habis ambil rapor, ternyata si narasumber yang terlambat udah mulai ceramah. Kayaknya seru juga tuh, jadi tertarik deh saya buat ngedengerin. Dan ternyata memang bagus. Gimana mendidik anak yang terkesan liar. Kenapa anak suka ngeledek dan berantem. Gimana cara mendisiplinkan anak. Walau singkat, tapi lumayan padat materinya. Trus, runut punya runut, kayaknya semua yang disaranin udah kami jalanin sih ke Reyhan, yaitu bikinin dia jadwal harian n stick to it, ngasih reward kalau dia buat achievement, ngajarin share sama saudara dll. Cuma mungkin kadang kendalinya masih agak kendor, makanya itu anak masih suka lepas control. No worries, masih bisa diperbaiki kok. Gak ada kata terlambat buat berubah. Semangat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Nah ini yang udah lama ditunggu dan dinanti, sejak bulan lalu kayaknya. Menikmati spa treatment! Di dekat rumah (gak dekat banget sih, tapi masih wilayah jagakarsa lah) ada Spa baru buka, trus nawarin treatment lengkap dengan harga miring banget. Jadi dalam satu paket itu ada treatment massage, lulus, facial dan creambath  dan total harga gak sampe 100 ribu. Huaaaahhhh…. Tiap kali lewat depan iklannya pas pulang kantor, ngebayanginnya aja udah ngeces kemana-mana deh. Jadi sabtu ini, mumpung si babe ngajar seperti biasa dan dompet masih tebel, saya langsung meluncur ke tempat yang dimaksud. Tempatnya ternyata kecil aja dan lokasinya agak masuk jadi rada susah terjangkau. Tapi resiiiikkkk dan asriiiii deh. Sekelilingnya masih penuh pohon2 dan kebun penduduk, jadi suasananya pas banget buat spa. Dan pelayanannya juga nggak ngecewain. Tanpa terasa 4 jam saya memanjakan diri dengan pijat, lulur, facial lalu terakhir dicreambath. Pegal2 di badan yang bulak balik gak mau pergi selama 2 bulan terakhir ini langsung ilang. Bener-bener sip deh. Kayaknya bakal jadi langganan nih di sana. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang nyepa, bobok sore dulu. Bangun tidur, si mas dah pulang dari ngajar. Siap2 ke undangan nikah tetangga      depan rumah nyokap yang diadain di restoran keluarga mereka di mampang. &lt;span style="" lang="ES"&gt;Karena yang ngadain acara yang punya      restoran, itu makanan kayak gak ada habisnya. Enak2 pula. Selesai pesta,      mampir sebentar ke mall Pejaten Village yang baru dibuka karena kebetulan      dekat tempat pesta. &lt;/span&gt;Yah sebenernya sih gak terlalu istimewa karena      sesuai prinsip saya, you’ve seen one mall, you’ve seen it all. Tapi karena      masih dalam suasana grand opening, jadi ada diskon 30 persen buat bahan2      segar. Yah biasalah ibu2, gak boleh liat tulisan diskon dikit. Belanja      yuuukkkk…. :D. Tau2 udah mau tutup aja hipermartnya. Waks! Pantes mata dah      perih. Hihihi…  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;Hari minggunya nggak kalah seru. Setelah berminggu-minggu dibuat penasaran sama iklan film Pyrata dari Walls di TV, minggu ini saya dan suami memenuhi janji ngajak anak-anak ke Grand Indonesia buat nonton film itu. Tapi saya wanti-wanti dulu ke Reyhan bahwa kalau gak kebagian tiket dan gak bisa nonton ya udah. Soalnya, menurut iklannya, kita harus reservasi tiket dulu di nomor bebas pulsa yang ditayangin di iklan itu. Tapi berkali2 saya telpon nggak pernah nyambung. Akhirnya ya udah, untung2an aja deh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;Tak diduga, hari itu Grand Indonesia penuuuuuhhhh banget. Kami baru dapat parkir di lantai 9, lantai yang teratas. Oya, karena sebelum kemari ada urusan dulu di margonda (yang ternyata muacet pisan. &lt;span style="" lang="ES"&gt;Gile aja deh itu margonda, hari minggu juga macet. Kapan lancarnya toh?), kami baru sampai di GI sekitar jam 4 kurang. Langsung ke lantai 8 tempat blitz-nya. Dan ternyata memang ada stand Paddle Pop di sana. Dan seperti yang saya takutkan, memang harus memesan dulu via telpon baru bisa nonton. Tapi saya coba minta dispensasi sama mbak2 yang jaga di sana. I mean, saya kan udah usaha berkali2 nelpon tapi gak nyambung dan kalau saya harus balik lagi ke sana minggu depan, duuuuuhhhhh.... jao bo’!. Untungnya mereka baik2. Katanya sih, mungkin memang ada tiket lebih karena di dua pertunjukan sebelumnya pun (yang jam 1 dan 3) penontonnya nggak terlalu banyak. Tapi mereka belum bisa pastikan, jadi harus tunggu sampai jam 5 dulu (jam penayangannya) baru bisa make sure bahwa memang ada kursi kosong. &lt;/span&gt;Ya sud, sambil nunggu jam 5, kami keliling mall dulu dan makan. Jam 5 kurang, kembali ke stand itu. Yippeeee…. Ternyata ada tiket lebih. Tapi si mbak minta transaksinya jangan depan umum karena kebijakan mereka adalah tidak jual tiket di bioskop (jualnya via pemesanan telpon itu tadi). &lt;span style="" lang="ES"&gt;Ya udah, jadi aja transaksinya sambil agak ngumpet-ngumpet. Hihihi... Udah kayak transaksi barang terlarang aja. Biar lah, yang penting nggak ngambil hak orang n ngelanggar hukum tokh. &lt;/span&gt;Karena memang itu tiket sisa kok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;Jam 5 lewat 10, baru masuk bioskop. Di depan pintu masuk, anak2 dibagiin senter kecil. Hmmmm… buat apa ya? Ooohhh.. ternyata sebelum pemutaran film, ada acara kayak pertunjukan teater dan games dulu. &lt;span style="" lang="ES"&gt;Penonton juga dilibatkan dengan bantuan senter tadi itu. Seru juga sih. Gamesnya juga seru. Jadi gini, waktu baru masuk, di kursi2 penonton itu udah disiapin bandana warna warni buat masing2 penonton. Nah gamesnya adalah para penonton harus mengoper bola (ceritanya itu meriam buat ngebantu si singa paddle pop lawan musuhnya) dari barisan paling belakang ke paling depan trus masukin ke gawang sesuai warna bandananya. Jadi kita harus oper bola ke penonton di kursi baris depan kita yang bandananya sama warnannya sama kita. &lt;/span&gt;Wiiiih... seru banget. Bapak2, ibu2, kakak, adik, berebut oper2an bola. Kebetulan urutan duduk kami berempat adalah mama, trus izza di kanan mama, reyhan sebelahnya, trus bapak. Mama dapet bandana merah, adik ungu, reyhan merah mudah, bapak biru. &lt;span style="" lang="ES"&gt;Yang lucu waktu adek dapet bolanya. Dipeluuuuk aja sama dia. Sementara bapak2 di baris depan kami, yang pake bandana ungu juga dan duduknya rada jauh dari adek, semangat banget nyuruh adek ngelempar bolanya. “Dek, ayo dek, lempar ke om dek. Ayo dek!” Karena kesian liat dia dicuekin ama adek, akhirnya mama ambil aja tu bola dari adek trus mama kasih ke itu bapak. Hihihi....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Habis nonton film yang lumayan seru buat anak2 (kl buat orang tuanya mah, nikmatin ekspresi anak2nya aja deh, bukan nikmatin filmnya), kami dapat kejutan menyenangkan. &lt;/span&gt;Di pintu keluar, anak2 dapat goodybag (masing2 anak 1 tas ransel) yang isinya lumayan banyak: kaus, topeng, buku, CD film dan game. &lt;span style="" lang="ES"&gt;Masih ada lagi tambahannya: semua penonton dapat es krim paddle pop gratis. Uhuuuiiiii.... Lengkap deh acaranya. Untung banget tadi masih dapat tiket sisa. Emang udah rejekinya anak-anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Selesai nonton, shalat magrib yang terus disambung Isya (karena waktunya udah deketan). &lt;/span&gt;Selesai shalat, naik ke lantai 1. Sekarang gilirannya adek, minta diajak nonton meet and greet Barbie: the &lt;st1:place&gt;&lt;st1:placename&gt;Diamond&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placetype&gt;Castle&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;span style="" lang="ES"&gt;Dan biasa deh, kl acara kyk gitu, ujung2nya ya jualan produk. Tapi memang berhubung waktu ultah kemarin belum dikasih hadiah, ya udah, adek dibeliin pernak pernik barbie sama bapak. Pilihannya jatuh ke handuk dan perangkat makan lengkap. Waahhh... senangnya Izza. &lt;/span&gt;Reyhan nggak mau kalah. Di stand Hotwheels, dia ‘mogok’ jalan. Berhubung memang rapornya bagus dan udah dijanjikan hadiah, dapet juga deh satu set Hotwheels. Asssooooyyy… Trus, mama dapet apa dong? Dapet capek doing? Huaaa…. &lt;span style="" lang="ES"&gt;Karena udah jam 9 malem, niatan nyari sepatu/sandal nggak kesampaian. Uhuhuhu.... mesti ditunda ke lain hari lagi deh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Jam 9 kurang sepuluh, dengan mata perih dan kaki pegal2 tapi hati yang puas, kamipun pulang. Dikira jalan udah kosong jam segitu, ternyata oh ternyata jalan Fatmawati yang dipilih bapak masih macet cet. &lt;/span&gt;Waduuuhhh... itu &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; bukan malam minggu tapi malam senin, euy! Jadi deh, sampai rumah jam 11 kurang. Anak2 yang sempat tertidur di mobil ternyata sesampai di rumah langsung segar kembali dan membongkar belanjaan masing2. Huaaa…. Mereka sih enak, besoknya libur. Tapi ortunya &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; tetep kerja? &lt;span style="" lang="ES"&gt;Dengan sedikit omelan dan banyak ambekan, akhirnya bisa juga semua disuruh tidur. Dan berakhirnya weekend kami yang menyenangkan ini (moga2 minggu depan sama seru atau bahkan lebih seru dari ini).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-7916705108105637843?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/7916705108105637843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=7916705108105637843&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/7916705108105637843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/7916705108105637843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/12/weekend-yang-memuaskan.html' title='Weekend yang Memuaskan'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-2096266898491732809</id><published>2008-12-10T09:16:00.000+09:00</published><updated>2008-12-10T14:16:12.788+09:00</updated><title type='text'>FF#10: Night Photo</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;Akhirnya bisa ikutan FF lagi setelah lama gak nyetor. Kebetulan ada stock foto yang sesuai sama temanya yaitu night photo (Kyakakaka... kesimpulannya gue cuma ikut FF kalo pas punya foto yang sesuai tema yeee. Hihihi... Abis, gak sempet bikin foto baru lagi seeeh :D)&lt;br&gt;&lt;br&gt;Eniweeeiiii... ini foto andalan gue:&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/ST9IPQoKCC4AAFHadBw1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.nuzulialatifah.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/ST9IPQoKCC4AAFHadBw1/Ully-Hanabi1-2-1.jpg?et=zGaAr38ybPRArUrZiAYbXg&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Data EXIF&lt;br&gt;Camera Sony DSC-P10&lt;br&gt;Shutter speed 3 sec&lt;br&gt;Aperture F/5.6&lt;br&gt;Focal Length 7.9 mm&lt;br&gt;ISO Speed 100&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Foto ini diambil waktu acara hanabi di Kumagaya, Saitama, Jepang. Seperti pernah saya bilang dulu, sejak pertama ngeliat hanabi di sana, saya jadi tergila-gila buat nonton dan motret kembang api-kembang api itu. Sooooooo beautiful. Sooooo amazing. Sayangnya di Indonesia jarang banget ada kembang api kyk gitu. Yah maklum sih, pasti kan mahal ya modalnya. So, sekarang saya hanya bisa mengenang dari foto-fotonya aja deh. Dan foto di atas itu salah satu foto hanabi yang terbaik yang pernah saya buat. Bagus nggak kalo menurut kamu?&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-2096266898491732809?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/2096266898491732809/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=2096266898491732809&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2096266898491732809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2096266898491732809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/12/ff10-night-photo.html' title='FF#10: Night Photo'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-6063332936871011967</id><published>2008-12-09T12:09:00.003+09:00</published><updated>2008-12-09T14:50:38.215+09:00</updated><title type='text'>Hiiiiiiii.... Ulat bulu</title><content type='html'>Hai all, gimana long week-endnya kemaren? D'you have a great time? Sebenernya week-end saya juga menyenangkan, sayangnya ditutup dengan kejadian yang menyebalkan. Badan sebelah kiri terutama seputaran tangan terasa nyeri dan kaku. Penyebabnya sih sepele, kena ulat bulu. Begini ceritanya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari senin kemarin, setelah shalat Idul Adha, kami sekeluarga ke tempat pemotongan kambing gak jauh dari rumah nyokap. Kira-kira satu setengah jam kemudian, boyongan lagi ke rumah nyokap sambil ngebawa kambing yang udah disembelih, dikuliti dan siap dibagi-bagi. Sesampai di rumah nyokap, saya dan suami dibantu pembantu dan Reyhan (yang terakhir itu kayaknya banyakan ngegangguin sih, daripada ngebantu) memotong-motong dan memilah-milah daging kurban. Kenapa cuma kami ber-3? Karena adik dan ortu saya juga sibuk mengurus kambing kurban mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak lama kemudian, semua selesai. Acara berikutnya, nyate dooonggg.... Saya beralih ke dapur, tempat adik ipar dan ibu saya menyiapkan sebagian daging tadi untuk disate dan disop. Adik saya beralih profesi jadi tukang sate dadakan. Walaupun amatiran dan bumbu hasil kira2, ternyata rasanya gak kalah sama tukang sate sungguhan. Yang pasti, potongan satenya guede-guede :D. Terus, dagingnya empuk. Nah, ini bisa karena dua hal. Pertama, kambingnya adalah kambing domba, bukan kambing jawa. Kenapa kami pilih kambing domba? Karena menurut pak Ustad, kalau kambing jawa baru cukup umur untuk disembelih kalau sudah berumur lebih dari 2 tahun. Sementara untuk kambing domba tidak ada persyaratan begitu. Jadi kami bisa memilih domba yang baru berumur setahun lebih dan tentunya dagingnya lebih empuk karena umurnya lebih muda. Atau memang daging kambing domba lebih empuk dari daging kambing jawa? Itu kemungkinan kedua :D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas makan sate dan sop, kami sekeluarga pulang. Oya, mobil saya diparkir di bawah pohon mangga (yg blm terlalu besar jadi rantingnya masih rendah) di depan rumah orangtua saya. Ketika mobil mulai berjalan, sebagian ranting itu terdengar menyapu atap mobil. Dan pulanglah kami ke rumah dengan cerita. Little did I know that I would be in so much pain a short while later.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumah, saya keluar dari mobil sembari menggendong Izza yang tertidur sepanjang perjalanan. Tak sengaja, saya berpegangan ke bagian atas pintu mobil. Tiba-tiba saya merasakan sesuatu yang tajam di sela-sela jari tengah dan jari manis. Otomatis pegangan terlepas, tapi rasa sakitnya tak hilang, malah makin menjadi. Awalnya saya kira ada potongan ranting yang agak tajam. Tapi ketika saya perhatikan benda yang saya sentuh itu, Astagfirullah.... ulat bulu penuh duri warna hijau sebesar kurang lebih jempol orang dewasa. Saya langsung menjerit karena geli (bukan geli lucu, lho. Geli jijay gitu deh) bercampur kesakitan yang makin menjadi di tangan kanan saya. Izza sampai terbangun karena kehebohan itu. Saya langsung berlari masuk pagar (yang sudah dibukakan pembantu) dan membuka keran air di garasi untuk mencuci tangan dari bekas ulat bulu itu. Ajegile, sakitnya bukan menghilang malah terasa merambat ke bagian atas tangan saya, ke pergelangan sampai terus ke lengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami yang melihat saya kesakitan sampai mengeluarkan air mata lalu menyuruh pembantu mengambilkan minyak tawon untuk diolesi ke jari-jari. Nggak mempan juga. Pembantu lalu mengambilkan minyak cap kampak dan meneteskan ke tangan saya. Masih juga nggak mempan. Ya Allah.... seumur hidup belum pernah saya merasakan sakit seperti itu. Rasanya seperti ada ribuan jarum panas menusuk2 tangan saya dari dalam dan menjalar sepanjang tangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lalu menelepon ibu saya, menceritakan kesialan yang saya alami. Ibu saya segera menganjurkan untuk menggosoknya dengan kapur sirih (kapur yang biasa dipakai untuk menyirih atau membuat kripik kentang) dan parutan kunyit. Syukur alhamdulillah saya punya kapur, karena waktu itu saya ingin membuat kripik kentang tapi sampai sekarang belum sempat. Saya minta suami parutkan kunyit dan mencampurnya dengan bubuk kapur, lalu menggosoknya ke jari2 yang sudah agak membengkak, merah dan kaku. Alhamdulillah, yang ini berhasil. Rasa sakitnya mulai berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan satu tangan, saya lalu mandi. Setelah itu, sambil tetap merasakan nyeri di tangan plus kecapean setelah berkegiatan seharian, saya tiduran di tempat tidur. Walaupun berkurang, tapi bagian dalam tangan kanan saya masih terasa sakit, malah seakan menjalar sampai ke bahu. Dan setelah saya rasakan, di jantung sebelah kanan pun saya merasakan sakit yang sama dengan di tangan. Jadi aneh rasanya, jantung bagian kiri normal2 saja, sementara jantung bagian kanan seperti ditusuk-tusuk jarum panas. Luas biasa efek racun ulat bulu itu, sampai menjangkau ke jantung! Saya saya kalau yang terkena adalah orang yang jantungnya lemah atau sudah berusia lanjut, efek yang dialami bisa-bisa fatal dan membahayakan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya bisa juga tertidur. Kira2 satu jam kemudian saya terbangun dengan tangan kanan yang masih kaku. Kalau dipegang, rasanya lebih panas dari tangan kiri dan terlihat agak bengkak. Tak lama kemudian, ibu saya menelepon, menanyakan kondisi saya. Saya ceritakan semua. Lalu ibu saya menyuruh saya minum susu dan minum 2 sendok minyak zaitun. Katanya itu bisa menawar racun. Alhamdulillah lagi, kebetulan saya masih punya persediaan minyak zaitun. Segera saya turuti saran ibu saya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dapur, saya ceritakan tentang sakit di jantung itu pada pembantu saya. Di luar dugaan, dia membenarkan hal itu. Katanya, di kampungnya dia dulu sering terkena ulat bulu hijau itu (dia memang agak tomboy. Hobinya manjat2 pohon). Rasanya memang sakit luar biasa dan terasa sampai ke jantung. Huaaa... jadi semua kondisi yang saya rasakan itu bukan rekayasa dong, memang dahsyat juga racun ulat bulu itu. Trus saya tanya, kalau di kampung, apa penawar sakitnya? Dia bilang, biasanya (maaf) tai ulat bulu itu. Jadi ulat bulunya digencet, lalu cairan dari dalam badannya itu (bisa bayangin kan, cairan apa?) dioleskan ke bagian yang terkena. Hiiii.... Nggak kebayang deh kayak begitu. Takutnya, bukannya sembuh tapi malah terkena bulunya lagi. Lagipula, ulat sialan itu sudah dimatikan dan disingkirkan jauh2 oleh suami karena takut mencelakakan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang malam, urat2 tangan kanan saya tampak nyata terlihat dan tangan terasa kaku sekali. Tapi untungnya jantung sudah terasa normal. Awalnya saya pikir kalau kondisinya masih seperti itu sampai pagi, saya akan ijin tidak masuk kantor saja. Ternyata pagi hari kondisinya sudah membaik. Tangan saya sudah tidak terlalu kaku, hanya terasa agak nyeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terbayang seperti apa jadinya kalau anak-anak saya atau Bu De yang sudah sepuh itu yang terkena si ulat bulu hijau. Bisa-bisa kiamat deh. Anak2 tentu tak akan sanggup menahan sakit seperti itu. Dan Bu De, bisa-bisa langsung anfal jantungnya. But it's really amazing that something that small could cause that much pain. Subhanallah. Bukannya saya tidak pernah melihat ulat bulu, tapi yang biasa saya temui adalah yang berwarna coklat atau hitam. Berdasarkan pengalaman, jenis itu hanya menyebabkan gatal2 dan bengkak pada bagian tubuh yang terkena. Biasanya bisa disembuhkan dengan dioleskan minyak tawon. Kalau yang punya efek ke dalam darah seperti ini, baru kali ini saya temui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, ada beberapa hal yang bisa saya jadikan pelajaran dari kejadian kemarin itu:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Kalau keluar dari mobil, jadi berpegangan/menyentuh bagian atas mobil, terutama atapnya. Kadang kita suka lupa bahwa selama dalam perjalanan/ketika kita di dalam mobil, who knows apa saja yang menempel atau terjatuh ke atas mobil kita? Jadi untuk amannya, stay away from the car rooftop.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Kalau terkena ulat bulu, cepat2 cuci tangan di air mengalir. Nah, berdasarkan pengalaman kemarin itu, rasa sakitnya berkurang setelah saya gosok bubuk kapur plus parutan kunyit (menurut ibu saya, digosok itu adalah untuk melepaskan bulu2 ulat yg menempel di tangan saya. Entah benar, entah tidak, karena saya tidak melihat ada bulunya yang menempel). Tapi saya kurang pasti juga apa campuran itu penawarnya atau kombinasi dari minyak tawon, minyak kampak dan campuran kapur-kunyit. Untuk amannya, coba saja semua :D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Jangan lupa minum susu untuk menawarkan bisa/racun. Susu juga bisa dijadikan penawar untuk bisa ular (saya pernah baca di salah satu novel ilmiah). Ibu saya menganjurkan minum minyak zaitun juga, tapi terus terang saya belum pernah mendengar tentang minyak zaitun berfungsi sebagai penawar racun dan belum pernah membaca literatur tentang ini jadi saya tidak tahu kebenarannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, sekian sharing dari saya. Semoga berguna kalau2 ada yang mengalami kejadian seperti saya (Naudzubillah min dzalik, jangan sampe deh ya). Post ini saya buat sambil agak meringis menahan nyeri di tangan kanan karena sakitnya terasa dari ujung jari sampai bahu. Edun kan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-6063332936871011967?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/6063332936871011967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=6063332936871011967&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/6063332936871011967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/6063332936871011967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/12/hiiiiiiii-ulat-bulu.html' title='Hiiiiiiii.... Ulat bulu'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-3629578782958471243</id><published>2008-11-27T15:30:00.001+09:00</published><updated>2008-11-27T15:30:11.571+09:00</updated><title type='text'>Mamma Mia The Movie - The Winner Takes It All- FULL VIDEO</title><content type='html'>&lt;div xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml'&gt;&lt;p&gt;&lt;object height='350' width='425'&gt;&lt;param value='http://youtube.com/v/6QK2LRbXB7A' name='movie'/&gt;&lt;embed height='350' width='425' type='application/x-shockwave-flash' src='http://youtube.com/v/6QK2LRbXB7A'/&gt;&lt;/object&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;My new fave video&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-3629578782958471243?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/3629578782958471243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=3629578782958471243&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3629578782958471243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3629578782958471243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/11/mamma-mia-movie-winner-takes-it-all.html' title='Mamma Mia The Movie - The Winner Takes It All- FULL VIDEO'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-8154441714083961302</id><published>2008-11-25T06:59:00.000+09:00</published><updated>2008-11-25T11:59:44.358+09:00</updated><title type='text'>Kalau jalan-jalan sama Izza</title><content type='html'>Izza: Ma, kenapa tangan aku ada begini begini? (sambil nunjuk bayangan bercak air di tangannya).&lt;br&gt;Mama: Karena ada bayangan itu (sambil nunjuk bercak-bercak air hujan di kaca mobil).&lt;br&gt;Izza: Kenapa ada bayangan air?&lt;br&gt;Mama: Karena ada lampu jalan&lt;br&gt;Izza: Kenapa ada lampu jalan?&lt;br&gt;Mama: Karena di luar gelap&lt;br&gt;Izza: Kenapa di luar gelap?&lt;br&gt;Mama: Karena sekarang sudah malam dan sedang hujan&lt;br&gt;Izza: Kenapa hujan?&lt;br&gt;Mama: Supaya tanaman dapat air&lt;br&gt;Izza: Kenapa tanaman dapat air?&lt;br&gt;Mama: Supaya bisa hidup&lt;br&gt;Izza: Kenapa hidup?&lt;br&gt;Mama: Karena ada air dan makanannya&lt;br&gt;Izza: Kenapa makanannya?&lt;br&gt;Mama: Bukan kenapa. Apa. Apa makanan tanaman?&lt;br&gt;Izza: Apa makanan tanaman?&lt;br&gt;Mama: Zat-zat dalam tanah.&lt;br&gt;Izza: Apa zat-zat dalam tanah?&lt;br&gt;Mama: Macam-macam. Ada pupuk, unsur hara, banyak deh&lt;br&gt;Izza: Kayak makanan aku?&lt;br&gt;Mama: Nggak. Kan makanan adek Nasi&lt;br&gt;Izza: Kenapa nasi?&lt;br&gt;Mama: Karena badan adek perlunya nasi&lt;br&gt;Izza: Terus apa?&lt;br&gt;Mama: Susu, daging, sayur&lt;br&gt;Izza: Kenapa sayur?&lt;br&gt;Mama: Supaya badannya sehat&lt;br&gt;Kakak: Berisiiiiiikkkk.... Adek cerewet banget sih, ngomong melulu!&lt;br&gt;Mama dan bapak ketawa.&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hening sebentar&lt;/span&gt;&lt;br&gt;...&lt;br&gt;Izza: Itu di belakang mobil ada gambar apa? Itu, kayak gambar di mobil aku.&lt;br&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wadoh!&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-8154441714083961302?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/8154441714083961302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=8154441714083961302&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/8154441714083961302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/8154441714083961302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/11/kalau-jalan-jalan-sama-izza.html' title='Kalau jalan-jalan sama Izza'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-2024532964306050848</id><published>2008-11-24T12:59:00.002+09:00</published><updated>2008-11-25T12:19:02.672+09:00</updated><title type='text'>Twist of Fate</title><content type='html'>Last Sunday, I attended a cooking demo organized by one of cooking community, Orange Kitchen, in Grand Indonesia. Since my son had badgered me for a long time for a ride in the Busway, I took my family with me to go there, not by car but by busway. So we went to Ragunan zoo to park our car there, and took the busway to Dukuh Atas and then transferred to the another busway to Grand Indonesia. My children were so excited about this. It’s no wonder, since they seldom travel in public transportation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The journey from Ragunan to Dukuh Atas went smoothly but slowly (I don’t know why but our bus seemed to be slower than usual). There was one interesting moment when a young guy with a gimbal hair (d’you know what gimbal is? Like Bob Marley’s hair) went in and sit next to us. My children were gaping at him, but Thank God they didn’t say a word :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The problem started when we arrived at Dukuh Atas. Adek Izza refused to walk (so I have to carry her) and after walking for a while across the overpass, her brother follow suit so his father must carry him. Oh dear. So while waiting for the bus that will take us to our destination to come, I reminded him that he was the one asking for the trip. After that, he didn’t complain much :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We arrived at the demo place a few minutes before it started. I quickly took a seat, but my family chose to watch the water fountain show and browse around first. Later on, they accompanied me at the demo place. After attending the 2-hour demo, in which we munched on the many delicious samples of the demo result and then I won a pack of chili cheese that I have no idea as what to make of it, the kids begged us to take them to the amusement centre, and so we did.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By the time they’re finished, we were quite hungry again, so I asked my dear hubby what he’d like to eat. I offered him to eat presto duck (bebek presto-ind) in a restaurant near my office, and they all agreed (I have once bring it home for them, so they know how it taste). So we head to the busway stop again. When we walked across the overpass, my husband and my daughter walk ahead of me and my son, we saw some beggars on it. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;It was a usual sight for me (although I couldn’t avoid that twinge of pity whenever I saw them), but a rare one for them. There was a moment when we walk in the opposite direction with a little girl who was clearly a daughter of one of the lady beggars there. She looked at my daughter, Izza looked at her. They’re about the same age and height and they watch each other with the innocent stare of a child. At that instant, while watching them from behind, I thought that with a twist of fate, that little girl could be mine and Izza could be that poor little thing. We could never choose our parents, it’s God’s secret. It’s an unnerving thought.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After eating in the restaurant, we started our journey back home. It’s almost dark already. There were a lot more passenger than in the morning, and they were a lot more hostile. I mean, I traveled by busway everyday to and from work, but I’d never see such brutal attempts to get into the bus like that evening. Or was it because I never travel with children before? Mmmm… no, I think the crowd on Sunday was more hostile than on workdays.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On the bus, however, someone was good enough to give me a seat, so I sat with Izza on my lap. Reyhan was having difficulties holding on to the railing, so I told him to sit on my lap as well. I jokingly told him, “Lucky you only have 1 sibling, I only have two kids. What if I have 4 kids? Where would you all sit?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not long after, both my kids fell asleep. Oh boy, surprising how two little kids could be so heavy when they’re fast asleep. Fortunately, my hubby then got a seat, so he took Reyhan from me. And they keep on sleeping until we reach our destination, Ragunan parking drive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, that’s my weekend adventure, coursing through Jakarta by busway with my family. We even took some picture with patung Selamat Datang at Bundaran HI as the background (mind you, it was the first time in my life that I pose at Bundaran HI. We’re just like tourists!). It’s a very nice trip, albeit some minor setbacks such as the long line at the busway stop, long period of waiting for the bus to come and not getting a seat. And we were lucky ‘cause we were always sheltered when the rain comes down (it’s already stopped by the time we reach Ragunan). All in all, we enjoy it a lot, and my husband summed it up to this, “even though my car is old, it’s still much, much better than riding the busway.” Hahahaha…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: I thought everyone has forgotten about the Bob-Marley-kinda guy. In the car on our way back home, Izza suddenly piped up, “Ma, di bus tadi, yang duduk di depan itu, di rambutnya kenapa sih?” Laughing, I tried to explain it to her, but I didn’t think she got it even though she said, “Ooooohh….” with a confuse look on her face :D. &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-2024532964306050848?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/2024532964306050848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=2024532964306050848&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2024532964306050848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2024532964306050848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/11/twist-of-fate.html' title='Twist of Fate'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-1940078007810763992</id><published>2008-10-16T14:14:00.004+09:00</published><updated>2008-10-16T16:44:50.016+09:00</updated><title type='text'>ARDEX, the Journey Continue</title><content type='html'>&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Batang;  panose-1:2 3 6 0 0 1 1 1 1 1;  mso-font-alt:바탕;  mso-font-charset:129;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-format:other;  mso-font-pitch:fixed;  mso-font-signature:1 151388160 16 0 524288 0;} @font-face  {font-family:"\@Batang";  panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;  mso-font-charset:129;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-format:other;  mso-font-pitch:fixed;  mso-font-signature:1 151388160 16 0 524288 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:Batang;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gue sekarang mau memenuhi janji, nyeritain kelanjutan kisah ikut ARDEX di Pattaya. Haaahh…. ARDEX? Pattaya? Itu &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;.. like… years ago, yak? Hehehe…. Ya maap, abis moodnya baru dateng sekarang sih. Dan seperti kata pepatah, we must strike when the iron (in this case, the mood) is hot. Betul, bukan? Bentuuulll….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Terus terang, ikut ARDEX itu merupakan salah satu pengalaman yang cukup, kalo gak mau dibilang sangat, mengesankan. Kenapa? Karena disanalah pertama kalinya gue menghadiri event yang bersifat multinasional seperti itu. Yaaahh… sebenernya waktu di Honjo, jepang dulu sering juga sih ikutan acara ngumpul-ngumpul bareng teman-teman yang berasal dari macam-macam negara. Tapi itu &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; skalanya skala dormi. Kalo ini &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; skala ASEAN. Jadi ya beda lah auranya (aura saha deui?).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi walau capek berat, gue menikmati sekali ikutan ARDEX itu. Kenapa capek? Bukan, bukan karena acaranya yang terlalu padat. Tapi karena sehabis acara resmi, kami sibuk dengan acara tak resmi. Macam meeting2, trus.... shopping2 and kelayapan seputar Pattaya. Lha ini keharusan dong, Perempuan, gitu lho. Yang kudu cari oleh-oleh buat suami, anak, ortu, mertua, adek, ipar, ponakan……… aaaarrrrrgghhhhhhh… Banyak amat seeeh?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Bukan itu aja yang bikin gue capek, sih. Ternyata ngomong bahasa Inggris sama orang-orang &lt;st1:place&gt;Asia&lt;/st1:place&gt; tuh butuh effort tersendiri. Yaahh… sebenernya itu udah pernah gue alamin juga waktu di Honjo. Then again, skalanya kecil, cuma segelintir orang. Sementara ini, puluhan, bo’. Bukan apa-apa, logatnya itu lho yang nggak nahan. Jadi seringkali perlu konsentrasi lebih untuk bisa paham apa yang mereka omongin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di hari kedua, gue udah ketiban malu. Jadi ceritanya, selesai acara training sore itu, gue lagi celingukan nyariin temen-temen yang dari &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Pas di lobby, gue ketemu salah satu peserta dari negara lain (gak usah disebutin la yaw asalnya. Ntar ada yang langsung nyambung, soale. Hehehe....). Setelah saling tukar senyum, dia trus nyamperin gue dan nanya, “Where’s dina?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berhubung salah satu orang yang gue cari namanya juga Dina, otak gw yang kekurangan tidur langsung nanggepin dengan, wah, dia juga nyari orang yang sama. Dan langsung aja gue jawab,”Don’t know. I’m looking for her as well.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tu orang bengong bentar, trus nanya lagi,”What time?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gue langsung tengok aja jam tangan,”Oh, 5.45,” karena &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; waktu &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Bangkok&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sama ya sama &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Dia tambah bengong. Trus dia bilang,”No. Dina. What time?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Heeehhh??? Kok gak nyambung sih? Untung biar lack of sleep, kecerdasan gue gak berkurang. Seketika gue langsung sadar dan nepok jidat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Astagaaa……… You mean &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dinner&lt;/span&gt;? The place and time?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Yes.” Katanya dengan raut muka lega karena akhirnya gue berhasil nangkep inti pertanyaan dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“It’s in the restaurant, the same one we had lunch today. I think you could go there now.” Gue jelasin aja, sembari ngebatin, itu &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; tertulis di buklet yg dibagiin ke para peserta. Baca atuh, Iqra’. Tp gue ngomongnya dalam hati aja, wong dia juga nggak ngerti apa artinya iqra’. Hihihi... Abis itu gue langsung ngacir. Mokal, euy. Gue lupa banget kl bangsanya dia itu ngomong akhiran -er dengan –a.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nonetheless, kita semua pasti tahu bahwa bahasa bukan satu-satunya media berkomunikasi. Bisa juga melalui tulisan atau gesture. Nah, metoda yang terakhir ini ternyata banyak juga yang memanfaatkannya. Especially para peserta cowok. Untuk komunikasi dengan..... peserta cewek. Halah, itu mah namanya ngelaba, yak? Tapi terus terang, dengan background gue yang mirip-mirip katak dalam tempurung, gue sempet ngalamin culture shock juga di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Ya karena menyaksikan dengan mata kepala sendiri pemanfaatan metoda yang terakhir itu oleh para peserta cowok yang notabene bukan anak muda lagi alias udah seumuran bokap gue, bo’. Yang otomatis terlintas di kepala gue adalah, hhmmmm... para diplomat itu memang ramah-ramah yaaa.... Alias, rajin menjamah! Kyakakakaka.... Gue yakin seyakin-yakinnya, mereka masing-masing punya istri dan keluarga di kampung halaman. Tapi entah kenapa, apa karena faktor tempat yang memang terkenal sebagai tempat…. You know laaahh…. Pattaya gitu lho. Udah kayak kuda lepas kandang deh jadinya, have fun go mad, coy :D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang bikin tambah shock adalah ketika gue melihat (juga dengan mata kepala sendiri alias langsung terjadi di depan gue dan teman-teman, walau yang ngeliat cuma gue dan satu teman sementara yang lain lagi melengos entah kemana) salah seorang, dari Indonesia juga, yang selama ini gue segani di seputaran kantor, melakukan hal yang menurut gue dan teman gue itu udah rada kelewatan. Rincian kejadiannya nggak perlu ditulis disini la yaw, enough to say that after witnessing that, I can’t look him in the eye for quite some time. Hiiiii….. Kacau banget deh. Gue dan temen gue, yang kebetulan juga roomate, shock berat dan masih terus ngebahas kejadian itu even setelah kami kembali ke kamar. Hehehe…&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sekembali ke &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, bayangan kejadian itu masih susah juga gue ilangin, terus gue curhat ke salah satu sobat gue. Eeehhh…… temen gw cuma ketawa, trus dengan santai nanggepin gini,”yaaa… yang kayak gitu mah udah biasa, lagi, liii…. It happens all the time, apalagi di lingkungan kantor. Apalagi kalo tugas keluar negeri atau luar &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; bla bla bla….” Waks! Apa iya, yg kyk gitu udah biasa? Waduh, gue bener-bener katak dalam tempurung dong kl gitu. Ah, tp biarlah. Mending jadi katak daripada jadi burung yang menclok &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sini, ya &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;? Hehehe....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oke, balik ke Pattaya, setelah ngobrol &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sini, ternyata emang begitu itu modelnya kalo pada ngumpul. Kata temen sekamar gue itu, memang sering ada kejadian aneh-aneh kalo lagi ada mission. Yang di negeri asalnya kalem-kalem aja, bisa berubah beringas kalo lagi tugas begitu. Kebetulan pula, dia punya pengalaman pribadi yang nggak ngenakin dengan salah satu peserta itu. Di acara kemarin pun si orang itu ada, dan gue emang liat sendiri gimana nyebelinnya itu orang. Dan nggak cuma temen gue yang jadi sasarannya, alias ada beberapa temen cewek lain, yang seumuran gue dan temen gue itu alias muda dan segar (ehem ehemm), yang juga dapat perlakuan ‘istimewa’ itu. Setelah tahu begitu, gue langsung pasang ancang-ancang. Kalau kira2 bakalan ada yang nyeleneh dikit, gue langsung kaburrrr..... secepatnya. Hihihi....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalo menurut teman-teman yang lain, unsur tempat juga membawa pengaruh. Mungkin karena acaranya diadakan di Pattaya, yang terkenal dengan transgender show-nya. Rombongan peserta dari &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, yang hampir semua bapak-bapak, semangat banget nonton acara itu. Temen-temen gue juga ngajakin. Dengan semangatnya mereka promosiin Tiffany Show itu. Katanya, ceweknya cantik-cantik. Sama sekali gak keliatan kalo mereka itu dulunya cowo. Asal jangan ajak ngomong aja, karena pasti suara bas yang keluar :D. Inget &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;, kalo dulu pernah ada cerita bencong mesen siomay? “Bang, beli siomay pake tahu, pake pare tapi jangan pake... KOL!” dari awal kalimat sampe kata jangan pake, semua nadanya mendayu-dayu. Tapi begitu bagian kol, keluar deh aslinya. Sama juga kayak yang di show itu. Kalo ngasih tau tarif (buat foto bareng), dia bilang, ”3 hundred bath,” dgn suara berat gitu :)). Si Fenny paling jago tuh niruin suaranya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Terus terang gue gak terlalu tertarik nonton pertunjukan kayak gitu. I mean, apa bedanya sama nonton Dorce show? Sama aja, &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;? Cuma beda pemeran aja. Apalagi pas tahu harga tiketnya. Wakkss... 450 bath lebih (sekitar 10 &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;US&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dolar lebih). Hhmmm.... gue bisa dapat 3 kaos buat oleh-oleh dengan duit segitu. Gak deh, I pass aja lah. Banyakan mudharatnya dari manfaatnya, sih. Ngeliatin aurat orang gitu. Tp salah satu peserta &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang gue bilang begitu langsung berkelit,”Ya nggak apa apa dong mbak Ully, &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; dia juga laki-laki kayak saya. Jadi nggak pa pa dong saya ngeliat, kalo laki2 &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; bagian itu bukan aurat.” Yeeee…&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Akhirnya gue habisin tiap malam dengan jalan-jalan seputaran toko deket hotel aja sama temen-temen yang juga nggak kepingin nonton. Tapi di malam terakhir, kami sempet jalan rada jauh dengan jumlah rombongan lebih banyak dari sebelumnya. Sebagian anggota rombongan termasuk yang sempat nonton Tiffany Show itu di malam sebelumnya. Setelah beberapa lama jalan, kami ngelewatin sebuah gedung yang rada rame. Eeehhh... apaan itu ya? &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; teman yang langsung semangat nyeberangin jalan buat ke pelataran gedung itu. Pas gue liat dari dekat, ealaaaahh... Tiffany show baru bubar. Trus, para bintangnya lagi berkeliaran di depan gedung, mengundang orang-orang buat berfoto sama mereka (karena kalo mau foto bareng mereka &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; harus bayar). Anggota rombongan gue heboh banget, pada langsung nyari-nyari ‘cewe’ yang mau diajak foto. Gue masih ragu-ragu, motoin aja apa foto bareng ya… Eeehh… ndilalah, tau-tau HP bunyi. Suami gue, yang kebetulan juga lagi training di KL, nelpon stlh sebelumnya cuma balas-balasan Email. Ya udah deh, akhirnya sementara yang lain pada sibuk foto-fotoan, gue mojok aja ngerumpi sama laki gw. Selesai gue ngerumpi, selesai juga acara fotonya terus para cewek2 itu pada balik masuk gedung lagi. Hehehe... kayaknya gue emang gak ditakdirkan buat deket2 orang-orang itu ya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selain Tiffany Show itu, di Pattaya juga banyak striptease dan adult show. Tau dong apa isi pertunjukannya. Dan sekali lagi, para bapak2 itu semangat banget nontonnya. Haduh paaakk… mbok ya inget umur, gitu lho. Eling pak, eling… Hehehe…&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yah, begitulah sekelumit kisah my first mission. Segitu aja sih, karena emang sebagian besar waktu habis di workshop dan simulation dan meeting. Waktu-waktu yang tersisa ya buat belanja (gak ada yang bisa diceritain soal belanja, &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;. It’s the same everywhere). Oya, pas mo balik ke &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, kami sempet nyobain thai massage dulu di airport. Lumejeeennnn… nunggu boarding 2 jam lebih &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; bosen juga, mending ngilangin pegel2 dipijitin. Bagus juga tuh idenya, buka tempat massage di bandara gitu, jadi orang2 yang badannya udah mo rontok kayak kita2 gitu bisa santai sedikit.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi yang pastinya seneeeenggg... deh ikut acara itu. Seneng bisa ngunjungin negara lain walau cuma pattaya dan seputaran hotel amari-nya, seneng bisa ikut gabung di event yang lumayan penting, dan terutama seneng bisa tambah kenalan dari negara-negara lain, walau ya itu tadi, pusing juga denger mereka ngomong (berasa banget waktu di hari-hari terakhir gue ngobrol sama orang &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Alhamdulillaaaaahhh.... akhirnya kuping gue bisa mendengar bahasa Inggris yang baik dan benar. Hehehe....). Moga-moga in the future, gue bisa ikut lebih banyak lagi event2 kyk gini. Doain yak.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-1940078007810763992?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/1940078007810763992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=1940078007810763992&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/1940078007810763992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/1940078007810763992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/10/ardex-journey-continue.html' title='ARDEX, the Journey Continue'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-7257355441823844973</id><published>2008-10-14T08:22:00.000+09:00</published><updated>2008-10-14T12:22:45.663+09:00</updated><title type='text'>Foto Fun #2 Just Kids: Izza the weightlifter</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Perasaan baru kemaren majang foto kelinci, sekarang udah ditagih lagi tantangan ke-2. Untung temanya gampang, tinggal ngoprek2 kompi nyari file. Dan ketemu deh foto ini:&lt;br&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/SPQO0QoKCC4AAARS8981"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.nuzulialatifah.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SPQO0QoKCC4AAARS8981/guling-izza.JPG?et=SvFQjp%2CvkV2Pjq2Lm4wqdg&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;Kalo liat tanggalnya sih, waktu itu si Adek umur 1 thn kurang 4 hari. Entah kenapa, dia gemes banget sama guling kakak Reyhan itu. Tu guling isinya butiran plastik yg halus itu lho, jadi rada geli2 emang kl dipegang. Trus pas dia habis ditidurin di atas guling itu, waktu diangkat sama bapaknya, lho kok si guling gak mau dilepas. Lucu banget ekspresinya. Langsung deh mama ambil kamera n jepret! Jadi lah foto kenangan Izza the Weightlifter. Hehehe....&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-7257355441823844973?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/7257355441823844973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=7257355441823844973&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/7257355441823844973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/7257355441823844973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/10/foto-fun-2-just-kids-izza-weightlifter.html' title='Foto Fun #2 Just Kids: Izza the weightlifter'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-6545452365044834701</id><published>2008-10-10T14:30:00.000+09:00</published><updated>2008-10-10T18:30:21.108+09:00</updated><title type='text'>The Blue Sky</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kyk nama restoran jadinya ya? Hehehe...&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;It's not. Actually, it's just that these past few days, we noticed that the sky in Jakarta started to look blue again. The air was fresher. And we wondered why. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Do you know why?&lt;br&gt;&lt;br&gt;'Cause the massive movement of the &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mudikers&lt;/span&gt; from Jakarta to their hometown, that's why. It left Jakarta with less automobiles on the street. As the result, the street was a lot more empty, traveling around the town was a lot faster, and we could save more on gasoline money. Not to mention the effect on environment as I stated earlier. Huaaaa..... I wish everyday was Eid day.&lt;br&gt;&lt;br&gt;But now, the people have started to return.&lt;br&gt;The street gets more crowded and crowded everyday.&lt;br&gt;The hustle and bustle of the city is here.&lt;br&gt;And things started to back to normal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bye bye my blue sky.&lt;br&gt;Adios my fresh air.&lt;br&gt;Sayonara the serenity in the city.&lt;br&gt;&lt;font style="color: rgb(204, 0, 0);" size="5"&gt;We're back to business!&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-6545452365044834701?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/6545452365044834701/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=6545452365044834701&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/6545452365044834701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/6545452365044834701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/10/blue-sky.html' title='The Blue Sky'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-3810208897700067754</id><published>2008-10-10T10:08:00.001+09:00</published><updated>2008-10-10T15:20:18.099+09:00</updated><title type='text'>Foto Fun</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Baru gabung ama kelompok penggemar foto. Buat seru-seruan aja sih. Soalnya temanya kebetulan pas ama foto yg gw punya, yaitu foto binatang peliharaan. Kesempatan nih buat ngiklanin Rissa-Koci. Hihihi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daaannn.... inilah hasilnya:&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/SO7i0AoKCC4AAFRjHLk1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.nuzulialatifah.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SO7i0AoKCC4AAFRjHLk1/RisaKoci-1-1.jpg?et=%2CYcHABsx5dUxYIwE7nnhxQ&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulunya kinclong banget ya? Ya eyalaah... baru dimandiin. Pake sabun biore, lho. Jangan salah. Pake air hangat pula. Abis itu di keringin pake hair dryer. Pokoke seminggu sekali segerrr deh tu kelinci berdua (kerajinan amat ya gw, kek kurang kerjaan. Tapi kan seneng lho kalo bulu2nya yg halus itu wangi. Jadi pengen ngegemesin terus. Hehehe....)&lt;br /&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-3810208897700067754?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/3810208897700067754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=3810208897700067754&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3810208897700067754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3810208897700067754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/10/foto-fun.html' title='Foto Fun'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-2396285690005448142</id><published>2008-10-06T16:46:00.002+09:00</published><updated>2008-10-06T16:56:10.599+09:00</updated><title type='text'>Selamat Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Tak terasa, bulan ramadhan usai sudah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Masa berpesta ibadah berlalu sudah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Entah apa kita masih diberi kesempatan lagi di tahun depan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Semoga kita termasuk golongan orang yang senantiasa merindukan Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Taqabbalallah minna wa minkum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Selamat Idul fitri 1 Syawal 1429 H.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Mohon maaf lahir dan batin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Semoga Allah meridhoi semua amal ibadah kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Amiiinn...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-2396285690005448142?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/2396285690005448142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=2396285690005448142&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2396285690005448142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2396285690005448142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/10/selamat-idul-fitri.html' title='Selamat Idul Fitri'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-3773986452039062977</id><published>2008-09-09T10:38:00.000+09:00</published><updated>2008-09-09T14:38:55.273+09:00</updated><title type='text'>Mari mengenal anak kita</title><content type='html'>Artikel bagus lagi. Sayang kalau kelewat. Semoga bermanfaat. Enjoy!&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/btm/8908064833-mari-mengenal-anak-kita.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/atk/btm/8908064833-mari-mengenal-anak-kita.htm&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;8 Sep 08 07:10 WIB&lt;br&gt;&lt;br&gt;Oleh Siti Aisyah Nurmi&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sembilan bulan ibu mengandung, sekian bulan lagi merawat sambil menyusui, ditambah sekian tahun membesarkan anak. Apakah kita sudah mengenal anak kita? Mungkin sudah, mungkin juga belum, atau mungkin baru sebagian? Wallahua’lam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebagai orangtua, ibu dan ayah memiliki tuntutan untuk memahami anak-anaknya. Apalagi dengan semakin kompleksnya kehidupan modern, semakin banyaknya variasi dan pilihan kehidupan, maka semakin besarlah tuntutan untuk hal ini. Mau sekolah di mana? Sekolah kejuruan-kah? Atau sekolah umum? Atau kursus? Atau homeschooling?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jika kita sebagai orangtua kurang mengenal sifat dan kondisi anak, maka sangat mungkin salah pilih. Sejak hal kecil, seperti salah memilihkan baju sehingga baju bagus yang kita beli ternyata menjadi mubazir karena anak enggan memakainya. Sampai-sampai anak enggan masuk sekolah karena sekolah yang kita pilihkan ternyata tidak cocok baginya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kesulitan lain juga akan dihadapi orangtua saat menasehati dan memberi arahan. Manakala kurang mengenal anaknya, orangtua kurang mampu memberi nasehat yang tepat pada anaknya sehingga anak kemudian cenderung mengabaikan. &lt;br&gt;Bagaimana seharusnya kita menegnal anak kita?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ada dua bidang bahasan dalam pengenalan anak:&lt;br&gt;&lt;br&gt;1. Pertama, mengenal anak sesuai konsep yang ada, yaitu menurut agama, dan menurut ilmu tentang anak. Dengan catatan, sebagai muslim, jika konsepsi ilmu tentang anak bertentangan dengan konsepsi yang ada dalam Islam, maka kita perlu mendahulukan konsepsi agama.&lt;br&gt;&lt;br&gt;2. Bahasan kedua adalah mengenal anak sesuai keunikan diri masing-masing, dengan dasar pemahaman bahwa ”tidak ada dua manusia yang sama persis serupa” (individual difference/ unique being). Dalam bahasan ini lebih kepada bagaimana kita sebagai orangtua mengenal anak melalui pengamatan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bahasan Pertama, mengenal anak menurut Islam dan ilmu tentang anak.&lt;br&gt;Islam mengatakan bahwa setiap anak dilahirkan fitrah, suci, bersih, tanpa dosa. Orangtunya-lah yang telah menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi. Artinya anak tak mungkin divonis bersalah sejak lahir. Bahkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhary tersebut, telah menyebutkan pihak mana yang telah mengambil andil merubah anak yang fitrah, yaitu orangtua.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari konsepsi ini, kita perlu membedakan antara bakat bawaan dan penyimpangan. Bakat bawaan tak mungkin buruk. Buruk di sini maksudnya, bakat bawaan tak mungkin langsung menentukan anak masuk neraka. Allah SWT Maha Adil tak mungkin memberikan seseorang bakat yang langsung menuju neraka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tak ada bakat mencuri, berzina atau bakat musyrik. Mencuri terjadi karena contoh atau karena kekurangan, karena iri atau karena ketidak tahuan dan lain sebagainya. Lain halnya dengan bakat "keras". Maksudnya sifat bawaan yang cenderung pantang menyerah, teguh pendirian, yang secara bakat ini bakat yang baik namun boleh jadi akan muncul dalam perilaku ngotot, mau menang sendiri dan susah dinasehati atau diyakinkan orang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bakat bawaan ini perlu diasah dan diarahkan sehingga tidak berkembang menjadi negatif misalnya menjadi pemarah dan sombong.&lt;br&gt;Di sinilah peran ilmu tentang anak, baik itu Psikologi Anak, maupun Pendidikan Anak. Dalam ilmu-ilmu tersebut dibahas tentang berbagai sifat dan karakter yang bahkan dapat diukur dengan berbagai test. Juga tentang nilai kecerdasan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mengenai nilai kecerdasan, kita perlu juga mengetahui bahwa Islam menghargai nilai usaha. Pahala seseorang dilihat dari niatnya, bukan hasilnya. Oleh karena itu, jika-pun kecerdasan terbatas namun amalnya banyak (anak rajin), tetap harus dihargai tinggi. Dalam dunia materialisme saat ini, nilai tertinggi diberikan kepada nilai hasil prestasi yang semua diukur dengan materi atau kuantitatif. Ini berbeda dengan konsepsi Islam. Sebagai orangtua, kita harus pandai memotivasi anak berbakat, namun harus juga pandai mengapresiasi anak yang berusaha.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam Ilmu Psikologi dikenal istilah ”under-achiever”, yaitu anak yang mendapatkan prestasi di bawah dari kemampuan yang dimilikinya. Dengan mengenal batas kemampuan anak membuat kita mampu menilai apakah mereka sudah berusaha dengan baik atau masih terkatagori under-achiever.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selain mencoba mengetahui sifat dan karakter bawaan anak, kita juga perlu memahami apa yang disebut oleh para pakar sebagai ”tahapan-tahapan perkembangan”. Anak lahir sebagai bayi, kemudian semakin lama semakin besar, ini adalah perjalanan kehidupan sesuai prosesnya. Masalah proses adalah masalah fitrah. Setiap orang berkembang dengan proses. Dalam Al-Qur’an juga ada disebutkan tentang proses penciptaan dalam kandungan, dan kemudian di luar kandungan sampai tua dan mati.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam bahasan tentang Lima Poin Pendidikan Anak ada disebutkan tetang tiga tahapan usia anak manusia dalam kacamata pendidikan, yaitu periode bermain, periode disiplin dan periode menjadi mitra atau sahabat. Dari hadits kita ketahui bahwa seorang anak baru disuruh untuk belajar sholat pada usia tujuh tahun. Meskipun anak kecil sudah gemar bermain pura-pura sholat, tetaplah itu bukan pelajaran sholat yang sesungguhnya. Mengapa baru disuruh belajar sholat pada usia tujuh tahun? Ternyata jawabannya dapat kita temukan panjang lebar di buku-buku perkembangan anak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dikatakan bahwa nalar anak berkembang dengan cara dan jadwal tertentu sehingga jikapun seorang anak sudah disuruh sholat di usia 4 tahun, tetap anak tersebut baru mengerti di usia tujuh. Maka cukup beralasan bahwa di Taman Kanak-Kanak pengajaran dilakukan dengan full bermain, sementara anak SD kelas satu barulah diharapkan untuk lebih disiplin. Kritikan bagi para orangtua yang mengharuskan anak mengikuti berbagai les tambahan sebelum usia tujuh tahun, sebaiknya tidak merampas masa bermain anak dengan kewajiban les yang mengikat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dewasa ini sudah banyak buku populer untuk awam yang ditulis oleh para pakar ilmu tentang anak, namun sebelum mendalami dan menerapkan buku-buku tersebut hendaknya kita sedikit megenal latar belakang penulis dan juga sudah mempersiapkan diri dengan dasar-dasar pemahaman Islam tentang anak.&lt;br&gt;Bahasan kedua adalah pengamatan kita terhadap anak kita sendiri, Insya Allah akan dibahas pekan sesudah ini. Wallahua’alam. (SAN)  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-3773986452039062977?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/3773986452039062977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=3773986452039062977&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3773986452039062977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3773986452039062977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/09/mari-mengenal-anak-kita.html' title='Mari mengenal anak kita'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-6883449096078376144</id><published>2008-09-08T08:54:00.002+09:00</published><updated>2008-09-08T13:48:14.468+09:00</updated><title type='text'>The Heels</title><content type='html'>Tau lagu yang liriknya kayak gini kan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The heels are aliiiiiiiiive, with the sound of muuuusiiiiiiic.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhmmmm.... Feel something strange? Yup! Bukan heels, kaleee... tapi hills. But, if you read it over once again, justru kalimat yang diatas itu lebih masuk akal daripada lagu aslinya. Kenapa? Karena biasanya kalau ada suara musik, bukan hills yang bangun, tapi heels yang berjingkrak. Ya kan? Cuma buat lebih kena, irama lagunya kita ganti aja pake irama rap ketukan 4/4 gayanya Iwa K.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The heels are alive, with the sound of music, yeah. Aha aha..... (gak pake centre).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tau-tau gue ngomongin heels? Agak aneh, karena for those who know me, pasti tahu bahwa sepatu itu adalah the least of my worry. I often worry about my skin. I sometimes worry about my weight and dress. Tapi jaraaaaangggg deh gue ngeributin sepatu. Bukan apa-apa, menurut gue sepatu itu biasanya jarang keliatan karena letaknya paling bawah. Udah gitu, nasibnya paling sial diantara atribut busana yang lain: diciptakan untuk diinjak-injak. Jadi, buat apa beli yang mahal? Kan ada Hit. Eh, salah iklan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya, story gue sama yang namanya sepatu itu banyaaaaaaaaaaaaaaaaaak banget. Dimulai dari waktu gue kelas 3 SD, kalo gak salah. Dulu kan merk sepatu belom macem-macem kayak sekarang, yak. Paling banter ya Bata. Dan inilah merk andalan nyokap gue. Gue, terus terang, dari kecil dulu punya bodi emang udah bongsor. Ngerti gak bongsor? Relatively bigger than the girls my age. Termasuk ukuran kaki. Karena itu gue paling sengsara deh kalo udah urusan sepatu. Nyokap, berhubung anak ceweknya cuma satu, demen banget ngejadiin gue sasaran eksperimen segala sesuatu yang berhubungan dengan kewanitaan. Rambut gue dipanjangin (I mean, gak dipotong-potong, gitu lho. Jadi gue tk aja tu rambut udah panjang sampe punggung), terus dimodelin macem2 sama dia. Ok, itu gue gak masalah. Rada demen jg sebenernya. Baju, dibeliin segala macam model gaun2 gak jelas (lebih parah kalo bokap yang beliin somewhere outside indonesia, sebagai oleh2 dia pulang dinas. Bahannya bo', standar negara 4 musim n dibuat untuk musim salju! Dipake, gue mo pingsan kepanasan n kegatelan. Gak dipake, sayang kata nyokap, bagus begitu lho. Hueeehhh...). Terus, sepatu. Berhubung gue setengah dipaksa berdandan ala noni2, tentu sepatunya kudu disesuain dong sama bajunya. Jadilah kaki gue yang ukuran ekstra ini dipaksain pake sepatu yang kucil mungil itu. Haduuhhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang namanya Ully gak diam begitu aja dong. Dengan segala cara, gue kerahkan ketomboyan gue. Jadilah gue sedapat mungkin bercelana panjang dan sepatu kets. So far, aman. Problem muncul waktu mulai sekolah. Dulu, jaman gue SD, ada aturan kalo hari senin itu kudu pake baju putih-putih dan sepatu hitam! Haiyaa... mana ada sepatu kets item? Jadilah nyokap ngebeliin gue sepatu di pabrik Bata di kalibata itu buat sekolah. Sepatu cewek yang depannya mancung (bener, kan? Kalo sepatu kets kan depannya bulet). Ternyata, sodara-sodara, itu sepatu hanya bertahan 3 hari saja! Hari pertama dan kedua, gue ajak lari-lari main galah asin masih nurut. Hari ketiga dia gak tahan, lalu mulutnya terbuka buat teriak alias robek, sodara2. Nyokap terkaget2 pas gue pulang dengan sepatu jebol. Langsung protes ke Bata. Berhubung baru 3 hari dan bon pembelian masih ada, ternyata pihak Bata-nya mau ngeganti dengan sepatu baru yang persis sama. Ealaaahhh... nasibnya sama aja ternyata sama pendahulunya. Protes lagi, diganti lagi (kayaknya jadi mahalan ongkos bulak baliknya dari harga sepatunya). Baru deh, sepatu yang ketiga ini  bertahan agak lebih lama dari pendahulunya. Kalo gak salah, sampe sebulan. Hehehehe.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya gue sampe sekarang jadi agak2 trauma sama merk Bata. Rekor banget, 3 hari jebol. Tapi mungkin sekarang gak begitu lagi, kali ya? Eniwe, sejak itu silih berganti deh sepatu yang bernasib sial jadi milik gue. Trus, nyokap gue juga suka rada aneh kalo beliin sepatu. Seperti waktu ortu gue pergi haji. Pulangnya, gue dibeliin sepatu kets yang modelnya rada ajaib dgn ukuran 2 nomor lebih besar dari ukuran sepatu gue saat itu. Ternyata bukan cuma gue yang trauma dengan kejadian sepatu jebol. Nyokap juga. Jadi beliau berprinsip, mendingan dibeliin sepatu yang ukurannya lebih besar supaya nanti kalo kakinya tambah besar, tu sepatu akan fit in nicely. Well, ok. Prinsip yang bagus. KALO GUE MASIH DI SD. FYI, waktu nyokap naik haji itu gue udah SMA, bo'. How big my feet would get after that, anyway?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But still, kegedean ato nggak, ajaib ato nggak, gue masih berkewajiban pake itu sepatu. Ya sud, gue pake deh ke sekolah, sambil berdoa panjang pendek supaya temen-temen gue gak merhatiin itu sepatu antik. Selama beberapa lama, gak ada masalah. Tapi sampai di suatu masa gue gak mudeng, hari itu ada PORSENI (Pekan Olahraga dan Seni. Pernah ngalamin yang kayak gini dulu kan?). Dan gue ikut tim lomba sepak bola cewek. Jadi deh gue main bola (di, di, main bola lagi yuukkk.....) di lapangan yang kebetulan bueceeekk banget krn malemnya habis hujan, pake sepatu ajaib. Babak pertama, masih gak ada masalah. Gue masih sadar bahwa sepatu gue gak laik tanding. Tapi babak kedua, udah mulai panas. Tim gue ketinggalan angka. Dengan semangat '90 (tahun kejadian), gue kejar itu bola, gue singkirin lawan gue dari kelas 3A11, terus gue giring bola ke gawang, gue tendang daaaaannnnnn................ terbanglah sepatu gue bersamaan dengan bola yang juga melayang. Hebatnya, sepatu gue masuk gawang. Bolanya? Entah kemana tau. Respon penonton? Bayangin sendiri deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gue gak kapok pake itu sepatu. Ternyata, pada kesempatan berikutnya, salah satu mantan kecengan gue malah pinjem itu sepatu buat main bola. Dan ternyata, ukuran kakinya pas di dia, terus dia bilang, enak lho. Tukeran yuk.... Nah lho. Tapi gue melihat kesempatan emas di situ, dan nggak gue sia-siakan. Sekali pukul, dua burung didapat, kan? I could get rid of the shoes, dan gue dapet memorabilia dari itu cowok, dong. Hehehehe.... (ngeces.com). Dan akhirnya, si sepatu arab itu pun berpindah tangan dengan sukses. Entah bagaimana nasibnya sekarang (ya udah hancur kemana tau, kaleee...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah gue kerja, mau nggak mau, gue harus menata penampilan. Termasuk bersepatu. Pada pertama kali hunting sepatu, gue ditemenin nyokap. Kami ke pasar baru, yang terkenal sama toko-toko sepatunya itu. Dari ujung ke ujung gue masukin semua toko2 sepatu itu, dari pagi sampe toko2nya mau tutup, dan kesimpulan akhirnya cuma satu, gak ada yang cocok sama kaki Ully. Nyokap gue udah mau murka aja. Setelahi itu dia kapok nemenin gue cari sepatu lagi. Adaaaaa... aja yang gak pas menurut gue, katanya. Yang kesempitan lah. Yang modelnya kurang sip lah. Yang warnanya gak matching lah. Belom lagi soal harga. Tapi kalo menurut gue, wajar dong memilih yang terbaik sebelum membeli. After all, kami akan bersama untuk jangka waktu yang lama, bukan? Jadi tentu harus dicari pasangan yang paling sepadan (gue ngomongin sepatu apa suami, sih?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tragedi itu, gue akhirnya jarang niatin beli sepatu. Maksudnya, kalau lagi jalan-jalan dan liat sepatu yang bagus dan cocok, ya udah beli aja. Tapi jangan diniatin dari rumah mau jalan buat cari sepatu. Seringnya malah gak dapet. Tapi kalau gak diniatin, malah dapat. Dunia emang kebalik-balik deh buat gue. Setelah nyokap, korban berikutnya yang bernasib malang jadi partner nyari sepatu adalah suami gue. Ya eyalah, dia kudu nemenin. Lha wong dia sama cerewetnya sama gue soal penampilan. Daripada gue beli terus gak berkenan di hati dia, mending dia kasih opini waktu gue cobain di tokonya, kan? Diem2, ternyata dia memendam kemurkaan serupa sama nyokap. Sekali waktu, setelah hunting seharian dengan hasil nihil, tercetus omongannya begini, masa dari segini banyak sepatu di sini (waktu itu kami keliling2 pasaraya dan blok M), gak ada satupun yang cocok? Huehehehe..... Welcome to my world, mas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak selalu begitu kok kisahnya. Adakalanya kaki gue yang gede ini malah membawa keberuntungan. Contohnya waktu kami main ski dulu. Berhubung ukuran kaki hampir sama (gue cuma lebih kecil satu ukuran dari dia. See, how big they are?), maka kami cuma perlu nyewa 1 set sepatu ski dan dipakai bergantian. Lumayaaannn.... hemat 7 ribu yen. Toh gak bisa main dua-duanya bareng, kan. Salah satu harus nemenin anak2. Sampai ada teman dari indonesia juga yang bareng main ski itu komentar, enak ya, ukuran kakinya sama. Ya enak dong :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan salah, gue juga pernah merasa attached banget sama sepatu. Yaitu sepatu berbahan suede warna merah yang nyamaaan banget dgn model sporty. Itu gue beli waktu masih kerja di majalah, n kudu sering ngeliput sana sini. So, kudu banyak jalan, kan? Cocok banget deh itu sepatu. Trus, waktu ke Jepang, gue bawa. Sialnya, pas kita mo pulang ke Indonesia dan lagi di-pool di hotel Washington, Shinjuku, itu sepatu secara gak sengaja dibuang ama suami krn dikira plastik isi gomi (sampah) . Haduhaduhaduh..... Gue langsung histeris pas nyadar. Tapi sayang, kejadiannya udah sehari sebelumnya. Kalau masih pagi itu, masih bisa dilacak n diselamatkan dari tempat sampah. Nevertheless, gue titahkan juga suami gue tanyain sama pelayan hotel, dan jawabannya negatif. Jadilah 2 hari gue menangisi si sepatu merah itu. Terus dihibur sama si mas, udah, ntar dibeliin deh yg kyk gitu lagi. Tapi mana mungkiiinnnn? Gue belon pernah liat lagi model kyk gitu. Dan benar. Sampe hari ini gue belum dapat gantinya (anehnya baru inget hari ini sih. Karena lagi mikirin soal sepatu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hari ini, kenapa gue ngomongin sepatu? Karena sejak kerja di AHA Centre ini, gue dapet temen kantor yang shoe-freak banget. Dia rela puasa demi beli sepatu yang (menurutnya) keren abis. Dah gitu, heels-nya bo', minimal 5 senti. Alamaaakk... gue pake 3 senti aja kaki gue udah menjerit-jerit protes kalo kelamaan. Tapi karena terus ngeliat koleksinya yang berganti-ganti, lama2 gue jadi terusik juga. Terus, kemaren waktu training di Gran Mahakam, iseng-iseng gue pake deh sepatu hak 5 senti yang gue beli waktu di jepang dulu (Ini juga salah satu tragedi. Gue beli ini sepatu karena gue butuh buat padanan kebaya yang gue pake di acara wisuda suami gue. I thought it would only for a short time. Ternyata, acaranya sampai sore, habis itu mereka pada makan2 di restoran yang ndilalah rada jauh dari tempat nunggu bis. Terus, karena pulangnya udah malem, jadi dari stasiun shinjuku kami jalan kaki sampe kembali ke hotel. Jadilah itu hari paling menyerupai neraka buat kaki gue selama riwayat kami di jepang. Gue gak habis pikir, gimana cewek-cewek jepang bisa tahan jalan kemana-mana pake high heels yang ujungnya seuprit itu. Bahkan ke Ueno Zoo pun mereka pake blazer n high heels, lho. Memang aneh. Selop gue, walau 5 senti, tp heelsnya yang lebar sumebar gitu. Kalo gak, bisa nyungsep dari kapan-kapan deh guenya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Gran Mahakam, setiba di hotel, gue naik lift-nya. Lift itu dilapisin sama kaca selebar dinding, jadi gue bisa lihat bayangan tubuh gue dari ujung kaki ke ujung kepala. Dan gue mendadak sontak jadi terkaget. Lho, kok gue keliatan beda, ya? Ternyata Ully sudah bertansformasi jadi patung. Halah..... Maksudnya, kok gue jadi keliatan lebih langsing dan tinggi gitu (ya eyalah, tambah 5 senti, kaleee'). Trus kaki gue, wiiiihhh... jadi keliatan paaaaanjaaanggg. Dan laaaamaaaa.. Itulah coki-coki. Hehehe... Gak deh. Panjang doang. Waduh, ternyata ini toh yang bikin cewek2 demen pake sepatu hak tinggi. Penampilan jadi lebih sip. Dan jadilah sepanjang perjalanan ke lantai 2 itu gue sibuk mengagumi refleksi sendiri. Narsis narsis, deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ gue dapat pelajaran yang bagus. Bahwa buat tampil oke, kita harus rela menderita. Kecantikan itu pedih, Jendral! Huahahaha.... Walhasil, gue kemaren beli deh sepatu yang haknya rada tinggian (selama ini gue ngantor pake yang haknya teplek banget). Terus, gue pake deh tadi ke kantor. Dari rumah sampe blok M, gak ada masalah. Ya iyalah, wong cuma duduk doang. Nah, dari Blok M, mulai deh sensasi2 aneh menjalari tubuh gue. Tapi cuma sebentar, karena habis itu gue duduk manis di busway. Dengan kaki yang mulai agak2 mati rasa. Turun dari busway, mulailah perjuangan sebenarnya terasa. Kok itu jembatan penyeberangan hari ini rasanya panjaaaaangggg banget ya? Tapi dengan semangat kulit (bukan baja, karena sepatu gue sepatu kulit bukan sepatu baja), gue terus tapaki jalur penyeberangan itu. Tapi mulai ada suara-suara kecil yang mengganggu, jeritan jari-jari kaki gue yang terhimpit dalam sepatu baru itu. Semakin lama, jeritan itu makin keras. Tapi seperti kata Richard Marx, nobody ever hear a silent scream (but me). Sampai akhirnya gue menyerah. Terpaksa gue keluarin lagi selop teplek andalan dari tas (untuk bawa serep) dan gue ganti sepatu cantek itu sama sang telplek juara. Dan masuklah si sepatu baru ke dalam tas, sementara jari jemari gue berteriak riang di alas kaki langganannya. Dan berlarian lagi dengan leganya.....&lt;br /&gt; &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-6883449096078376144?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/6883449096078376144/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=6883449096078376144&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/6883449096078376144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/6883449096078376144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/09/heels.html' title='The Heels'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-7729729814123414018</id><published>2008-08-30T14:36:00.002+09:00</published><updated>2008-09-09T15:13:25.421+09:00</updated><title type='text'>And the journey begin....</title><content type='html'>&lt;p&gt;Yuhuuuu.... I'm back! Aaaahhhh...... nikmatnya tidur di kamar sendiri, gak perlu mikir report, kerjaan buat besok, sambil dipeluk sama my dearest daughter. I'm telling you, gak ada yg ngalahin rasanya deh. Oya, pesawat dari Bangkok mendarat jam setengah 6. Jam setengah 7 kami keluar dari bandara, naik taksi, pulang sampe rumah jam 8. Oya, sempet jemput anak2 dulu di rumah neneknya krn udah gak ku ku euy kangennya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi kyknya saya harus cerita dari awal perjalanan deh. Karena....... perjalanan ini terasa sangat menyedihkan. Sayang engkau tak duduk disampingku kawan. Halah, apaan sih, malah nyanyi. Yo wis, fasten your seat belt and enjoy the ride yaaa...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, di hari minggu tanggal 24 itu kami memulai perjalanan masing-masing. Kenapa kami? Karena saya dan suami sama-sama dapat penugasan ke luar negeri dari kantor. Dia ke Singapore trus Malaysia trus Singapore, saya ke Pattaya, Thailand. Dia berangkat habis subuh, pesawat saya jam 10 malem boarding. Dia pulang minggu tanggal 31, saya sabtunya tanggal 30 agustus. Dia laki-laki, saya perempuan. Ups, itu mah gak usah disebutin lagi ya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aduh ini si adek bikin susah ngetik aja deh. Geli banget sih hidung dikelitikin rambutnya begini. Okeh, lanjut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, malam senin itu, saya ke Soekarno-Hatta diantar nenek-inyik dan anak-anak. Tadinya mau sampe blok M aja, trus naik damri. Ternyata oh ternyata, I just missed the last bus to the airport. Ya sud, dilanjut deh ke cengkareng. Sampe bandara jam 8. Langsung mau check in. And that's' when the problem start. Kata petugas di belakang counter, saya gak bisa terbang karena masa expired passport-ku tinggal 2 bulan lagi. What the $*%@? Saya berusaha meyakinkan mereka bahwa kyknya gak masalah karena saya notabene diundang pemerintah Thailand dan waktu orang ASEC ngebeliin tiket itu kan pasti mereka liat tp gak ada komentar which means that everything is still in order (which proves wrong, karena ternyata peraturannya adalah batas minimal expired date passport untuk diperbolehkan keluar negeri adalah 6 bulan. They show me the book to convince me). Waktu saya paksa2 buat ngijinin saya berangkat, petugas itu bilang mereka akan dapat masalah, pihak Thai akan nolak saya, dan Garuda-nya akan dapat denda. "Emang ibu mau bayar dendanya?" tanya si mbak itu rada2 judes.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alamaaaakkkk.... bumi serasa gonjang ganjing. Sang kala murka. Hasrat akan binasa (begini deh kalo kelamaan gak ketemu blog. Tulisan jadi gak karu karuan. Maap, maap. I'll try to behave myself in the next paragraph). Setelah kebingungan setengah mati jungkir balik maju mundur lompat kodok jalan kayang (masih belum behave jg ya? Kekekeke....), akhirnya saya kepikiran buat menghubungi si Babe, julukan kami buat the Boss. Langsung aja saya pencet nomor telpnya, trus kriiiinggg.... Alhamdulillah, nyambung. Ya? Ada apa? Katanya dengan suara ngantuk. Hhmmm.... naga2nya lagi tidur nih dibangunin suara telpon. Ah, biarlah. Ini kan emergency situation toh? Tanpa ba bi bu, saya langsung curhat sama dia dengan kecepatan cahaya. Bukan apa-apa bo', doski kan lagi di bangkok, gitu lho. Berapa bayarnya yak buat nelpon dr handphone begitu? Hehehe.... masih aja yak ngitungin duit. Nggak kok, bukan karena itu. Saya ngomong cepet banget karena emang lagi panik banget. Bayangin aja, perjalanan yang udah direncanakan jauh-jauh hari begitu harus batal satu jam sebelumnya karena some silly willy ignorance, konyol banget kan? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah beliyaw paham siapa yg menelpon (ya, setelah saya berondong dengan kisah itu, dia nanya dulu ini siapa ya?) dan ada apa, do you know what his reaction was? Dia cuma bilang begini, masih dengan nada ngantuknya, wah kalo gitu ya gak bisa berangkat. Mau gimana lagi, toh? Susah kalo GARUDA-nya gak ngijinkan. HAAAHH!!! That's IT? Saya masih belum percaya pendengaran, saya minta alternatif dengan tanya nomor2 telepon Dina (orang ASEC), Fenny (temen sekantor yang udah di bangkok juga) atau Emil (orang Deplu). Dengan santainya dia jawab, wah saya gak tahu nomor mereka. Ini sekarang lagi di hotel di Pattaya, lagi tidur. Fenny sama Dina kayaknya masih di jalan dari bangkok kemari. Saya sempat tertegun, tapi I know a dead end when I see one, jadi ya udah, saya bilang aja oke deh pak. Ntar saya cari jalan keluar sendiri. Maaf mengganggu. Saya putusin hubungan telepon.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gila aja deh, segitu doang tanggepannya denger anak buahnya dapet kesulitan kayak gitu. If I were him, saya akan sangat prihatin dan berusaha sekuat tenaga buat kasih jalan keluar. Duh, jangankan anak buah, temen aja kalo dapet masalah kayak gitu pasti akan saya bantuin sebisanya deh. Kalopun gak bisa bantu, senggaknya tunjukin empati dikit napah! Trus saya sama Audi cengok berdua gitu, berusaha cari jalan keluar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiba2 aja saya dapat pencerahan. Dari omongan si petugas, saya tangkap kesimpulan bahwa mereka takut timbul masalah kalau saya dibiarin terbang, not that saya gak akan bisa terbang. Trus saya punya ide buat nguhubungin CP dari Thailand yang namanya Arun Pinta, yang kebetulan nomor HP-nya dicantumin di undangan acara. Untung bisa langsung nyambung. Trus saya terangin semuanya. Dia nenangin saya, bilang bahwa there won't be any problem. Terbang aja, imigrasi di bangkok gak akan nahan saya kok. Saya bilang, orang garuda-nya gak percaya. Trus dia minta dihubungin ke petugas garuda. Langsung saya ngacir ke dalam counter garuda, cari supervisor buat ngomong sama Khun Arun. Tadinya petugasnya garuda yang nggak percaya gitu pas saya bilang saya sedang online sama pejabat di Thailand, dan pejabat itu minta ngomong sama dia. Saya paksa aja dia ambil HP saya n bicara sama Arun. Terus mereka bicara sebentar, trus dibalikin tu Hp ke saya. Kata Arun, It's OK. I've told them that there would be no problem if they let you in. Just get on your plane. Fiuuuuhhhh..... Legaaaa banget rasanya. Tp ternyata itu belum selesai. Saya harus bikin surat pernyataan bahwa semua resiko saya tanggung sendiri kalau saya tetap berangkat. Pake materai. Saya ya nggak siap bawa materai. Jadi lari dulu keluar cari tukang rokok (maksudnya counter yg jual macem2 termasuk rokok) di lobby bandara. Di counter yang didepan tempat check in ternyata gak punya persediaan. Lari lagi ke Gate sebelahnya. Gak ada juga, coba gate satunya. Dan Alhamdulillah ternyata ada. Sambil terengah2 (lari2 ke 2 gate, bo'. Lumayan, olahraga malem), saya balik lagi ke check in counter. Tanda tangan surat, difotokopi, dan check in deh. Huaaaaaa...... *narik napas lega.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah keluar sebentar buat pamit sama keluarga, saya dan Audi langsung masuk boarding. Udah jam 9 malem. Pas lagi nunggu sambil sms-an sama temen, tau-tau ada suara yang udah lamaaaaaa.... banget gak saya dengar, negor saya. Ya ampyuuuunnnnn, temen di Fisika, &lt;a href="http://agungwilist.multiply.com/"&gt;Agung&lt;/a&gt; yang bukan suami saya alias pak Kyoku, yang seangkatan di atas saya. Memang mereka sekeluarga sedang tinggal di Bangkok karena si Agung itu ditugasin di sana. Ya udah deh, jadi reuni kecil2an, ngobrol ngalor ngidul. Ngegosipin temen2 (jadi inget, ada yang kudu di clarify neeeh kayaknya. Hehehehe....). Trus naik pesawat n terbang deh kita jam 10 malem.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampe di Bangkok jam 1.30. Pas mau keluar dari imigrasi, saya wanti2 Agung supaya jangan jauh-jauh dulu, just in case saya perlu pinjam hp dia untuk contact Arun lagi karena Hp saya belum international roaming. Terus Agung lewat imigrasi. Trus saya maju. Selama petugas memeriksa paspor, saya teruuuussssss aja doa dengan khusyu' dalam hati supaya he overlook everything. Setelah 5 menit paling menegangkan dalam hidup saya, akhirnya passport dikembalikan tanpa komentar dan saya dipersilahkan lewat. Just like that.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syukur Alhamdulillahi robbil Alamiiiinnnnn.... La haula wala quwwata illa billah. Allah maha Besar, maha Menolong kesulitan hambaNya. Tuntas semua kekhawatiran saya. Akhirnya saya bisa juga masuk ke Thailand. Si Agung sampe ngakak ngeliat roman muka saya yang legaaaaaa banget. Karena sebelumnya, walaupun saya udah dapat kepastian dari Arun bahwa gak akan ada masalah, tetep aja ada kekhawatiran sampe makan tak enak tidur tak dapat di pesawat tadi. Tapi ternyata semua berjalan lancar. Dan kami bersiap mencari jemputan. Saya telpon juga sih ke Arun, soalnya baru inget bahwa kami gak tahu tentang pick-up arrangement-nya (benar-benar rencana perjalanan yang kacau beliau. Don't try that at home). Sama Arun disuruh tunggu di depan Gate (dia tanya gate yang mana yang terdekat sama kami), nanti LO-nya akan jemput. Nunggu punya tunggu, lama juga gak muncul2. Kami pikir dia akan muncul dari dalam bandara, considering dia udah ada di bandara sejak tadi. Sementara di seberang jalan bandara ada beberapa orang teriak2 narik perhatian kami. Kata Audi, itu bukan orangnya? Kata saya, bukan ah, itu kayaknya supir taksi (karena di sana banyak taksi parkir). Trus Agung dijemput sama supirnya. Dia pulang, sementara saya dan audi masih mejeng depan gate 7. Kok lama juga ya. Saya terus ngeliatin arah Agung pergi. Eh, ada seorang cowok megang kertas bertulisan macam2 dan lambang-lambang. Berhubung mata minus dan gak pake kacamata, saya ragu2 juga tapi kayaknya kok mirip lambang ACDM (ASEAN Committee on Disaster Managemen, 'payung'nya AHA Centre), ya? Akhirnya saya ajak Audi ngedeketin ke sana. Ternyata memang bener itu LO yang diutus ngejemput kita. Alhamdulilllaaahhhh... We don't know how long he's been there waving that board on this 3 ignorant people. Hihihi..... Maap ya om, gak ngerti sih bhw situ gak bisa masuk ke bandara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi katanya dia disuruh jemput 4 orang. Trus dia unjukin daftar nama orang yg harus dia jemput. Lha, kok namanya pak Nardi, pak Samidjan dan rombongan dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)? Dengan bahasa inggris sederhana (buat ngimbangin dia yg inggrisnya patah-patah gitu), saya berusaha jelasin bhw rombongan itu udah datang dari kemarin dan sekarang harusnya udah di pattaya. Terus saya cari aja nama kami berdua di list itu. Ada sih nama Nuzulia, tapi belakangnya Murakami. Ealaaaaahhhh... Apalagi toh ini? Ya udahlah, saya bilang aja ini nama saya, ini nama Audi. Terus kami masih nunggu 10 menit lagi just in case ada orang indonesia lainnya (yg saya yakin banget gak ada). Akhirnya berangkat juga ke Pattaya seekitar jam 3 kurang seperapat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampai hotel jam 4 lewat dikit. Check in kamar, isi formulir, dapat kunci, makan waktu sekitar setengah jam. Saya masuk kamar jam 4. Si Dina sama Fenny udah lelap sekali (we share a room, the 3 of us). Ya udah, diem2 saya mandi (lengket banget soalnya. Ternyata Thailand itu guerah setengah mati je), dan siap2 tidur. Akhirnya merebahkan diri di tempat tidur jam 5-an. Baru aja mata mau merem, sekitar jam 5 lewat dikit, alarm clock-nya si Dina nyala. Apparently dia mau shalat subuh.*^&amp;amp;%!@$$%$@!!!! Untungnya langsung dia matiin lagi. Dan tertidurlah saya dengan sukses. Not for long though, karena acara mulai jam 8. Jadi deh saya cuma tidur dari jam 5 sampe jam 7. Yah, lumayan deh daripada nggak sama sekali (typical indonesian, semua kejadian masih bisa diambil sisi positifnya. Kekekeke.....)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;To be continued yaaa...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lesson learnt: jangan lupa periksa expired date semua dokumen2, ya. Mau itu  passport kek, KTP, SIM, STNK, kartu KB, pokoke semua yang ada expired date-nya  dicek deh. Daripada keblinger kayak saya. Believe me, deg-degannya ngalahin  sensasi naik roller coaster manapun!!!&lt;/p&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-7729729814123414018?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/7729729814123414018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=7729729814123414018&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/7729729814123414018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/7729729814123414018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/08/and-journey-begin.html' title='And the journey begin....'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-8213968556565688946</id><published>2008-08-26T06:35:00.002+09:00</published><updated>2008-08-26T06:43:42.640+09:00</updated><title type='text'>Bummer!</title><content type='html'>Now it's 4.36 AM, Bangkok Time (well, the same with Jakarta time, actually). I've just finished writing my report for ASEAN Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise 2008 (ARDEX-08) in my hotel room in Pattaya, Thailand. I've been here since monday early morning. What a heck of a journey! (I'll write the complete absuard story next time, Ok?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, I'm tired, I'm sleepy, but I couldn't sleep. I've only been here for a couple of days and I already miss my babies terribly. It's the first time that I'm away from home by myself for quite a while. And I'm gonna be here until Saturday! Omigod..................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-8213968556565688946?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/8213968556565688946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=8213968556565688946&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/8213968556565688946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/8213968556565688946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/08/bummer.html' title='Bummer!'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-5505102893919126492</id><published>2008-08-15T07:36:00.002+09:00</published><updated>2008-08-31T01:16:16.024+09:00</updated><title type='text'>Get out of here!</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Jaksa U regretted accepting the US$ 660,000 from AS. But he said, it wasn't bribe money. It's just an investment for his garage business.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Yeah right! How thick do you think we are?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-5505102893919126492?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/5505102893919126492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=5505102893919126492&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/5505102893919126492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/5505102893919126492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/08/get-out-of-here_15.html' title='Get out of here!'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-4270581162637378353</id><published>2008-08-14T11:15:00.000+09:00</published><updated>2008-08-14T15:15:21.076+09:00</updated><title type='text'>Women Driver</title><content type='html'>Kenapa di depannya mesti ada kata women ya? Bukan maksudnya diskriminasi, tapi dari hasil pengamatan gue, ternyata memang ada bedanya antara supir cowok dan cewek. Gue terinspirasi buat nulis ini setelah beberapa kali naik busway dan dapet supir cewek.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Karena jam sampe di Blok M hampir selalu sama setiap hari (plus minus 5 menit deh), seringkali dapet supir yang itu2 juga. Gue udah mulai ngenalin beberapa orang supir yg berangkat dari terminal blok m di jam segitu. Trus, diantara banyak supir2 itu, ada satu supir cewek. Udah beberapa kali pula di supirin sama dia, jadi gaya nyetirnya udah mulai ketangkep sama gue. Dia seneng dengerin lagu kalo lagi nyetir. Dan percaya atau nggak, ternyata supir-supir yang cowok mostly (gue gak bilang semua yaaa...) nyetirnya lebih halus lho dari si cewek itu. Ancang-ancang kalo ngerem juga lebih jauh, jadi penumpang gak pada ngusruk ke depan kalo si supir itu ngerem kyk yg dialamin sama penumpang di bus gue tadi pagi (Gue, syukur Alhamdulillah, dapat kursi krn naik dari Blok M. Kalo naik dari terminal lain sih ya alamat ngusruk juga).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Satu hal lagi yg ngebedain adalah dia lebih sering main klakson. Nah kalo yang ini, gue ngaku deh, gue juga gitu kalo nyetir. Terutama kalo ketemu mikrolet atau metro mini yang berhenti naik turunin penumpang seenaknya apalagi kalau dia udah ngetem seenak udelnya. Wadoh, itu sih langsung aja klakson gue 'tak pencet sekeras-kerasnya pas di sebelah supir (fyi, klakson si jago merah gue maut banget, blaaaarrr gitu lho. Budek budek deh, yg berdiri pas di sebelah mobil pas klakson bunyi) walau abis itu dapat hadiah pelototan mesra dari si supir. Bukan apa-apa, gue paling gak demen sama orang yang gak peduli sama hak orang lain. Dengan berhenti sembarangan dan bikin macet kan dia gak peduli ya sama hak pengendara di belakangnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Nah, balik ke si supir busway cewek itu, gue perhatiin dia tuh dikit-dikit klakson, dikit2 klakson. Kebayang kan suaranya klakson bis segede-gede bagong gitu? Kalo mau tau rasanya diklakson busway, bisa tanya ke Aas. Ya nggak As? Hehehe.... Emang sih kalo ada mobil n motor yang tau-tau nyelonong ya bisa bahaya juga kalo didiemin aja. Perlu juga dibilangin, biar balik ke jalannya yang benar. Entah kenapa kalo cowok yang nyetir kok rada males ya buat mencet klakson. My hubby, for example. Dia akan ngomel kalo ada yang nyelonong di depan dia, tapi jarang mengklakson. Akhirnya gue sebagai penumpang yang terdekat dgn klakson setelah supir (maksudnya duduk di sebelah dia, gitu lho. Kalo lagi duduk di belakang ya nggak la yaw) yang harus ngewakilin dia mencet itu klason. Biasanya sih didiemin aja sama doski. Tapi seringkali ditepak juga tangan gue. Ngeganggu aja, katanya. Lho, dibantuin kok nolak sih?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Perkara pencet memencet ini sedikit banyak gue dapet dari nyokap. Buat yang belum tau, ortu gue tuh hobinya jalan. Jalan kemana aja, gak mesti keluar kota apalagi luar negeri (berat diongkos itu sih. Hehehe...). Jadi kyknya tak ada hari tanpa keluar rumah. Seringnya sih mereka pergi berdua, bokap yang nyetir mobil. Kalopun anak cucu ikut, tempatnya di jok belakang. Jok depan mostly occupied by my mom. Alasan beliyaw, kan sekalian jadi asisten supir. Kalo supir minta minum ato makan, asistennya a.k.a nyokap bisa langsung mensuplai. Begitchu. Oke, itu alasan resminya. Alasan gak resmi, nyokap gue itu orangnya panikan banget. Bokap bawa mobil kencengan dikit, mendadak dia kayak orang kepedesan langsung sh sh shhh gitu. Apalagi kalo bokap udah main salip sana sini (jangan salah, biar rambutnya udah putih semua, bokap gue masih gape banget nyetirnya). Kalo udah begini, tangannya deh mulai bergerak, nyubit paha supir. "Habis kan ibu gak bisa nginjek rem. Ini aja rem-nya," Itu pembelaan dirinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selain nyubit, nyokap juga paling hobi mencet klakson. Kalo gak salah, duluuuuuu.... waktu kita2 masih kecil, bokap sering juga sih protes krn merasa keganggu (hhhmmmm.... kyk menantunya berarti, ya?). Tapi seiring dengan berjalannya waktu (halah, jadi jayus gini bahasanya), akhirnya dia pasrah dan ngebiarin aja klakson diambil alih nyokap. Nah jeleknya, cucunya (ANAK GUE, Bo') ngeliat kebiasaan neneknya itu trus ngikutin! Nah lho, mo marah gak sih laki gue? Udah lah bininya suka klakson2, eeeehhhh.... anaknya juga ikut2. Eit, anak gue gak ngikutin gue lho. Dia ngaku sendiri niruin nenek. Hehehe.... Maklum lah cucu pertama, biar udah segede gitu kalo naik mobil sama nenek masih duduk di kursi depan bertiga sama nenek-inyiknya (untung gak pernah distop polisi krn duduk di jok depan bertiga). Tapi akibatnya begitu deh, tanpa banyak tanya, semua tindakan neneknya ditiru. Termasuk mencetin klakson.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dulu waktu gue belon bisa nyetir dan nyokap masih gape, kemana-mana nyokap nyetir sendiri, terutama waktu bokap ditugasin di balikpapan. Heboh aja kalo liat nyokap nyetir. &lt;br&gt;Tancap gas.&lt;br&gt;Metromini disalip.&lt;br&gt;Begitu lampu hijau, mobil langsung loncat.&lt;br&gt;Klakson sekenceng-kencengnya pas ada yang nyalip.&lt;br&gt;Tiba-tiba rem mendadak karena ada orang yang nyeberang, atau&lt;br&gt;Nggak jadi belok karena pas liat kaca spion di belakang ada truk gede banget&lt;br&gt;(kalo diledekin, doski selalu bilang perasaannya tu truk bakal nabrak kalo dia belok di depannya. Duileee... truk juga punya rem, kali).&lt;br&gt;Sementara tangan sibuk nyetir, mulutnya juga gak kalah sibuk ngomel, apalagi kalau ada orang atau kendaraan lain yang nyelonong di depan dia. Ibu2 banget deh pokoknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kalo gue? Yah, nggak jauh beda deh. Kalo dipikir-pikir, mungkin begitulah perempuan kalo nyetir. Tapi kalo gue sih gak pake ngomel, kok. Karena gue sibuk nyanyi sambil nyetir. Hihihi... Kadang pake goyang-goyang dikit kalo lagunya pas enak. Trus, kalo lagi telat dan dari rumah belom dandan, sempet-sempetin bedakan n pake lipstik sambil nyetir. Hehehehe....Eit, tapi gini-gini gue gak pernah nabrak mobil lain, lho. Nabrak tembok pernah, yaitu tembok garasi rumah. Itu pun karena parkirnya mundur terus emang suasana hati lagi bete banget.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Yang pasti, gue jenis supir yang gak ragu ambil kesempatan. Kalo ada celah di depan, langsung gue tubruk. Kalo di lampu merah dan udah kuning, gue injek gas. Nah, dua hal ini bertolak belakang sama cara nyetir suami. Kalo dia, alon-alon asal kelakon (jawa abis deh). Liat lampu udah kuning, siap-siap nge-rem. Alasannya, kalo ada polisi, kita bisa kena tilang. Tapi kalo dilihat-lihat, dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam hal pekerjaan, gaya kami juga begitu. Dia hati-hati sekali dalam menapaki karir. Gak gampang tertarik ke peluang lain yang menurut gue lebih baik. Sementara gue, kalo ada kesempatan di depan mata, langsung samber. Resikonya pikirin nanti. I mean, kadang kesempatan gak datang dua kali, kan? Itu sebabnya rentang karir gue lebar banget, sementara si mas terus jalan di jalur yang udah dia jalanin sejak lulus kuliah dan masuk dunia kerja. Mungkin itulah beda cowok dan cewek, baik dalam hal menyetir ataupun yang lainnya. Ya nggak?&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-4270581162637378353?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/4270581162637378353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=4270581162637378353&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/4270581162637378353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/4270581162637378353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/08/women-driver.html' title='Women Driver'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-4833484379764114360</id><published>2008-08-11T12:56:00.000+09:00</published><updated>2008-08-11T16:56:48.652+09:00</updated><title type='text'>Lima poin pendidikan anak dalam Islam</title><content type='html'>Ada artikel bagus. Sayang kalo kelewat. Mumpung ada dan inget, di copas aja deh. Enjoy.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/btm/8810164842-lima-poin-pendidikan-anak-dalam-islam.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/atk/btm/8810164842-lima-poin-pendidikan-anak-dalam-islam.htm&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;10 Agu 08 17:01 WIB&lt;br&gt;&lt;br&gt;Oleh Siti Aisyah Nurmi&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bunda, apakah ilmumu hari ini? Sudahkah kau siapkan dirimu untuk masa depan anak-anakmu? Bunda, apakah kau sudah menyediakan tahta untuk tempat kembali anakmu? Di negeri yang Sebenarnya. Di Negeri Abadi? Bunda, mari kita mengukir masa depan anak-anak kita. Bunda, mari persiapkan diri kita untuk itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hal pertama Bunda, tahukah dikau bahwa kesuksesan adalah cita-cita yang panjang dengan titik akhir di Negeri Abadi? Belumlah sukses jika anakmu menyandang gelar atau jabatan yang tertinggi, atau mengumpulkan kekayaan terbanyak. Belum Bunda, bahkan sebenarnya itu semua tak sepenting nilai ketaqwaan. Mungkin itu semua hanyalah jalan menuju ke Kesuksesan Sejati. Atau bahkan, bisa jadi, itu semua malah menjadi penghalang Kesuksesan Sejati.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Gusti Allah Yang Maha Mencipta Berkata dalam KitabNya: &lt;br&gt;“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS 3:185) &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Begitulah Bunda, hidup ini hanya kesenangan yang menipu, maka janganlah tertipu dengan tolok ukur yang semu. Pancangkanlah cita-cita untuk anak-anakmu di Negeri Abadi, ajarkanlah mereka tentang cita-cita ini. Bolehlah mereka memiliki beragam cita-cita dunia, namun janganlah sampai ada yang tak mau punya cita-cita Akhirat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kedua, setelah memancangkan cita-cita untuk anak-anakmu, maka cobalah memulai memahami anak-anakmu. Ada dua hal yang perlu kau amati:&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pertama, amati sifat-sifat khasnya masing-masing. Tidak ada dua manusia yang sama serupa seluruhnya. Tiap manusia unik. Pahami keunikan masing-masing, dan hormati keunikan pemberian Allah SWT.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Yang kedua, Bunda, fahami di tahap apa saat ini si anak berada. Allah SWT mengkodratkan segala sesuatu sesuai tahapan atau prosesnya. &lt;br&gt;Anak-anak yang merupakan amanah pada kita ini, juga dibesarkan dengan tahapan-tahapan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tahapan sebelum kelahirannya merupakan alam arwah. Di tahap ini kita mulai mendidiknya dengan kita sendiri menjalankan ibadah, amal ketaatan pada Allah dan juga dengan selalu menjaga hati dan badan kita secara prima. Itulah kebaikan-kebaikan dan pendidikan pertama kita pada buah hati kita.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pendidikan anak dalam Islam, menurut Sahabat Ali bin Abitahalib ra, dapat dibagi menjadi 3 tahapan/ penggolongan usia: &lt;br&gt;1. Tahap BERMAIN (“la-ibuhum”/ajaklah mereka bermain), dari lahir sampai kira-kira 7 tahun. &lt;br&gt;2. Tahap PENANAMAN DISIPLIN (“addibuhum”/ajarilah mereka adab) dari kira-kira 7 tahun sampai 14 tahun. &lt;br&gt;3. Tahap KEMITRAAN (“roofiquhum”/jadikanlah mereka sebagai sahabat) kira-kira mulai 14 tahun ke atas. &lt;br&gt;Ketiga tahapan pendidikan ini mempunyai karakteristik pendekatan yang berbeda sesuai dengan perkembangan kepribadian anak yang sehat. Begitulah kita coba memperlakukan mereka sesuai dengan sifat-sifatnya dan tahapan hidupnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hal ketiga adalah memilih metode pendidikan. Setidaknya, dalam buku dua orang pemikir Islam, yaitu Muhammad Quthb (Manhaj Tarbiyah Islamiyah) dan Abdullah Nasih ’Ulwan (Tarbiyatul Aulad fil Islam), ada lima Metode Pendidikan dalam Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Yang pertama adalah melalui Keteladanan atau Qudwah, yang kedua adalah dengan Pembiasaan atau Aadah, yang ketiga adalah melalui Pemberian Nasehat atau Mau’izhoh, yang keempat dengan melaksanakan Mekanisme Kontrol atau Mulahazhoh, sedangkan yang terakhir dan merupakan pengaman hasil pendidikan adalah Metode Pendidikan melalui Sistem sangsi atau Uqubah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bunda, jangan tinggalkan satu-pun dari ke lima metode tersebut, meskipun yang terpenting adalah Keteladanan (sebagai metode yang paling efektif).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah bicara Metode, ke empat adalah Isi Pendidikan itu sendiri. Hal-hal apa saja yang perlu kita berikan kepada mereka, sebagai amanah dari Allah SWT. &lt;br&gt;Setidak-tidaknya ada 7 bidang. Ketujuh Bidang Tarbiyah Islamiyah tersebut adalah: (1) Pendidikan Keimanan (2) Pendidikan Akhlaq (3) Pendidikan Fikroh/ Pemikiran (4) Pendidikan Fisik (5) Pendidikan Sosial (6) Pendidikan Kejiwaan/ Kepribadian (7) Pendidikan Kejenisan (sexual education). Hendaknya semua kita pelajari dan ajarkan kepada mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ke lima, kira-kira gambaran pribadi seperti apakah yang kita harapkan akan muncul pada diri anak-anak kita setelah hal-hal di atas kita lakukan? Mudah-mudahan seperti yang ada dalam sepuluh poin target pendidikan Islam ini: &lt;br&gt;Selamat aqidahnya, Benar ibadahnya, Kokoh akhlaqnya, Mempunyai kemampuan untuk mempunyai penghasilan, Jernih pemahamannya, Kuat jasmaninya, Dapat melawan hawa nafsunya sendiri, Teratur urusan-urusannya, Dapat menjaga waktu, Berguna bagi orang lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Insya Allah, Dia Akan Mengganjar kita dengan pahala terbaik, sesuai jerih payah kita, dan Semoga kita kelak bersama dikumpulkan di Negeri Abadi. Amin. Wallahua’lam, (SAN)&lt;br&gt;&lt;br&gt;Catatan: &lt;br&gt;- Lima Poin Pendidikan Anak: -1.Paradigma sukses-2.Mengenal Tahapan dan Sifat-3.Metode-4.Isi-5.Target. &lt;br&gt;- Buku Muhammad Quthb (Manhaj Tarbiyah Islamiyah) diterjemahkan dengan judul “Sistem Pendidikan Islam” terbitan Al-Ma’arif Bandung, dan buku Abdullah Nasih ’Ulwan (Tarbiyatul Aulad fil Islam) diterjemahkan dengan judul Pendidikan Anak Dalam Islam.&lt;br&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-4833484379764114360?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/4833484379764114360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=4833484379764114360&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/4833484379764114360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/4833484379764114360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/08/lima-poin-pendidikan-anak-dalam-islam.html' title='Lima poin pendidikan anak dalam Islam'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-2546146214387958611</id><published>2008-08-08T08:37:00.000+09:00</published><updated>2008-08-08T12:37:41.242+09:00</updated><title type='text'>Duuh!</title><content type='html'>&lt;font style="color: rgb(204, 51, 204);" size="5"&gt;I am soooooo..... bored.&lt;br&gt;&lt;br&gt;No guidance, no responsibility, no work.&lt;br&gt;Could you please tell us what to do, Sir? &lt;br&gt;And not just off busy doing your own thing?&lt;/font&gt;&lt;br&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-2546146214387958611?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/2546146214387958611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=2546146214387958611&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2546146214387958611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2546146214387958611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/08/duuh.html' title='Duuh!'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-1548666816904784387</id><published>2008-08-05T12:39:00.000+09:00</published><updated>2008-08-05T16:39:22.170+09:00</updated><title type='text'>Isn't it Ironic?</title><content type='html'>Istirahat makan siang, kebetulan hari ini makan sendirian karena teman sekantor yang biasa makan bareng belum selesai dengan urusannya di bank. Daripada iseng, kembali ke kebiasaan jelek dari kecil yang selalu jadi bahan omelan nyokap kalo beliau ngeliat gw ngelakuin ini: baca sambil makan. This time, baca koran yang tadi pagi belum selesai dilahap.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di suapan ke-2, gak sengaja mata ngeliat artikel kecil di pojok atas rubrik sekilas metro. Judulnya guru banten belum terima gaji selama 5 bulan. Asli, itu nasi yang udah siap ditelen jadi berhenti di leher. Kebayang gimana susahnya para guru yang pendapatannya gak seberapa itu harus lintang pukang cari pinjaman kesana kemari untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka. Kenapa gw bisa bilang begitu? Karena gaji gw yang pertama kemaren dibayarnya telat walaupun gak setelat mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebelum gajian, gw udah ngerancang pengeluaran ini itu tanggal segini dan segitu. Ternyata sodara2, boro2 akhir bulan, sampe kemaren juga belum keluar duitnya. Kalang kabut deh, terutama temen sekantor (hei, I didn't mention any names here. Don't strangle me) yang anak kos. Kata sang pemberi sih, itu karena alur perjalanannya yang panjang. Kenapa panjang? Karena status kami sekarang masih di bawah pemerintah Indonesia dalam hal ini BNPB (Badan Nasional Penanganan Bencana). So walaupun yang ngasih gaji adalah UNDP, tapi tetep lewat pemerintah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jadi urutannya gini: kami kirim attendance sheet ke UNDP. Sama UNDP, dibuatin cek trus dioper ke Bappenas minta tanda tangan pejabatnya. Dari situ, dioper ke bagian NPM SCDRR (don't ask me what the hell that is. Mene ketehe?). Setelah semua tanda tangan lengkap, balik lagi ke UNDP, trus baru deh duitnya ngucur. Paaaaaanjaaaaangggggg dan laaaaamaaaaa.... Itulah birokrasi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seumur2 gue jadi pegawai, baru kali ini ngeliat rantai gaji yang segitu rumitnya. Perasaan dulu di LIA gak gitu2 amat. Gajian tanggal 25. Bahkan kadang tanggal 23 sore udah bisa diambil (itu kalo tanggal 25 jatuhnya hari minggu). Waktu nerjemahin film.......... Walau ada beberapa kali keterlambatan, tapi biasanya sih gak jauh2 amat dari tanggal 1. Yang kali ini rekor deh, tanggal 5 siang baru muncul.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tapi, semua omelan gw menguap pas baca artikel di koran itu. Duuh... ditunda 5 hari aja udah kayak nunggu bisul di bokong pecah (pernah ngerasain kayak gitu? Sama, gw jg gak pernah sih). Apalagi 5 bulan! Kok ya tega banget orang2 yang nahan gaji para guru bantu itu. Mending banyak, pula. Gaji guru gak tetap, gitu lho. Tapi sampe 808 orang yang nasibnya terkatung-katung begitu. Trus temen sekantor nyeletuk, udah gitu, mereka nggak mogok lho. They keep on teaching, walau sambil menahan lapar. Coba, gimana gak terharu dan ilang selera makan jadinya? Para ibu dan bapak guru yang mulia, semoga Allah meringankan beban kalian dan membalas budi baik kalian. Kalaupun gak di dunia, semoga di akhirat nanti deh. Amiiinn...&lt;br&gt;&lt;br&gt;Nerusin baca koran, tiba-tiba lihat artikel yang menuliskan tersangka Azirwan (udah tau dong, gak perlu di klarifikasi lagi) mengaku memberi uang 2,250 milyar pada Al Amin. Dua koma dua lima milyar, bo'! Duit sebanyak itu buat nyogok? Kalo dipake buat bayar gaji2 para guru bantu itu, udah berapa orang yang tertolong nasibnya selama beberapa tahun, yak? Sontak perasaan sedih gw langsung beralih jd sewot. Ditambah semalam baru lihat tayangan KPK di Trans TV yang ngebahas kasus Azirwan-Al Amin ini. Gimana mereka ketemu di bar hotel Ritz Carlton yang mewahnya naujubillah itu. Gimana mereka masing2 didampingin 2 cewek yg gak jelas identitasnya. Trus Al Amin dan satu cewek keluar ke lorong WC, trus tu cewek manggil Azirwan, yg terus nemuin Al Amin di lorong WC dan ngasih duit. Trus Al Amin ngasih surat2 ke Azirwan, dst, dst. Ada saksi mata pula, satpam hotel/bar. Tapi para tertuduh itu masih terus menyangkal kejahatannya. Duuuhhh... gemes banget deh. Sampe kapan sih kondisi kyk gini akan terus berlangsung di Indonesia? Yang miskin makin terpuruk nasibnya. Yang kaya makin keblinger. Pingiiiiinnnnn deh punya duit buanyaaaakkkk biar bisa bagi-bagiin ke orang miskin (hhhhmmppphh..... Mimpi kali yeee...)&lt;br&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-1548666816904784387?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/1548666816904784387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=1548666816904784387&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/1548666816904784387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/1548666816904784387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/08/isn-it-ironic.html' title='Isn&amp;#39;t it Ironic?'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-6361292641399718137</id><published>2008-08-02T19:18:00.001+09:00</published><updated>2008-08-05T13:18:14.187+09:00</updated><title type='text'>Ada yang bisa bantu?</title><content type='html'>Kemarin dulu ditelpon sama Om, adiknya nyokap. Katanya, Alhamdulillah anaknya, Inna (sepupuku) lulus SMPTN n diterima di ITB. Awalnya sih mereka rada tenang karena konon semua akan ditanggung pemda Indramayu (Inna termasuk salah satu dari 20 pelajar SMA di Indramayu yang terpililh dapat bantuan dari pemda untuk ikut bimbel dan SMPTN di bandung). Tapi ternyata, setelah dijanjikan kemarin akan ada pengarahan, ternyata pemda-nya mangkir, gak ada satupun perwakilannya yang muncul (Gimana sih pemda, bisa mangkir begitu?). Dan akhirnya anak-anak itu gak dapat kejelasan tentang nasib mereka selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah sekarang om sekeluarga bingung, soalnya hari rabu besok adalah jadwal pendaftaran ulangnya, sementara mereka masih belum dapat tempat tinggal untuk Inna di bandung. Si Om nanya aku dengan harapan aku bisa bantu 'cause I've been there. Aku juga jadi bingung, lha, jamanku kuliah di bandung itu kan lebih dari 15 tahun lalu. Udah lama banget, udah banyak banget perubahan di bandung dan aku gak tahu kondisinya sekarang (kyknya tempat kos-ku yang di dago aja udah gak jadi tempat kos lagi). Akhirnya, tanya sana sini deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, teman-temanku sekalian, kalau ada yang punya info tentang tempat kos yang bagus, layak, murah, dan dekat ITB, aku harapkan sekali bantuannya. Kalau gak tau, tapi punya teman atau sodara yang kira-kira tahu, ditunggu juga uluran tangannya. Kami sangat membutuhkan informasi itu sekarang. Sebelumnya terima kasih banyak yaaa.... Semoga Allah membalas kebaikan hati kalian. Amiiin.&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-6361292641399718137?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/6361292641399718137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=6361292641399718137&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/6361292641399718137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/6361292641399718137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/08/ada-yang-bisa-bantu.html' title='Ada yang bisa bantu?'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-5114999099482301556</id><published>2008-07-25T09:05:00.000+09:00</published><updated>2008-07-25T13:05:09.842+09:00</updated><title type='text'>Cita-cita</title><content type='html'>Saya sedang bersantai menonton TV di tempat tidur ketika Reyhan masuk membawa buku Pe-ernya dan selembar kertas. "Ma, ini ada biodata murid, kata bu guru diisi terus dikumpulkan," Dia menyerahkan lembar kertas itu pada saya. Lalu sibuk mengerjakan pe-er. Saya mengambil pulpen dan mulai mengisi pertanyaan-pertanyaan di kertas itu. Seingat saya, tahun lalu sudah pernah mengisinya. Tapi mungkin hal ini selalu dilakukan setiap tahun untuk pendataan ulang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya jawab pertanyaan-pertanyaan itu berurut dari atas. Nama, alamat, nomor telepon. Hobi anak. Hhhmmm.... kalo nggak salah main dan nonton film nih (gak jauh beda lah sama mamanya. Kekekeke....). Pertanyaan berikut, pelajaran favorit. Saya berhenti menulis dan melihat Reyhan, "Pelajaran favorit kamu apa, Han?" Reyhan berhenti mengerjakan pe-er, berpikir sebentar, dan menjawab mantap, "Matematika." Oke. Saya tulis matematika, sambil bersorak dalam hati. Yippiiee... Gak percuma dari umur 2 tahun dinding kamar ditempeli poster angka dan operasi matematika. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Pertanyaan berikutnya, cita-cita. Saya berhenti dan bertanya lagi. "Cita-cita Reyhan apa?" Kali ini agak lama dia diam sebelum menjawab,"Pilot...." (nadanya tidak setegas tadi). "Pilot? Kalau pesawatnya jatuh gimana?" Timpal saya spontan. Reyhan sedikit tertegun. Lalu dia bilang, "Ya udah, terserah mama deh." Saya lalu beri opsi, "Gimana kalo ahli komputer? Kayak bapak gitu." &lt;br&gt;"He-eh", jawab Reyhan sambil lalu, sambil menekuni pe-ernya lagi. Saya pun melanjutkan mengisi formulir itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Keesokan hari, baru saya merasa sedikit terusik dengan percakapan kami. Bukan, bukan oleh jawaban Reyhan. Tapi oleh perkataan saya sendiri. Saya ingat bagaimana waktu kecil dulu, setiap kali ditanya apa cita-cita saya, saya selalu bilang ingin  jadi arsitek. Tapi lalu ibu saya berusaha meyakinkan saya untuk memilih bidang kedokteran dan jadi dokter. Walau pada awalnya setuju, semakin saya besar semakin keras saya menolak keinginan ibu saya untuk jadi dokter. Karena saya yakin sekali saya takkan mampu jadi dokter yang harus menghafal sekian banyak bahan dan hafalan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sekarang, setelah saya sendiri jadi seorang ibu, apakah saya juga melakukan tindakan yang sama dengan ibu saya dulu? Memaksakan keinginan pada anak? Saya dan suami sudah seringkali membahas masa depan anak-anak, dan kami cukup yakin bahwa dengan pengalaman hidup yang sudah dijalani, rasanya kami bisa mengarahkan anak-anak untuk bisa sukses di masa depannya. Tapi apa itu tindakan yang benar atau tidak? I mean, kalau Reyhan ingin jadi pilot lalu saya 'belokkan' agar memilih jadi ahli komputer, tindakan saya itu benar atau tidak, ya? Terus terang, sebagai ibunya, rasanya saya tidak sanggup membayangkan dia jadi pilot, yang sebagian besar waktunya habis di udara, sementara tiap kali dia terbang saya merasa dag dig dug mencemaskan keselamatannya. Di pihak lain, saya tak yakin dia punya alasan kuat untuk menetapkan pilihan itu, dengan kata lain, mungkin opsi 'pilot' keluar karena masih minimnya pengetahuan dia tentang lapangan pekerjaan yang tersedia di kehidupan. Sama halnya dengan saya yang memilih jadi arsitektur dulu, karena saya tak tahu bahwa jadi seorang diplomat ternyata lebih cocok dan menyenangkan buat saya.&lt;br&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-5114999099482301556?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/5114999099482301556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=5114999099482301556&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/5114999099482301556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/5114999099482301556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/07/cita-cita.html' title='Cita-cita'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-8666060499441207517</id><published>2008-07-22T08:53:00.000+09:00</published><updated>2008-07-22T12:53:57.938+09:00</updated><title type='text'>Balada si Pekerja</title><content type='html'>&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;3 minggu bergelut dengan lalu lintas &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; waktu pagi dan sore hari, cukup banyak hal-hal yang sudah saya lihat dan rasakan. Sebenarnya bukan hal baru, tapi karena sudah cukup lama saya tidak berkeliaran di jalan-jalan &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pada waktu jam-jam sibuk, maka saya seperti terbangun dari tidur panjang.    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br&gt;Busway&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dulu, waktu awal pembuatan busway, saya termasuk golongan orang yang kerap menyumpah serapahi kemacetan yang diakibatkan pekerjaan konstruksi itu. Saya pesimis sistem transportasi baru ini bisa mengurangi kemacetan jalan raya &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Tapi sekarang, sebagai salah satu pengguna regular, dengan rendah hati saya akui saya sudah salah mengira. Ternyata busway sangat membantu terutama bagi karyawan rendahan seperti saya ini, yang butuh cepat sampai di tujuan, ingin kenyamanan tapi tidak sanggup mengeluarkan uang banyak :D. Yang lebih menyenangkan lagi, mayoritas pengguna busway adalah karyawan yang akan berangkat ke dan pulang dari tempat kerja. Jadi notabene tidak ada bebauan aneh yang biasanya suka tercium kalau kita naik sarana transportasi umum lain seperti kereta api atau bis &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Selain itu, jalur khususnya juga (agak) mempercepat perjalanan, jadi walaupun jarak yang ditempuh agak jauh, tapi masih bisa diperkirakan waktu tempuh yang akan dijalani sehingga tidak terlalu melelahkan walau harus berdiri sepanjang perjalanan. Berbeda dengan bis &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang seringkali berjalan dengan kecepatan hanya 20 km/jam, berhenti seenaknya di sembarang tempat, sampai nge-tem semaunya (ngerti &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;, apa itu nge-tem? &lt;st1:place&gt;Susah&lt;/st1:place&gt; juga mau pakai istilah lain. Bahasa Inggris nge-tem itu apa ya? Hehehe…&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Satu hal lagi yang membuat perjalanan naik busway makin menyenangkan. Sebagian (belum semua, sih) penumpangnya adalah orang-orang yang mengerti tata krama, dan mau memberikan tempat duduknya kalau ada orangtua, orang hamil, atau bahkan perempuan yang berdiri. Walau baru sebagian, tapi sudah cukup menyejukkan mata dan hati, terlebih kalau ingat bagaimana dulu saya yang ketika hamil 8 bulan dan terpaksa naik bis &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sama sekali tidak mendapat tawaran tempat duduk hingga harus berdiri sepanjang perjalanan padahal jalan macet dan udara sangat panas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Makan siang&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dulu waktu di C’nS, rekan kerja sekantor lumayan banyak dan sebagian besar perempuan. Jadi kalau jam makan siang tiba, berbondong-bondonglah kami keluar ke kantin baseman atau (kalau mau irit) depan tempat parkir. Kalau udara sedang panas dan malas keluar, kami ramai-ramai memesan pada Herman the &lt;st1:place&gt;OB&lt;/st1:place&gt; untuk dibelikan makanan, lalu makan bersama-sama diruang rapat. Acara makan siang itu cukup menyenangkan, saat-saat di mana personel semua bagian berkumpul dan bercanda tanpa ada sekat jabatan. Bahkan seringkali ibu direktur juga ikut makan dan bersenda gurau bersama kami. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sekarang, di kantor baru ini, kami hanya bertiga (ditambah satu direktur eksekutif). Posisi AHA Centre sebagai divisi dari ASEAN seakan menciptakan tembok pemisah antara AHA Centre dan BAKORNAS PB yang gedungnya kami tempati ini. Sulit rasanya untuk menjalin keakraban dengan para karyawan BAKORNAS, walau kami sudah berusaha memperkenalkan diri. Saya awalnya kira itu bisa dilakukan ketika jam makan siang seperti di C’nS dulu. Tapi saya keliru, ternyata mereka mendapat jatah makan siang. Di minggu2 pertama, kami bertiga harus mencari-cari sendiri lokasi makan terdekat dengan kantor, karena tak satupun di antara kami yang mengenal daerah Harmoni ini. Akhirnya kami menemukan juga sebuah kantin sederhana tapi cukup baik tak jauh dari kantor. Di luar dugaan, ternyata harga makanan di sini cukup murah. Sepiring nasi dengan dua macam lauk (sayur dan lauk) hanya berharga 7500 rupiah saja! Bayangkan dengan makanan di kantor suami yang harganya tak kurang dari 10 ribu untuk nasi dan satu macam lauk. Rasanya pun tak kalah, cukup enak untuk skala kantin. Benar-benar pelipur lara.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi selama ini, boss yang selalu dapat jatah kotak makan siang dari BAKORNAS rupanya tak enak hati melihat hanya kami bertiga yang harus membeli makanan dari luar. Beliau terus melobi pihak BAKORNAS dan di minggu ke-3, akhirnya kami juga mendapat jatah makan siang dari kantor. Alhamdulillah, tambah irit lagi deh jadinya. Dan tak perlu susah-susah jalan keluar untuk membeli makan siang (karena di sini tak ada &lt;st1:place&gt;OB&lt;/st1:place&gt; yang bisa dimintai bantuan membelikan makanan).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;The Policy Maker&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Waktu pertama masuk C’nS dulu, namanya belum jadi C’nS, tapi masih sebagai majalah Contact (dan ternyata sampai sekarang pun nama ini masih tetap bergaung. Itulah hebatnya generasi jaman dulu, bisa menciptakan sesuatu yang terus dikenang orang walau bendanya sendiri sudah tidak beredar di pasaran). Hampir setahun di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, majalah Contact berganti nama jadi majalah C’nS dengan konsep, isi dan wajah yang sama sekali baru juga. Sebagai salah satu editor waktu itu, saya turut membidani kelahiran C’nS itu. Saya ikut berdebat dengan teman-teman editor dan petinggi di PP LIA mengenai konsep majalah baru yang akan diluncurkan itu. Kami memilah-milah jenis artikel yang akan ditampilkan dan membahas macam tampilan yang akan kami tunjukkan. Pemilihan nama majalah juga dipikirkan masak-masak sebelum akhirnya direktur memutuskan memilih nama C’nS yang merupakan kepanjangan dari Cool ‘n Smart. In short, saya merasa sangat terlibat dalam semua proses peluncuran majalah itu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sekarang, saya seakan mengulangi sebagian besar proses itu. AHA Centre yang merupakan singkatan dari ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance in disaster management merupakan satu divisi baru yang untuk sementara ini berada di bawah divisi Disaster Management dari ASEAN. Sebagai divisi baru, boleh dibilang semua ketentuan, tugas dan tanggung jawab kami masih kabur, belum ditentukan dengan pasti. Akhirnya, tugas kamilah untuk menerjemahkan ASEAN Agreement (persetujuan Negara-negara anggota ASEAN) dan SASOP (Standard Arrangements dan Standard Operating Procedures) ke dalam sebuah Term of Reference atau juklak kerja kami. Di satu pihak, rasanya melelahkan juga karena kami harus melakukan semuanya sendiri (termasuk set up kantor dan memilah dokumen). Di pihak lain, saya senang juga karena ini berarti saya benar-benar belajar dari nol mengenai semua hal dalam AHA centre ini. Maklum, latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja saya jauh sekali dari pekerjaan saya sekarang ini sehingga amat sangat banyak hal yang tidak saya mengerti. Terlebih, pekerjaan saya kali ini erat sekali kaitannya dengan birokrasi, satu hal yang sebelumnya saya agak-agak ‘alergi’. Ini semua memacu saya untuk terus belajar dan belajar, agar bisa menjawab semua tantangan yang muncul di hadapan saya. Tapi sebagaimana dulu saya optimis dalam mendalami pekerjaan sebagai jurnalis, sekarang juga saya optimis bisa menguasai, atau setidaknya memahami, sekelumit tentang disaster management ini. Karena, suka atau tidak, negara kita termasuk negara yang memiliki resiko cukup tinggi mengalami bencana berdasarkan letak geografisnya. Ini sudah terbukti dengan rangkaian bencana yang terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini. Jadi memang di masa depan nanti, akan sangat dibutuhkan banyak tenaga-tenaga ahli dalam bidang penanganan bencana. Dan itulah yang sekarang jadi tujuan saya (mungkin tidak akan sampai ke taraf ahli, tapi setidaknya mengerti mengenai permasalahan ini).&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tak terasa, sudah lumayan banyak juga saya menulis. Sudah dulu ah, lain kali disambung lagi yaaa…. Selamat bekerja :D&lt;/p&gt;    &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-8666060499441207517?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/8666060499441207517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=8666060499441207517&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/8666060499441207517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/8666060499441207517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/07/balada-si-pekerja.html' title='Balada si Pekerja'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-7955120111595107211</id><published>2008-07-11T17:27:00.003+09:00</published><updated>2008-07-11T18:22:32.268+09:00</updated><title type='text'>The Reason</title><content type='html'>Two of my best friends called. One of them was my housemate in Bandung, and the other was my High School friend. Both of them started the conversation with a question: "So you've started working again?" in a surprise tone. I explained the situation and the background reason to my ex-housemate, and then repeated it within an hour to the latter caller :D. Basically they could understand my explanation, but the conversation got me thinking. Did I do something wrong in deciding to work again?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I should mention also that both of my friends were mothers. The first one has just resigned from her office, but she informed me that her office had asked her to work for them at home (because her kind of work was the one that could be finished at home). Good for you, mate! The second one has just gave birth to her third child and was thinking about retiring. That's why she called me, to asked about what it's like to be a full time mother. And I thought, maybe that's why their tone felt like an accusation for me. Maybe in some way, they felt betrayed by me. When they're ready to retired, I just started to work again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, honestly, the decision to start working again didn't come easily. My first consideration was my children. Would it be OK if I left them at home? Would they mind if the mother who were always by their side gone for most of the days? Would they miss me? Would they have difficulties in adjusting to the new situation? Could I be strong enough to leave them everyday and work in the office, far away from them? Would I make the biggest mistake of my life?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;During the selection process (which took quite a long time), I discussed it over and over again with the light of my life, my husband. I told him about those fears, and I asked him about his feeling towards me working in the office again. His replies assured me. He said, our situation now was a lot better than before, when I had to leave Reyhan to go to work at the office everyday. Back then, our rented house was not satisfying, we were far from my parents' house so it's quite difficult for them to check on Reyhan everytime, and we didn't have a reliable nanny for our child. But now, we lived in our own house in a relatively good neighborhood, it's not far from my parents' house, we had a reliable nanny who love our children sincerely, and Adek Izza was big enough to have her own activities (in other words, to start going to school even though it's only an irregular school).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;His answers reminded me of my conversation with my neighbor in Japan, Mayumi. Once, she said that her children were trully hers for only three years. Why? I asked. Well, after that, they started going to school, have activities of their own and have a world of their own. More oever, the first three years of a child's life was the crucial stage of his/her life when the brain cell absorb most of the fundamental information in one's life. So I enjoyed that first 3 years immensely, she added. She also said that once all of her 3 children went to school, she would start to work. But only part time, she said. So that, when they got home, I'd be home already to welcome them. A great thinking, I said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Looking back to those conversation and my situation now, I could say that my timing was right. Now that my babies were ready to spread their wings and explore the world, I should spare some time for myself. Working in ASEAN has become almost an obsession for me. No wonder, because I have dreamt about it since I was in high school. And now, through some unbelievable strings of events, Allah gave me an opportunity to fulfill that dream.  Should I let that opportunity pass, just like that? I don't think so. That wasn't me. Especially to think that there were so many people who would gladly step in my shoe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After a week of working here, I thought my children had no difficulties in adapting to the new situation. Moreover, now that I have no deadlines, I could give them my full attention once I got home. I never could do this before, since I have to finish the translation in time, although it meant taking break only for praying and bathing. I even ate in front of my computer sometimes! Back then, it's like my body was home but I wasn't there. I got irritated easily, especially when something interrupted my work. Now, I could play with my babies and watch their movies with them. I could teach Reyhan to read Al-qur'an and teach alphabet to Adek. In short, we enjoyed our leisure times a lot more than before.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I wasn't about to defend myself. I still think that above all, a mother should stay at home with her children. I just tried to shed some light on the reason why I decided to work in the office again. I just hoped I did make a right decision on it and would never regret it.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-7955120111595107211?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/7955120111595107211/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=7955120111595107211&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/7955120111595107211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/7955120111595107211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/07/reason.html' title='The Reason'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-573012770782779516</id><published>2008-07-03T16:34:00.002+09:00</published><updated>2008-07-03T18:11:05.662+09:00</updated><title type='text'>Ngantor lagi</title><content type='html'>Kaget kan? Sama, aku juga masih terlongo longo kok. Bangun dan berangkat pagi lagi, pake blazer lagi, kerja di kantor lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor gres-ku ini namanya AHA Centre. Asean Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management. Panjang kali, kan? So, mending sebut aja AHA centre. Ingat dulu pernah ada posting tentang I have a dream? Well, this is it. To work in ASEAN. Norak gak sih? Mungkin ada yang bilang, segitu aja mimpinya. Biar deh, dibilang begitu. Awalnya sih karena setiap hari pulang sekolah selalu ngelewatin sekretariat ASEAN. Trus, aku selalu ngebatin, kayak apa ya rasanya kerja di ASEAN? Asik kayaknya. Bisa bertemu orang-orang dari negara lain (setidaknya dari Asia Tenggara) dan bisa jalan-jalan ke negara2 lain (ketauan deh, maunya apa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kuliah dan nyelonong masuk Fisika, kayaknya impian itu makin jauh aja.  Tapi setelah melalui berbagai profesi, mulai dari geoelectric field engineer, english teacher, editor, managing editor, chef dan freelance translator, akhirnya bisa juga aku masuk ke ASEAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, here I am. In a brand new office, literally. Karena divisi AHAC ini baru, jadi kantornya juga baru diset-up. Semua komputer dkk masih dalam kardus. Meja masih mulus dan berdebu. Ya sud, hari pertama dihabiskan untuk beres-beres ruangan (so what's the use of wearing a formal suit, I ask you?). Tau cuma bakal beres2, mending pake kemeja n celana jeans deeehhhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dah ah, mo pulang dulu. Dah cape beres2, dah sore. Time to go home. Ta ta....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-573012770782779516?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/573012770782779516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=573012770782779516&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/573012770782779516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/573012770782779516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/07/ngantor-lagi.html' title='Ngantor lagi'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-5477996332274057273</id><published>2008-06-07T11:35:00.000+09:00</published><updated>2008-06-07T15:35:01.499+09:00</updated><title type='text'>Playing with Buttercream contest</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Pada suatu hari, tiba-tiba ada tiupan terompet menandakan adanya pengumuman penting (emangnya taon baruan, yak, pake niup terompet? Hehehe...). Yak, yang bagian itu emang rekayasa. Tapi pengumumannya nggak. Ceritanya nih, salah seorang anggota milis kuliner yg aku ikutin ngadain kontes kecil2an. Temanya gak jauh dari per-kuehan, lah. Judulnya playing with buttercream. Trus si &lt;a href="http://andrieanne.blogspot.com/"&gt;jeng cantik itu&lt;/a&gt; dengan baik hati menyediakan hadiah utama, sambil mengundang rekan2 lain buat menyumbang hadiah. Jadi aja, yang tadinya cuma ada satu hadiah, lama-lama membengkak dan akhirnya jadi ada 5 hadiah! Hebring yak? Semoga kebaikan para pemberi hadiah itu dibalas oleh Allah SWT dan rejekinya tambah lancar. Amin. Hehehe...&lt;br&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;Trus, Ully tea, paling gak bisa ngelewatin tantangan, dooong... Jadilah daku berpikir, kira2 apa yang mau dijagoin, yak? Bikin bunga, biasa ah. Terus apa? Mikir punya mikir, trus keinget sama salah satu 'masterpiece'ku. Dinosaurus cake. Kayaknya boleh juga tuh dicalonin, karena luarnya emang full dilapis buttercream dan I'm sure selama ini belom pernah ada yang bikin model kayak gitu juga. Ya deh, itu aja. Jadilah aku kirim email ke Anne utk daftar kontes ini secara resmi sekaligus ngasih tahu link-nya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/SEoq2woKCC4AAHQcP9c1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.nuzulialatifah.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SEoq2woKCC4AAHQcP9c1/dino%20hikari1%20copy.jpg?et=U3f8N2BRmXYoJ1FbmZM6%2BQ&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Tapi, waktu pengumuman round-up dikeluarin, lho, mana Dino-ku??? Ternyata emailnya nyasar, sodara-sodara. Tapi jeng Anne emang penuh cinta deh (sesuai nama blognya). Dia masih kasih kesempatan aku kirim lagi dan dimasukin sbg peserta juga. Jadilah si Dino peserta paling buncit. Makasih banyak ya Ann.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seneng aja ngeliat hasil karyaku berdampingan dengan entry peserta-peserta lain yang kueren-kueren pisan. Gak terlalu malu-maluin, kok. Walaupun itu karya jadul dan waktu ngebikinnya itu ilmuku belum seperti sekarang (duileee... emang sekarang udah secangih apa seeehhh? Malu deh...). Nah, buat yang mau liat kayak apa entry peserta lain, silahkan deh meluncur ke &lt;a href="http://andrieanne.blogspot.com/"&gt;sana&lt;/a&gt;. Daaannn... don't forget to vote for me ya. Makaciiihhh&lt;br&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-5477996332274057273?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/5477996332274057273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=5477996332274057273&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/5477996332274057273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/5477996332274057273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/06/playing-with-buttercream-contest.html' title='Playing with Buttercream contest'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-6813413042175598064</id><published>2008-05-28T07:06:00.000+09:00</published><updated>2008-05-28T11:06:26.750+09:00</updated><title type='text'>Berkebun</title><content type='html'>  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Teman saya &lt;a href="http://duamatasaya.multiply.com/"&gt;ini&lt;/a&gt; menulis tentang trik untuk menyiasati kenaikan harga BBM dan harga-harga. Saya sekarang ingin sedikit menambahi tulisannya. Selain cara-cara yang diterapkan Gina, saya juga punya ide lain. Sebenarnya sederhana saja, yaitu tanamlah tanaman yang bisa kita nikmati hasilnya, seperti tanaman buah dan sayuran. Ini tercetus waktu di jepang dulu, ketika saya tidak bisa menemukan cabai merah di supermarket (ternyata orang jepang gak suka pedas. Saya baru tahu waktu itu…). Lalu, iseng-iseng saya kumpulkan biji cabai merah yang saya bawa dari &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan saya tanam dalam pot kecil karena apartemen kami di lantai dua, gak punya pekarangan. Eh, ternyata tumbuh (kebetulan waktu itu musim semi, jadi udaranya mirip2 sama di &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;). Dari &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, saya jadi berangan-angan kalau nanti punya rumah dan ada halamannya, saya akan tanam tanaman seperti itu, setidaknya pohon cabai deh.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Jadilah di rumah yang sekarang kami tempati saya sibuk menggali-gali dan memberi pupuk biji-bijian itu. Saya tanam biji cabai, rambutan rapeah (rapiah? Apa sih namanya, yang kecil-kecil tapi manis itu lho), alpukat (kalau ini udah agak tinggi karena ditanam di rumah&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt; kontrakan dulu), lengkeng (ini beli pohon bibit, jadi sekarang udah lumayan tinggi), nanas, durian (walau belum keliatan tunas sama sekali), dan jeruk nipis (yang ini idem, tunasnya saja belum nongol). Lalu setiap pagi dan sore disirami. Kalau saya tidak sempat, ya asisten yang mewakili. Mudah kok menanam tanaman itu, terutama cabai. Baru sebentar ditanam, sudah muncul tunas2 pohonnya.&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/SDy9tAoKCC4AAFs0PT41"&gt;&lt;img class="alignright" src="http://images.nuzulialatifah.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SDy9tAoKCC4AAFs0PT41/cabai%20hijau.jpg?et=v5yATJKKpzHHdFvXy6q%2Cuw&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Komentar ibu saya yang melihat saya&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt; berjibaku mengurusi tanaman dan rumput (iya. Rumput juga saya yang tanam sendiri) begini: (mind you, beliau tidak bicara langsung sama saya tapi saya tak sengaja dengar obrolannya dengan anak saya) Mama kamu itu emang aneh. Dulu nenek susaaaaahhhh banget ngajak dia ikut ngurusin tanaman. Eeeh… sekarang malah getol sendiri nanam macam2. Saya jawab saja sambil nyeletuk, beda dong bu. Dulu &lt;st1:state w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; di rumah ibu. Kalo sekarang &lt;st1:state w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; rumah sendiri. Yeeee…. Kata ibu saya bete (ketakjuban itu juga berkali2 diungkap ibu saya kalau melihat kue2 saya, meaning, dulu mau diajari masak sampai harus diuber-uber. Sekarang malah jadi tukang kue. Hehehe…)&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/SDy9NQoKCC4AAE7ThDw1"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.nuzulialatifah.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SDy9NQoKCC4AAE7ThDw1/pohon%20cabaiku.jpg?et=05H%2BLPPN0FDdr473fWxhhQ&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Dan, inilah hasilnya. Awalnya sempat kecewa, karena kok yang ditanam biji cabai merah besar, tapi cabainya tidak sampai jadi merah, masih hijau, sudah layu dan gugur. Lalu, setelah beberapa hari tidak keluar rumah karena banyak kerjaan, tiba-tiba waktu sore-sore iseng lihat-lihat tanaman, eeh… ada 3 buah cabai yang sudah berwarna merah. Waaahhh senangnya. They’re the most beautiful cabais I’ve ever seen (duilee… segitunya). Sayangnya saya lihat sebagian daunnya dimakan &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;hama&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, entah semut, entah belalang. Sebenarnya ada cara buat mengusir &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;hama&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; itu, yaitu disemprot air rebusan tembakau. Dulu sudah pernah saya lakukan dan memang berhasil. Tapi belakangan ini memang lupa untuk diulang.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Jadi semangat nih untuk merawat tanaman yang lain. In the future, saya ingin coba juga menanam sayur-sayuran seperti sawi atau bokcoy dalam pot. Saya pernah membaca tentang seorang pengusaha sayur mayur yang menanam sayurannya dalam pot dan hasilnya tidak kalah dengan yang ditanam di tanah. Saya mau tanam sedikit saja, paling tidak cukup buat dikonsumsi sendiri deh. Lumayan jadi menghemat &lt;st1:state w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;, gak usah beli lagi, tinggal petik di pekarangan? (Kalau mau lebih ekstrim, bisa juga kali pelihara ayam sendiri, buat kolam ikan sendiri, pelihara kambing/sapi sendiri? Hahahaha….).&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;PS: nasib pohon cabai saya di jepang tidak sebagus yang di sini. Waktu tingginya sekitar 15 cm, oleh Reyhan yang waktu itu baru 3,5 tahun potnya diterjunkan dari teras apato. *Sigh.&lt;/p&gt;    &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-6813413042175598064?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/6813413042175598064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=6813413042175598064&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/6813413042175598064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/6813413042175598064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/05/berkebun.html' title='Berkebun'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-314276625808324942</id><published>2008-05-22T16:37:00.001+09:00</published><updated>2008-05-23T09:38:25.599+09:00</updated><title type='text'>Ketika dia tidur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/photos/hi-res/upload/SDVaEQoKCC4AACDWnuI1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.nuzulialatifah.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SDVaEQoKCC4AACDWnuI1/Izza%20Reyhan%20bobok%20copy.jpg?et=iBVKUw4jrSxYg5OSYJlInw&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya senang mengamati orang yang sedang tidur. Menurut saya, di waktu itulah kita bisa melihat seseorang apa adanya. Tanpa pretensi. Tanpa polesan. Hingga semua keletihan dan kedamaian tercermin di wajahnya. Terlebih kalau yang tidur adalah anak-anak. Kepolosannya akan tampak jelas dan mengundang belas asih.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Beberapa hari yang lalu, saya lihat salah seorang keponakan saya tidur pulas. Untuk selamanya. Setelah sakit mendadak beberapa jam, tubuh kecilnya yang belum genap berumur 9 bulan tak kuasa menahan derita dan akhirnya menyerah. Kembali kepada sang Khalik. Ketika kami melihatnya, dia benar-benar seperti sedang tidur lelap. He looked just like an angel. Wajahnya yang lucu, pipinya yang bulat dan menggemaskan. Sekilas tak terlihat bahwa hanya jasad tak bernyawa yang terbaring di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Hanya bibirnya yang biru yang menjadi pertanda. Di sisinya, sang bunda terisak, menyesakkan dada setiap orang. Kami yang ingin menghibur akhirnya juga tak kuasa menahan haru dan hanya bisa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;memeluknya erat. Keharuan semakin dalam ketika melihat ke-3 kakaknya yang juga masih kecil-kecil tapi sudah bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Bahwa dedek bayi mereka tak akan pernah bangun lagi dari tidurnya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Saya pernah kehilangan seorang adik, dulu, waktu masih kecil. Walau ketika itu baru 13 tahun, tapi seluruh rangkaian kejadian itu masih sangat segar dalam ingatan, seakan baru terjadi kemarin. Adik saya meninggal ketika dia sedang mengikuti acara sebuah organisasi di luar &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Jadi bisa dibayangkan betapa kagetnya kami ketika menerima kabar bahwa dia sudah tiada. His death changed our lives forever. Saya menyaksikan dua lelaki yang sangat saya segani, kedua kakek saya, jadi lemas tak bertenaga dan menangis terisak. Kakek dari pihak ayah, inyik saya, berkali-kali berkata bahwa anak tak seharusnya meninggal mendahului orangtuanya. Saya menyaksikan bagaimana rambut ayah saya memutih dalam waktu hanya sebulan. Saya melihat perubahan drastis dalam diri ibu saya yang semula carefree dan optimis menjadi tertekan dan senantiasa was-was. Sementara saya dan adik bungsu saya, senantiasa berada di bawah bayang-bayang almarhum. Maklum, ketika seseorang berpulang, maka orang-orang yang ditinggalkannya akan cenderung mengingat semua hal-hal yang positif darinya. Terlebih memang diantara kami bertiga, almarhum-lah yang paling tampan, cerdas, berbakat seni dan berbudi bahasa baik. Sebelum menikah dan punya anak, agak sulit bagi saya untuk memahami apa yang dialami oleh kedua orangtua. Tapi semua langsung berubah sejak saya punya anak. Sejak itu saya jadi sangat mengagumi ketabahan kedua orangtua.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Sebenarnya kita mengerti &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bahwa harta dan keluarga adalah titipan dari Allah, yang bisa sewaktu-waktu diminta kembali oleh sang Empunya. Kehilangan harta bisa lebh diterima. Tapi bagaimana kalau kehilangan orang yang kita cintai? Terlebih kalau orang itu adalah buah hati kita, yang telah kita kandung dengan susah payah selama 9 bulan, yang telah kita rawat dengan penuh kasih sayang sejak dia dilahirkan? Nabi membimbing kita agar mencintai Allah dan RasulNya diatas segalanya, jauh daripada kecintaan kita terhadap harta dan keluarga. Agar ketika salah satu darinya hilang dari hidup kita, maka keimanan terhadap Allah akan menguatkan diri dan hati kita. But what are we suppose to do? Should we love our kids less? How could you love your kids less? Itu pertanyaan besar untuk saya dan saya masih berusaha mencari jawaban yang paling tepat. Kalau ada diantara teman sekalian yang bisa memberi pencerahan, saya akan sangat berterima kasih. &lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-314276625808324942?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/314276625808324942/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=314276625808324942&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/314276625808324942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/314276625808324942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/05/ketika-dia-tidur.html' title='Ketika dia tidur'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-2038592983326415416</id><published>2008-05-12T11:25:00.002+09:00</published><updated>2008-05-12T11:33:03.466+09:00</updated><title type='text'>Piala Thomas dan Uber</title><content type='html'>Sekarang lagi seru-serunya pertandingan Thomas dan Uber Cup. Kira-kira menang gak ya? (Kayana mah susah euy. China gila-gilaan kuatnya). Yah, daripada pusing mikirin BBM mau naik, mendingan menyalurkan ketegangan nonton pertandingan bulutangkis aja deh. Awalnya udah cukup bagus sih, Thomas team ngalahin Thailand 3-2 (walau seharusnya bisa 5-0 if only kedua tunggal itu tampil lbh OK) dan Uber team ngalahin Jepang 4-1. Go Indonesian Team!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Karena ada pertandingan-pertandingan ini, Ricky Subagja jadi hampir tiap hari nongol di TV. Siiip lah. Kekekeke....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-2038592983326415416?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/2038592983326415416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=2038592983326415416&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2038592983326415416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2038592983326415416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/05/piala-thomas-dan-uber.html' title='Piala Thomas dan Uber'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-4063980864486986381</id><published>2008-04-23T14:10:00.003+09:00</published><updated>2008-04-23T16:06:09.470+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku bagus'/><title type='text'>AAC versus CHSI</title><content type='html'>Saya membeli kedua buku itu bersamaan. Ayat-ayat cinta saya beli karena penasaran mendengar kehebohan film-nya yang konon sudah ditonton 3,5 juta orang. Lalu, setelah mengambil buku itu, saya tertarik melihat buku yang satunya, Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia. Saya baca sekilas, sepertinya bagus juga. Jadilah keduanya saya masukkan kantung belanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumah, saya buka buku AAC lebih dulu. Setelah membaca beberapa halaman, hhmmm.... tidak terlalu istimewa. Gaya bahasanya kurang cocok untuk saya. Saya beralih membaca buku satunya. Nah, yang ini lebih 'nendang' buat saya. Cerita-cerita yang diambil dari true story dan sebagian besar mengenai istri yang teraniaya membuat saya terlarut dan meleleh membacanya. Dan sebagian besar perempuan yang dikisahkan di buku itu bukanlah perempuan biasa. Mereka perempuan terpelajar, dari keluarga baik-baik dan dengan tingkat perekonomian cukup mapan. Kok bisa? Sempat tercetus kekhawatiran jikalau suatu hari kisah seperti itu akan terjadi di keluarga saya. Untung, &lt;a href="http://diahpermatasari.blogspot.com/"&gt;sahabat saya ini&lt;/a&gt; bisa menenangkan hati saya hingga kekhawatiran itu sedikit demi sedikit lenyap. Apalagi setelah suami tercinta, yang entah bagaimana bisa membaca kekacauan hati saya, tanpa banyak bicara bisa memulihkan kepercayaan diri saya yang sempat goyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habis buku pertama, akhirnya saya ambil juga buku AAC. Saya ulang membaca dari awal. Lembar demi lembar, bab demi bab, ternyata memang mengasyikkan. Tulisannya lugas tapi memikat. Walaupun kisahnya fiktif, tapi banyak hal yang bisa diterapkan dalam kehidupan seperti bagaimana memperlakukan pasangan dalam berumah tangga, ahlak muslim dan muslimah,  percintaan yang islami bahkan tata cara malam pertama menurut Islam. Tak berlebihan kalau novel ini disebut sebagai pembangun jiwa, dengan adanya cuplikan-cuplikan ayat suci Al-Qur'an, hadis-hadis dan bahkan puisi-puisi yang ditempatkan di bagian yang sangat sesuai, bukan hanya tempelan pemanis saja. Saya jadi berpikir, andai saja ada lebih banyak remaja muslim seperti Fahri dan muslimah seperti Nurul dan Aisha di dunia ini, saya rasa Islam tidak akan mendapat label-label negatif seperti yang terjadi sekarang. Dan  setelah selesai membaca novel itu, saya seakan memandang lingkungan ini dari kacamata yang baru. Kalau dulu pemandangan anak-anak muda berpacaran, bergandengan tangan atau bahkan berangkulan tidak mengusik saya atau bahkan merupakan hal yang sewajarnya, setelah menyelesaikan AAC saya jadi membatin, betapa jauhnya Islam dari keseharian kita. Agama hanya identik dengan shalat, puasa, pergi haji, dan zakat. Memang benar sekali sabda junjungan Rasulullah bahwa ada masanya nanti umat islam akan menjadi seperti buih di lautan. Banyak, tapi tidak berdampak. Dan bisa dihapuskan dengan sangat mudah. Sekarang, masa itu sudah tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya tidak afdol bicara islam kalau tidak menyinggung masalah poligami. Di dalam novel AAC juga ada bagian yang memuat kisah poligami tokoh-tokoh utamanya. Tapi, menurut saya pribadi, penggambarannya tidak mengarah kepada anjuran untuk berpoligami. Di kisah ini, keputusan untuk berpoligami lebih dikarenakan alasan kemanusiaan dan dakwah. Wanita yang dijadikan istri kedua adalah wanita yang sedang sakit parah dan membutuhkan bimbingan untuk bisa menemukan hidayah dari Allah SWT, bukan wanita muda segar bugar cantik jelita :P. Tindakan itu juga dilakukan atas desakan istri pertama, yang merasa sangat membutuhkan bantuan wanita 'calon madu'nya dan tidak mau kehilangan suami karena fitnahan keji. Mungkin, kalau ada alasan yang tepat untuk berpoligami, inilah salah satunya. Selain mengikuti teladan Rosulullah, tentunya, yang sebagian besar istrinya adalah janda-janda tua yang ditinggal mati syahid suaminya, berusia diatas 55 tahun dan memiliki banyak anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saya memang kurang banyak membaca buku-buku 'pembangun jiwa' seperti ini sehingga sangat membekas di hati, entahlah. Yang pasti, untuk saya saat ini, kedua buku inilah yang jadi favorit saya. Bahkan bisa membuat saya melupakan seri Harry Potter yang membius itu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-4063980864486986381?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/4063980864486986381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=4063980864486986381&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/4063980864486986381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/4063980864486986381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/04/aac-versus-chsi.html' title='AAC versus CHSI'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-7923344651082338220</id><published>2008-04-21T11:21:00.002+09:00</published><updated>2008-04-21T11:39:40.540+09:00</updated><title type='text'>Apanya yang terhormat?</title><content type='html'>Koran kompas minggu, halaman pertama.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anggota DPR sita kamera video.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Saya pikir beritanya tentang apa. Mungkin anggota DPR itu menyita kamera video yg dipakai untuk kejahatan. Ternyata, setelah dibaca, kamera itu disita karena dipakai oleh satpam untuk merekam kelakuan tak terpuji&lt;span style="font-style: italic;"&gt; sang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; anggota DPR sendiri. &lt;/span&gt;Ceritanya, si anggota DPR itu mau memaksa mobilnya keluar dari halaman parkir gedung lewat pintu gerbang masuk. Jelas gak diperbolehkan sama petugas, kan berbahaya dan bisa mencelakakan pengemudi yang lain, toh? Tapi si anggota DPR malah ngotot, dan akhirnya memaki-maki sang petugas satpam. Konon sempat keluar kata-kata seperti ini: "Saya ini anggota dewan. Kalian rakyat kecil, tahu apa?" Karena ribut-ribut itu, salah seorang petugas parkir langsung mengambil kamera handycam yg memang disediakan oleh pihak pengelola gedung untuk merekam keributan semacam itu. Waktu sadar dia direkam, si anggota DPR lalu merebut kamera itu. 2 orang pengawalnya menghalang-halangi petugas yang berusaha mengambil kembali kamera dan berlalulah mereka dari sana. Apesnya, penggantian kamera yang baru berumur 4 bulan itu dibebankan pada petugas satpam yg bersangkutan, jadi gajinya dipotong untuk menggantikan harga kamera itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya meradang sekali membaca berita ini. Apakah seperti itu kelakuan anggota dewan yang terhormat? Seenaknya melanggar peraturan dan tersinggung ketika diingatkan bahkan menyerang balik? Karena merasa diri terhormat, lalu semua orang lainnya cuma sampah dimatanya? Apanya yang terhormat? Tak heran Indonesia makin hari makin terpuruk. Para wakil rakyat bukannya sadar posisi sebagai wakil, malah merasa jadi dewa yang harus disembah. Jadi anggapan dan  pandangan masyarakat selama ini memang benar adanya. Seperti itulah kualitas manusia-manusia yang terpilih untuk menduduki kursi kehormatan itu. Jadi ini salah siapa? Rakyat yang memilih, atau partai yang menetapkan para wakilnya? Tentunya partai tidak mau disalahkan. Jadi yang salah, akhirnya, rakyat lageee.... rakyat lageee.... Cape deeehhhh jadi rakyat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-7923344651082338220?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/7923344651082338220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=7923344651082338220&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/7923344651082338220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/7923344651082338220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/04/apanya-yang-terhormat.html' title='Apanya yang terhormat?'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-3858071736675974864</id><published>2008-04-18T23:52:00.002+09:00</published><updated>2008-04-19T01:16:34.791+09:00</updated><title type='text'>My dream</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Be careful with what you wish for, 'cause you might just get it&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baca pepatah itu bertahun-tahun yang lalu, dan sangat berkesan hingga selalu saya ingat sampai saat ini. Kenapa? Karena artinya dalam sekali. Buat saya, pepatah itu berarti apa yang kita inginkan dan dapatkan tidak selalu baik bagi kita. Dan apa yang tidak berhasil kita raih bukan selalu berarti kegagalan dan buruk jadinya bagi kita. Efeknya, saya selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan. Tengok-tengok, tanya kiri kanan, kupas luar dalam. Dan walhasil, setelah keputusan diambil dan dijalankan pun, saya terkadang masih bulak balik berpikir, benarkah keputusan yang sudah saya ambil? Apakah memang itu yang terbaik buat saya? Bagaimana kalau... dst, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di islam, ada istilah istidraj, yaitu kenikmatan yang sebenarnya adalah azab. Nauzubillah, jangan sampai itu terjadi pada saya. Seringkali setelah mendapat kenikmatan, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah benar ini hadiah Allah? Apakah akan ada bencana dibaliknya? Salahkah saya sudah meminta sesuatu yang sebenarnya tidak sesuai bagi saya yang pada akhirnya akan membawa akibat buruk bagi diri saya sendiri? Contoh yang paling jelas adalah ketika lulus UMPTN dulu. Saya seorang diri di kota asing, tanpa saudara, teman baru segelintir, dapat tempat kost yang sama sekali tidak menyenangkan, rasanya sengsara sekali. Hampir setiap malam saya menangis, menyalahkan diri sendiri kenapa memilih mendaftar ke sana? Kenapa saya tidak kuliah di jakarta saja, di universitas cadangan yang sudah menerima saya, dan kenapa kenapa lainnya. Di Jakarta, ibu saya juga sama sengsaranya dengan saya. Melepas anak gadis satu-satunya di tempat asing yang tidak berkenan untuknya. Beliau selalu menelepon setiap hari mengecek keadaan saya, dan setelah itu, menurut cerita ayah saya, jadi tak bernafsu makan. Untung keadaan itu tidak lama, hanya dua bulan, setelah itu saya pindah ke tempat yang jauh lebih baik di mana saya tinggal sampai kuliah hampir selesai. Tapi di masa awal-awal itu, saya sempat meragukan pilihan saya. Dan saya sempat berpikir, mungkin saya salah telah berdoa agar lulus UMPTN dan diterima di kampus tercinta itu. Mungkin Allah ingin menunjukkan pada saya bahwa tidak semua yang saya inginkan itu adalah baik bagi saya, walaupun akhirnya Syukur Alhamdulillah semua prasangka buruk saya itu salah adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berangkat ke Jepang, keadaan itu seperti terulang lagi. Kami berdua, saya dan suami, diliputi keraguan yang hebat untuk memutuskan apakah akan berangkat atau melepas tawaran yang baik itu. Sebagian besar keraguan disebabkan oleh pihak ke-3 yang entah kenapa memberikan banyak gambaran buruk pada kami. Menurutnya, kepergian kami hanya akan berujung sengsara. Dia memprediksi bahwa sepulang kami dari jepang, kondisi kami akan semakin jatuh dan keuangan kami akan porak poranda. Kami bimbang, benarkah akan begitu adanya? Untungnya, orangtua saya dan mas sangat mendukung kepergian kami. Merekalah yang menyemangati kami untuk tidak ragu dan berusaha sekuatnya agar bisa mendapat yang terbaik di negeri orang. Dengan mengucap Bismillah, kami berangkat dan sekali lagi, Alhamdulillah, semua prediksi buruk itu tidak benar. Justru sepulang dari sana, mas mendapat peningkatan karir yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I have a dream. Sejak remaja dulu, ada sesuatu yang selalu mengusik hati saya. Tapi mimpi itu saya simpan rapat-rapat, karena tak tahu bagaimana cara mewujudkannya. Sedikit demi sedikit, hal itu menjadi obsesi dalam diri dan terpendam dalam, bahkan sedikit terlupakan. Baru-baru ini saja saya ungkapkan obsesi saya itu pada orang-orang terdekat: suami, adik, sahabat. Itupun karena tiba-tiba saya mendapat pilihan yang bisa membukakan pintu kesempatan itu. Dan sekali lagi, keraguan menyelimuti hati saya. Haruskah saya wujudkan mimpi itu? Apakah&lt;br /&gt;akan membawa akhir yang baik atau buruk bagi saya dan keluarga? Walau suami tercinta menyatakan dukungannya, tapi saya tetap merasa tak karuan. Kalau impian itu terwujud, artinya my dream finally comes true. Dan itu bisa membuka jalan bagi terwujudnya mimpi-mimpi kami yang lain. Tapi banyak yang menjadi taruhannya. Dan taruhan itu sangat berat. Di lain pihak, kalau ternyata pintu itu tetap tertutup, saya rasa saya akan merasa cukup terpukul. Dan impian itu akan terkubur selamanya. Walau saya akan terus berusaha membesarkan hati dengan kalimat klise: Mungkin itulah yang terbaik bagi saya. Sementara ini, saya berusaha memantapkan pilihan sambil terus berdoa, Ya Allah, berikanlah apa yang menurutMu terbaik bagi saya dan keluarga saya. Dekatkanlah kami dengan ridhoMu. Amiiinnn... (bantu saya berdoa ya, temans).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-3858071736675974864?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/3858071736675974864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=3858071736675974864&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3858071736675974864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3858071736675974864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/04/my-dream.html' title='My dream'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-2485830062920448389</id><published>2008-04-13T10:06:00.000+09:00</published><updated>2008-04-13T14:06:49.996+09:00</updated><title type='text'>Gantian</title><content type='html'>Alhamdulillah, multiply udah bisa ditengokin lagi. Eeeeeh.... ternyata gantian blogger yang di block.  Aduh.... blog go blog go blog deh. Piye tho iki? Maunya provider apa toh (ini kerjaannya spidi kan, bukan pemerintah sendiri yg nutup? Ato emang pemerintah langsung? Tau ah, pusiiiinggg.... pussiiiiingg.....  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-2485830062920448389?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/2485830062920448389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=2485830062920448389&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2485830062920448389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2485830062920448389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/04/gantian.html' title='Gantian'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-8931411346491471944</id><published>2008-04-01T12:13:00.002+09:00</published><updated>2008-04-01T12:25:04.834+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my babes'/><title type='text'>Kid's Wits</title><content type='html'>Suatu hari, waktu lagi jalan-jalan ber-4 naik mobil, Reyhan duduk di sebelah bapak yang nyetir, mama dan adek di belakang. Reyhan gak bisa diem banget, adaaaaa.... aja yang dipegang. Sampe berbusa mulut mama nyuruh dia duduk tenang. Tiba-tiba, dia merosot dari kursi trus melongok-longok ke bawah dashboard. Bapak yang merasa keganggu jadi kesel, nyuruh reyhan duduk lagi yang tenang. Tapi Reyhannya tetep aja longok-longok. Akhirnya mama tanya:&lt;br /&gt;"Nyari apa sih, Han?"&lt;br /&gt;"Nggak," Sambil terus longok-longok.&lt;br /&gt;"Kalo nggak, jangan begitu dong. Duduk aja yang bener."&lt;br /&gt;"Aku lagi cari giginya mobil, ma. Mana sih? Waktu itu aku cari di depan gak ada. Di sini kok gak ada juga?"&lt;br /&gt;Mama sama bapak ngakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saluran air kamar mandi dan dapur mampet, mama sama pembantu berjibaku mompa dan ngebersihin saluran di kamar mandi. Reyhan yang baru masuk setelah main dari luar, ikut ngelongok ke kamar mandi. Komentarnya:&lt;br /&gt;"Mampet ya ma?"&lt;br /&gt;"Iya."&lt;br /&gt;"Sama dong sama idung aku," (kebetulan memang dia lagi flu) sambil ngeloyor pergi keluar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adek lagi asik nonton acara idola cilik sambil joget-joget niruin penyanyi di TV (judul acaranya idola cilik, yang nyanyi anak-anak, kenapa lagunya lagu orang tua seperti percayalah kasih, dll ya?). Mama komentar:&lt;br /&gt;"Dek, nanti adek ikut acara itu ya."&lt;br /&gt;"Iya," jawab adek sambil terus goyang.&lt;br /&gt;"Adek nyanyi lagu apa? Lagu mulan ya?"&lt;br /&gt;"Iya," adek asal jawab.&lt;br /&gt;"Lagu apa, ma?" Reyhan tanya.&lt;br /&gt;"Lagu Mulan, itu tuuhhh..." Mama gak mau perjelas maksudnya.&lt;br /&gt;"Oo.... Yang ini ya, Ambilkan Mulan-ku..." kata Reyhan serius.&lt;br /&gt;Bapaknya ngakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adek kalo mandi, pake shampoo, terus rambutnya dibentuk aneh-aneh, ditarik sana sini jadi kayak tanduk. Trus dia bilang:&lt;br /&gt;"Ma, mau liat kaca. Aku cantik apa cantik?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-8931411346491471944?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/8931411346491471944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=8931411346491471944&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/8931411346491471944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/8931411346491471944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/04/kids-wits.html' title='Kid&apos;s Wits'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-5900703135990339266</id><published>2008-03-26T00:38:00.003+09:00</published><updated>2008-03-26T01:23:47.906+09:00</updated><title type='text'>Mahluk Tuhan yang paling lucu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/R-kk_PN6vMI/AAAAAAAAAKE/gvLYjwzE4O4/s1600-h/Izza+senam+kecil.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/R-kk_PN6vMI/AAAAAAAAAKE/gvLYjwzE4O4/s320/Izza+senam+kecil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181713515101732034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Izza sekarang udah makin kenes aja. Seperti kayak kakaknya waktu umur 3 tahun dulu (malah kalo kakaknya dari umur 2 tahun, sih), Izza lagi seneng-senengnya nyanyi. Setiap hari, setiap waktu, nyanyi teruuuss...  (kecuali kalo lagi tidur. Hehehe...). Ini nih lagu-lagu yang paling sering dinyanyiiin sama si adek:&lt;br /&gt;- Theme song-nya Mamamia (gara-gara ortunya nonton demen mamamia celeb show). Bahkan sampe sekarang kalo liat mantan MC acara itu, dia langsung nunjuk trus bilang itu mamamia. Heheheh....&lt;br /&gt;- Kakak mia. Gara-gara kebanyakan naik odong-odong (yang tinggal di luar negeri pasti gak ngerti apa itu odong-odong. Itu hiburan rakyat kecil, semacam komidi puter tapi keliling kampung dan dikayuh kayak becak gitu deh. Selamat membayangkan...). Padahal itu lagu kan dari jaman mamanya kecil udah beken ya? (Pengen tau juga siapa yang bikin lagu itu, ya? Soalnya dari kecil dulu tiap denger lagu ini, pasti gw mikir kok gampang banget ya minta anak ke si kakak mia ini? Emang dia punya tempat membiakkan anak, apa? Trus abis itu si anaknya mo disuruh jualan lagi. Bener-bener eksploitasi anak. Bisa digasak abis tuh ama kak seto n anak buahnya. *Apa seeh... jadi ngelantur*).&lt;br /&gt;- Bilang saja oke. Ini lagu emang enak ya, bahkan buat yang suaranya pas-pasan, karena nyanyinya gak pake usaha :D.&lt;br /&gt;- Mahluk Tuhan yang paling seksi. Naaahhh... ini nih yang jadi perkara. Gak pernah ada yang ngajarin, wong gw gak demen banget dengerin teks-nya yang menjurus-jurus itu, trus asisten di rumah jg gak pernah nyanyiin ini lagu (I should know, gw kan hampir tiap saat di rumah. Di waktu2 gw keluar rumah, si adek hampir bisa dipastikan nguntit mamanya). Kayaknya dia cuma beberapa kali denger plus nonton di TV (Warning! Sudah terbukti TV emang berbahaya). Dan umumnya anak-anak, 2-3 kali denger langsung deh hapal. Bagian reff-nya pula. Bisa bayangin kan risihnya denger anak-anak nyanyi kayak gini:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mahluk tuhan yang tercipta yang paling cekci.&lt;br /&gt;Cuma kamu yang bica membuatku terus menjerit.&lt;br /&gt;Au au au... ah ah ah.&lt;/span&gt;..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancur.... ancur. Tapi gw gak unjukin reaksi yang terlalu keras, karena kalo makin dilarang pasti makin sering dia nyanyiin. Gw alihin aja ke lagu lain tiap kali dia mo nyanyi itu. Lumayan berhasil sih. Tapi yg bikin gw kesel banget sih ya yang bikin lagu ama penyanyinya itu. Gak mikir apa ya, efeknya ke anak-anak. Kan dia sendiri juga pada punya anak. Gimana kalo tu lagu dinyanyiin setiap hari sama anak-anaknya? Kira2 seneng gak dia dengernya? (kalo bilang seneng, gw toyor nih jidatnya). Yang bikin, yang nyanyi, sama aja kblingernya. Kalo yg nyanyiin bilang itu diluar kuasa dia, dia cuma nyanyiin dan gak bisa nolak, bullshit banget. Kayak gak ada lagu lain aja. Tinggal bilang, sori, gw gak sreg ama lagunya. Bikinin yang laen yang lebih bagus dong. Titik. Selesai perkara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang makin susah jaman sekarang ngedidik anak-anak. Banyak banget batu sandungannya. Belom lama juga rame kasus video porno diumpetin ditengah film Naruto dan power ranger (tontonannya anak gw semua tuuuh). Kalo soal warnet yang dijadiin tempat buat buka situs porno sama anak2 sih udah bukan barang baru deh. Jadi rada bersyukur juga tinggal di kampug, yang anak-anaknya cuma hobi maen sepak bola. At least moralnya masih pada intact (hopefully). Walaupun sekarang Reyhan ngomongnya udah mulai ketularan temennya: Iya dah!  :))&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/R-km4fN6vNI/AAAAAAAAAKM/dsAbe_CcJqU/s1600-h/Reyhan+jabrik.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/R-km4fN6vNI/AAAAAAAAAKM/dsAbe_CcJqU/s320/Reyhan+jabrik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181715598160870610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-5900703135990339266?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/5900703135990339266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=5900703135990339266&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/5900703135990339266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/5900703135990339266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/03/mahluk-tuhan-yang-paling-lucu.html' title='Mahluk Tuhan yang paling lucu'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/R-kk_PN6vMI/AAAAAAAAAKE/gvLYjwzE4O4/s72-c/Izza+senam+kecil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-5837318848712898481</id><published>2008-03-06T15:44:00.002+09:00</published><updated>2008-03-06T15:59:27.733+09:00</updated><title type='text'>Morat marit</title><content type='html'>Capee... bosen...&lt;br /&gt;Tiap hari baca koran, lebih banyak berita buruk daripada berita baik.&lt;br /&gt;Harga minyak goreng naik lagi. Dari 7 rebu sekilo, jadi 11 rebu, dan sekarang 15 rebu.&lt;br /&gt;Harga terigu naik juga, dari 7 rebu jadi 13 rebu.&lt;br /&gt;Harga kedelai naik, harga tempe naik.&lt;br /&gt;Harga beras naik.&lt;br /&gt;Pengangguran naik.&lt;br /&gt;Gaji kapan naiknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7250 penjual mie pailit.&lt;br /&gt;Jumlah penjual tempe turun drastis.&lt;br /&gt;Sebagian penjual tahu sumedang gulung tikar.&lt;br /&gt;Sebagian penjual kerupuk bangkrut.&lt;br /&gt;Hasil produksi padi turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjir dimana-mana.&lt;br /&gt;Jalan rusak berat di banyak tempat, bahkan di jalan protokol.&lt;br /&gt;Flu burung gak habis-habis.&lt;br /&gt;Salah satu jaksa terbaik tertangkap tangan menerima suap.&lt;br /&gt;Ibu hamil dan anaknya mati kelaparan karena 3 hari gak makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOOLOOOOONGGGGG!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau jadi apa negeri ini?&lt;br /&gt;Kemana para pemimpinnya?&lt;br /&gt;Kenapa malah sibuk ikut pencalonan ini itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusing, bete, gemes...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-5837318848712898481?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/5837318848712898481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=5837318848712898481&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/5837318848712898481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/5837318848712898481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/03/morat-marit.html' title='Morat marit'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-3808201850323452048</id><published>2008-02-22T23:48:00.002+09:00</published><updated>2008-02-23T01:19:48.139+09:00</updated><title type='text'>I'm on a diet!</title><content type='html'>Dieting. What a big word! Especially for a food lover like me. After all, my biggest obsession is chocolate! So, ever since the Idul Fitri, I can't help but gaining a few weight from all those kaastengels and cheesecake I ate (I know, I know, I have no one else to blame but myself). I keep telling myself that I will start eating less and excercise more, but what can I say, there's always movie to translate and work to do in front of my computer (excuse and excuse. Yeah I know).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then, several weeks ago, Mas said that he sometimes felt pain in his leg especially when he sat down during prays. I told him to go to the doctor, but he said that it must be because of his weight. Douh! I've been telling him to loose some (yeah right. Hark who's talking, girl!). Later that week, he informed me that the pain had diminished, due to the change of his lunch menu. That's news for me. But I was still concerned about it, so I made a mental note to find out about healthy eating habit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Last week, the four of us went to a book store. There, as always, I browsed in the food section. I came upon a book titled Food Combining by Andang Gunawan. Interested, I picked it up and started to check it out. It turned out to be a very interesting and informative book. It explained about human digestive system in a simple way that can be understood by everyone. It described types of food and how we process it in our body. It also gave a thorough explanation about food combining, complete with examples, menu and recipes. Without thinking much further, I decided to buy the book and tried the food combining method.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Since I gained weight, not only I can't wear most of my clothes, but my stomach also felt bloated most of the time. I suspected it caused by my chronic ulcer (well, at least I suspect it chronic because I already suffer from it since I was in high school). Even though I ate a lot to avoid it (which resulted in my obesity), it never cured completely and I have to avoid eating acidic food like orange if my stomach was empty. I also had irregular bowel movements, bad breath and felt fatigue often. All in all, I concluded that it's time to make a change.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I started to apply the food combining diet on monday. From the book, I found out that I should only eat light  food  such as fruit in the morning. I started the day with drinking two glasses of warm water  with  a squeeze of lime . To be honest, it frightened me. I couldn't imagine what happened to my empty stomach if I do it. But I pluck my courage up and I did it. Much to my surprise, my ulcer didn't occur. In fact, It never occurred even once in these 5 days I did the food combining method! Hoorraay!! It's true that I felt a little light-headed on the first day, but that's it! I even started to feel lighter and had more energy than before. My body seemed to be loosing some of its fat and I've only been doing it for 5 days! It's amazing!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Actually, the food combining method was simple. We had to arrange the food that we ate so that our body could process it thoroughly and get rid of the waste more efficiently since the unprocessed food tend to stay in our digestive system and root there. No wonder I had bad breath! Anyway, there were 3 major nutrient substances that held an important role in our body. They were carbohydrate, protein and fat. Human digestive system could not process too many substances at the same time. To avoid that, we needed to arrange our eating habit so that we wont' be eating too many major substances at the same time. For example, we shouldn't eat rice and meat because that would mean carbohydrate and protein content was almost the same and we would need a lot of energy to process them. So instead of getting energy from our food, we wasted the energy to process it. Imagine that! What's more important, if we did it in the long run, we would develop diseases such as high blood pressure, asam urat, heart attack, kidney failure, tumor, etc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The suggested diet was like this. In the morning, you ate only fruit until noon. For lunch, you ate a portion of vegetables and carbohydrate like rice or noodle. Or, you ate a portion of vegetables and meat without rice. For dinner, you ate a portion of vegetables with meat or with carbohydrates, depend on your lunch. Between meal, you could eat fruit or juice, of course without any additional sugar. That's it. Simple, isn't it?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, actually, it's not that simple. I mean, you have to read the book to understand the method completely. I mean, it explains about milk, beans, vegetable-fruit, etc. that you need to know before you start the diet, but to make it simpler, the conclusion is as above. One thing I like most about this method was that I didn't have to starve to make it work. God knows I couldn't stand eating small portion of food. That's why usual diet system didn't work for me. Anything that involved weighing food and sizing them didn't tempt me. This week, I still ate a bowl of rice every day, one time I even add noodles as a side dish! I ate delicious grilled chicken, rawon, teriyaki (I tried the recipes in the book and man! They are delicious!), but I still loose fat. My stomach never bloated again, my bad breath was history, and I could loosen my bowels regularly now. Alhamdulillah. On top of it all, I never feel hungry! Hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am now in the process of persuading my husband and both my parents to do the same thing and eat the same way like me. They are intrigued, but still hesitated to do it *sigh. My parents have even bought the book but they haven't read it yet. Ah well, I'm sure they will follow my lead after they see the result with their own eyes and do the food combining method as well, and get rid of those handful of pills (it's literally a handful) that they take everyday for their high blood pressure, asam urat, ulcer, and God knows what.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-3808201850323452048?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/3808201850323452048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=3808201850323452048&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3808201850323452048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3808201850323452048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/02/im-on-diet.html' title='I&apos;m on a diet!'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-2103248192669458676</id><published>2008-02-14T12:42:00.006+09:00</published><updated>2008-02-17T00:54:09.672+09:00</updated><title type='text'>Reuni Fisika angkatan 91</title><content type='html'>It's been quite a long time since I last saw my friends from Physics. After we graduated from ITB, we practically never had the chance to get together anymore. That's why when one of them suggested that we had a little reunion, complete with our spouse and family, I readily agreed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We met on saturday, Feb. 9, in Pras's house in Pondok Gede. I previously asked Cholid, the EO,  whether we need to bring some food or not. But Cholid said we could just collect some money and give it to Pras afterward. It's simpler. Ok, I agreed. But as I promised to bring one of my 'creation', I still brought a blackforrest cake and spaghetti (because my children are picky eater, so I'd better bring something that they really like).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On the D-day, we arrived at the place the same time with Yayan and his family. Cholid and his new wife were already there. And then I did a stupid thing. I dropped the cake that I very meticulously prepared the night before. Gone was the beauty of that cake. Bummer! Fortunately (typical Indonesian. Always look for the bright side), it's not completely damaged. So it's still edible. Meanwhile, Pras and his wife (and I guess, his mother as well) have prepared some delicious cuisine for the occasion. The ox tail soup was definitely tasty, not to mention the pangsit which was served with mayonaise sauce (honestly, I never thought pangsit could go with mayonaise but it was great). Yummy!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Later, Jose and his family and then Remon arrived. As Remon was the only single amongst us, he resignedly became the object of other ridicules (so much for the promise of not asking, not teasing you, ya Mon? Hehehe...). And then Aas and his son arrived. As Reyhan was the only boy in the group (because all other kids were girls), he was glad to have another boy to play with. And how they play! Meanwhile, Izza, as always, was willing to play with other girls as long as they didn't touch her toys (or to be exact, the host's toys which she considered her own :D). But then she played with Jose's and Yayan's kids, who were older than her.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/R7PDYxq2xPI/AAAAAAAAAJ0/cFts0CuBitM/s1600-h/klub+si+boncel.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/R7PDYxq2xPI/AAAAAAAAAJ0/cFts0CuBitM/s320/klub+si+boncel.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166688027941455090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Finally, it's time to go home. But of course, we took some picture first. My sone and Aas's son were some of the photographers, so the pictures you're about to see were taken by Reyhan. I should say they're not bad. Not bad at all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/R7PJAhq2xQI/AAAAAAAAAJ8/P0Z2EV0qR_E/s1600-h/reuni4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/R7PJAhq2xQI/AAAAAAAAAJ8/P0Z2EV0qR_E/s320/reuni4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166694208399394050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PS: Anyway, I want to tell you the fate of my cake. Despite its crumble look, everyone still love it. As I said to them, the accident merely change its look, not the taste. And it's almost gone by the time we were ready to go home, and I was very glad about it :D. Anyway, it's the original looks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/R7PBExq2xOI/AAAAAAAAAJs/hiCkuSneuEs/s1600-h/kue+REYFA+CAKE.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/R7PBExq2xOI/AAAAAAAAAJs/hiCkuSneuEs/s320/kue+REYFA+CAKE.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166685485320815842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-2103248192669458676?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/2103248192669458676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=2103248192669458676&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2103248192669458676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2103248192669458676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/02/reuni-fisika-angkatan-91.html' title='Reuni Fisika angkatan 91'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/R7PDYxq2xPI/AAAAAAAAAJ0/cFts0CuBitM/s72-c/klub+si+boncel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-7246261638752123281</id><published>2008-02-13T14:00:00.005+09:00</published><updated>2008-02-13T14:12:43.190+09:00</updated><title type='text'>(Ini dia) Foto-foto rumah kami</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Akhirnya, sempet juga upload foto2 ini (sesuai janji sebelumnya). It's not much, but it's our home. Enjoy!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/R7J5mxq2xKI/AAAAAAAAAJM/fhtZQbDlOzg/s1600-h/kolase+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166325429622457506" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/R7J5mxq2xKI/AAAAAAAAAJM/fhtZQbDlOzg/s320/kolase+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Ini waktu masih berupa tanah kosong dan baru 50% selesai&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166325953608467634" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/R7J6FRq2xLI/AAAAAAAAAJU/IQJIvXedXj0/s320/kolase+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ini udah 75% selesai.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166326284320949442" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/R7J6Yhq2xMI/AAAAAAAAAJc/U8eHL3TW5lY/s320/kolase+3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Dan inilah hasil akhirnya. Si adek ikut mejeng depan rumah.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166326855551599826" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/R7J65xq2xNI/AAAAAAAAAJk/knGdJ2DfoOY/s320/Rumah+depan.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-7246261638752123281?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/7246261638752123281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=7246261638752123281&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/7246261638752123281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/7246261638752123281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/02/ini-dia-foto-foto-rumah-kami.html' title='(Ini dia) Foto-foto rumah kami'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/R7J5mxq2xKI/AAAAAAAAAJM/fhtZQbDlOzg/s72-c/kolase+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-2516063614477375339</id><published>2008-01-31T11:44:00.000+09:00</published><updated>2008-01-31T12:44:05.163+09:00</updated><title type='text'>Kisah Pindahan</title><content type='html'>Pindahan? Kapan? Kayaknya udah lama deh. Iya siiih.... Bulan November lalu. Basi gak ya? Gak deh ya, kan baru 3 bulan lalu (Hihihi... 3 bulan gak basi. Biar ah, mau baca silahkan, gak ya udah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tanggal 10 november itu, kami sekeluarga pindah dari kompleks Pondok Duta ke Cipedak, Srengseng sawah. Dari rumah kontrakan ke Istana mungil terpecil. Hihihi.... Biar mungil dan terpencil, tapi kalo rumah sendiri ya tetep aja istana rasanya. Ya tokh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan pindah udah dimulai sejak 2 hari sebelumnya. Nge-pak2 barang2 yang kayaknya sedikit tapi setelah dibungkus dan ditumpuk kok ya jadi banyak juga ya? Buku2, mainan anak2, pakaian, peralatan dapur, loyang, pernak-pernik. Aje gile. Walaupun udah terlatih packing (kl dipikir2, ada deh sekitar 7 kali gw packing, termasuk buat pindah ke jepang dan balik ke indonesia), tetep aja yang ini rekor. Jadi gambarannya begini. Pertama pindah dari pondok mertua indah di bukit duri ke jl. cucak rawa, gak perlu sewa mobil truk. Terus pindah dari situ ke lenteng agung waktu bapaknya reyhan mau ke jepang, sewa truk kecil jadi kudu bulak balik 2 kali. Pindah dari LA ke Pondok duta, sewa truk rada gede yg juga kudu bulak balik 2 kali. Dan sekarang, pindah dari pondok duta ke Cipedak, sewa 2 truk rada gede yang salah satunya kudu balik sekali lagi. Hahahah.... Jadi makin lama, makin banyak barang yg kita angkut deh (iyalah, tadinya berdua, trus bertiga dan sekarang berempat). Abis ini kalo pindah lagi, berapa truk ya barang2nya? Aduuhh... moga2 gak ada acara boyongan lagi deh (kecuali kalo si babe dapet beasiswa lagi jadi boyongannya ke luar negeri. Gak pake truk2an kan? Cukup angkat kopor. Kekeke....).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya truk itu udah all in. Maksudnya, dia sekalian bawa tukang angkut barang. Jadi gak perlu repot2 ngerahin sodara2 dan tetangga buat ngebantuin. Jam 8 pagi truk dateng, langsung loading barang2 yg gede kyk lemari (salah satu lemariku tingginya 2 meter!! Untung bisa juga masuk ke truk), tempat tidur, kursi tamu, kulkas dan mesin cuci. Mobil kedua diisi si primadona, kursi pijet (itu kudu masuk duluan, soale biar posisinya paling bagus gak kehantem barang2 lain), baru diisi barang2 rada kecil kyk meja komputer, rak tv dll. Truk penuh, langsung deh mereka berangkat dipandu sama mas yang ikut di salah satu truk itu. Gw, anak2 n asisten masih tinggal di rumah, beberes yg kudu diberesin. Jam 11-an, salah satu truknya balik lagi, angkat barang2 yg tersisa kayak sepeda, kompor, rak piring, dll. Angkut punya angkut, ternyata gak semua pernak pernik itu masuk ke truk! Ya sud deh, sisanya diangkut si jago merah. Jadi setelah truk berangkat, gw dan pasukan jg menyusul naik si jago merah bersama barang2 yang tersisa. Bersamaan hujan mulai turun rintik2. Aduuh... semoga gak deres dulu deh hujannya. Kesian amat yang nurunin barang di rumah baru, sambil berbasah2an. Blm lagi barang2nya jg jadi ikut basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di cipedak, hujan mulai rada deres. Pas masuk rumah, alamaakk... amburadulnya. Si mas gak tau barang mana kudu ditaro mana. Jadi deh mama berjibaku angkut2 itu barang dibantu si Misah, mas danAfi. Anak-anak sama nenek-inyiknya yang udah nungguin di cipedak. Kira2 satu jam-am, baru mulai keliatan bentuknya itu rumah (emang tadinya gak berbentuk ya?). Maksudnya, tadinya kayak gudang banget krn semua numpuk diruang tengah. Sementara itu, hujan makin deres dan karena garasi blm punya atap, airnya muncrat sampai ke depan pintu dapur. Aduuhh... bener2 deh. Pas banget gitu lho. Pas pindahan, pas hujan gede, pas garasi blm punya atap. Oya, pas airnya juga blm bersih, masih rada bercampur tanah krn blm dipakai rutin. Akhirnya, jam 4, gw dah gerah banget deh. Trus boyong pasukan (minus mas yg masih nemenin tukang pasang tralis) ke rumah nenek buat mandi dan shalat. Sementara itu hujan makin deres aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di LA, setelah mandi dan shalat, tiba2 ada suara keras banget di depan rumah. Kayak benda berat jatuh. Buru2 ke depan. Pas diliat, tahunya ada pohon gede roboh, sodara2. Dari seberang rumah nyokap sampe ke atap garasinya. Yang bikin gw istighfar panjang pendek, batang itu pohon cuma berjarak 40 cm-an dari bagasi mobil alias kalo gw parkir agak belakang sedikit aja, abis deh bagian belakangnya si jago merah. Untung tadi pas parkir, gue punya feeling, parkirnya rada majuan sedikit ah daripada biasanya. Ternyata oh ternyata.... masih dilindungin Allah juga gw. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hujan sedikit reda, gw ajak pasukan balik lagi ke rumah. Trus sepanjang jalan ke cipedak, kami lihat banyak pohon yang bertebaran juga alias pada roboh. Duuhh... bener2 syukur Alhmadulillah deh gw gak balik tadi pas lagi hujan angin. Apa jadinya kalo kena pohon roboh di tengah jalan? Oya, jalannya juga rada banjir krn sungai meluap. Pokoke seru deh, kayak di pelem2. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, akhirnya sampai deh gw di rumah. Tukang dah selesai pasang tralis, bahkan udah masangin tempat tidur juga (tadinya kami kira bakal tidur di lantai beralas kasur aja soalnya udah males aja ngebayangin kudu pasang itu tempat tidur lagi). Makasih yaaa... Trus beres2 sedikit, tau2 nyokap telpon. Katanya rombongan tante-om gw alias adik2nya nyokap mau nengokin, dalam perjalanan. Oke deehhh.... Tunggu punya tunggu, kok gak nyampe2? Ternyata mereka kebingungan gak tau jalan. Setelah gw pandu lewat telepon, sampe juga akhirnya. Ngobrol2 bentar, trus mereka pulang lagi. Sementara kami, setelah itu makan, abis itu tidurrrr.... capek berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, tukang AC baru dateng dan pasang AC. Acara beres2 dilanjutkan. Dan terus dilanjutkan sampai kira2 1 bulan kemudian, untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Hehehe.... Tau dong, bapaknya Reyhan. Gak betah kalo liat ada yang ganjil dikit, maunya diberesin atau dibuang. Jadi ya... beberes lagi. Minggu lalu aja doski masih beberes. Gw minggir aja deh, dengan alasan ada kerjaan film. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, tukang yang mau buat dak garasi dateng 3 hari setelah kami pindah trus mulai kerjain itu garasi. Kira2 2 bulan kemudian, garasi selesai. Habis itu, gw dan mas ngecat garasi dan pagar. Dan sekarang, alhamdulillah semua udah bisa dianggap selesai. Reyhan udah punya kamar sendiri lengkap dengan AC dan TV dan udah tidur di situ juga (walau masih ditemenin bapaknya, jadi udah sekitar 2 bulan-an ini deh gw pisah ranjang. Abis, si Reyhan, walau udah pules tapi kalo bapaknya pindah, dia terus bangun dan ikut pindah juga. Kacau deh). Oya, Reyhan juga udah pindah sekolah. Gak lagi di SDIT pondok Duta tapi udah di Yayasan An-Nuriyah yang deket rumah. Di rumah juga udah ada saluran telepon, thanks to one of my aunts. Tapi internet belom ada krn baru bulan depan speedy punya stock nomor lagi. Doain ya semoga cepet dapet, biar gw gak usah wara wiri ke warnet lagi (oya, foto2 menyusul ya. Soale blm diedit sih). Sekian dulu deh cerita pindahan gw. Doain semoga gw sekeluarga tambah berkah tinggal di sana, banyak kenalan baik dan banyak rejeki. Amiiinn....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-2516063614477375339?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/2516063614477375339/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=2516063614477375339&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2516063614477375339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2516063614477375339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2008/01/kisah-pindahan.html' title='Kisah Pindahan'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-3962472853422282751</id><published>2007-10-29T12:58:00.000+09:00</published><updated>2007-10-29T13:01:36.969+09:00</updated><title type='text'>Perjalanan Mudik Dilanjutkan</title><content type='html'>Malem itu, di kamar pojok basement hotel, si mas ngeluh tangannya sakit krn salah tidur malam sebelumnya. Jadilah gue menjelma jadi tukang urut dadakan, ngurutin tangan, bahu dan punggungnya pake balsem. Trus kita semua tidur deh, walau anak2 rada gak nyenyak kayaknya karena udah terbiasa di kamar AC.&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/Rx24JQoKCqgAAC2NF@01"&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/Rx26AgoKCqgAAFRfJ6I1"&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keesokan pagi, siap-siap, cabut dari hotel jam 7 kurang. Kata mas, kok tangannya malah tambah sakit. Nah lho. Sampe2 buat ganti persneling aja mesti pake tangan kanan.&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/omg.png" /&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/Rx24JQoKCqgAAC2NF@01"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Waduh, gaswat deh. Perjalanan masih jauh gini, gimana pula kalo pas di tanjakan nanti? Akhirnya ganti posisi, mobil gue ambil alih. Dan mulailah petualangan baru gue jadi supir angkutan mudik Bandung-Purwokerto. &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal-awalnya sih gak masalah. Kan langsung masuk tol, trus keluar tol belok kanan arah nagrek. Nah, ini dia nih, yang kemaren macet. Berangkat pagi2 dari hotel dengan harapan gak kena macet. Ternyataaa.... macet jugaaa!!! &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/angry.png" /&gt; Gile aje deh, masa jam 7 pagi udah macet. Gak sampe berhenti ti, sih. Masih ada jalannya juga. Tp ya bikin bete juga, apalagi banyak &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;angkutan umum yang main serobot. Trus jalannya nanjak, jadi mesti main kopling. Aduuhhh... gempor deh kaki gw. &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/cry.png" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami baru terbebas dari macet jam 9, setelah lewatin jalan kereta dekat pertigaan&lt;span class="insertedphoto"&gt; &lt;/span&gt;nagrek-sumedang. Jadi ternyata penyebab macetnya itu ya si jalan kereta itu. That's it! Ih, nyebelin banget. Kirain ada apaaa... gitu. Dan fyi, kemacetan itu selalu berulang setiap tahun. Kenapa juga gak dicari alternatif solusinya ya? Pindahin kek jalan keretanya, ato malah jalan rayanya sekalian.&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/Rx24JQoKCqgAAC2NF@01"&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari rel kereta, jalan lumayan lancar. Jalannya juga rada mulus, walau di beberapa tempat rada bergelombang. Gue malah sempat tarik-tarikan sama pengemudi mobil lain. &lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/Rx26AgoKCqgAAFRfJ6I1"&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/wink.png" /&gt; Nasib keluar kota naik mobil tua, supir lain bawaannya gerah aja liat mobil gw. Dikirain gak mampu lari. Padahal pas mereka dah deket d&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;ibelakang gw, trus tu mobil gw geber, ternyata mereka malah ketinggalan juga kok (ini dialami oleh mobil kijang yg berkali-kali coba nyalip tapi malah ketinggalan terus akhirnya pasrah ngebuntutin gw sampe gw masuk pom bensin. Hihihihi....) &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/shade.png" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/Rx24JQoKCqgAAC2NF@01"&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/Rx26AgoKCqgAAFRfJ6I1"&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Jam 11, mampir sebentar di restoran, istirahat n makan siang (supir mo ngaso dulu, euy). Mertua telpon, dah sampe mana? Kata suami, ciamis. Ooohh... deket dong. Paling 2 jam lagi sampe. Hhhmmmm... Setengah jam kemudian jalan lagi. Trus gw bilang, sebenernya kita udah dimana sih? Kata suami, lha tadi di restoran katanya daerah ciamis. Setelah jalan beberapa lama, baru keliatan selamat datang di Tasikmalaya. Ealaaahh...  belum sampe kota ciamis. Tapi baru termasuk kabupatennya. Jadi prediksi tinggal 2 jam lagi itu gugur,&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt; sodara-sodara.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/Rx26AgoKCqgAAFRfJ6I1"&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tancep gas terus, tarik-tarikan lagi sama avansa dan jeep (apa ya merk-nya? Gak jelas, konsen ke jalan sih). Kali ini gw mengaku kalah (ya iyalah. Ntu mobil keluaran thn lalu, mobil gw 20 thn lalu). Anak-anak yang di awal perjalanan kebanyakan tidur, sekarang mulai rese'.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/Rx24JQoKCqgAAC2NF@01"&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;/a&gt;Dikit-dikit berantem, dikit-dikit berebut. Trus yang kecil nangis. Yang gede dimarahin. Pusiinggg... pusing. Belom lagi yang gede bulak balik tanya, berapa lama lagi ma? Gw bilang, 2 jam lagi. Setelah lewat 2 jam gak nyampe juga, dia tanya terus, katanya 2 jam lagi, ma? Kok blm sampe? Gw bilang kan kata tadi mama Insya Allah. Ternyata meleset, ya mungkin 2 jam lagi deh. Dia protes, masa tambah 2 jam lagi? Gw bilang, kan mama gak bisa nentuin kondisi jalan. Trus dia sok ngasih nasihat, makanya jarumnya (speedo meter&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt; maksute) di angka 100 aja ma. Wakkss! mo masuk jurang apa? (Buat yg gak tau kondisi jalan ciamis-majenang, itu penuh lika liku laki-laki, eh lika-liku modelnya jalan menuju bandung lewat cikampek. Gak kyk jalan puncak banget sih, kl itu kan terlalu jurangnese ya...). Belom lagi&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt; kalo di depan ada iring-iringan rombongan mudik naik motor. Atau angkutan umum yang bisa berhenti tiba-tiba. Pokoke siaga satu aja deh.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/Rx26AgoKCqgAAFRfJ6I1"&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jam 1 lewat, masih di ciamis. Jam 2, mulai keliatan tulisan-tulisan cilacap dan banjar. Alhamdulillah, dah deket. Reyhan yg duduk di sebelah gw terus ngitungin &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;jam (60 menit lagi ya ma? Ya, Insya Allah). Masuk jam 3, blm juga sampe purwokerto. Wadooowww.... gw udah 8 jam minus 30 menit nyetir neeehhh... Kaki dah mulai ngilu. Tapi trus ada tulisan di pertigaan, Purwokerto 9 km lagi. Gw langsung tereak, 9 kilo lagi, Han. 9 kilo itu berapa lama, ma? Dia tanya. Yah, kamu itung aja deh sendiri :D&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/Rx26AgoKCqgAAFRfJ6I1"&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jam 3.20, masuk daerah purwokerto. Alhamdulillah, alhamdulillah.... Akhirnya sampe juga sebelum gw semaput. Setelah mampir ke apotek sebentar (nyari voltaren buat tangan si babe), akhirnya jam 4 kurang kami sampe depan rumah mertua. Fiuuhhhh..... Turun mobil, dengkul gw lemes plus ngilu. Tangan juga gemeteran. Kata-kata hiburan dari suami, &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;selamat mama, dah lulus tes nyetir, bisa dapet sertifikat nyetir jarak Bandung-Purwokerto ;-P&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/Rx24JQoKCqgAAC2NF@01"&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/Rx26AgoKCqgAAFRfJ6I1"&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadi hari senin itu, sampe di Purwokerto. Istirahat semaleman. Mertua manggilin tukang urut buat ngurutin tangan mas. Gw jg mo dipanggilin tukang urut, tp gak ada. Baru bisa besok. Ya udah deh, ini malem istirahat ajah. Udara yang rada gerah gak terlalu kerasa juga buat anak2, langsung pada tewas karena kecapekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besokannya, pagi2 tukang urut dateng. Lumejen, walopun gak terlalu sip ngurutnya. Siangnya, kakak sulung suami yg mertuanya di Bobotsari gak  jauh dari situ, dateng sekeluarga (waktu sampe kemaren, kakak no.2 dan 3 juga dah ngumpul sih sama keluarga masing2. Jadi dah lengkap deh ketemu semua lebaran ini). Diantara sodara yang laen, Reyhan-Izza paling klop sama trio anak kakak sulung ini, jadi mereka maen bareng deh. Ini foto2nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/Rx270AoKCqgAAHrYN5w1"&gt;&lt;img style="width: 303px; height: 208px;" class="alignright" src="http://images.nuzulialatifah.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/Rx270AoKCqgAAHrYN5w1/berempat.jpg?et=P6FqgkRR8KeKUujSPfd6Iw" border="0" /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/Rx2ucAoKCqgAAFbR9z01"&gt;&lt;img style="width: 179px; height: 206px;" class="alignleft" src="http://images.nuzulialatifah.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/Rx2ucAoKCqgAAFbR9z01/Reyhan%20Aaron.jpg?et=HTnc3%2BA6COnP9GbhNE%2BR7w" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;center&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/Rx26AgoKCqgAAFRfJ6I1"&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/Rx26AgoKCqgAAFRfJ6I1"&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nuzulialatifah.multiply.com/photos/hi-res/upload/Rx24JQoKCqgAAC2NF@01"&gt;&lt;img class="alignmiddle" src="http://images.nuzulialatifah.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/Rx24JQoKCqgAAC2NF@01/berlima.jpg?et=knVMPeTd5S8cPkhCURxdVg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, hari itu kakak no.2 sekeluarga pulang ke jakarta. Sorenya, kakak sulung balik ke rumah mertuanya, krn esoknya  mau pulang ke surabaya. Sementara, kami juga &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;mo pulang ke Jakarta. Lihat di TV sih hari itu jalanan macet banget. Mudah-mudahan besok gak macet deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya, jam 7 pagi, ciao dari Purwokerto. Kali ini si mas yang udah 2 kali dipijet yang nyetir (Please don't ask m&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;e to do it ag&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;ain. Once is enough). Langsung menuju nagrek, krn berencana nginep di bandung lagi (kl ini buat pelipur lara yang kemaren). Majenang lewat, Ciamis lewat, Tasikmalaya lewat, jalanan cukup lancar. Tibalah di dekat nagrek. Dan ternyata, macet lagi macet lagi. Dan jalan pulang ini tanjakannya lebih cihuy dari jalan perginya. Udaranya sama panasnya kayak waktu berangkat. Pusiiingg deh kepala, walaupun gak jadi supir. Terus macet sampe di pertigaan deket rel kereta itu, tp kl ini kita gak boleh lewat nagrek karena kata polisi macet total. Jadi kami disuruh lurus ke arah sumedang. Di situ udah jam 2 (gak pake istirahat tuh si mas. Susah juga mo berhenti, kejebak macet gitu). Ya udah, terus ke sumedang. Untung udah dibekalin makanan sama mertua, jadi makan di mobil deh. Ternyata lewat sumedang, macet juga. Wadoh, gimana sih ini? Jalannya lebih kecil, berliku2 dan rada tersendat-sendat. Jadilah 2 jam sendiri di situ, baru sampe Sumedang. Di sumedang dipaksain berhenti, istirahat sebentar beli minuman dingin daannn... tahu duoongg.... Beli sekeranjang langsung dilahap abis berdua (reyhan cuma makan dikit, adek gak mau sama sekali. Gak doyan mereka). Lumayan deh, ngilangin bete. Aduuhhh.... rasanya itu tahu terenak yang pernah gw makan. Seger banget, gurih, masih anget pula dari penggorengan. Tahu jepang sih kalah jauh. I love tahu sumedang (coba gw tinggal di sana, tiap hari makan tahu deh). Trus jalan lagi, ngelewatin IPDN on our way to Bandung. Kata mas, ooohhh... itu toh yg namanya IPDN. Keren juga ya? Ya keren lah, wong dibiayai negara toh (walopun sayangnya malah terkenal karena hal yang negatif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnyaaa... jam 5 kurang dikit, masuk pintu tol cileunyi. Keluar di tol pasteur. Di sini baru mama ambil alih kemudi, krn si bapak dah gak ku ku (rekor baru, 10 jam minus 10 menit nyetir. Cihuy kan?). Selain itu, mama lbh paham jalan2 bandung. Keluar tol, langsung belok kiri ke arah sarijadi karena rencananya mo nginep di lembang. 20 menit kemudian, kami dah masuk pelataran hotel Gumirang sari di lembang. Hotelnya nyaman, ada kolam renang. Dapet breakfast model buffet pula. So lumayan jadi pelipur lara perjalanan deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, malem itu anak2 dan bapak pada demam. Kecapekan. Gw gak demam, cuma&lt;br /&gt;sakit tenggorokan (sama wae, alamat mau pilek juga). Padahal anak2 dah gatel banget liat kolam renang, pingin langsung nyebur aja. Setelah dibilangin, mau juga ditunda besok paginya. Besoknya, habis sarapan yang lumayan meriah, anak2 gak bisa ditahan lagi, nyebur bur ke kolam. Gw nyusul nemenin, krn si babe gak berani nyebur masih demam. Tapi itupun gak lama, karena anginnya dingiiinnn walau matahari cerah (lembang, gitu lho). Ya udah, beres2, jam 11 cabut dari hotel. Sempet mampir ke BIP dulu krn si kakak pingin cari ikat kepala naruto (I thought di situ ada krn dulu kyknya ada toko yg jual pernik unik di situ. Ternyata tokonya udah gak ada dan BIP sekarang dah jauuuuhhhhhh banget bedanya dr jaman gw kuliah dulu. Wiiihhh... selama ini kalo ke bandung emang gak pernah mampir ke BIP sih). Ya udah, makan siang bentar, jam setengah satu cabut deh dari bandung. Jam 1 masuk tol pasteur. Syukur alhamdulillah jalanan lowong. Jam 3 keluar di pintu tol LA (memang seharusnya cuma 2 jam jakarta-bandung sekarang krn kan dah ada tol2 itu). Dan sekitar jam setengah 4 sampe deh di rumah. Senangnyaaa..... Home sweet home.... Dan setelah itu semua tewas dengan sukses. Anak2 sampai hari ini masih batuk pilek. Untung gw sama mas dah sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, begitulah cerita mudik kami. Ada senangnya, banyak sebelnya. Oya, tambahan informasi, baru tahun ini kami lakukan perjalanan begini karena sampai dengan tahun lalu, mertua masih tinggal di tebet! Dulu2 seneng banget kalo lebaran, tinggal ke tebet dan lenteng. Malah gw nyelametin orang2 yang pada hiruk pikuk mudik ke kampung. Aduuh... selamet deh, bermacet-macet, berpanas-panas. Ealaaahh....tahun ini kena tulahnya. Ternyata mudik itu beraaadddd sodara2. Berat di perjalanannya, berat di ongkos, berat efeknya. Tapi kok ya pada doyan? Gak ngerti tuh. Tahun depan? Blm tentu deh ngelakonin lagi. Kayaknya lbh praktis kl si mertua yang diboyong aja ke jakarta karena 4 dari 6 anaknya tinggal di jakarta (sebenernya 2 bulan lalu jg mrk baru nginep di rmh gw siy, trus minggu depan mo ke jakarta lagi). Dan sebenernya juga silaturahmi gak mesti pas lebaran kan ya? Bisa di lain waktu, malah mungkin jadi lebih afdol karena gak kena kemacetan  panjang yang bikin dongkol, kebut2an sambil bersumpah serapah, yang efeknya mengikis keikhlasan, kesabaran dan makna lebaran itu sendiri. Betul gak? (Kalo gak setuju, jangan marah2 ke gw ya... inget, masih lebaran. Hihihihi....)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-3962472853422282751?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/3962472853422282751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=3962472853422282751&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3962472853422282751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3962472853422282751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/10/perjalanan-mudik-dilanjutkan.html' title='Perjalanan Mudik Dilanjutkan'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-3032990345160241811</id><published>2007-10-29T12:53:00.000+09:00</published><updated>2007-10-29T12:58:14.897+09:00</updated><title type='text'>Perjalanan Mudik part 1</title><content type='html'>Pasti tau lagunya Ebiet G. Ade yang kayak gini dong ya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ini, terasa sangat menyedihkan.&lt;br /&gt;Sayang engkau tak duduk di sampingku kawan.&lt;br /&gt;dst, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, gimana kalau kata ini gw ganti dengan kata 'mudik' hingga lagunya jadi kayak judul posting di atas? :D (silahkan nyanyiin sendiri yaa...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami merayakan lebaran hari Sabtu. Karena tahun lalu ayahnya nyokap (alias kakekku tercinta) dah meninggal dunia, jadi tahun ini adik2 nyokap sepakat ngumpul di rumah nyokap. Padahal adik gw seorang dah janji sama istrinya mo pulang kerumah ortunya H-1, jadilah cuma nyo-bok dan gw sekeluarga yang jadi tuan rumah para tante, om dan sepupu itu. Gw sih gak keberatan, secara emang demen kumpul2 ama mereka gitu lho. Masalahnya, suami yang ortunya baru pindah tahun lalu ke Purwokerto (banyak kejadian emang tahun lalu itu. Kakek meninggal, mertua pindah ke purwokerto) pingin juga ke tempat bokapnya. Maklum lah, namanya jg lebaran. Trus, abangnya ngajakin pergi abis shalat Ied. Yaaa... nggak mungkin kan? (lihat alasan diatas). Jadilah disepakatin kami berangkat sendiri di H+1 (which accidentally juga adalah hari ultah gw).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari H-2 gw dah sibuk bikin 4 kue coklat guede. 2 pesenan adek ipar, 1 buat nyokap dan 1 lagi buat dibawa ke purwokerto. Pagi itu, pas belanja, Reyhan liat kulit ketupat trus minta dibikinin ketupat. Sumpah, seumur-umur gw blm pernah bikin ketupat sendiri (duluuuu sih sering bantuin nyokap waktu gw SD-SMA, tp selalu dibawah strict supervision. Gak pernah boleh ngisi ketupat sendiri). Tp gw inget kok pesen beliyaw, ngisi kulitnya  setengah lebih dikiiittt... Jadilah, dgn baca bismillah, gw lakonin jg bikin ketupat. Gak banyak sih, cuma 20. Yang gw gak sadar, ternyata ngerebus ketupat itu makan waktu 3,5 jam bo'. Ealaaahhh.... tau gitu gak bikin deh. Tapi apa boleh bulat, ketupat dah diisi. Ya udah, lakonin aja. Jadi H-1, gw bikin ketupat, sayur pepaya dan opor ayam buat dimakan sekeluarga (makanan wajib aja sih). Dan alhamdulillah, gak ada yang gagal alias sukses semuanya walopun berjibaku ngerjain sendiri tanpa bantuan siapapun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya, pas lebaran, habis shalat Ied dan silaturahmi sama tetangga, kami ke rumah nyokap. Dan yang aneh tahun ini (seperti kata &lt;a href="http://jepangjombang.multiply.com/"&gt;Vita&lt;/a&gt;), lebaran tahun ini macet dimana-mana. Jadi aja para sodara2 itu baru nyampe rumah jam 1. Tuh kan, coba kalo berangkat bareng kakak ipar, alamat gak ketemu mereka deh. Itupun mereka gak lama2, karena kudu lebaran ke sodara2 yang laen. Jadi deh, pulang ke rumah jam 5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malemnya, waktu mau beres2 buat berangkat besok pagi, adek bungsu mas telpon. Katanya anaknya kena DB, diopname di rumahsakit. Ya Allah, ada aja ya? Jadi deh langsung ke RS, krn si adek nelponnya sampe nangis2 gitu. Pas sampe di sana, ternyata ada adiknya yang satunya sekeluarga. Ya udah, sekalian lebaran. Mrk gak ke purwokerto tahun ini, krn anaknya adik bungsu di rumah sakit dan adik satunya punya bayi umur 1 bulan (how I envy them :D).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngobrol wara wiri, pulang sampe rumah jam 9. Langsung beberes serabutan, kelar jam 11 malem. Paginya, rencana berangkat jam 6, apa daya bangun aja udah jam setengah 6. Belum beresin rumah yang berantakan. Belum nyiapin anak2 dan bekal2. Akhirnya, jam 9 baru beres. Pas mau jalan sekitar jam 10, bokap telpon, minta mampir dulu karena mobilnya mogok jadi perlu di jump-start (kebetulan kita punya kabel sambungannya). Jadi aja, mampir dulu ke LA. Bener2 jalan dari LA menuju Purwokerto jam 11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dari LA ke tol cikampek lumayan mulus, thanks to tol cikunir yg baru buka. Tapi pas deket cikarang, muaceeetttt... banget. Hampir gak bergerak. Padahal udaranya puanaaasss banget. Kenapa sih? Ternyata ada bus mogok ditengah jalan. Astaganaga banget dah. Sampe di Bandung selatan jam 2.30. Untung ada tempat peristirahatan, jadi bisa makan dan shalat dulu. Pas liat bagasi, ya ampuuunnn... kotak akuarium kura-kura masih ada (rencananya mau dititip di LA). Dan para kuranya udah tewas dengan sukses. Kepanasan kayaknya di bagasi itu. Kasihan kura2ku. Jadilah mereka dimakamkan di bawah salah satu pohon di rest area itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu jam kemudian, jalan lagi. Keluar tol Cileunyi, belok kanan ke arah nagrek, gak jauh dari situ kena macet lagi. Macet cet, gak bergerak. Sampe jam 5, akhirnya mas mutusin buat balik aja, nginep di bandung. Krn kl diterusin pun pasti sampe di purwokerto sekitar tengah malam, padahal kami gak hapal jalannya. Drpd celaka, mending istirahat dulu deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah kami balik badan ke Bandung, cari hotel. Muter2 nanya beberapa hotel di bandung selatan, penuh semua (iyalah, malem minggu). Akhirnya ketemu satu hotel yg masih punya 1 kamar kosong, tanpa ba bi bu langsung ambil (walopun ternyata kamarnya ada di basement dan gak pake AC pdhal harganya lumejen). Gw cuma bisa ngelus dada. Sabar.... sabar... And it was my birthday. What an unforgettable birthday present!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to be continued (lanjutannya lebih seru lagi :D)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-3032990345160241811?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/3032990345160241811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=3032990345160241811&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3032990345160241811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3032990345160241811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/10/perjalanan-mudik-part-1.html' title='Perjalanan Mudik part 1'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-8632758610292359149</id><published>2007-09-29T23:16:00.000+09:00</published><updated>2007-09-30T00:47:49.237+09:00</updated><title type='text'>Harus DELAPAN ya?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ini rules-nya ya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1. Each blogger must post these rules&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2. Each blogger starts with eight random facts/habits about themselves&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their eight things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose eight people to get tagged and list their names.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;4. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read ur blog.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Selamat menikmati! ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebagian juga akhirnya si delapan ini, padahal udah nunduk-nunduk ngeles, eh, ketempel juga. Hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal facts/habits ya? hmmm.... banyak sih, tp malu ati aja deh kl dikeluarin semua. Ya udah, yang ini aja deh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Doyan tidur.&lt;br /&gt;Entah kenapa, dari dulu tidur ini selalu jadi problem saya yang paling besar. Kayaknya ada ini badan udah punya jam biologis deh, kalo tidurnya kurang dari 8 jam sehari ya udah, alamat gak optimal deh performance-nya. Tapi paling parah kalo lagi hamil. Dua kali hamil, dua kali juga jadi demen banget tidur. Waktu kehamilan ke-2 sih lumayan, karena dah gak ngantor jadi hayu aja tidur siang mulu. Lha waktu yang ke-1, mana penganten baru, mana ngantor dari pagi ampe sore. Ya udah, alamat tidur di meja deh. Ato nyari pojokan buat merem, krn kantornya model open house gitu (ya nggak, Di?). Eeeehhh... malah diledekin dibilang kebanyakan begadang, maklum penganten baru. Lha aku-nya yg bingung, wong nggak jg kok, tp bawaan ngantuk aja. Krn emang gak tau bhw begitulah salah satu ciri2 orang hamil. Bloon ya? Hihihihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Paling nggak bisa ditantang.&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, Suci, temen dari internet, posting tulisan tentang killer statement. Pas saya baca, wah, ini sih gw banget. Maksudnya, saya sering sekali(merasa)  menerima statement-statement seperti itu. Bahkan kalo dipikir-pikir, hidup yang saya jalani sekarang terbentuk oleh tantangan seperti itu. Contohnya, dulu waktu SMP, saya paling oon bahasa Inggrisnya. Terus terang, sebelum masuk SMP, saya sama sekali tidak pernah berinteraksi dengan bahasa Inggris. Begitu masuk SMP, dapet guru yang killer. Sebenernya sih nggak galak, manis malahan si ibu itu (Dia paling suka buat contoh soal pakai nama anaknya, Hilman dan Izza. Jadilah sekarang si adek punya nama panggilan Izza). Tapi bu guruku itu orangnya tegas. Dan kebiasaannya adalah (ini dia nih) membagikan ulangan dengan memanggil murid satu per satu ke depan kelas mulai dari yang dapat nilai paling tinggi sampai yang paling rendah! Jadi gini, "Sembilan. Budi, Anto, dst. Delapan. Tina, Dodi, dst.. dll. Nah, kebayang kan kalo udah sampe angka 5 tapi nama kita belum keluar? Awal2nya saya sebeeelll dan stresssss banget kalo mau ulangan bahasa Inggris. Tapi akhirnya saya jadi terpacu belajar. Iya lah, siapa juga yang mau dikasih label 4 melulu? Akhirnya, slowly but surely, label saya mulai merangkak naik. 6, 7, 8. Dan sekarang, alhamdulillah, bahasa Inggris sudah bisa saya jadikan sarana mencari nafkah :D. Setelah itu, pilih jurusan Fisika juga karena tertantang guru fisika SMA yg kyknya kok gak nganggep banget ya sama gw? Dan yang terakhir, bisa bikin dan ngehias kue karena pernah dibilang gini sama salah satu istri petinggi di kantor (waktu saya bilang saya cuma bisa bikin brownies, padahal waktu itu udah laku dijual juga sih browniesnya): "Ah, brownies sih bukan kue. Orang yang nggak bisa masak juga bisa bikin itu". Dan jadilah sekarang saya bakul kue!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gak sabaran.&lt;br /&gt;Orang-orang dekat,temen dekat, terutama yang pernah sekantor atau sesekolahan, pasti udah hafal sekali sama karakter saya yang satu ini. Saya tu impatient, paling nggak suka nunggu, apalagi kalo yang ditunggu tidak memberi kejelasan (apa hayo maksudnya?). Makanya syukur alhamdulillah saya dapat suami yang sabar. Paling tidak kan bisa jadi penetralisir ketidak-sabaran saya. Tapi sekarang, saya harus merubah karakter yang satu ini. Iyalah, gimana mau ngehadapin anak-anak kalo saya tidak bisa sabar menghadapi kenakalan mereka? Jadi, kayaknya, setelah menikah, terutama setelah punya anak, sifat saya yang satu ini udah mulai banyak berkurang (iya nggak sih, Mas? Tuh lihat, bapaknya si Reyhan nyengir2 aja. Pasti dia mau bilang, masa' siiihh? Hehehe...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Suka naik sepeda.&lt;br /&gt;Ini salah satu sifat yang sangat menguntungkan buat saya. Syukur alhamdulillah saya suka sepeda, jadi waktu harus tinggal di negara yang transportasi utamanya adalah sepeda, saya sangat menikmatinya. Bersepeda buat saya jauh lebih mengasyikkan daripada naik turun mobil (dengan catatan, naik sepedanya di jalan yang jarang dilalui mobil dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tidak ada metromini atau mikroletnya&lt;/span&gt;). Di rumah, sepeda stasioner adalah alat olahraga favorit saya. Bahkan waktu kost di Bandung, saya pernah sembunyi-sembunyi memakai sepeda stasioner bapak kost (dan ketauan sama anaknya bapak kost. Untung orangnya asik, jadi gak dilaporin ke ortunya). Saking getolnya pake sepeda stasioner, adik saya semata wayang pernah komentar waktu melihat di TV alat peluruh padi yang memakai pedal seperti sepeda. Dia bilang begini "Tuh, mendingan bantuin pak tani itu ngerontokin padi, daripada berjam-jam genjot sepeda gak sampe kemana-mana".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Suka coklat.&lt;br /&gt;Lha ini, karakter yang bikin tambah bersyukur ada poin nomor 4 tadi. Buat saya, chocolate is everything deh (walaupun saya suka keju juga, tapi saya jauuuuhhhh lebih suka coklat). Ada tanggal-tanggal tertentu (yg cewek pasti ngerti deh) di mana saya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;harus&lt;/span&gt; makan coklat. Kalo nggak ketemu coklat, bawaannya kesel, bete aja. Tapi begitu udah makan, walau sedikit, jadi tenang, santai. Gile gak sih? Awalnya saya jualan kue juga karena suka coklat ini. Kalo beli melulu, bobol kantong tokh. Kalo makan sendiri, ntar gendut sendiri. Jadi mending sekalian aja ditawarin ke orang-orang. Eeehh.. ternyata orang-orang juga suka. Ya udah, klop deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Un-organized.&lt;br /&gt;Karakter ini paling bertolak belakang sama suami. Dia rapi jali, sementara saya sembrono sekaleee.... Walaupun saya sudah bertahun-tahun (ya, 8 tahun kan bisa ya dibilang bertahun-tahun) jadi istrinya, tapi kok ya tetep aja ya susah ikutin jadi rapi. Naga-naganya malah dia yang ikutan sembrono, tapi tetep aja saya yang juara. Akibatnya, banyak kehilangan macam-macam, yang paling parah kalau kehilangan surat-surat penting. Tapi itu bukan salah saya juga kok. Selama ini kan kami boleh dibilang hidup nomaden, pindah2 terus. Jadilah banyak dokumen yang terselip sana sini. Sekarang aja nih, saya masih sibuk mencari 2 album foto kenangan. Satu yang di SMA, satu lagi yang kuliah. Entah nyelip dimana, padahal album foto, gitu lho. Guede dan tebeeelll. Kok bisa ya, ilang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Lebih suka cuaca dingin daripada panas.&lt;br /&gt;Ini juga kebalikannya si bapak. Sebenernya sih prinsip saya simpel aja. Kl kedinginan kan kita bisa pakai pakaian berlapis-lapis. Apalagi saya pake jilbab, paling tidak udah ada pelindung pakaian yang tertutup rapat. Lha kalau panas, masa mau dilepas semua pakaian itu? Pun kalo saya tidak wajib  pakai jilbab, tetep saya nggak mau lepas baju kalau kepanasan. Hare genee... radiasi ultra violet sinar matahari udah banyak banget, bisa-bisa kena kanker kulit kalau banyak-banyak mandi matahari. Belum lagi kulit yang jadi gosong, penampilan jadi kurang sip. Aahhh... banyak deh alasannya kenapa saya lebih pilih dingin dari panas. Akibatnya, saya juga jadi lebih suka tempat tinggal yang sejuk daripada yang panas. Seperti bandung, misalnya. Atau jepang waktu winter, spring dan autum (kalo musim panas sih ogah ah. Apalagi di tokyo. Lebih panas dari jakarta, gitu lho. Kalo di pegunungan kayak kusatsu, gunma sih mungkin masih oke, mirip2 bandung). Daaann.... saya jadi demen tinggal di negara dengan 4 musim, apalagi yang musim panasnya sebentar. Hayo... siapa yang mau ajak saya pindah ke negara seperti itu? Ke Kanada, misalnya *ngedipin Yeni*. Atau New Zealand? Hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Gak bisa diam.&lt;br /&gt;Saya paling susah kalo lagi nggak punya kerjaan (kalo lagi nggak punya duit juga susah sih, tapi kalo masih ada kerjaan kan setidaknya ada harapan buat dapet duit, tokh?). Makanya waktu di Jepang saya coba-coba bikin kue. Makanya waktu pulang dari jepang dan belum berani terima pesanan kue, saya ikut kursus menyulam pita (walaupun belum pernah dipraktekkin sampai sekarang). Pokoknya, saya harus punya kegiatan. Kalau saya tidak punya kegiatan, saya akan cari sesuatu yang menyibukkan saya. Karena kalau saya diam-diam saja, buntut-buntutnya jadi stress dan uring-uringan. Lebih baik badan pegal-pegal tapi hati riang daripada duduk diam tanpa kegiatan. Setuju?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilempar ke siapa ya? Si Mas pasti nangkis. Mana mau dia nulis yang kayak gini? Ya udah, temen-temen aja deh:&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://bellnad.multiply.com/"&gt;Rita bellnad&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://ibuhanif.multiply.com/"&gt;Lintang&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://marsya0111.multiply.com/"&gt;Suci&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://jepangjombang.multiply.com/"&gt;Vita&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hayo, dikerjakan ya pe-ernyaa....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-8632758610292359149?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/8632758610292359149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=8632758610292359149&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/8632758610292359149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/8632758610292359149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/09/me-myself-and-ully.html' title='Harus DELAPAN ya?'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-5772010405866075208</id><published>2007-09-25T14:50:00.000+09:00</published><updated>2007-09-25T15:06:04.768+09:00</updated><title type='text'>Korban Kartun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rvik9Jy_uuI/AAAAAAAAAFc/F9HmLZksEyQ/s1600-h/wonderpets.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rvik9Jy_uuI/AAAAAAAAAFc/F9HmLZksEyQ/s320/wonderpets.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114018747387984610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di TV swasta, baru diputar film wonderpets. Tentang binatang peliharaan yang bisa jadi pahlawan super, makanya dikasih nama wonderpets. Aslinya marmut, kura-kura dan anak ayam/burung itu peliharaan anak-anak si suatu TK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah, suatu hari, anak tetangga bawa main anak ayam barunya. Entah kenapa, dia lupa bawa pulang. Jadilah si anak ayam pitik itu nginap di rumah. Pagi-pagi, waktu mama mau ke belakang, nyaris kesandung kotak tempat tidur anak ayam yang ditaruh berbaris sama kotak akuarium kura-kura. Siapa yang turunin kotak air kura-kura dari tempatnya bertahta di atas sana sampai ada di depan pintu dapur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama: Reyhan yang nurunin kura-kura?&lt;br /&gt;Reyhan: He-eh.&lt;br /&gt;Mama: Kenapa?&lt;br /&gt;Reyhan: Biar aja, Mama.&lt;br /&gt;Mama: Ya tapi buat apa?&lt;br /&gt;Reyhan: Supaya dia kenalan sama anak ayamnya.&lt;br /&gt;Mama: Kenalan? *Bingung&lt;br /&gt;Reyhan: Iya, ntar main bareng kayak di Wonderpets.&lt;br /&gt;Mama: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gubraks&lt;/span&gt; *pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Foto dari nickjr.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-5772010405866075208?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/5772010405866075208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=5772010405866075208&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/5772010405866075208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/5772010405866075208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/09/korban-kartun.html' title='Korban Kartun'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rvik9Jy_uuI/AAAAAAAAAFc/F9HmLZksEyQ/s72-c/wonderpets.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-9128808128234110819</id><published>2007-09-15T12:40:00.000+09:00</published><updated>2007-09-15T13:56:13.274+09:00</updated><title type='text'>Hikmah Ramadhan</title><content type='html'>Setiap datang Ramadhan, rasanya senang sekali. Mungkin ini tidak aneh, saya raya hampir semua orang Islam merasakan hal yang sama. Tapi buat saya pribadi, itu karena bulan Ramadhan adalah kesempatan terbaik untuk mendekatkan diri pada Allah, sampai saya merasa seakan kita bisa bermanja-manja pada Nya. Seakan Dia turun dan merengkuh saya, bertanya apa kesulitan saya. Lalu saya menumpahkan semua uneg-uneg dan kesulitan saya untuk dicarikan jalan keluar. Tak lupa, saya juga mengajukan beberapa permohonan. Dan percaya atau tidak, hampir semua permohonan yang saya minta di bulan Ramadhan dikabulkanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal dari semuanya adalah waktu saya di SMP. Sebelum-sebelumnya, bulan Ramadhan tidak terlalu berarti buat saya, selain kegembiraan menunggu lebaran karena berarti uang jajan berlimpah dari semua om, tante, dan kakek :D (Hayoo.... yang punya pengalaman sama tunjuk tangan). Waktu di SMP itu, iseng-iseng saya berdoa pada Allah (halah, berdoa kok iseng-iseng)  meminta sesuatu. Tapi permintaan itu saya ajukan secara spesifik dan sungguh-sungguh, karena memang waktu itu, hal itulah yang paling saya inginkan.  Setelah Ramadhan lewat, sayapun lupa dengan permohonan saya. Sampai pada suatu hari, ealaaah.... permohonan saya terkabul! Saya takjub sekaligus senang. Lalu saya buat kesimpulan sederhana, kalau ingin sesuatu, berdoalah di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori ini saya praktekkan lagi waktu saya kelas 3 SMA. Saya berdoa sepenuh hati, bersujud kepada Allah, memohon supaya saya bisa lulus SMA dengan nilai yang baik dan lulus UMPTN juga. Dan Alhamdulillah, ternyata benar adanya. Kejadian ini, ditambah pesan dari ibu saya yang intinya kalau kita berdoa itu sebaiknya yang spesifik, semakin menambah keyakinan saya mengenai mukjizat Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, berturut-turut doa saya di bulan Ramadhan dikabulkan Allah. Saya bisa menyelesaikan kuliah dengan baik, lulus dengan waktu relatif cepat (padahal sebelumnya saya pesimis sekali bisa selesai tepat waktu). Lalu mendapatkan pekerjaan, dan yang terutama... mendapatkan jodoh. Yang terakhir ini termasuk kejutan buat saya, karena sebelumnya saya sama sekali tidak punya gambaran siapa yang akan jadi suami saya sebelumnya walaupun teman pria saya banyak (bukan pacar ya. Saya gak pernah pacaran sebelum ketemu orang yang akhirnya jadi bapaknya anak-anak ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat sekali, tahun 99 itu, Ramadhan jatuh sekitar bulan januari-februari.  Waktu itu entah kenapa (cailee... entah kenapa) ada lumayan banyak cowok yang sedang pdkt sama saya. Tapi cuma 1 orang yang rada sreg. Bukaaan.... bukan si bapak.  Sebut saja si X. Dia mantan kakak kelas di SMA, tapi sebelumnya kami tidak pernah in touch. Silaturahmi terjalin jarak jauh lewat internet, karena dia memang sedang melanjutkan studi di negara lain. Walau begitu, saya gak mau gegabah bilang itu orangnya. Seperti biasa, saya pilih konsultasi sama Allah lewat sujud saya. Tapi saya sudah menetapkan, tahun ini saya ingin ketemu jodoh (karena waktu itu umur saya sudah 25 tahun). Jadilah selama bulan Ramadhan itu, saya berdoa sekuat-kuatnya memohon agar Allah berkenan mempertemukan saya dengan jodoh saya. Gak lupa, saya cantumkan kriteria orang yang saya inginkan untuk jadi suami. Yang soleh, pintar, sabar, baik hati, dst, dll (kalo mau tahu kriteria lainnya, amati aja deh suami saya. Gak melenceng jauh kok dari situ. Hehehe).    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selesai Ramadhan bulan februari, tiba-tiba bulan April ada yang ‘nembak’ saya. Bukaaann…. Bukan si bapak juga. Hehehe…. Dia mantan teman kuliah, tapi sumpah seumur-umur saya gak pernah tau bahwa dia naksir saya, bahkan sudah lama. Selama ini hubungan saya sama dia sama aja seperti dengan teman-teman lain. Belum lepas dari kekagetan, tahu-tahu ada yang ajak kenalan di kantor. Naaahh… yang ini baru bapaknya Reyhan. Hihihi…. Sebenarnya gak cocok juga sih kalo dibilang kenalan, karena kami sudah setahun kerja bareng di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; (saya masuk situ tahun ’98). Tapi terus terang gak pernah ada interaksi, karena dia itu pendiam banget. Gak pernah ngomong ke saya, ketutup sama obrolan teman-teman yang lain. Bahkan saya gak ngira dia tahu kalau saya itu exist :D. Ternyata eh ternyata, dia sudah amati saya sejak saya baru masuk setahun lalu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kalau yang lain modelnya pake muter-muter, basa basi dulu, si bapak ternyata menganut kepercayaan tembak langsung. Jadilah saya tambah kelabakan. Saya sih inginnya semuanya penjajagan dulu, biar saya bisa santai nentuin yg mana yg paling cocok (bokis gak sih? Gak mau rugi ceritanya. Tapi wajar &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; ya? Wong kita mau nentuin pasangan hidup kok. Sah2 aja &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;, milih2?). Tapi ternyata si Mas gak mau model gitu. Buat dia, now or never. Akhirnya saya minta waktu buat shalat, minta petunjuk sama Allah. Selama berdoa itu, saya kok jadi ingat cerita ibu saya. Dulu beliau juga kayak gitu, dideketin banyak cowok, tapi semua dianggap angin sampai tiba2 datang ayah saya yang langsung nanya, ini mau serius apa main2? Dan dijawab sama nyokap, mau serius ayooo… main juga ayooo.. Hehehe (dasar emang si nyokap). Tapi dari pertanyaan itu, bokap udah dapet satu poin plus dibanding kandidat yg lain. Nah, kok kisah saya ini kyknya mirip2 ya… Dan ternyata, setelah shalat pun, hati saya condong ke dia. Lupakanlah kenyataan bahwa hanya dia kandidat yg saya sama sekali tidak tahu apa-apa tentangnya. Saya ikutin kata hati (dan petunjuk Allah) itu. Alhamdulillah setahun berikutnya, April 2000 saya menikah. Terkabul deh doa Ramadhan itu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Doa Ramadhan berikutnya saya tujukan untuk anak yang waktu itu sedang ada dalam kandungan saya (sedang hamil 8 bulan). Saya berdoa minta anak yang ganteng, pintar, soleh (sayangnya saya lupa minta karakter sabar. Hehehe…). Alhamdulillah, dikabulkan. Lalu, 2 tahun berikutnya, saya berdoa jungkir balik minta Allah bantu suami saya supaya dapat beasiswa (karena saya sebetulanya sudah gak betah di kantor tapi gak punya alasan yang cocok buat quit). Ternyata dia lulus seleksi penerima beasiswa ke jepang.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tahun berikutnya, saya cerita ke sepupu soal doa bulan Ramadhan ini. Dia waktu itu belum menikah, tapi umurnya sudah 24 (atau 25 ya? Lupa deh). Terus dia bertekad akan melakukan juga. Tahun berikutnya lagi, beberapa bulan menjelang Ramadhan, waktu saya sudah di jepang, saya dapat email dari dia. Mengabarkan dia akan menikah sebentar lagi. Alhamdulillah, memang Allah maha Mendengar doa hambanya. Sekarang, putra pertama mereka sudah berumur setahun lebih &lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;:)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Mukjizat itu masih terus berlanjut. Suami bisa sukses menyelesaikan penelitian dan tesisnya. Lulus tanpa revisi. Setelah kami kembali ke &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, doa berikutnya adalah supaya kami bisa memiliki rumah sendiri, yang sudah kami idam-idamkan sejak lama. Alhamdulillah, sekarang sudah selesai dibangun dan Insya Allah bulan depan kami akan pindah rumah (belum sempet posting foto-foto rumah nih. Nanti deh). &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Target berikutnya, ada sih beberapa hal yang saya ingin pintakan pada Allah, tapi itu gak usah dibuka di sini ya. Sejauh ini, saya rasakan Allah sangat sayang pada saya dan keluarga kami. Dan itu gak cuma berlaku buat saya saja. Saya yakin, seyakin-yakinnya, teman-teman juga bisa mendapatkan hal tersebut. Kuncinya sederhana, berdoa dengan sepenuh hati dan iklas. Yakin bahwa Allah sayang pada kita, karena kalau kita dekatkan diri pada Allah, dia akan lebih mendekat lagi pada kita. Dan Allah sesuai dengan perasangka kita. Kalau kita merasa dimusuhi Allah, maka begitulah jadinya. Dan kalau kita merasa dicintai Allah, maka Allah akan berlipat kali mencintai kita. Awalnya suami agak pesimis soal doa-doa ini, krn merasa jarang diterima doanya. Tapi berkat komporan terus menerus, akhirnya sekarang dia juga menganut prinsip yang sama. Oya, dalam berdoa kita juga harus ikhlas, seandainya permohonan kita tidak terkabul, itu bisa berarti 3 hal. Belum saatnya, tidak baik bagi kita atau akan jadi tabungan di surga.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Saya bukan ahli agama, bukan juga ahli ibadah. Tapi saya berusaha melakukan yang terbaik semampu saya. Sama sekali tak ada maksud membanggakan diri dalam cerita ini, tapi sekedar berbagi cerita. Oya, tatacara berdoa yang saya lakukan selama ini sederhana saja. Saya rasa semua teman-teman juga sudah tahu bahwa waktu yang paling baik untuk berdoa itu adalah di waktu malam, dalam atau setelah shalat malam. Saya awali dengan shalat malam, dan di waktu sujud saya utarakan permintaan saya. Setelah shalat malam, saya sujud lagi, mohon ampun atas semua dosa saya. Memuji kebesarannya, dan memohon bantuannya. That’s it. Simpel &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;?&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Wah, jadi panjang lebar ya ceritanya, padahal niatnya cuma sharing sedikit saja. Gak pa pa &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; ya. Siapa tahu ada yang bisa mengambil manfaat dari kisah saya ini. Dan kita bisa bersama-sama berdoa dan beribadah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-9128808128234110819?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/9128808128234110819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=9128808128234110819&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/9128808128234110819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/9128808128234110819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/09/hikmah-ramadhan.html' title='Hikmah Ramadhan'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-2195418293505732388</id><published>2007-09-14T16:14:00.000+09:00</published><updated>2007-09-14T16:26:09.138+09:00</updated><title type='text'>Hari ke-2 puasa</title><content type='html'>Kemarin, hari pertama, kakak ternyata cuma sanggup bertahan sampai jam setengah sebelas. Gara-gara tergoda lihat adek makan kentang goreng  :D. Tapi hari ini, dia bertekad sampai sore. Tadi waktu mama tawarin buka puasa sepulang shalat jum'at sama Inyik, katanya gak mau, nanti sore aja buka puasanya. Hebaaattt deh anak mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tanya, buka puasa jam berapa, ma? Mama bilang, jam 6. Bapak pulang jam berapa? Jam 6 juga.  Sibuk lah dia kasih tau adiknya. Dek, ntar bapak pulang jam 6. Balik lagi tanya , berapa jam lagi Ma? Hahahaha... alamat setiap setengah jam dicek nih, jam-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iyaa.... Insya Allah ntar bapak pulang. Bapak pulang, bapak pulang... horeee.... Semua udah kangen banget nih sama bapak (Kirain anak2 nggak, soalnya setiap bapak telpon, mereka gak mau ngomong). Ternyata diam-diam kangen juga toh. Duuh... gak sabar ya nak nunggu jam 6. Yah, disabar-sabarin aja deh. Ntar juga nyampe sendiri :))&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-2195418293505732388?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/2195418293505732388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=2195418293505732388&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2195418293505732388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2195418293505732388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/09/hari-ke-2-puasa.html' title='Hari ke-2 puasa'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-1633513074916917170</id><published>2007-09-12T12:22:00.000+09:00</published><updated>2007-09-12T12:27:14.852+09:00</updated><title type='text'>Do'a menyambut bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Bismillahirrahmannir rahim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Allahumma sallimni li Ramadhana &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;wa sallim Romadhona li, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Wa sallimhu minni mutaqabbala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;"&gt;Ya Allah, selamatkahlah aku di bulan Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;"&gt;Dan selamatkanlah bulan Ramahdhan untukku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;"&gt;Dan selamatkanlah Ramadhan dariku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;"&gt;Ya Allah kabulkanlah ibadah Ramadhanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-1633513074916917170?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/1633513074916917170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=1633513074916917170&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/1633513074916917170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/1633513074916917170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/09/doa-menyambut-bulan-ramadhan.html' title='Do&apos;a menyambut bulan Ramadhan'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-2303635952875532382</id><published>2007-09-10T20:31:00.000+09:00</published><updated>2007-09-10T20:51:40.617+09:00</updated><title type='text'>Marhaban ya Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Alhamdulillah, bulan suci Ramadhan sudah di depan mata. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Alhamdulillah Allah S.W.T masih memberi kesempatan pada kita untuk berpesta ibadah di bulan yang rahmat dan maghfiroh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Insya Allah tahun ini kita bisa lebih baik, lebih khusyuk dan lebih mendalami ibadah yang kita lakukan, bukan sekadar melakukan ritual.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Insya Allah, tahun ini kakak Reyhan akan mencoba berpuasa walaupun mungkin masih separuh hari (gak apa-apa ya nak. Yang penting niatnya. Kalo kuat sampai sore ya Alhamdulillah).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Semoga kita bisa mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam menyambut bulan suci ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Semoga kita bisa menjalani semua dengan ikhlas dan tawakal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:130%;" &gt;Selamat menyambut bulan Ramadhan. Mohon maaf bila ada kesalahan dan kealpaan yang kami perbuat selama ini, baik yang disengaja maupun tidak, yang diketahui atau tidak. Yang dilakukan melalui tindakan, perkataan maupun tulisan. Agar kita bisa menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);font-size:100%;" &gt;(Belahan jiwaku lagi out of town nih. Minggu pertama puasa, dia malah gak ada di rumah. Huaaa uhu uhu :((. Biar deh, sebentar lagi juga pulang. Cuma 5 hari kok. Moga2 semuanya lancar, dan beliyaw bisa sampai rumah lagi dengan selamat. Amiiinnn.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-2303635952875532382?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/2303635952875532382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=2303635952875532382&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2303635952875532382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2303635952875532382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/09/marhaban-ya-ramadhan.html' title='Marhaban ya Ramadhan'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-675149890207422656</id><published>2007-08-18T14:27:00.000+09:00</published><updated>2007-08-18T15:24:53.276+09:00</updated><title type='text'>Memory</title><content type='html'>Semalam, salah satu TV swasta menayangkan film Gie. Dalam semangat 17 agustusan, tentunya. Seneng juga, karena kebetulan saya belum nonton film ini. Katanya sih bagus, dapat penghargaan pula (untuk apa ya? Lupa tuh. Si Niko sebagai pemeran utama terbaik ato yang lain ya? Ada yang tahu?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, penayangannya agak malam. Okelah, mungkin filmnya gak terlalu panjang. Ternyata, 2 jam belom kelar-kelar juga. Masih gak jelas juntrungan pula, masih panjang ato udah sebentar lagi selesai. Jadi bikin bingung penonton, mau ditonton terus, udah hampir jam satu. Gak diterusin, kok sayang. Apa karena iklannya kebanyakan, jadi filmnya molor begitu ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan penonton: Kesan pertama, Niko-nya mannaaaa?? Tunggu punya tunggu, akhirnya nongol juga. Bukan kok, bukan karena saya nge-fans abis sama Niko (karena cuma nge-fans dikit, nggak sampe abis. Itupun bukan karena dia ganteng, walaupun emang. Tapi karena dia ganteng DAN pintar!!). Tapi, karena aktor yang meranin tokoh Gie masa remaja itu aktingnya aduuuhhh.... kaku pisaaannnn. Sampai kayak orang salting gitu deh kayaknya. Dari segi tampang sih, oke lah, banyak miripnya sama Niko. Jadi gak beda jauh Gie remaja dan Gie dewasa (tidak seperti kebanyakan film, kan. Tokoh waktu kecil tampangnya kemanaa.... pas gedenya jadi gimanaaaa...). Tapi harusnya kan pemilihan pemeran gak cuma berdasarkan kemiripan, ya. Tapi juga kemampuan akting toh (halah, udah kayak yang ngerti bisnis film aja :D).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan kedua, Kok ngebosenin yaaa?? Dialog panjang lebar, atau kebisuan yang memanjang dan melebar. Tapi cuma nampilin si tokoh terpana menatap sesuatu. Maksudnya apa toh? Dialognya juga birokratis banget. Apa emang begitu cara ngomong mahasiswa tokoh pergerakan? Ah, perasaan dulu gak gitu ah, waktu saya masih mahasiswa dan ikut ngumpul2 sama temen-temen aktivis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan ketiga, ya itu tadi, kok filmnya puanjaaanggg banget ya. Akhirnya karena mata udah sepet, ya sudah lah, nyerah aja. Jadilah saya nggak tahu akhir dari film itu (kalau gak salah, si Gie itu akhirnya meninggal kan ya? Dibunuh atau diculik sih?). Pingin tahu sih akhirannya, tapi kok kalau disuruh nonton lagi, kayaknya nanti dulu deh. Bukannya nggak mau, tapi jangan sekarang deh, nanti-nanti aja kalau udah bener-bener kepingin. Hihihihi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, setelah nonton film itu, saya jadi terkenang-kenang jaman kuliah dulu. Tidak seperti kebanyakan orang (atau malah seperti banyak orang?), masa SMP dan SMA buat saya tidak terlalu berkesan. Kenapa? Karena waktu itu rasanya saya tidak terlalu menikmati hidup alias sebagian besar waktu saya habis oleh sekolah dan kursus-kursus. Selain itu, saya masih tinggal sama or-tu dengan pengawasan yang rada ketat. Jadi boleh dibilang, hampir gak ada kejadian dan kenangan yang berbekas (kecuali masa ospek SMA, mungkin ya). Wong waktu temen-temen sekelas di kelas 3 SMA cabut seharian buat ke Dufan aja saya gak ikut (although I'm not the only one. Temen-temen se-geng [geng alim] juga nggak ikut, jadi gak terlalu nelongso juga sih. Tapi kalau dipikir-pikir sekarang, kayak apa ya rasanya kalo ikut? Seru abis, kana....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada juga sih yang seru-seru di SMA. Waktu kemping, itu pasti. Tiap liburan pasti saya ikut kemping. Entah dengan klub sains, PMR atau perkumpulan silat saya. Gak ada bosennya deh kalo soal kemping (kayak si Gie juga kali yee... yang pendiri Mapala UI ntu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, waktu kuliah, baru deh saya tahu nikmatnya hidup. Huehehehe... Ikut macem2 kegiatan, jalan kemana-mana (ke gunung, maksudnya. Bukan ke tempat aneh2. Sampai detik ini aja saya gak pernah nginjekin kaki di diskotik. Kayak apa sih, yang namanya diskotek? hehehe..). Jadi panitia ini itu, pengurus ini itu, pulang pagi (hhmmmm, jam 3 itu malam apa pagi sih, judulnya?) setelah ngurus acara perhimpunan. Huaaa... capek, tapi nikmeh. Ahhh.... romantika kampus :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu lalu, saya dan mas sempet nonton film Harry Potter yang terbaru. Karena hari itu hari senin dan film-nya baru turun, jadi aja penontonnya full. Untung masih dapet tempat duduk yang enak. Tapiiii.... penonton yang lainnya dong, gak tahaaannn... Itu teater full sama ABG. Begitu si Daniel Radcliff keluar, langsung pada histeris. Pas Harry ngomong sama Cho Chang, pada suit-suit. Pas Ginny ngeliatin mereka berdua, pada cie cie-an. Pas adegan ciuman.... bayangin sendiri deh gimana ramenya. Yang ada sepanjang nonton saya sama mas jadi ketawa-ketiwi melulu, ngetawain reaksi para ABG itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi semalam itu, beberapa menit sebelum tidur, yang muncul dipikiran saya ya campur aduk. Kenangan lama, tingkah para ABG, mengira-ngira jaman ortu saya ABG. Kl modelnya kayak jaman Gie itu, betapa bedanya sama jaman saya. Jaman saya ABG, jauh banget bedanya sama jaman sekarang. Keluar lagi pikiran yang ada waktu nonton HP itu. Nanti, jaman anak saya ABG, kayak apa ya? Bisa gak ya, kami ortunya mengerti dan mengikuti perkembangan mereka? Karena, beneran deh. Kalau salah satu diantara ABG itu ada anak saya, saya pasti udah salting menghadapinya. Lalu, bagaimana di jaman yang lebih maju lagi nanti? Waktu saya sudah lebih tua dari sekarang, dan anak saya sudah lebih besar juga dari sekarang? Pantes aja dulu sering bentrok sama ortu. Pasti mereka melihat saya sama asingnya seperti saya melihat para ABG itu sekarang. Sumpe deeeehhhh....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-675149890207422656?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/675149890207422656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=675149890207422656&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/675149890207422656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/675149890207422656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/08/memory.html' title='Memory'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-5985053535257293033</id><published>2007-08-17T14:16:00.000+09:00</published><updated>2007-08-17T14:26:32.642+09:00</updated><title type='text'>Happy Independence Day</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;How independent are you? :D&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-5985053535257293033?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/5985053535257293033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=5985053535257293033&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/5985053535257293033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/5985053535257293033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/08/happy-independence-day.html' title='Happy Independence Day'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-444286514300289910</id><published>2007-08-02T22:28:00.000+09:00</published><updated>2007-08-02T22:58:16.439+09:00</updated><title type='text'>Proyek terberat minggu lalu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RrHiiO6tR4I/AAAAAAAAAEU/uFE9n1ZMQec/s1600-h/kue+Mada+Tony2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 237px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RrHiiO6tR4I/AAAAAAAAAEU/uFE9n1ZMQec/s320/kue+Mada+Tony2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5094101731280504706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pingin memamerkan kreasi terakhir. Hehehe.... Ceritanya, sekitar 2 minggu yang lalu Bik Aan mesen kue buat hantaran nikah keponakannya om Alik. Karena antara waktu pengantaran kue dan acara agak jauh, trus untuk memuaskan keingin tahuan saya gimana rasanya berkreasi dengan fondant, maka saya putuskan untuk melapisi kue itu dengan fondant, bukan sekedar dengan buttercream seperti biasanya. FYI, fondant itu dibuat dari gula dan putih telur dan bisa diuleni/dibentuk macam-macam seperti lilin mainan anak2 itu lho, tapi 100% bisa dimakan. Selama bikin kue aja, anak2 bulak balik minta sedikit2 buat dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tante pingin kuenya agak besar dan bertingkat. Sebenernya saya udah bilangin, kalau itu kue cuma untuk ditaro ditempat nikah sih oke2 aja besar. Tapi kalau untuk hantaran, kesian juga orang yang bakal megangin itu kue selama prosesi penerimaan rombongan pengantin laki-laki kalau kuenya besar dan bertingkat. Ini berdasarkan pengalaman pribadi waktu si Afi menikah. Daku yang bawa kue dan kebagian megangin itu kue. Gak lama sih, cuma sekitar 15 menit. Tapi berat boow. Padahal yang kue Afi itu gak bertingkat dan gak pake fondant. Tapi kata Bik Aan gak pa pa kok, gak berat ah. Ya wis. Namanya pelanggan, kudu diturutin kan permintaannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah konsultasi sama bu Fatmah tercinta dari NCC dan mbak Rita di Australi, akhirnya saya putusin kue-nya pake brokus lapis ganache aja alias coklat gateau. Berhubung loyang paling besar ukuran 30 dan kukusannya juga cuma muat segitu, ya udah itu deh ukuran yang dipake. Begitupun, saya harus mengukus tiap lapisan kue secara terpisah, karena kalau digabung takutnya bagian bawah kue gak mateng. Untuk masing2 lapisan, pake 1 resep brokus yang 4 telor. Sementara untuk lapisan kue bagian atas, pake loyang ukuran 20 karena kata bu Fat sebaiknya beda besar kue antara tingkat itu 10 cm-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jadi semua kuenya, lapis deh sama coklat ganache. Trus dilapis lagi semua pake buttercream dan ditutup sama fondant. Ternyata ngegiling fondant itu asoy geboy juga, sampe rada2 terkilir nih tangan. Beraaattt. Trus karena kuenya gede, jadi harus luas juga lapisan fondantnya. Kira2 ada deh selebar meja makan (jangan keburu kaget, karena meja makanku mungil. lebarnya 60 cm. Hehehe....).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RrHghe6tR3I/AAAAAAAAAEM/XCOchpiDYiA/s1600-h/kue+Mada+Tony.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 215px; height: 221px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RrHghe6tR3I/AAAAAAAAAEM/XCOchpiDYiA/s320/kue+Mada+Tony.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5094099519372347250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini hasil akhir kuenya. Oya, hiasan2 untuk kue-nya udah saya siapin duluan. Gampang kok, fondantnya tinggal kasih warna merah, terus cetak pake cookie cutter motif bunga. Trus setelah tu kue dilapis fondant, tempelin deh hiasannya. Trus kasih hiasan titik2 pake buttercream dan dikasih inisial MT (Mada-Tony). Dibagian bawah kue dikasih pita warna merah. Selesai deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cantik ya kuenya? Waktu baru jadi, saya liatiiinnn terus. Seneng sih liatnya, simpel tapi manis. Kalo liat fotonya, gak terkesan gede ya? Padahal sumpah lho itu guede. Alas kuenya itu ukuran 40x40 cm. Terus, berat fondant-nya aja udah 1,5 kilo. Ganache-nya juga 1,5 kilo. Berat akhir kuenya? Gak tau deh, yang pasti beraaaatttt pisan. Makanya gak salah kalo saya bilang ini proyek terberat yang pernah saya tangani, literally. Hehehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aahhh.... ternyata bisa juga bikin kue pengantin. Hasilnya lumayan pula, fondant-nya gak retak2 seperti yang sering dikeluhin sama teman2 di NCC. Hhhmmm... kira2 kapan ya dapet pesenan begini lagi? Ayo ayo, siapa pemesan berikutnya? :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-444286514300289910?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/444286514300289910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=444286514300289910&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/444286514300289910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/444286514300289910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/08/proyek-terberat-minggu-lalu.html' title='Proyek terberat minggu lalu'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RrHiiO6tR4I/AAAAAAAAAEU/uFE9n1ZMQec/s72-c/kue+Mada+Tony2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-3020888045718877194</id><published>2007-07-24T22:19:00.001+09:00</published><updated>2007-07-24T23:25:27.554+09:00</updated><title type='text'>Finite Incantatem</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RqX8lO6tR2I/AAAAAAAAAEE/oK34t1PX18k/s1600-h/Harry_Potter_and_the_Deathly_Hallows.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 164px; height: 236px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RqX8lO6tR2I/AAAAAAAAAEE/oK34t1PX18k/s320/Harry_Potter_and_the_Deathly_Hallows.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5090752670401906530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Warning: Do not read this if you haven't read the book and want to find out the surprises yourself. But if you really, really can't wait to know some tiny bits of the story inside, please proceed.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Actually, I've finished reading it yesterday, but I still couldn't shake off the after-effect. Hehehehe.... Much as I'd like to tell you about Harry's latest adventure, I'm sure you would kill me if I really do that :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, anyway, I only want to say something: J.K Rowlings is really the mistress of story telling. She gives me the answers to all the questions popping up in my minds while reading the other six books. And she provides everything that I want to read in this book. For example, (well, it's not a joy-killer, but I have to say something, don't I?) what does a Harry potter's fan really hope for? A war? A great war between the Voldermort's Death Eaters and pupil of Hogwarts? You got it. She'll give it to you. Do you want to know the reason behind Dumbledor's gleaming eyes right after Harry told him what happened in the graveyard on the night Voldermort came to live again? You got it. Do you wanna know why Dumbledore's trust on Snape never waver no matter how fishy the situation looks like? You'll get the answer in this book. Do you ever wonder why house-elves could Apparate and Dissapparate inside Hogwarts while wizards can't? She'll give you the answer. Do you wonder why Dumbledore referred to his letter to Petunia as 'my last'? You'll find out in here. And most importantly, do you wanna know what became of Harry, Ron, Hermione, Neville, Luna, Dobby, Kreacher and Grawp? Well, I'm afraid I can't answer that question. You just have to read it yourself to find out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Almost in every chapter, the pace of the story is fast that I feel like riding on a roller coaster. It fulls of surprises and twists on every turn. Just when you think Harry got the upper hand, Rowlings turns it around. And just when you think everything is lost, she gets your hopes up again. She still includes some humor that became the character of this series. But I, and I believe you will too when you get to that part,   was woeful when one of my favorite characters is deceased.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All in all, in my humble opinion, she gives what readers expect. And what do readers usually expect after years of misery and misfortune? No, no, no, don't ask me to answer that. I won't! I won't *crack. I Dissapparate.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-3020888045718877194?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/3020888045718877194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=3020888045718877194&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3020888045718877194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3020888045718877194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/07/finite-incantatem.html' title='Finite Incantatem'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RqX8lO6tR2I/AAAAAAAAAEE/oK34t1PX18k/s72-c/Harry_Potter_and_the_Deathly_Hallows.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-3450018857811612607</id><published>2007-07-21T16:52:00.000+09:00</published><updated>2007-07-21T16:54:55.279+09:00</updated><title type='text'>Husshhhhhh.....</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Please do not disturb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;The new and latest Harry Potter is here.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-3450018857811612607?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/3450018857811612607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=3450018857811612607&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3450018857811612607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3450018857811612607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/07/husshhhhhh.html' title='Husshhhhhh.....'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-3508018320552907375</id><published>2007-07-19T23:24:00.000+09:00</published><updated>2007-08-10T14:17:29.434+09:00</updated><title type='text'>Minggu sibuk</title><content type='html'>Hwaaa... sibuk? Pengacara kok sibuk? Hehehehe... Sebabnya, di bulan juli ini cukup banyak pesanan kue yang berdatangan. Alhamdulillaahh.... Semoga seterusnya begitu. Hehehe... Mulai dari bos di MT yang pesen brownies keju-coklat, terus &lt;a href="http://diahpermatasari.blogspot.com"&gt;Diah&lt;/a&gt; yang pesen buat Razan yang ultah ke 3, terakhir &lt;a href="http://mariskova.blogspot.com"&gt;Devina&lt;/a&gt; buat ultahnya &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/MagicalLight"&gt;Ari &lt;/a&gt;yang ke-5. Gak tanggung-tanggung, si ibu satu itu pesen dua, karena satu mau dibawa ke sekolah, dan yang satunya buat di rumah. Oke deeehhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RqAFPI78PkI/AAAAAAAAAD0/NYcmbvY05q4/s1600-h/kue+razan+atas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 179px; height: 167px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RqAFPI78PkI/AAAAAAAAAD0/NYcmbvY05q4/s320/kue+razan+atas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5089073336583732802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mulai deh saya bersemedi, kira-kira tema apa ya yang mau diangkat? Dari jauh-jauh hari, mamanya Hikari yang memang selalu-terencana-rapi-teratur itu udah tanya ke anaknya mau kue apa dan dijawab langsung, dino. Tapi di lain waktu, jawabannya berubah jadi ikan. Ya udah, akhirnya kedua tema itu deh yang dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ultahnya Ari jatuh 2 hari setelah ultah Razan, jadi urusin kue Razan dulu. Waktu ditanya mau model apa, bundanya Razan yang easy-going bilang terserah. Saya sempet unjukin model kue stegosaurus yang akan saya buat untuk Ari. Gambar itu dikasih lihat ke Razan sama bundanya, dan jatuh hatilah Razan sama itu kue stego. Tapi alamaakkk.... Artinya saya harus buat 2 stego dalam selang waktu 2 hari dooongg? Aduh duh, ngebayanginnya aja udah langsung mules. Jadi dengan menyesal, &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RqAHOo78PlI/AAAAAAAAAD8/x_9470y1QOI/s1600-h/kue+razan+sudut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 210px; height: 153px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RqAHOo78PlI/AAAAAAAAAD8/x_9470y1QOI/s320/kue+razan+sudut.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5089075527017053778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bunda Razan diminta merubah bentuk ke pesanan semula yang kotak dengan edible diatasnya. Dan setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Razannya mau juga. Dan inilah hasil kuenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan lagi seneng motif kepang, jadi aja bagian atasnya dihias seperti itu. Karena Razan alergi coklat, maka isi kuenya gak bisa brownies plus ganache coklat andalan saya itu. Pilihan jatuh ke cheesecake yang gak kalah yummy. Untuk lapisannya, cukup selai strawberry karena memang itu padanan yang paling sip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah istirahat satu hari, mulai lagi berjibaku buat nyiapin kue hikari. Karena kue stego itu perlu 2 kue bundar, jadi saya buat 3 brownies. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rp94oY78PgI/AAAAAAAAADU/HqsuxtXn2Y8/s1600-h/dino+hikari1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 252px; height: 148px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rp94oY78PgI/AAAAAAAAADU/HqsuxtXn2Y8/s320/dino+hikari1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088918739235913218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Satu kotak, dua bundar. Setelah diisi ganache coklat dan dibekukan dulu, siap deh badan si stego dihias. Dan inilah hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh badan si stego ditutup sama buttercream yang dikasih warna hijau, lalu dihias pake buttercream hijau dan biru pake spuit bintang. Lumayan juga sih, nyemprotin bintang satu per satu ke seluruh badan si stego karena lumayan gede juga (wadah itu ukurannya 28 x 50 cm kl gak salah). Jadi sampe sekarang tangan masih senut-senut nih pegel. Hehehe...&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rp96DY78PhI/AAAAAAAAADc/bbmQxJpgE-I/s1600-h/dino+hikari2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 219px; height: 128px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rp96DY78PhI/AAAAAAAAADc/bbmQxJpgE-I/s320/dino+hikari2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088920302604008978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai si stego, lanjut ke nemo. Oya, kalau sebelum bikin stego saya udah siapin duri-duri di punggungnya itu duluan, nah untuk yang nemo ini sebaliknya. Setelah ngehias kue baru terpikir buat nambahin ikan dan bintang laut dari fondant. Jadilah dibuat si nemo dan dori plus satu patrick *bintang laut temennya spongebob itu lho* di atas kue Ari. Gak tanggung-tanggung, si nemo dan dorinya itu hand-painted lho :P (bukan apa-apa, soalnya masih belum bisa bikin model multiwarna pake fondant. Jadi dibuat dulu dari fondant putih, trus dicat deh pake pewarna kue. Saking asiknya ngehias, sampai kelupaan satu hal. Ealaaahh.... nama hikari-nya belum ada. Untung masih ada space di bagian bawah kolam. Jadi walau agak sedikit maksa, bisa juga nama Hikari nempel di bagian bawah kue itu. Ini penampakannya.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rp97No78PiI/AAAAAAAAADk/AL8uJNa9OMQ/s1600-h/nemo+hikari1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 219px; height: 144px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rp97No78PiI/AAAAAAAAADk/AL8uJNa9OMQ/s320/nemo+hikari1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088921578209295906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rp98Ro78PjI/AAAAAAAAADs/e9q__LoKuvI/s1600-h/nemo+hikari2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 151px; height: 142px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rp98Ro78PjI/AAAAAAAAADs/e9q__LoKuvI/s320/nemo+hikari2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088922746440400434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gimana? Lumayan kan kue-kuenya? Seneng juga sih dapet pesenan banyak gini, jadi banyak kesempatan buat latihan ngehias. Buat Razan dan Hikari, semoga jadi anak sholeh, berahlak baik, kebanggaan orangtua, agama dan negara serta sukses dunia akhirat. Amiiin. Dan moga-moga teman-teman the birthday boys juga tertarik buat pesan kue ke saya. Amin. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;PS: Barusan mamanya Hikari SMS, katanya, "makasih banyak Ly kuenya. Ari histeris. Gw jg harus jagain si dino dari colekan temen-temennya. Kuenya enak, coklatnya tebel. Si Ari seneng banget."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Baca SMS itu rasanya seneeeengggg banget. Ada yang bilang, bikin kue itu menyenangkan. Berhasil ngejual kuenya, lebih seneng lagi. Yang beli puas sama kuenya, tambah seneng. Percaya gak, rasa seneng ngedenger anaknya histeris liat kue itu lbh besar daripada seneng waktu nerima duitnya :D Kesannya berlebihan, ya. Tapi bener lhoo..&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalo kata sesama temen bakul kue, triple orgasm. Hehehe..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-3508018320552907375?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/3508018320552907375/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=3508018320552907375&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3508018320552907375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3508018320552907375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/07/minggu-sibuk.html' title='Minggu sibuk'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RqAFPI78PkI/AAAAAAAAAD0/NYcmbvY05q4/s72-c/kue+razan+atas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-2706543364641259364</id><published>2007-07-15T13:37:00.000+09:00</published><updated>2007-07-15T15:05:05.764+09:00</updated><title type='text'>Kalau libur sekolah</title><content type='html'>Dulu sebelum kakak sekolah, gak ada bedanya antara musim liburan dan musim-musim lainnya. Sekarang, setelah 1,5 tahun ini kakak mengenyam (duile... mengenyam) bangku sekolah, baru deh terasa bedanya. Kalau kakak sekolah, rumah sepi dan baru rame setelah jam 11 alias kakak pulang sekolah. Kalau kakak lagi libur....... Mama stress setiap hari di rumah ribuuuuutttt dan berantakaaaan terus. Hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rpms5I78PZI/AAAAAAAAACc/6tLmVV25opw/s1600-h/DSC04948.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 233px; height: 175px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rpms5I78PZI/AAAAAAAAACc/6tLmVV25opw/s320/DSC04948.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5087287351743102354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya, karena bosen stress, mama ajak anak-anak main di Kiut playground di Hypermart. Bukan apa-apa, pertama kali lihat tempat mainan ini, mama sama bapak langsung bisik-bisik, ealaahh semua mainan itu ada ya di honjo city park, kecuali kolam bolanya. Bedanyaa.... di sana gratis tis. Di sini, dikepruk sama penjaganya kalo minta gratis. Ya bayar dooongggg.... Per satu jam, lagi. Apa sih yang gratis di indonesia kecuali napas dan buang angin? Jadi kangen lagi deh sama Honjo *ihik. Sedih*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RpmoTY78PWI/AAAAAAAAACE/64pF4vW1Ye8/s1600-h/DSC04954.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 206px; height: 153px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RpmoTY78PWI/AAAAAAAAACE/64pF4vW1Ye8/s320/DSC04954.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5087282305156529506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tapi berhubung ongkos ke honjo jauh lebih mahal daripada biaya masuk kiut itu, ya sudah lah. Kita ngalah deh. Jadi, pada suatu siang, mama ajak 2 unyil itu ke sana. Reyhan langsung kalap. Lari2 gak karuan. Coba ini, masuk ke sana, lompat ke situ. Sampe pusing mama ngikutinnya. Sementara Adek masih bingung. Maklum, itu pertama kalinya adek masuk ke tempat main seperti itu. Trus, banyak anak-anak pula. Adek kan jarang keluar rumah, jadi rada bingung kalo banyak orang. Tapi lama-lama ikut seneng juga dia. Dan pas waktunya pulang, adek lagi asik2nya naik perosotan. Ini foto2nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RpmroI78PYI/AAAAAAAAACU/AnWaP8cKXnM/s1600-h/DSC04963.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 196px; height: 144px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RpmroI78PYI/AAAAAAAAACU/AnWaP8cKXnM/s320/DSC04963.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5087285960173698434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RpmuJo78PaI/AAAAAAAAACk/-H2iWZHWqxM/s1600-h/DSC04962.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 198px; height: 145px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RpmuJo78PaI/AAAAAAAAACk/-H2iWZHWqxM/s320/DSC04962.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5087288734722571682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Adek in action. Ada bakat jadi pesenam juga neeh...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, Reyhan menuntut main di situ lagi. Daripada terjadi huru-hara, ya udah, main lagi yuuukkk. Kali ini Adek udah jauh lebih pede. Dia gak kalah kalap sama kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RpmzWo78PcI/AAAAAAAAAC0/FG3Rm1PKlbg/s1600-h/main1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 173px; height: 231px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RpmzWo78PcI/AAAAAAAAAC0/FG3Rm1PKlbg/s320/main1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5087294455619009986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rpm05478PdI/AAAAAAAAAC8/wyPqywm_RMc/s1600-h/DSC05001.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 224px; height: 167px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rpm05478PdI/AAAAAAAAAC8/wyPqywm_RMc/s320/DSC05001.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5087296160721026514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rpmw4478PbI/AAAAAAAAACs/pA3l1aoOTWM/s1600-h/DSC04988.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 226px; height: 165px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rpmw4478PbI/AAAAAAAAACs/pA3l1aoOTWM/s320/DSC04988.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5087291745494646194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-2706543364641259364?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/2706543364641259364/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=2706543364641259364&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2706543364641259364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2706543364641259364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/07/kalau-libur-sekolah.html' title='Kalau libur sekolah'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rpms5I78PZI/AAAAAAAAACc/6tLmVV25opw/s72-c/DSC04948.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-2060752039378605050</id><published>2007-07-09T21:54:00.000+09:00</published><updated>2007-07-09T23:10:41.558+09:00</updated><title type='text'>What's so special about 7-7-7?</title><content type='html'>Yeah, why, indeed? What's so special about july 7, 2007 that everyone feels one should do something unusual that day, or one should celebrate something on that day? I have no idea. For me, that date is the same as any other date. Just as new year's eve. Just another day to live.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, long before that date, we had an invitation from one of Mas's friends from Waseda, Andi. He's going to get married on that date. One week before the date, my cousin told me that she's going to celebrate her 17th birthday. I offered her to buy the birthday cake from me and she said yes. So one day before the day, I made the cake and it looked like this.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RpI4IpROn3I/AAAAAAAAAB8/FSG1Wm8uMU8/s1600-h/kue+sweet+seventeen.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 219px; height: 191px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RpI4IpROn3I/AAAAAAAAAB8/FSG1Wm8uMU8/s320/kue+sweet+seventeen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5085188650422935410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;I took the design from Tan See Fong book. It's quite pretty, except for several flaws due to the disturbance from the children (so what's new, right?). The bottom cake was 25 cm in diameter, and the top cake was 16 cm in diameter. All in all, I felt quite proud of the result since it's the first fully decorated cake by me (I made all the ornament by myself from scratch, including the flowers and the butterflies).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My brother had promised to take the cake to my cousin's house that afternoon. But when he was about to go, the car broke down. So we had no option other than to take the cake ourselves. So off we go, 5 o'clock that afternoon, to my cousin's house in Bintara, east Jakarta. In normal time, it took about 1-1 1/2 hours to get there. But then, that afternoon, nothing was normal. The traffic jam was unbelievable. At 6 o'clock, we only got as far as Pasar rebo. There were so many cars, so many people on the street, all struggled to get to their festive destination. Finally, we arrived at my aunt's house at 7.30. Luckily, the party hadn't started yet because some guests hadn't arrived yet. My aunt tried to persuade us to stay, but then we still had our final destination. So off we go again, joined in the crowd again, to get to Menteng where the party's held. The journey took 2 hours, and it's already a quarter past nine by the time we got there. The newlyweds were still there, taking pictures with their guests, and we met one of mas's friends and his family. So we got in, congratulated Andy and his bride. From the announcer, we found out that the couple was going to go back to Japan where he worked on sunday, so it's a good thing that we made the effort to come to the party.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But the food were all gone (and I imagined they must be something since the theme of the wedding and the place was a special place, not one of those common places for wedding). Thank God my aunt had provided us with some ransom from her party catering, so we're not very hungry. But Reyhan still demanded to go to McD, just as our promise to him in case we didn't got any food at the party (which turned out to be true). So on our way home, we stopped by the McD at Manggarai, grabbed some last food, and head home. We're finally arrived at home at  11.30. And that ended our adventure on july 7. Now, do you understand why I was traumatized by that date? :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note:&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Yeah, yeah, I do know why. It's a unique combination, it's easy to remember, bla bla bla. But still, it's just one of those days, you know.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-2060752039378605050?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/2060752039378605050/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=2060752039378605050&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2060752039378605050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2060752039378605050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/07/whats-so-special-about-7-7-7.html' title='What&apos;s so special about 7-7-7?'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RpI4IpROn3I/AAAAAAAAAB8/FSG1Wm8uMU8/s72-c/kue+sweet+seventeen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-6477271243550454379</id><published>2007-07-06T18:18:00.000+09:00</published><updated>2007-07-06T18:19:55.129+09:00</updated><title type='text'>Uhuhuhu...</title><content type='html'>Kelinciku mati lageee... Uhuhuhu... Sedih banget. Udah segemuk itu, gak kenapa-napa, gak ada pertanda, jam 8 masih lari-lari, jam 11 'dah kaku. &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/cry.png" /&gt;&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/cry.png" /&gt;&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/cry.png" /&gt;&lt;br /&gt;Gak ada pelipur lara lagi deh kalo mama lagi bete. Mana kemaren baru beliin makanannya sampe 3 kilo pulak! Masa beli kelinci lagi? Ntar mati lagi, sedih lagi. Duuh.... jadi pelihara apa dong? Anjing, takut. Kucing, ogah. Eeknya bau. Marmut, gak bisa diem. Kelinciii.... mati melulu! (Oya, masih punya 2 kura-kura sih. Tapi gak enak dielus-elus. Gak ada bulunya).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-6477271243550454379?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/6477271243550454379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=6477271243550454379&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/6477271243550454379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/6477271243550454379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/07/uhuhuhu.html' title='Uhuhuhu...'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-2426614509876193415</id><published>2007-06-27T16:11:00.000+09:00</published><updated>2007-06-27T16:24:51.886+09:00</updated><title type='text'>Belibet</title><content type='html'>Paling susah kalo ajak Reyhan shalat magrib. Bukan apa-apa, ndilalah jam segitu itu para stasiun TV nayangin film kartun favorit dia (Gak para, sih, satu aja stasiun TV yang begitu tapi itu juga udah cukup bikin naik darah). Saking keselnya, sempet saluran TV itu dilenyapkan dari deretan channel yang lain. Tapi akhirnya kasihan juga sama anak-anak, terus dikeluarin lagi deh. Dengan catatan, kalau waktu shalat, TV harus dimatiin. Awalnya sih dia protes, katanya gak usah dimatiin ma. Dikecilin aja suaranya. Tapi akhirnya dia mau nurut juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ada, dia urge mama supaya shalatnya cepet. Kalau pas jamaah sama bapak, dia gak berani bilang ke bapak, tetep mama juga yang disuruh cepet. Lha, gimana tho? Kan imamnya bapak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali waktu, dia bilang gini sambil bisik-bisik (karena bapak dah takbir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reyhan: Ma, shalatnya cepet-cepet ya..&lt;br /&gt;Mama (Sambil bisik juga): Ya nggak boleh gitu dong. Kalo nonton film bisa lama. Masa shalat cepet-cepet?&lt;br /&gt;Reyhan: Ya udah deh, shalatnya cepet-cepet lama ya ma.&lt;br /&gt;Mama: Apaan tuh, cepet-cepet lama? Susah dong&lt;br /&gt;Reyhan: Kayak gampang-gampang susah ya.&lt;br /&gt;Mama: Hehehe...iya, gampang-gampang susah.&lt;br /&gt;Reyhan: Ya sama-sama beda deh ma (terus takbir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama mau takbir jadi ketawa dulu. Bisa aja sih tu anak!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-2426614509876193415?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/2426614509876193415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=2426614509876193415&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2426614509876193415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2426614509876193415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/06/belibet.html' title='Belibet'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-1337290204563576786</id><published>2007-06-21T13:06:00.000+09:00</published><updated>2007-06-21T15:06:00.500+09:00</updated><title type='text'>Untung ada Titan</title><content type='html'>Mama sudah beberapa lama jadi anggota pasif di NCC, ajang para pakar masak itu lhooo.... Eits, bukan berarti mama juga pakar. Pan udah dibilang barusan, jadi anggota pasif, soale minder sama anggota lain yang dah pakar2 itu. Jadi mama di milis jarang bersuara, diem-diem nimbain ilmu aja dari mereka. Hehehehe.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu nama yang sering disebut-sebut di milis adalah toko bahan kue Titan. Dikit-dikit Titan. Ada kursus masak di Titan. Beli aja di... Titan. Sampe penasaran juga, kayak apa sih yang namanya Titan itu? Tapi berhubung letaknya agak jauh dari rumah dan di deket rumah udah ada TBK yang lumayan komplit, ya mama nelen ludah aja deh sambil ngebayangin, paling gak jauh beda deh sama TBK itu. Sampai akhirnya tiba suatu masa Mama kesampean juga maen ke sana. Gini lho ceritanya (sebenernya agak lama juga sih, tapi belum sempet diceritain di sini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RnoM98KEhnI/AAAAAAAAAB0/x_eDHgmD0CE/s1600-h/Cars+Reyhan1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 184px; height: 188px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RnoM98KEhnI/AAAAAAAAAB0/x_eDHgmD0CE/s320/Cars+Reyhan1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5078385788073576050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada hari itu kuturut ayah... Eh bukan. Hari itu kan ulang tahunnya Reyhan. Sebenernya sih kami gak ngadain acara apa-apa, karena kemarin udah bikin acara di sekolahnya Reyhan berhubung hari ulang tahunnya bertepatan dengan tanggal merah. Jadi 2 hari sebelum acara di sekolah itu mama udah siap2 bikin kue ultah (yang rada gede karena bakal dimakan sama teman-teman dan guru-gurunya) dan juga nyiapin goodie bagsnya. Gak tanggung-tanggung, buat 32 orang! Abis itu rasanya mama gubrak!! banget. Itu pertama kalinya bikin macem2 dalam partai besar. Padahal udah dibantu 2 asisten. Trus kepikiran, astaganaga, kok bisa ya ada orang yang melakukan ini setiap hari (maksudnya temen2 di NCC yang sering terima order kayak begini). Wah, mama acungin 4 jempol deh buat mereka (kalo punya 10 jempol, semuanya mama acungin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah di hari ultahnya sendiri, mama cuma nyiapin kue ultah (Again!) buat dimakan sekeluarga dan makanan yang rada istimewa. Tapi, karena yang namanya Reyhan itu cucu pertama dan kesayangan neneknya, gak mungkin la yaw mereka gak dateng ke acara ultahnya. So, siang itu muncul deh nenek, inyik, om Afi dan tante Vivi. Eeeehhh.... ternyata muncul juga Bik Aan (adiknya nyokap yang nomor 5) dan Om Alik suaminya. Ya udah, rame-rame kita nyanyi lagu, tiup lilin dan potong kue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RnoMWMKEhmI/AAAAAAAAABs/iIdI857XnxM/s1600-h/Power+rangers+cake1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 209px; height: 278px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RnoMWMKEhmI/AAAAAAAAABs/iIdI857XnxM/s320/Power+rangers+cake1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5078385105173775970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pas acara potong kue, si Bik Aan terkagum-kagum liat kue yang mama bikin. "Bagus yaa... Itu foto bisa dimakan? (Mama pake edible power ranger-red), Eh krimnya enak ya, gak bikin eneg..." dst, dsb. Langsung deh naluri sales nyokap keluar. Dengan semangat '45 dia ngomporin Bik Aan supaya mesen kue sama mama. Entah karena emang tertarik atau karena gak enak dikomporin kakaknya, akhirnya beliyaw pesen juga kue sama mama buat acara hantaran BESOK! Heeeh??? Jadi mama harus bikin kue itu malam ini dan besok siang harus dah selesai. Sanggupkah? Tanpa pikir panjang, langsung aja mama bilang SANGGUP, Jendral!!( Ups, gak pake kata jendral sih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas mereka dah pulang dan mama lihat-lihat persediaan bahan kue, baru deh mama panik. Oalaaa.... Udah habis semua buat bikin 2 kue gede dan 32 cupcakes kemaren. Aduh duh duh.... gimana nih? TBK deket rumah itu pasti tutup karena hari libur nasional. Oiya... coba tanya Titan deh, siapa tahu buka. Sambil berdoa panjang pendek, mama cari nomor telepon toko Titan dan langsung coba nelpon. Eh, diangkat. Langsung mama tanya, mbak, tokonya hari ini buka gak? Si mbak itu dengan ramah ngejawab, buka kok bu. Sampai jam 7 malem. Alhamdulillaaaah... Selamet, selamet (Bukan namanya mbak itu Slamet lho ya...). Langsung aja deh mama minta dianter bapak ke Fatmawati. Akhirnya semua ikut, karena anak-anak mana mau ditinggal pergi bapak-mama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di Titan Fatmawati jam setengah enam. Karena anak-anak tidur selama di perjalanan ke toko, jadi cuma mama aja yang masuk sementara bapak nunggu anak-anak di mobil. Kata bapak, gak lama kan? Iya, mama udah catet kok apa-apa yang mau dibeli. Ambil barangnya, bayar, beres. Ternyata, rencana tinggal rencana. Begitu masuk, mau kalap rasanya mama ngeliat barang yang ada di sana. Lengkap bangeettt.... Bagus-bagus. Tokonya nyaman pula. Trus pelayannya ramah dan helpfull (eh ini beneran lho, bukan sekedar promosi buta. Kan mama dah punya toko pembanding). Akhirnya mama malah asyik sendiri; pilih2 bahan kue, hiasan kue, kotak kue, eh spuit juga belum lengkap, sekalian aja deh. Wah, cetakan coklat lagi diskon nih, lumayan. Apalagi ya? Aduuh... siapa sih yang nelpon, orang lagi asik begini? Ups, bapak. Ya, ya... sebentar lagi selesai kok. Oya, udah gelap ya diluar? Iya deh, mama bayar dulu yaa... Hihihi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya semua selesai setelah mama menghabiskan waktu kurang lebih satu jam di toko (Hehehe... pantes aja bapak sampe misuh-misuh. Anak-anak juga udah bangun semua). Yaa... maklum lah, namanya juga ibu-ibu. Kalo udah belanja suka lupa waktu deh (dan lupa isi dompet. Kekekekek...) Akhirnya karena udah maghrib, trus kami shalat dulu di mushalla-nya Titan. Itu satu lagi kelebihan Titan, ada mushalla yang nyaman. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RnoGZsKEhkI/AAAAAAAAABc/KeYzawCcLdM/s1600-h/flower+cake41.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 237px; height: 198px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RnoGZsKEhkI/AAAAAAAAABc/KeYzawCcLdM/s320/flower+cake41.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5078378568233551426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jadi gak khawatir ketinggalan waktu shalat. Setelah selesai shalat, pulang deh. Dan memang udah waktunya, karena begitu kami keluar, tokonya langsung tutup karena ternyata kami pembeli terakhir. Dah waktunya tutup euy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malem itu, mama langsung bikin kuenya (brownies kukus coklat lapis ganache). Paginya, mama langsung hias pake buttercream dan bunga hiasan yang beli di Titan semalam. Sementara hiasan daun di pinggirnya itu pake fondant. Waktu anak-anak bangun, taaraaaa.... kuenya udah selesai. Ini lho, fotonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RnoHEcKEhlI/AAAAAAAAABk/49jL9N5CwH4/s1600-h/flower+cake.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 255px; height: 193px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RnoHEcKEhlI/AAAAAAAAABk/49jL9N5CwH4/s320/flower+cake.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5078379302672959058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Cantik ya kuenya (*narsis mode on*). Fyi, ini pesanan resmi pertama mama lho. Dan pertama kalinya juga mama bisa bikin kue serapi ini (due to the fact tiadanya gangguan anak-anak ketika menghias kue ini :D). Jadi ya lumayan seneng juga. Dan waktu sang pemesan datang buat ngambil, mereka juga puas dengan hasilnya. Terbayar deh semua kehebohan dan kecapekan mama kemarin. Berkat Titan yang udah bantu mama hingga bisa mewujudkan pesanan ini. Makasih ya Titan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-1337290204563576786?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/1337290204563576786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=1337290204563576786&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/1337290204563576786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/1337290204563576786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/06/pengalaman-belanja-di-titan.html' title='Untung ada Titan'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RnoM98KEhnI/AAAAAAAAAB0/x_eDHgmD0CE/s72-c/Cars+Reyhan1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-2149828576911131247</id><published>2007-06-18T09:36:00.000+09:00</published><updated>2007-06-19T00:42:57.722+09:00</updated><title type='text'>Pacaran lageee</title><content type='html'>Udah agak lama gak sempet buka multiply. Waktu akhirnya lihat-lihat lagi, eeehhh.... ada postingan dari mak Keiko tentang acara jalan berdua sama pak keiko. Hihihi.... Jadi inget, minggu lalu kan mama sama bapak juga nge-date. Gini lho ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RnYuOcKEhiI/AAAAAAAAABM/mojKPdKABaA/s1600-h/poster+pirates.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RnYuOcKEhiI/AAAAAAAAABM/mojKPdKABaA/s320/poster+pirates.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5077296455518291490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Terkompori oleh hebohnya review tentang pirates of Carribean 3, kami berdua jadi kepingin banget nonton. Tapi berdasarkan pengalaman nonton sama anak-anak (yup, si adek dah pernah diajak nonton di bioskop, filmnya nagabonar jadi 2), kayaknya bakalan gak enjoy kalo mereka diajak lagi. Pertama, adek pasti bakalan bosen karena itu film panjang banget. Nonton nagabonar aja yang kurang dari dua jam dia udah nyanyi-nyanyi sendiri di dalem bioskop. Kedua, si kakak gak tertarik nonton film itu berdasarkan pengalaman nonton pirate yang ke-2. Jadi akhirnya diputuskan, nge-date aja yuuukkkk.... Ngomong-ngomong, ini pertama kalinya bapak dan mama nonton berduaan lagi setelah punya buntut nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah hari minggu pagi mama dan bapak siap-siap. Tadinya mama sempet gak tega juga ninggalin anak-anak dirumah aja sama para asisten. Tapi akhirnya ditega-tegain deh. Abis kebelet. Hehehe.... Waktu Reyhan tanya, mama mau kemana? Mama bilang, ada perlu. Dia terus desak perlu apa, tapi akhirnya dengan seribu satu alasan mama berhasil melepaskan diri (apa coba?). Kena deh kakak dibohongin. Kekekekek... maaf ya kak, toh kakak juga lebih senang nonton power ranger di Indosiar kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berangkatlah kami jam 10 buat nonton film jam 11 minggu siang itu. Sesampai di Depok Town Square yang cuma berjarak 15 menit perjalanan, ternyata bioskopnya masih dikunci, sodara-sodara. Hehehe.... saking napsunya, takut kehabisan lagi kayak spiderman 3 kemaren. Ya udah, kita muter2 hypermart-nya dulu deh. Akhirnya, jam setengah sebelas bioskopnya buka. Kami orang kedua yang beli tiket. Pilih deh tempat duduk yang terbaik :) Trus duduk-duduk nunggu sampe teater dibuka. Pas pengumuman teater dibuka, jadilah mama dan bapak orang pertama yang masuk teater. Dan waktu penonton lain pada masuk teater, kita jadi nontonin mereka. Penyakitnya si bapak, kalo liat orang gandengan langsung ber 'waduh' dengan gaya cepot (tau si cepot kan?). Mama bilang aja, daripada sirik ngeliatin orang gandeng cewek, mendingan gandeng aja istri sendiri. Jelas-jelas udah sah. Heran deh si bapak tuh, waktu belom kawin, sampe keringetan tangan mama dipegangin gak mau dilepas. Sekarang, kalo gak digandeng, gak bakal ngegandeng duluan. Biasa deh, simdrom married man &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/tongue.png" /&gt;. Habis mama bilang gitu, baru deh bapak duduknya dirapetin ke mama. Hihihi... pacaran nih yee....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata pirate 3 itu emang keren abis. Actionnya keren, aktingnya ciamik, pemandangan pantainya juga cakeub-cakeub. Sayangnya, yang bikin sebel abis, sound system di bioskop jelek pisan. Di tengah-tengah film, tau-tau ada suara mendengung gitu. Cukup lama begitu, trus bapak cek ke ruang operatornya, ealah gak ada orang. Ditinggalin begitu aja. Akhirnya karena kesel, mama telp aja 108, tanya nomor telpon 21 detos. Trus mama telpon mereka, bilangin di teater 3 suaranya berdengung. Baru operatornya dateng, ngebenerin. Jadi rusak suasana deh. Dan itu gak cuma sekali, tapi berulang beberapa kali. Ampyuuunnnn... bikin gondok banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, habislah itu film setelah 2,5 jam. Terus pulang deh. Sampe di rumah, anak-anak gak ada karena dijemput sama neneknya, diajak jalan-jalan ke kampung cina cibubur (neneknya telpon ditengah film). Ya udah, pacarannya dilanjutin deh &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/wink.png" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-2149828576911131247?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/2149828576911131247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=2149828576911131247&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2149828576911131247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2149828576911131247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/06/pacaran-lageee.html' title='Pacaran lageee'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RnYuOcKEhiI/AAAAAAAAABM/mojKPdKABaA/s72-c/poster+pirates.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-6585318268468519296</id><published>2007-06-06T18:03:00.000+09:00</published><updated>2007-06-18T16:17:20.269+09:00</updated><title type='text'>Kelinciku</title><content type='html'>Kami punya anggota keluarga baru. Namanya kinci, karena itu ucapan adek buat bilang kelinci :D. Waktu kami beli sebulan lalu, umurnya baru 3 bulan dan masih keciiilll deh. Ternyata sekarang udah gendut begitu. Habis kerjanya makan tidur aja sih. Awalnya sih dari keinginan mama untuk pelihara binatang supaya anak-anak belajar menyayangi binatang. Karena itu mama gak mau beli ikan, karena pelihara ikan kan gak terasa. Gak bisa dielus-elus pula. Tadinya mama usul pelihara hamster, tapi bapak gak setuju karena katanya sejenis tikus, geli jadinya. Bapak inginnya ayam kate atau burung beo, tapi sekarang kan lagi musimnya flu burung tokh. Akhirnya kita sepakat beli kelinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rma0YMKEhfI/AAAAAAAAAA0/4DbGpEYMUoQ/s1600-h/Gery+Lery.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rma0YMKEhfI/AAAAAAAAAA0/4DbGpEYMUoQ/s320/Gery+Lery.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072940357952767474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pertama-tama beli di pameran tanaman. Sepasang anak kelinci warna putih dan abu-abu. Reyhan kasih nama Gery dan Lery (kayak keongnya spongebob). Ternyata, si gery putih yang doyan makan itu tanpa sepengetahuan kita makan daun Zodia yang sedianya untuk mengusir nyamuk (daunnya wangi). Besoknya dia sakit, trus gak lama lewat deh. Sedih banget. Ternyata, setelah mama baca di internet, tanaman yang wangi itu biasanya beracun. Pantes aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rma0mcKEhgI/AAAAAAAAAA8/7-gsdXqXUho/s1600-h/izza+kelinci+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 169px; height: 349px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rma0mcKEhgI/AAAAAAAAAA8/7-gsdXqXUho/s320/izza+kelinci+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072940602765903362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rma0yMKEhhI/AAAAAAAAABE/hNL8q-UpqA8/s1600-h/izza+kelinci+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 217px; height: 346px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rma0yMKEhhI/AAAAAAAAABE/hNL8q-UpqA8/s320/izza+kelinci+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072940804629366290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seminggu kemudian kita ke toko hewan buat beli temen si Lery dan makanan kelinci. Jadilah dipilih si kinci ini. Tapi ternyata umur si Lery gak panjang juga. Beberapa hari berdua kinci, dia nyusul si Gery. Jadi deh si kinci sendirian sampe sekarang. Mungkin kekuatan kelinci dari toko hewan sama dari peternakan beda ya? (Yang pasti harganya beda :P). Makanannya jg rada beda. Si Gery dan Lery terbiasa makan rumput, sementara si Kinci doyan banget pelet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik ke soal sebab musabab pelihara kelinci, keinginan tinggal keinginan. Si kinci itu pinter banget, dia udah kenal suara mama. Begitu mama ke belakang, dia pasti langsung loncat nyamperin karena tahu biasanya mama bawain makanannya dia atau cuma dielus-elus. Dengan catatan..... mama gak diikutin anak-anak. Begitu denger suara adek atau kakak, langsung kabur dia. Soalnya anak-anak senengnya megang dan mencet dia. Bahkan adek lebih parah, didudukin! Untung gak mejret!&lt;br /&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-6585318268468519296?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/6585318268468519296/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=6585318268468519296&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/6585318268468519296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/6585318268468519296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/06/kelinciku.html' title='Kelinciku'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/Rma0YMKEhfI/AAAAAAAAAA0/4DbGpEYMUoQ/s72-c/Gery+Lery.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-2427705520877047653</id><published>2007-06-06T12:42:00.000+09:00</published><updated>2007-06-06T12:47:56.177+09:00</updated><title type='text'>Kue Just Because</title><content type='html'>Udah seminggu lebih gak ada kerjaan, &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RmYtxcKEheI/AAAAAAAAAAs/rbTFnLnWeHA/s1600-h/kue+batik2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 248px; height: 206px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RmYtxcKEheI/AAAAAAAAAAs/rbTFnLnWeHA/s320/kue+batik2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072792357674714594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;jadi banyak waktu kosong buat browsing dan lain-lain. Tapi lama-lama capek juga ya nganggur. Ya udah deh, untuk mengisi waktu dan melampiaskan rasa sayang sama suami yang lagi menggebu (cailee... bahasanya), jadi deh disalurkan melalui one thing that I do best: bikin kue bronkus coklat lapis ganache. Jadi begini nih hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua full coklat, baik lapisan ato hiasannya. Ngiler? Yaa... dah abis dari kemaren tuh, dikeroyok rame-rame. Hehehe....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-2427705520877047653?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/2427705520877047653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=2427705520877047653&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2427705520877047653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/2427705520877047653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/06/kue-just-because.html' title='Kue Just Because'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RmYtxcKEheI/AAAAAAAAAAs/rbTFnLnWeHA/s72-c/kue+batik2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-8975813904918201790</id><published>2007-06-04T15:04:00.000+09:00</published><updated>2007-06-06T12:37:56.971+09:00</updated><title type='text'>Journey to the Joy</title><content type='html'>Lately, I felt like God was smiling down at us. There were so many blessing and good fortune that we received. For example, our winning the cake decorating competition. Not to mention the gift that we received from my parents. And yesterday, for the third time in a month, the big family of Salemba (read: keluarga besar Salemba, red :)) invited us for a feast in a nature restaurant. Wow!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because the restaurant was located near Cikampek, which means that we would pass the Wasterboom at Cikarang on the way there, we decided to go earlier and stopped at Waterboom to swim as Mama had dreamt of going there for weeks. And now was the time! Yippeee...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RmYpy8KEhbI/AAAAAAAAAAU/ixBp7INivyI/s1600-h/kakak+izza+bawa+bola.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 258px; height: 193px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RmYpy8KEhbI/AAAAAAAAAAU/ixBp7INivyI/s320/kakak+izza+bawa+bola.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072787985398007218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;We started the journey at 7.45 that morning and arrived at Waterboom at 9 o'clock. It turned out that the Waterboom was not as big as I thought it was. But still, it was quite nice. There were several pools and many trees surrounding them, so the heat of the sun couldn't seep through. There was a miniature of pirate ship on the kiddie pool which the children enjoyed so much. Moreover, the slides on the kiddie pools were made of some soft fabric so it was very nice and safe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak and Izza were ecstatic. Although, being woke up the last and only had time for  a bath, Izza should eat her breakfast there before swimming, she didn't fuss about it though her brother immediately jumped into the pool. After she finished eating, we begin our swim and play. And what a great time it was!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RmYqNsKEhcI/AAAAAAAAAAc/IiueuR8w5HU/s1600-h/Mama+n+kids+depan+kapal+pirate.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 283px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RmYqNsKEhcI/AAAAAAAAAAc/IiueuR8w5HU/s320/Mama+n+kids+depan+kapal+pirate.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072788444959507906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;At first Izza was afraid to slide. But after watching her brother and trying a bit of it herself, she gained confidence and it wasn't long before she dominated the slide. Kakak at first was afraid to try the spiral slide, but finally he agreed to try it and, as we have predicted, became addicted to it. He slided again, and again, and again, until we decided to try another pool.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At the deeper pool, there was the biggest spiral slide, just like the one in Ancol. We decided to slide in pairs, Mama with kakak and Bapak with Izza. But then Bapak said that the slide was too high and dangerous for Adek, so they climbed down the stairs again. So it was only Mama and Reyhan. It's been quite a while since the last time I slide in this kind of slide, and it was great. We slided and screamed and laughed. But after that, when I asked Reyhan to do it once again, he refused. Apparently, once was enough for him. As for Bapak, he refused to even try it, saying that he couldn't stomach it. My Hero :P.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At 11.30, we decided that it was time to continue the journey to the restaurant, since Inyik has called and said that they're almost there (and also due to the fact that Adek's lips were blue already because of cold). So we showered, dressed and moved on. We arrived at the restaurant at 1 o'clock and immediately start eating. Good food, good scenary, good company and starved from swimming, all combined to a very satisfying and enjoyable feast.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RmYrrsKEhdI/AAAAAAAAAAk/nXQIXSK3r20/s1600-h/bi+aan+n+kids+naik+becak+air.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 270px; height: 202px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RmYrrsKEhdI/AAAAAAAAAAk/nXQIXSK3r20/s320/bi+aan+n+kids+naik+becak+air.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072790059867211218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;After eating, the children were taken to try the water becak by one of my aunt, their 'grandma' (nenek muda. Hehehe...). It was supposed to be a 15-minute ride only, but it turned out to be almost 1 hour! They refused to stop riding the becak in spite of the heat of the lake. After a lot of persuasion, they finally agreed to land (and maybe because of they feel thirsty also, I think). Poor Bi Aan, must paddle the becak herself the whole time!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And then, finally it's time to go home. It was almost 5 o'clock when we left the restaurant and the children almost immediately went to sleep. I tried very hard to stay awake too, but then I just couldn't do it and dozed off for a while too. Poor bapak, who should drive the car by himself although he must have felt very exhausted too. I love you, Mas :D. At 6.45, we arrived at hone and ended our wonderful long weekend.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-8975813904918201790?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/8975813904918201790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=8975813904918201790&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/8975813904918201790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/8975813904918201790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/06/journey-to-joy.html' title='Journey to the Joy'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BSxAGsaOmfM/RmYpy8KEhbI/AAAAAAAAAAU/ixBp7INivyI/s72-c/kakak+izza+bawa+bola.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-3007952081029166590</id><published>2007-06-04T14:20:00.000+09:00</published><updated>2007-06-06T12:39:44.374+09:00</updated><title type='text'>Capee Deeeehhh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dari awal cerita, dia mulai menjelma.&lt;br /&gt;Tak pernah diminta, namun ada.&lt;br /&gt;Perlahan membayang-bayangi,&lt;br /&gt;Langkah kaki kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit demi sedikit, menanam benih sengketa&lt;br /&gt;Walau dengan dalih rasa persaudaraan&lt;br /&gt;Tapi tak dinyana,&lt;br /&gt;Malah menimbulkan banyak keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai si muka dua,&lt;br /&gt;yang manis di depan namun menusuk dari belakang,&lt;br /&gt;apa yang membuat engkau,&lt;br /&gt;berkeras tak mau hengkang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami hanya manusia biasa&lt;br /&gt;lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangan&lt;br /&gt;Kalau itu terlalu sulit untuk diterima,&lt;br /&gt;biar kita berbeda jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejuta amarah yang menggelora, semakin membuncah kalau dipiara.&lt;br /&gt;Seperti kata pepatah, dekat bau tak sedap jauh wangi bunga.&lt;br /&gt;Biarkan semua berjalan apa adanya.&lt;br /&gt;Semoga Allah merestui kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;To: someone somewhere. You know who you are. Silahkan memperluas cakrawala dan membangun kehidupan sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-3007952081029166590?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/3007952081029166590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=3007952081029166590&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3007952081029166590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/3007952081029166590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/06/capee-deeeehhh.html' title='Capee Deeeehhh'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-26080898591612553</id><published>2007-05-28T13:02:00.000+09:00</published><updated>2007-05-28T17:02:50.969+09:00</updated><title type='text'>Iseng-iseng dapat hadiah</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Hari minggu yang kutunggu-tunggu, karena akhirnya punya waktu libur seharian full sama keluarga setelah berminggu-minggu digempur deadline. Hehehe.... Hhmm... mau kemana yah? Kata si bapak, ke ITC fatmawati dulu ya, beli onderdil mobil. Gak lama kok, cuma beli. Oke deehhh... sekalian mama juga pengen beli somen dan kuahnya di swalayan jepun didepannya. Sebentar disana, semua urusan selesai. Terus, mau kemana nih? PI mal atau Pelangi? Kebetulan kemarin baru lihat liputan O Channel tentang restoran The Buffet yg ada di Pelangi. Akhirnya diputusin ke sana aja deh, ngiler juga liat deretan makanan-makanan ntu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sampai di pelangi pas jam makan siang. Wah, ngantri nih. Berhubung dah pingin banget, biar deh dibela-belain antri. Cuma antrian kedua, kok. Gak lama kemudian kita masuk dan duduk. Wah ternyata emang bener, jenis makanannya buanyaaaakkkk. Dari nasi uduk, nasi goreng sampe risotto. Dari udang saus mayonaise, chili calamari (alias sambal goreng cumi) sampai lasagna. Dari kentang goreng sampai sushi. Puding. Crepes. Cake. Es krim. Slurp slurrppp... Hehehe.... Hajar bleh...&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Sayangnya gak semua makanannya ueanak. Ada sih beberapa yang enak. Mama klop banget sama spaghetti dan lasagnanya. Tim sum sama crepes-nya mama bilang jg enak (apalagi itu crepes dimakan sama es krim. Wah, maknyusss). Kalo bapak demen sama pizza-nya krn rotinya tebel (bapak tuh gak demen sama pizza yg tipis dan renyah). Reyhan sama adek seneng sama Panne (itu lho, yg kayak makaroni tp lbh gede trus pake saus putih) dan sate ayamnya. Singkat kata, semua puas dan kenyaaanggg...&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selesai makan, kami mampir ke Giant yg ada di basement sebentar. Eh, kok ada rame-rame ya? Oh, ternyata ada lomba menghias black forrest. Hhmmm... boleh juga nih. Gak pake uang pendaftaran pula. Kata bapak, ikut aja ma. Praktekkin ilmu mama. Hihihi.... Waktu tanya ke panitianya, ternyata pesertanya udah lengkap. Tapi, ada satu peserta yang menghilang. Jadi kalau sampai waktunya perlombaan itu peserta gak muncul, mama yang ngegantiin. Ya udah, ditunggu sebentar, dipanggil-panggil, peserta itu gak muncul juga. Akhirnya jadi deh mama peserta dengan nomor buncit. Kalau menurut si panitia, ada 4 point penilaian, yaitu kerja sama tim, kebersihan, keahlian dan hasil akhir. Artinya bukan cuma hasil akhir yang dinilai, tapi proses pembuatan juga dinilai. Trus, judulnya adalah lomba merias kue keluarga, jadi harus dikerjain sama anggota keluarga yang lain. Nah lho, peserta yg lain anak2nya udah pada remaja gitu, cuma mama yang bawa dua batuta. Tapi stil yakin aja deh, Bismillah.&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="../photos/hi-res/upload/RlqLuAoKCqgAACIxgPc1"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.nuzulialatifah.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/RlqLuAoKCqgAACIxgPc1/Kue%20Giant.jpg?et=5j7W4HalSKkVZ95H8KwXfw" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;br&gt;Lomba dimulai. Eh, tumben-tumbenan anak2 gak rewel. Si adek sibuk sendiri, cuma sebentar dia minta perhatian. Dikasih cherry langsung anteng lagi (oya, semua bahan seperti kue, whip krim, cherry dan coklat disediain panitia). Si kakak cukup puas disuruh muterin meja puter dan naburin coklat serut di atas kue. Bapak yang masukin cream ke plastik segitiga dan naburin coklat. Mama do the rest. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah 20 menit, lomba selesai. Gak lama kemudian, pemenang diumumkan. Dan hasilnyaa.... Mama keluar jadi juara ke-3. Alhamdulillah. Gak nyangka. Jurinya jg sampe komentar, wah padahal ini peserta yang terakhir daftar ya bu. Hehehe.... Iya pak. Kalo rejeki emang gak kemana. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Oya, pemenang pertama kuenya sebenernya belepotan. Tapi kata juri, waktu ngerjainnya mereka mesra sekali. Pas kita lihat, lho si peserta itu gak bawa anak, jadi cuma suami istri muda gitu. Wah, jangan-jangan pengantin baru. Pantes aja mesra. Trus yang peserta kedua, anak2nya dah pada remaja dan memang hasil hiasan kuenya bersih banget. Sementara mama dinilai cukup berhasil ngehias diseling ngawasin adek yg berkeliaran dan Reyhan yang sebentar-sebentar mau nyolek. Lumayan deh, dapat hadiah kue yg kita hias sendiri itu plus voucher belanja Giant sebesar 200 ribu. &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-26080898591612553?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/26080898591612553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=26080898591612553&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/26080898591612553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/26080898591612553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/05/iseng-iseng-dapat-hadiah.html' title='Iseng-iseng dapat hadiah'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-1299693384620225824</id><published>2007-05-26T11:20:00.000+09:00</published><updated>2007-05-26T14:23:37.312+09:00</updated><title type='text'>Polisi tidur, enjoy ajaaa...</title><content type='html'>Pernah lihat iklan rokok yang punya semboyan "Enjoy ajaaa..." itu? Banyak sih versinya, tapi ada satu versi yang menurut saya kena banget buat saya dan suami. Yaitu tentang 4 anak muda yang naik mobil merah trus tiba-tiba eng ing eenggg... di depan mereka terbentang jalan yang penuh sama polisi tidur. Untung mereka masih muda, jadi bisa dibikin fungkeh, naik mobil ajrut-ajrutan dihantam polisi tidur. Untung juga mobilnya bagus, jadi benturannya gak bikin benjol atau turun berok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya terkesan banget sama iklan itu? Karena begitulah adanya lingkungan rumah saya. Polisi tidur di mana-manaaaa... (*dengan iringan lagu iklan yg teksnya 'bunga-bunga di mana-manaaa...'). Semua jalan masuk ke rumah saya dikepung sama si poltid ini. Alhasil, kemanapun kita pergi, pasti ngalemnin ajrut-ajrutan seperti 4 anak muda itu. Untung sama fungkehnya (--pede.com). Gak untungnya, mobil saya nggak sebagus mobil mereka. Jadi yaa.... benjol dan turun berok deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya kenapa sih dibuat sebegitu banyak polisi tidur itu? Heran juga saya. Terlebih lagi, gak cuma di jalan dalam kompleks (yang mungkin diperlukan dengan alasan banyak anak-anak main laaa... atau biar tukang ojeg gak pada ngebut laaa...), tapi di jalan raya, yang notabene milik umum dan bersama. Malah polisi tidurnya lebih ganas (pakai istilah suami) karena tinggi-tinggi dan curam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi rada penasaran, kira-kira para pembuat poltid itu punya mobil gak ya? Apa mereka gak tahu berapa banyak kerugian yang ditimbulkan oleh poltid-poltid itu? Satu hal yang pasti, kaki-kaki mobil (meliputi balljoint dan teman-temannya)jadi cepet rusak. Terus, boros bensin. Juga boros waktu. Perjalanan yang seharusnya cuma setengah jam bisa molor jadi satu jam karena harus terus menerus nge-rem setiap kali ketemu poltid. Belum lagi dosa yang ditimbulkan (karena sumpah serapah yang keluar setiap kali terhempas). Tuh, kan, banyak sekali kerugiannya. Keuntungannya? So far saya belum berhasil menemukan. Karena tidak pernah terbukti bahwa polisi tidur mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas. Yang ada malah menimbulkan kemacetan. Kalau ini sudah terbukti, di jalan raya pasar minggu dekat kompleks pertanian. Sampai akhirnya polisi tidur itu dibongkar paksa lagi. So, buat apa susah-susah membuat sesuatu yang merugikan untuk akhirnya dibongkar lagi? Aneh ya, cara berpikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu doa saya, semoga tidak ada lagi polisi tidur-polisi tidur yang terbentang di jalan-jalan. semoga orang-orang yang kurang kerjaan itu berhenti membuat poltid-poltid dan membongkar poltid yang sudah ada, supaya tidak ada lagi biaya terbuang untuk perbaiki mobil, biaya tambahan bensin, waktu yang terbuang dan sumpah serapah yang terlontar. Hehehe....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-1299693384620225824?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/1299693384620225824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=1299693384620225824&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/1299693384620225824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/1299693384620225824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/05/polisi-tidur-enjoy-ajaaa.html' title='Polisi tidur, enjoy ajaaa...'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-6610867380591164937</id><published>2007-05-14T21:43:00.001+09:00</published><updated>2007-05-16T22:25:53.484+09:00</updated><title type='text'>Nyok Kite Nonton rame-rame...</title><content type='html'>Dari dulu, kalau ada yang tanya, hobi lu apa sih? Saya akan jawab cepat baca dan nonton. Kalau kemudian keluar juga jawaban musik, jalan-jalan dan makan coklat, itu biasanya jawaban selanjutnya yang perlu dipikirin lagi. Tapi yang utama ya dua hal itu: Books and movies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat buku, sepanjang ingatan saya, buku gak pernah lepas dari hidup saya. Sejak belum bisa baca sendiri sampai sekarang sudah bisa nulis sendiri (nulis blog, maksudnya. Bukan nulis buku. Belom sampai laa... tahap itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo soal film, itu malah goes all the way back to masa bayi dulu. Ibu saya suka cerita, dulu waktu ayah saya masih jadi awak kapal, ibu dan saya yang waktu itu berumur sekitar 1 tahun lebih sekian bulan pernah diajak berlayar. Karena satu dan lain hal, ibu saya meninggalkan saya sendiri di kabin kapal, cuma ditemanin sama TV yang lagi nyala. Ternyata waktu ibu kembali, saya masih tenang-tenang saja nonton itu TV, bahkan gak noleh ketika beliau masuk kabin lagi. Jadi dari umur sekian, bakat nonton saya sudah terlihat. Hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu jadi wartawan amatiran di C'nS, penugasan yang paling saya suka adalah meliput pemutaran film baru. Lumayaaannn... nonton film gratis. Walaupun filmnya gak selalu sesuai selera saya. Tapi setelah cabut dari sana, ya sudah, berakhir juga acara nonton gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, saya dapat kerjaan baru, jadi penerjemah film. Dulu, sebelum tahu seluk beluk pekerjaan ini, rasanya ingin banget jadi penerjemah film. Alasannya, apa lagi kalo bukan bisa nonton gratis. Dan, apa sih susahnya nerjemahin film begitu? Tinggal denger omongannya, terjemahin deh. Beres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata sodara-sodara, dunia tidak selebar daun kelor. Apa seehh?? Ternyata menerjemahkan film itu tidak semudah yang saya kira semula. Butuh waktu berjam-jam untuk menyelesaikan film berdurasi 30 saja semacam film seri TV. Apalagi yang berdurasi 90 menit, seperti kebanyakan film layar lebar. Sampai panaasssss deh punggung dan pantat rasanya. Belum lagi, karena ini dikerjakan di rumah, gangguan yang datang silih berganti dari unyil-unyil itu. Kalau dibilangin bahwa mamanya sedang kerja, unyil besar yang sudah kelas 1 SD malah menjawab, ah, mama kan gak lagi kerja. Mama kan lagi nonton film. Ealaaahhh.... yaaa... bener juga sih. Bingung juga cari jawaban yang cocok sama logika anak umur 6 tahun :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tetap ada segi enaknya. Ya itu tadi, saya tidak perlu keluar rumah. Materi film diantar, hasil terjemahan dikirim lewat email. Beres. Gak ada ongkos transport ke kantor. Gak usah buang-buang waktu terjebak macet. Gak usah repot-repot dandan dan beli baju kerja. Dan bisa sambil ngawasin anak (bahkan menemani tidur siang kalo kebetulan pekerjaan sudah selesai). Mak nyuuusss....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari sekian banyak film yang sudah saya lihat, ada beberapa yang nyangkut di hati. Film-film itu bukan produksi hollywood (surprise, surprise!)Tapi malah produksi negara-negara lain. Mau tahu? Ini nih (kalau kebetulan belum nonton dan seleranya gak jauh sama selera saya, film-film ini saya recommend banget dah. Rugi kalo gak nonton).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right;" src="http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/partitionpicture1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Partition&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Pemeran utamanya &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Jimmy Mistry&lt;/span&gt; (pasti belum pernah dengar namanya. Dia pernah main di film The Guru sama Marisa Tomei. Buat yang belum nonton film ini, saya anjurin nonton juga. Lucu abis!) dan &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Kristin Kreuk &lt;/span&gt;(yang jadi Lana Lang ceweknya Clark Kent di Smallville). Film ini tentang perpecahan di India-Pakistan. Si Jimmy Mistry jadi suami yang orang India dan penganut Sikh, sementara Kristin Kreuk (Btw, ibunya orang indonesia keturunan Chinese lho..) jadi istrinya yang orang pakistan dan muslim. Trus mereka dipisahin sama keluarganya Kristin yang muslim itu karena ayahnya dibunuh sama orang-orang sikh. Sang suami berusaha sekuat tenaga buat menyatukan keluarga mereka lagi. Pokoke bagus dan sedih deh. Oya, &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Neve Campbell&lt;/span&gt; juga main di film ini, tapi dia jadi figuran. Dan film ini buatan Canada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);font-size:130%;" &gt;Michel Vaillant&lt;/span&gt;. Sebenernya sih film ini saya lihat bukan karena saya harus terjemahin, tapi di TV. Sayangnya ditayanginnya malam sekali, jadi saya ragu apa orang-orang banyak yang nonton. Padahal filmnya kereeennnn deh. Padahal lagi, ceritanya tentang balap mobil F1 dan saya paling gak suka nonton balap mobil. Tapi alur cerita yang bagus dan stunt-nya yang keren abis buat saya terkenang-kenang sama ini film. Kalau diajak nonton film ini lagi pasti gak nolak. Sutradaranya, jaminan mutu film prancis, Luc Besson. Negara pembuatnya, ya udah jelas la yaw, Perancis. Trus yang jadi Michel Vaillant-nya, hhmmm.... keren euy. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);font-size:130%;" &gt;The Three Amigos&lt;/span&gt;. Ini film yang paling unik yang pernah saya terjemahin. Bayangin aja, ini film tentang 3 pelawak yang sedang melawak di atas panggung. Jadi saya harus terjemahin lawakan mereka! Kebayang gak sih, kritingnya kayak apa? Udah lah ngomongnya nyerocos, logat amerika latin pulak. Aduh duh .... Hampir nyerah waktu itu. Pelipur laranya, lawakan mereka lucuuuuu banget. Jadi sebelum nerjemahin, saya nonton dulu film-nya sampai habis. Bingung lah orang satu rumah lihat saya cekakakan sendiri, karena memang saya mendengarkannya pake earphone. Biar begitu, tetap saja waktu nerjemahin saya cekikikan lagi. Ini termasuk low budget film, jadi produsernya ya mereka bertiga itu. Pokoke unik deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Last but not least, &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);font-size:130%;" &gt;the Ballad of Lucy Whipple&lt;/span&gt;. Kalo yang ini kayaknya sih produksi Hollywood berdasarkan buku dengan judul yang sama. Walaupun biasanya film yang diambil dari buku hasilnya tidak sebagus bukunya, tapi kalau menurut saya film ini cukup sukses menangkap nuansa yang diinginkan penulisnya (cailee... bahasanya). Ceritanya tentang seorang janda dengan 3 anak yang pindah ke daerah penambangan emas di California di jaman koboi dulu. Pemain utamanya &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Glenn Close&lt;/span&gt; dan Jena Malone. Pemain lain boleh dibilang kurang ngetop, walaupun ada satu dua wajah yang agak familiar. Ceritanya rada mengharukan, semacam &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Little House on the Prairie&lt;/span&gt; dan buat yang mudah mewek kayak saya, pasti akan meleleh dengan sukses. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, segitu dulu deh resensi film yang direkomendasikan oleh saya sendiri. Nanti kalau ada film-film baru, Insya Allah saya bahas lagi deh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-6610867380591164937?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/6610867380591164937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=6610867380591164937&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/6610867380591164937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/6610867380591164937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/05/nyok-kite-nonton-rame-rame.html' title='Nyok Kite Nonton rame-rame...'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-4954137684024423764</id><published>2007-05-03T15:58:00.000+09:00</published><updated>2007-05-03T17:55:20.967+09:00</updated><title type='text'>Pray for us, Please!</title><content type='html'>Setelah sekian lama menabung sedikit demi sedikit, setelah sekian lama hidup nomaden dari satu tempat ke tempat lain, dari satu negara ke negara lain, akhirnya kami bisa juga memiliki sejumlah uang untuk membeli sebidang tanah dan rumah. Walaupun kecil, walaupun masih harus dicicil, tapi besar harapan rumah itu akan jadi istana kami yang pertama (kalau tidak selamanya). Setelah berminggu-minggu merancang dan mengatur tata letak ruang, akhirnya minggu lalu peletakan batu pondasi rumah kami dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malangnya, ternyata hidup di negara menyedihkan ini tidak semudah itu. Tadi siang, calon rumah kami yang terletak dalam satu cluster kecil bersama 9 rumah lainnya didatangi petugas kamtip. Tanpa ba bi bu lagi, mereka langsung mengobrak abrik pondasi rumah yang sudah siap di-cor dan ditinggikan itu. Calon rumah yang letaknya persis di sebelah kami juga mengalami hal sama, pondasi yang baru berumur 3 hari itu habis diratakan dengan tanah. Yang lebih malang, rumah calon tetangga depan rumah kami yang baru selesai dibangun dan rencananya akan ditinggali pemiliknya minggu depan harus pasrah digempur palu raksasa tanpa belas kasihan. Kabarnya, rumah yang disebelahnya yg juga baru selesai akan mengalami nasib yang sama. Penyebabnya? IMB yg katanya gak ada dan sepertinya hanya bisa dimiliki orang yang punya tanah seablak-ablak dan koneksi di kantor pemerintahan. Padahal kemarin developer kami sudah mengurus perijinannya dan katanya sudah oke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya (typikal Indonesian, dihadapkan pada kondisi apapun masih tetap bisa mencari segi positif), semua masih berada di bawah tanggung jawab developer yang Insya Allah tipe orang yang amanah. Tapi kami belum in touch dengannya, jadi sekarang belum ada kepastian tentang status tanah dan bangunan kami dan bagaimana kelanjutannya. Doakan kami ya friends, semoga semua berjalan lancar dan bisa selesai dengan baik (nulisnya sambil nahan nangis nih...)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-4954137684024423764?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/4954137684024423764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=4954137684024423764&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/4954137684024423764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/4954137684024423764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/05/pray-for-us-please.html' title='Pray for us, Please!'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-1587239185510969051</id><published>2007-04-20T21:33:00.000+09:00</published><updated>2007-04-21T17:07:38.366+09:00</updated><title type='text'>Kalau Izza belajar shalat</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img style="WIDTH: 178px; HEIGHT: 310px" src="http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Izzashalat11.jpg" border="0" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img style="WIDTH: 213px; HEIGHT: 310px" src="http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Izzashalat2kecil.jpg" border="0" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Allaaaahu akbar. Sami' Allaaaahu liman hamidah&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img style="WIDTH: 410px; HEIGHT: 291px" src="http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Izzashalat31.jpg" border="0" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket"&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sujud. Ayo sujud.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img style="WIDTH: 410px; HEIGHT: 319px"src="http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Izzashalat4-1.jpg" border="0" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Eit, slalom, baby. Slalom. Ini gerakan yang bagian mana, ya?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket" src="http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Izzashalat5kecil.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya Allah, jadikanlah aku anak yang sholehah, berahlak baik, berbakti kepada kedua orang tua, dan sukses di dunia dan di akhirat&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aaamiiiinnnn &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-1587239185510969051?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/1587239185510969051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=1587239185510969051&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/1587239185510969051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/1587239185510969051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/04/kalau-izza-belajar-shalat.html' title='Kalau Izza belajar shalat'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-7514875117189115197</id><published>2007-04-10T12:54:00.000+09:00</published><updated>2007-04-10T13:38:35.406+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yesterday'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='7 years ago'/><title type='text'>This is it?</title><content type='html'>Years have passed,&lt;br /&gt;Months swept by,&lt;br /&gt;Days trickled away.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And then, stop.&lt;br /&gt;Thousands of hope,&lt;br /&gt;echod.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But, no sound.&lt;br /&gt;No gesture.&lt;br /&gt;Nothing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rolling, roaring thunder.&lt;br /&gt;All stiffled.&lt;br /&gt;Then burst out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiny mist formed.&lt;br /&gt;Gathered gradually.&lt;br /&gt;to finally,&lt;br /&gt;trickled away.&lt;br /&gt;Wasted, as the day.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-7514875117189115197?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/7514875117189115197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=7514875117189115197&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/7514875117189115197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/7514875117189115197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/04/this-is-it.html' title='This is it?'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-7291618066148172443</id><published>2007-04-07T23:38:00.000+09:00</published><updated>2007-04-07T23:44:20.214+09:00</updated><title type='text'>Tampilan Baru</title><content type='html'>Setelah sekian lama terngeces-ngeces liat teman-teman dengan gampang dan seringnya berganti-ganti layout blog, akhirnya impian saya tercapai. Berkat rujukan &lt;a href="http://bundafaikar.blogspot.com"&gt;Dewi&lt;/a&gt;, jadilah saya bertandang ke blognya &lt;a href="http://greicheanwar.blogspot.com"&gt;bunda Zebby&lt;/a&gt; yang ternyata piawai dlm hal ngerancang template blog. Diantara sekian banyak template yg ciamik, akhirnya saya memilih template yg pinka-pinky-girly ini. Hitung-hitung melampiaskan kangen pada si bunga sakura....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana tampilan barunya? Cakep kaaannn??? Nuhun pisan ya buat Gege.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-7291618066148172443?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/7291618066148172443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=7291618066148172443&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/7291618066148172443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/7291618066148172443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/04/tampilan-baru.html' title='Tampilan Baru'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-860768466550006473</id><published>2007-04-05T18:03:00.000+09:00</published><updated>2007-04-07T20:00:32.166+09:00</updated><title type='text'>Terima pesanan kue!!!</title><content type='html'>Last week, when I didn't have any translation work, I finally was able to finish the cake pamphlete. The project was started several months ago, but I never got enough time to finish it. So finally, I could concentrate on that. And it finally finished.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For those who were familiar with Photoshop or Corel Draw, it must seem so unsignificant. But for me, who had never had any education in that field whatsoever, this was a struggle. After so many trials and errors, I could finally figure it out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was rather simple, actually. I just put several pictures and arranged them in circle. First, I got to choose the pictures. After that, measured them so that it would fit the page. The problem was, the pictures have different sizes. So I have to crop them into same size. Even after that, I couldn't get them into an exactly same size. I didn't know where my mistake was. After much sweating and swearing, I finally gave up. That's the best I could do, though there were so many flaws in it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And.... Here it is.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Mycakes1kecil.jpg" border="0" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga amatir, jadi ya serba sederhana. Baik kue-kuenya maupun brosurnya. Tapi buat saya yang awalnya buta sama sekali tentang masakan, kue-kue apalagi kue berhias seperti itu, ini adalah prestasi yang lumayan besar. Dari yang nggak tahu apa bedanya lengkuas, jahe dan kencur (kl kunyit sih tahu lah karena warnanya kuning) atau bedanya ketumbar dan lada hingga hampir setiap hari disuruh nyokap nyiumin itu bumbu-bumbu, sampai akhirnya bisa bikin macam-macam jenis masakan. Dari yang gak tau definisi margarin dan butter, sampai bisa menjual kue hasil bikinan sendiri dengan hasil yang tidak mengecewakan. Narsis nggak sih kalo dibilang I am proud of myself?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serius. Sampai punya anak satu, kalau ada yang nanya sama nyokap apakah saya bisa masak, pasti akan dijawab tidak. Trus, waktu udah tinggal di jepang, neneknya reyhan itu bulak balik nelpon dengan pertanyaan yang sama: Reyhan udah makan? Pakai apa? Enak? Emang mama bisa masak itu? Ampyuuunnnn....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semua jadi memacu saya untuk membuktikan kemampuan diri saya. Karena itu, saya bersyukuuuurrr sekali dapat kesempatan tinggal di negeri seberang yang mayoritas penduduknya non-muslim, jadi mau tidak mau harus terbiasa masak makanan sendiri. Juga karena negara itu adalah negara maju, maka fasilitas internet broad band adalah salah satu kemudahan yang saya dapat sehingga saya bisa browsing ke banyak situs dan belajar dari sana. Salah satunya adalah belajar memasak. Sebagian orang yang berjasa membangkitkan semangat belajar saya adalah almarhumah &lt;a href="http://zidansyifa.blogspot.com"&gt;Inong&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://pennylanekitchen.blogsome.com"&gt;Riana&lt;/a&gt;, dan tentu saja, my dear Hubby. Masih terngiang rasanya pujiannya di depan salah seorang teman waktu saya berhasil membuatkan makanan yang ia suka (karena terus terang, dia termasuk jenis yang pelit memberi pujian secara lisan). Selain itu juga teman-teman di Saitama seperti &lt;a href="http://bundafaikar.blogspot.com"&gt;Dewi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://mianokitchin.blogspot.com"&gt;Mia&lt;/a&gt; yang secara langsung atau gak langsung banyak membantu dalam segala hal. Thank you dears. Without you, I couldn't have come this far.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, langkah pertama tercapai. Gebrakan selanjutnya, tunggu saja :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tambahan: Setelah brosur ini jadi, saya beranikan diri untuk mengirimnya ke beberapa teman dekat. Ternyata benar dugaan saya, banyak yang memberi komentar. Tapi, ada satu kesamaannya. Seperti dugaan saya, gak ada yang pesan kue. Semuanya cuma pesan sampelnya aja biar gratis. Hehehe...&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-860768466550006473?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/860768466550006473/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=860768466550006473&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/860768466550006473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/860768466550006473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/04/terima-pesanan-kue.html' title='Terima pesanan kue!!!'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-1039062778799475871</id><published>2007-03-26T23:00:00.000+09:00</published><updated>2007-04-09T18:03:48.505+09:00</updated><title type='text'>Bandoeng hare gene</title><content type='html'>Suatu hari, hp saya bunyi. Ada SMS, dari teman kuliah di fisika dulu, Andri lemet. Bukan teman, tapi kakak kelas tepatnya (bisa jg siy dibilang teman kuliah, krn kt jg pernah kuliah bareng ya met?). Kata si lemet, ada undangan syukuran pernikahan Andri poek tgl 18 maret di Bandung. Reaksi pertama, hhmmmm.... Bandung? Kudu nginep neeh.&lt;br /&gt;Reaksi kedua, kapan ya terakhir kali ke Bandung? Wah, hampir 4 tahun yll. Lama juga euy. Karena tgl 19-nya libur nasional, asyik juga kali ya kalo sekalian liburan n nostalgila di bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sebelum cerita berlanjut, kyknya perlu di klarifikasi dulu. Yg ngirim sms sama yg mo ngadain pesta itu dua org yg berbeda walopun namanya sama2 Andri. Yg nikah Andri poek. Poek itu bahasa sunda, artinya item krn emang si poek itu putiiiiihhhh bener kulitnya sampe gak keliatan kalo malam hari. hehehe. Sementara Andri satunya dipanggil lemet, yang artinya kecil. Karena si lemet ini dari segi fisik ato umur emang relatif lbh kecil dr temen2nya. Doski angkatan 90, tapi lahirnya tahun 73 sama sama Gw. Tapi jangan tanya otaknya. Pinter bow. Kl kata temen-temennya, karena jarak dari otak ke pantat deket. Hehehehe..... Apa coba hubungannya?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari setelah itu, Hp bunyi lagi. Kali ini bukan sms, tapi ada yg mo bicara sama bu Ully. Ternyata, si Poek. Dia sendiri yg nelpon langsung, ngundang gw dateng. Ya udah deh, gak bisa ngeles lagi. Langsung nyusun rencana ke Bandung. Waktu cerita ke neneknya Reyhan, mereka jadi pingin jalan2 juga. Jadi deh Inyik-nenek dan Om Afi-tante Vivi juga ikutan berangkat ke Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena udah ada tol cipularang, perjalanan ke bandung hanya 2,5 jam saja euy. Yg lama malah setelah keluar pintu tol. Muacet dimana-mana. Setelah berhasil nemuin hotel Wisma PLN, kita jadi males deh keluar lagi. Istirahat dulu ah, ntar aja keluarnya pas mo makan malem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habis magrib, baru cabut cari makanan. Kata Afi, ke Calista aja di Dago pakar. Murah n bagus. Berhubung nginep di buah batu dan waktu itu malem minggu, jadilah kita berjibaku membelah bandung dari selatan ke utara ngelewatin kemacetan demi kemacetan. Weleh weleh, kenapa jadi gini yak Bandung? Walopun tetep dingin (krn bulak balik hujan) sampe perut kembung terus, tapi kok banyak amat mobil di jalan? Nomornya mayoritas B pula. Dasar nih orang jakarta, bikin sumpek aja. Pantes kalo weekend jakarta sepi. Tumplek semua ya di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe Calista jam 9 malem. Emang bagus sih tempatnya. Dago pakar yg dulu sepi hening, sekarang udah gegap gempita ama cafe n restoran. Krn diatas bukit, jadi pemandangannya adalah lampu kota bandung. Bageeuuss. Cuma sayang perjalanan ke sananya yg bikin perut mules karena kelaparan dan kedinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/pemandangandaricalista.jpg" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pemandangan dari Calista. Romantiiissss abisss...&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya, pagi2 sarapan bubur ayam mang oyo (yg udah pindah ke dago) trus naek kuda di Ganesha. Bukan kuda deng, Delman. Anak2 pada takut naek kuda. Soal kuda ini jg ada story sendiri. Dulu waktu kuliah, saya n temen2 abis2an ngetawain para turis yg tiap minggu rajin thawaf sekitar salman naek kuda or delman. Ternyata, setelah gw hijrah ke jakarta n punya anak, kyknya gak aci kl ke bandung gak naek kuda. Dasar ya.&lt;br /&gt;Habis itu, muter2 ITB. Wuih, cakep ya mantan kampusku itu. Untungnya jurusan Fisika masih asli, krn termasuk yg dilestarikan. Tp kok jadi kebanting ama gedung baru yg disebelahnya? Kesian juga sih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/bapakadekdiplazaitb.jpg" border="0" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/PlazaITB.jpg" border="0" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bapak n adek dgn latar belakang gerbang itb, mama dan anak-anak di depan gedung-gedung baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Gak lama keliling kampus, kami siap2 buat cabut ke Eldorado. Kisah berulang, macet sepanjang jalan (bosen gak sih, dari awal yg diomongin macet doang. Abis emang itu sih yg ditemuin terus-terusan). Setelah 2 jam berjibaku, akhirnya nyampe juga di tujuan. Ternyata masih rame dan tamu2 juga banyak yang baru dateng karena kejebak macet kayak kami. Seneng juga sih ketemu temen2 lama, walaupun ternyata sebagian besar pada pangling ama saya (Duuh... segitunya deh. Emang apa coba bedanya saya dulu dengan sekarang? Saya yg sekarang jadi lebih cantik gitu ya? Huehehehe.... jangan eneg ya bacanya). Habis, sampe yang punya gawe aja gak ngenalin. Trus salah satu temen yang dulu akrab banget jg gitu, padahal saya sengaja lama diri di sebelah dia tp gak negor, tp dianya malah nyingkir. Dikirain saya orang lain. Duileh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak juga teman-teman yang datang, dan rata-rata bawa buntut. Sebagian ada yang udah beda, sebagian lagi masih tetep kayak dulu. Ada jg yang dulu menyatakan diri sbg cewek termanis dan terlaris di fisika, tapi pas ketemu, kok sekarang jadi keliatan layu ya. hehehe.... dauuuun kali, layu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pesta, sekilas kelihatan kolam renang eldorado yang beken itu di bawah, mengundang sekaleee.... Reyhan udah gak sabar mo nyemplung. Juga anaknya Aas, walopun mak-nya ngelarang karena gak siap berenang (kl kami sih emang udah niat habis resepsi mo renang walopun rencana semula bukan di situ). Akhirnya, setelah makan n shalat, jadi juga deh nyebur. Dan ternyata, air kolamnya hangat sodara-sodara. Ya amploop... 6 taon di bandung saya gak pernah tau kl kolam renang eldorado itu airnya hangat. Kirain cipaku doang yang air hangat. Plus, ada jacuzzi-nya pula. Aduh, nyesel senyesel nyeselnya dulu gak pernah kemari (walopun pernah sih diajakin sama si ehem ehem buat berenang bareng disitu, tapi gak ahh.... malu. ihik ihik).&lt;br /&gt;Ya sud, jadilah kami berempat menikmati banget acara renang itu walopun hujan rada rintik2. Terutama si Adek, yang tadinya gak mau masuk aer jadi kalap n gak mau keluar air walaupun udah 2 kali kelelep dan biru bibirnya. Jadi, diakalinnya gini, pas dia udah menggigil dan biru, buru2 di bawa ke jacuzzi yg airnya 40 derajat supaya anget lagi. Baru trus nyebur ke kolam renang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/mamareyhanizzadikolamrenang.jpg" border="0" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/bapakdanunyil2dijacuzzi2.jpg" border="0" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu lagi enak-enaknya berendem di jacuzzi, tau-tau ada yang lewat. Hhmmmm perasaan kenal deh. Langsung aja saya tereakin,"Wahyu!" Ternyata bener, temen waktu di lab fisbum dulu. Dia juga bareng istri dan anak2nya. Tapi kok panik bener liat saya. Keheranan itu baru terjawab pas keluar dari jacussi dan balik ke kolam. Ternyata si pak Wahyu yang sopan dan alim itu pake celana renang, sodara-sodara. Ketat pulak. Hihihi.... Asli, sampe pulang dia jauh2 terus dari saya. Saya ngobrol ama istrinya aja, yg kebetulan kenal juga. Tp dia negor mas sih, pas sama2 di pinggir kolam. Nah, pulang dari eldoradonya yang bikin empeeeettt lima enem tujuh delapan deh. Masa, dari atas situ sampe ke simpang dago yang biasanya cuma setengah paling lama satu jam, bisa makan waktu 3,5 jam? Gara-garanya banyak factory outlet baru di jalan apa itu namanya ya, yg deket pertigaan martabak san fransisco (tuh kan, makanan lagi yg saya inget). Trus, jalan buat kendaraan dari atas cuma 1 jalur. Jadi deh sukses. Tadinya mo makan malem di Ciwalk akhirnya harus puas di McD dago simpang (dulunya disitu salon tempat saya suka potong rambut. Gile deh, semua udah berubah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya, cabut dari hotel rada pagi karena penasaran pingin liat ciwalk alias Cihampeulas Walk sebelum pulang. Di perjalanan ke utara, lewat toko batagor Riri di jalan Burangrang sesuai petunjuk Om Luki sepupu ayah yg nyambangin kita di hotel. Ealaahhh... ternyata cuma 5 menit dari wisma karawitan ntu. Setelah beli beli, cabut ke cihampeulas. Walaupun baru jam 10, ternyata jl. setiabudi udah macet lagi. Ampyuuunnn deh itu rumah mode. Dibongkar aja deh mendingan daripada bikin senewen banyak orang. Akhirnya sampe juga sekitar jam 11-an di jl. Cihampeulas yang masih sepi. Ooo.... ini tokh yg namanya Ciwalk. Not bad, not bad. Mengingatkan saya sama Ikspiari di Disneyland malah. Bagusnya lagi tempatnya di bandung, jadi walopun tengah hari bolong tetep sejuk anginnya (kyknya kl di bikin di jakarta bakal gagal krn puanas bow). Muter2 bentar di situ, trus cabut deh pulang lewat tol pasteur. Ternyata orang2 jg punya pikiran yg sama, pulang rada pagi buat hindarin macet. Alhasil, ya macet deui. Untung cuma pas mo masuk pintu tolnya doang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kl dipikir2, walopun kejebak macet selalu, week-end ini lumayan sukses (apa karena sudah sebegitu lamanya saya gak liburan sampe yg gini aja dibilang sukses?). Ketemu temen2, berenang n santai sama anak2, beli batagor (yg btw rasanya mnrt gw gak istimewa2 amat. Sama aja ama yg biasa saya bikin. Caileee...), dan menapaki jalan2 kenangan. At time like this, I am deeply grateful that nobody can read my mind. Huahahaha.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12418794-1039062778799475871?l=ullyuntoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/feeds/1039062778799475871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12418794&amp;postID=1039062778799475871&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/1039062778799475871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12418794/posts/default/1039062778799475871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ullyuntoro.blogspot.com/2007/03/bandoeng-hare-gene.html' title='Bandoeng hare gene'/><author><name>Nuzulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393946033543270557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i5.photobucket.com/albums/y198/uuntoro/Ully1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12418794.post-7591788447644625165</id><published>2006-12-08T11:57:00.000+09:00</published><updated>2006-12-08T11:58:31.825+09:00</updated><title type='text'>Keadilan hanya milik Allah SWT</title><content type='html'>Berita yang paling menghebohkan di Indonesia atau setidaknya di Jakarta sekarang ini ada dua: kasus video porno anggota DPR dan pengakuan Aa’ Gym tentang pernikahannya yang kedua. Hampir setiap hari, ada saja infotainmen di TV yang membahas atau setidaknya menyebutkan salah satu dari kedua kisah tersebut. Setelah mendengar komentar kanan-kiri tentang mereka, akhirnya jadi gatel juga tangan buat nulis pendapat sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya gak mau ngebahas kasus yang pertama (seperti kata psikolog kondang Sartono M, hanya orang goblok yang mau direkam ketika sedang berintim-intim). Tapi saya ingin  mengemukakan pendapat pribadi, sekali lagi pendapat pribadi, tentang keputusan mubaligh kondang tsb untuk melakukan poligami. Masih jelas sekali dalam ingatan kata-kata beliau beberapa tahun yang lalu ketika menolak poligami award yang hendak diberikan oleh pemilik restoran Wong Solo dan pelopor poligami award. Ketika itu beliau berkata bahwa walaupun bukan penentang poligami, beliau tidak berniat melakukan poligami karena ,”satu istri aja juga gak abis-abis kok”. Rasanya bukan hanya saya yang mendengar dan ingat kata-kata ini tapi juga banyak sekali orang karena, sekali lagi, ditayangkan di infotainmen dan TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, sekarang, beliau seperti menjilat ludahnya sendiri. Tiba-tiba saja beliau mengumumkan pernikahannya yang kedua dengan seorang janda beranak 3 yang berlangsung empa
